I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 57


__ADS_3

Akhirnya kami pun dibawa pulang kerumah, dan saat kami sampai, mereka yang ada dirumah terkejut melihat keadaan kami terutama qiqi, melihat itu, tabib mo langsung memeriksa qiqi, saat tabib mo sudah memeriksanya, betapa terkejutnya kami mendengar perkataan tabib mo.



"Em... Qiqi terkena racun lintah iblis, biasanya siapa saja yang tergigit oleh lintah itu, nyawanya bisa melayang, sekarang qiqi hanya aku kasih obat pencegah" ucap tabib mo.



"Apa tidak ada penawarnya" tanyaku.



"Em... Ada... Jikapun punya mungkin belum tentu bisa menyembuhkan, bahkan tumbuhan obat itu langka, dan sulit sekali untuk ditemukan, dan lagi aku tidak pernah membuat penawarnya, dibutuhkan teknik khusus dan ketelitian" ucap tabib mo.



"kalau Dizaman ku, ini seperti gigitan binatang berbisa lainnya," pikirku.



"Apa ramuan pencegah itu, akan memperlambat penyebaran racun" tantakuku.



"Benar sekali, karena racunnya lambat menyebar dan belum begitu parah, jadi jika aku beri obat itu, jadi racunnya akan menyebar dengan lambat" jawab tabib mo.



"Kulici ambilkan aku mangkok"


Perintahku.



Kulici pun mengambilkan mangkok,



"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya candis.



"Aku akan mencoba caraku untuk menyembuhkannya, bukankah tabib mo mengajarkan ku untuk selalau percaya dengan tindakan yang kau ambil" tegasku.



"Rio... Jangan melakukan hal yang tidak... Tidak..." ucap candis cemas.



"Hira percayalah kepadaku aku pasti bisa, aku tidak bisa hanya diam saja melihat dia seperti itu" ucapku.



"Nyonya bukankah kemarin kita menemukan tanaman cestaflor, bukankah itu bisa digunakan untuk membuat penawarnya." ucapku.



"Bukankah tanaman itu untukmu" guma nyonyah dalam hati.



"Aku akan membuatkan penawarnya" ucap tabib mo.



"Aku akan membantu suamiku membuatnya" ucap nyonya.



"Aku akan pergi membantu tabib mo juga" ucap amoo.

__ADS_1



dan aku pergi kearah qiqi, aku langsung mengambil tindakan menghisapa racun yang berada didalam tubuh qiqi, kulici datang memberikan mangkuknya, dan aku membuangnya kedalam mangkuk, saat aku muntahkan, darahnya berwarna hitam pekat, aku terus menghisap sehingga


dayang keluar itu tidak berwarna hitam


lagi.



Aku pun berhenti menghisap,


Karena rabib mo masih membuat penawarnya aku mengambil beberapa lembar dau obat, dan meletakannya di tempat gigitan lintah tersebut.


Aku dan lainya meninggalkan qiqi sendiri, supaya qiqi bisa beristiragat.


Aku menemui tabib mo.



"tabib mo, aku sudah selesai mengeluarkan racunnya," ucapku.



"Baguslah kalau begitu,


Rio kamu habis, menghisap racun


Lebih baik kamu kumur kumur dengan air ini dahulu" ucap tabib mo.



Aku pun menuruti perintah tabib mo.


Sedangkan ditempat lain.




"Aku sudah tau, dia masih saja ikut campur tangan, Kau pergilah suruh parasit itu untuk membunuh wanita itu" perintah ratu.



anak buahnya pun pergi melaksanakan perintahnya.



"kenapa aku tidak bisa membencinya kenapa aku malah merasa semakin sayang dengan dia," guma ratu dalam hati.



Lintah yang masih berada di bajunya qiqi mengigiti seluruh tubuh qiqi, setelah selesai lintah itu berjalan masuk kedalam tubuh qiqi,


Sepertinya lintah itu ingin merusak organ dalam tubuh qiqi qiqi


Saat aku kemabli melihat keadaan qiqi, ternyata qiqi masih pingsan


Aku pun mendekatinya dan duduk disampingnya


Saat aku melihat dia aku Terbayang saat qiqi mengungkapkan perasaanya kepadaku, aku merasa sangat sedih melihat dia yang sekerang seperti ini,


napas qiqi tidak teratur, dan aku memegang tangan qiqi memeriksa nandinya, saat aku periksa aku terkejut melihat banyak sekali bekas gihitan lintah ditangannya, dan aku pun memeriksa dikakinya, lehernya, dan punggungnya, ternyata juga sama banyak bekas gigitan lintah ditubuhnya.


DanTiba tiba .... saja qiqi terbangun, memuntahkan darah hitam.


Aku yang melihat itu semakin panik dan kahawatir dengan qiqi.


Qiqi yang melihat dia memuntahkan darah hitam dia pun menangis.


__ADS_1


"Qiqi, tananvmg jangan panik, tabib mo akan segera memberikan penaqarnya" ucapku kahawatir.



"Kulici... Kau pangil tabib mo dan bilang keadaan qiqi memburuk" perintahku.



"Baik tuan" kulici berlari menemui tabib mo untuk memberitahukan keadaan qiqi.



"Rio... Rio... Maafkan aku, aku selalu membuatmu celaka, dan membuat mu luka, dan aku ingin kau tau...


Kalau aku benar benar mencintaimu aku tidak peduli kau berasal dari mana...


Akau mencinti mu, rio... Aku sangat sayang pada mu,


Hah.. aku rasa aku sudah tidak bisa bertajan lebih lama lagi," ucap qiqi terputus putus.



Mendengar itu tak terasa air mata ku tertetes....


Tangan qiqi yang lembut itu menghapus air mataku.



"Rio... Jangan menangis nanti qiqi ikut sedih, dan tidak bisa tenang meningalkan rio" ucap qiqi.



Aku hanya bisa menagis melihat qiqi berkata dalam keadaa seperti itu.



"Kenapa tiba tiba gelap sekali, rio... Kau dimana?" pangil qiqi.



"Aku disini qiqi... Aku disini..." ucapku sedih.



"Racun itu telah tersebar diseluruh tubuh qiqi dan menyerang matanya, apa qiqi masih bisa diselamatkan?" tanyaku dalam hati. Aku mengengam tangan qiqi dengan kuat.


Napas qiqi terputus putus.



"Qiqi beretahan lah, sebentar lagi tabib mo akan datang dan membawakan penawarnya" ucapku.



"Rio... Jalani hidupmu dengan baik..." ucap qiqi terbata bata.



Brak... Suara pintu terbuka, tabib mo datang dan lainya juga ikut datang, berpasan pula saat itu...


Hah... Nafas terakhir qiqi terhembuskan.



"Qi... Qi... Qiqi" teriakku.



"Nona qiqi..." kulici menangis.


__ADS_1


"Wanita itu, tidak mungkin kan kalau dia" ucap zahu..


__ADS_2