
Dan kepala desa terjatuh lemas.
Kepala desa langsung teriak memarahi adiknya(wakil kepala desa)
"Apa... Itu benar, gomnam... Kau menghasut kakak mu ini dan mencelakakan azar, hanya demi jabatan ini, jawab aku gomnam!" teriak kepala desa.
"Apa kau juga yang menyebabkan azar menderita penyakit dan kau yang menghasut para warga, kenapa kau diam saja gomnam, jawab aku?" teriak kepala desa.
"Dan kau juga yang mencelakan budak mu yang polos itu, agar dia tidak membuka mulutnya kepada warga,
Kenapa kai lakukan ini, kenapa gomnam" dengan nada yang sedih dan sampai sampai kepala desa meneteskan air mata.
Gomnam, hanya diam...
Dan tiba tiba dia tertawa terbahak bahak...
Entah apa yang lucu. Samapi sampai dia tertawa seperti itu.
"Hahaha... Benar sekali yang kau,
Katakan, kakak... Kau ingin tau apa alasan aku melakukan ini semua...
Itu karena... kehidupan kita yang miskin dan kita dipandang sebelah mata oleh warga desa, dan kanapa lagi...
Aku iri dengan Azar karena... Iya selalu disanjung sanjung dan keluarganya yang selalu menindas kita, bahkan ayahnya yang membunuh kepala desa pixar, agar anaknya yang menjadi kepala desa, dan itu terwujud..." jelas gomnam.
"Tapi... Kenapa kau imbaskan kepada dia" ucap kepala desa.
"Awalnya, aku memang tidak ingin membalasnya kepada dirinya, targetku hanya keluarganya, tapi... Saat itu, menghabisi keliarganya juga tidak ada gunanya juga, kita tetap dipandang sebelah mata, dan kau ingat saat azar menuduhmu mencuri, dan tanganmu itu hampir tidak ada...Muali saat itu, Aku mulai membencinya, dan berkeinginan agar azar disingkirkan, dan kau yang mengantikan. Aku dan menghasut para warga dan juga dirimu" jelas gomanm.
"Tapi aku tidak menyangka kalau kau berubah menjadi monster, yang mengerikan, bukan kah kau adalah Kepala desa yang baik. yang dibangakan bangakan, yang disanjung sanjung, oleh warga desa, tapi apa... Lihat lah dia sendiri yang menyebabkan warga desa terkena wabah, kau azar yang mencelakakan warga desa..." ucap gomnam.
"Kau..." ucap azar dengan nada tinggi.
Ger... Azar berubah... Menjadi monster yang lebih menyeramkan, dan besar.
Aku yang Kelihatan azar seperti menahan kesakitan.
Wosss... Wabah makin menjadi jadi, para penduduk desa mengeliat geliat kesakitan, bahkan samapi sampai kepala desa, gomnam, dan para tabib yang tidak bisa menahan dan terkena wabah, bahkan diriku pun ikut melemah.
__ADS_1
"Ah... Pelindung ku dan kakak bisa ditembusnya, hosh... Hosh... Napasku sesakak" ucap gomnam.
"Hosh... Hosh... Kenapa napasku sesak ya" kepala desa juga terkena wabah.
"Ah... Napaku sesak"
"Aku, juga..."
"Tabib mo, apa yang kita lakukan sekarang"
Ucap para tabib.
"Hahaha... Karena terlanjur... Ya... Sudah... Aku habisi kalian semua" ucap azar dengan nada yang menyeramkan.
"Aduh... Menyesal sekali
Aku tidak berlatih ilmu ketahanan tubuh dengan serius, dan sekarang aku apes... Deh... sekali..., kekebalan tubuhku belum sempurna...
Tapi... Apa aku terkena wabah, kenapa semuanya seperti sudah bernapas, dan warga desa mengeliat kesakitan.
Tapi kenapa aku hanya lemah ya,
Ah... Iya aku belum makan ternyata" gumaku dalam hati.
Hya..." teriak azar.
Wosshh... Seranga seranga beracun yang ada ditubuh azar, terbang menuju warga desa, tabib, kepala desa dan juga gomnam, seranga itu ingin menyerang kami semua...
"Wah... Seranga ini, seperti tidak makan selama 1 Abad ya, jelek lagi tuh... Seranganya, aneh" gumaku dalam hati.
"Apa yang harus aku lakuakn, bahkan kalau menyentuh, atau tersentuh seranga jelek itu akan terkena racun yang mematikan" gumaku dalam hati.
"Nikmatilah hadiah dariku" ucap azar tersenyum.
"Hadiah... Katamu... Seranga yang jelek ini kata kau hadiah..." gumaku dalam hati.
Gawat... Seranganya semakin mendekat...
Semakin mendekat... Dan
__ADS_1
Seranga jelek itu menyentuhku.
"Aaaa..." teriaku dalam hati.
Plak... Aku menepak seranga itu.
Saat aku buka tanganku aku lihat seranga itu mati.
Awalnya senang.
Tiba tiba... Serang itu hidup...
"What..." aku terkejut.
"Aku sudah terjangkit... Aku sudah terjangkit..." gumaku dalam hati.
"Tapi kok... Tidak terjadi apa apa ya" aku kebingungan.
"Hahaha... Kenapa aku bertingkah aneh, sekali ya, apa ini gejalanya, ya..." ucapku.
Dan seranga itu menyerang warga desa, tabib, kepala desa, dan gomnam.
Dan seranga itu mengigit mereka semua,
Semuanya semakin parah.
"Hentikan ini azar, aaghh... Kenap tiba tiba sakit ini datang" ucap ku.
Aaaaghhh... Suara teriakan mereka yang kesakitan.
"Apa yang harus aku lakukan, mereka semua tersiksa dan tidak akan bertahan lama lagi, aaaggghhh... Kenapa kepalaku sakit sekali, kenap tiba tiba seperti ini" menahan sakit.
"Apa kau kesakitan ini baru pembukaan kau lihat ini" ucap azar.
Aaagghh... Suara teriakan mereka semakin kuat.
Aku tak tahan lagi, mendengarnya.
tiba tiba...
__ADS_1
Dan saat itu juga,
Wosss... Seranga itu musnah.