I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 48


__ADS_3


Ah... Suamiku kau sudah datang, apa kau baik baik saja disana, dan aku rindu..." ucap Qiqi memelukku.



"Hah... Suamiku..." guma candis, zahu, amoo dan kulici dalam hati.


Mereka terkejut.



"Apa... Benar, yang dikatakan wanita itu...


Suami... Bagaimana bisa..." guma candis dalam hati.



"Apa... Nona sudah menikah... Dengan wanita lain... Kelihatanya nona senang sekali jadi laki laki, sampai sampai menikah dengan wanita lain...


Apa nona sudah melupakan tuan..." guma amoo dalam hati.



"Nona... Sudah menikah... " guma zahu dalam hati.



"Apa tuanku sudah menika dengan wanita ini... Tapi wanita ini cantik juga..." guma kulici dalam hati.



Mereka berempat bengong setelah mendengar kata Qiqi.



"Aku juga rindu rasanya gimana gitu ya..." ucapku.



"Alah... Pasangan ini, baru saja pisah beberapa hari, sudah kangen kangenan..." ucap nyonya.



"Jadi kau tidak rindu dengan ku...?" ucap tabib mo.



"Tentu saja..." bisik nyonya kepada suaminya.



"Ngomong ngomong mereka ini siapa" tanya nyonya.



"Ah... Iya, mereka Ini Mau belajar ilmu tabib, jadi apa boleh kita tambah murit lagi..." ucap tabib mo.



"Haa... Tentu saja boleh, siapa nama kalian..." ucap nyonya kesenangan.



"Aku merasa kehadiran penguasa kegelapan" guma nyonya dalam hati.



"Saya hira hamura, pangil saja hira..." ucap candis.



"Saya xian amura, pangil saja xian..." ucap zahu.



"Saya gana morai, pangil saja gana..." ucap amoo.



"Dan wanita ini, siapa...?" tanya nyonya kepada kulici.



"Aduh... Gawat..." aku gelisah.



"Ah... Saya kulicin, pelayan tabib muda, karena saya berhutang budi dengan tabib muda, dia sudah menyelamatkan hidup saya..." ucap kulici.



"Ah... Pelayan..." guma Qiqi dalam hati.

__ADS_1



Qiqi tiba tiba saja lari kedalam.


Aku tak tinggal diam aku pun langsung mengejarnya.



"Hah... Bertengkar..." guma amoo dan zahu dalam hati.



"Ha... Bertengkar, masalah yang sulit ini...


Kalau begitu, cosi akan antar pemuda ini kekamar nya!" perintah nyonya kepada pelayannya.



"mari ikut aku, tuan..." ucap cosi.



Candis, zahu, dan amoo mengikuti cosi.


Sedangkan



Kulici ditinggal bersama nyonya.



"Kulici kau harus menunggu jawaban Qiqi untuk menerimanu atau tidak, atau kau harus menjelaskannya" ucap nyonya.



"Baik... Nyonya aku akan menjelaskanya kepadanya, dan menerima jawaban darinya..." ucap kulici gugup.



"Qiqi... Tunggu aku, aku bisa jelaskan..." ucapku, sambil mengejarnya.



Qiqi pun masuk kedalam kamar, dan aku masuk juga.



"Qiqi apa kau marah..." tanyaku cemas.




"Aku minta maaf..." ucap ku, merasa bersalah.



"Hah... Bagaimana sandiwaraku bagus tidak..." ucap Qiqi.



Hah... Aku kena tipu oleh dia.



"Ternyata ekting... Tertipu aku..." gumaku dalam hati.



"Em... Bagus sekali, aku sampai kaget" ucapku.


Tap... Tap... Suara langkah kaki.



"Ah... Ada yang datang...



Bersikap biasa saja" ucapku.



Tok... Tok... Suara ketukan pintu.


"Siapa?" tanyaku.



"Ini, saya tuan..." ucap kulici.


__ADS_1


"Masuklah..." perintahku.



Kulici yang tidak tau apa apa itu, menceritakan kenapa dia menjadi pelayan tuan, aku yang mendengar penjelasan itu bingung, kenapa dia


Menjelaskan itu keada kami, ternyata kami diaenjelaskan itu kepada Qiqi, dan Qiqi memahami itu, dan menerimanya, setelah itu.


Kami dipangil tabib mo dan tabib mo memberikan kami yang lebih besar yang ia katakan tapi tempat itu berdebu mesti dibersikan dahulu.



Karena itu kami dan para pelayan lainnya ikut membersihkan tempat itu, karena sudah lama tidak ditempati,


Yah... Mulai membersihkan lagi, baru saja pulang.



Sedangkam ditempat lain.



"Hah... Kenapa begini... Kenapa nona menikahi gadia itu?, ternyata nona betah jadi laki laki, apa nona tidak ingin menjadi wanita lagi dan dekat dengan tuan" ucap amoo, sedih.



"Aku tak menyngka...


Tuan bagaimana denganmu, apakaj kau percaya ..." ucap zahu.



"Ah... Kenapa rumit begini..." ucap candis.



Sedangkan ditempat lain.



"Suamiku apa kau juga merasakan kehaditan penguasa kugelapan," tanya nyonya kepada suaminya.



"Kau tak salah, penguasa kegelapan ada disini?" ucap tabib mo.



"Apa yang dia cari ditempat kita ini?" tanya nyonya.



"Ah... Aku juga tidak tau...


Tapi kita Bersikap biasa saja kepadanya,


Jangan sampai dia mengetahui kalau kita sadar dengan kehadirannya" ucap tabib mo.



Sedangkan ditempat lain.



"Hah... Gagal lagi...


Sudah ku beri kalian kekuatan yang besar tapi kalianasih saja gagal lagi..." ucap ratu marah marah.



"Maafkan kami, ratu... Kami janji tidak akan gagal lagi...


Kami akan berusaha yang terbaik..." ucap salah satu dari mereka.



"Aku bosan dengan kata kata kalian..." ucap ratu.



"Kami janji kali ini... Pasti akan berhasil..." ucap salah satu dari mereka, ketakutan.



"Bunuh mereka..." perintah ratu, kepada algozo.



"Jangan jangan ratu...


Jangan jangan ratu..." teriak mereka.


__ADS_1


Sying... Aaaa... Mereka dibunuh seketika, oleh algozo


__ADS_2