I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 62


__ADS_3

"Homm... Hem... Sudah siang kah" ucap amoo yang baru terbangun dari tidur.



"sore..." jawab zahu.



"Em... Eh... Dimana tuan, zahu dimana tuan?" ucap amoo mencari tuannya.



"Tuan sudah pergi dah!" ucap zahu.



"Hah... Pergi kemana?" tanya amoo.



"Entah... Tuan tidak ada memberi tahu, ia pergi kemana" jawab zahu.



"Serius lah jangan main main,


Aku tanya serius ni" ucap amoo.



"Serius, aku tidak bohong,


Justru tuan memberi perintah kepda kita" ucap zahu.



"Perintah apa?" tanya amoo.



Zahu membisikan perintah yang diberikan kepada mereka.


Sedangkan candis membawaku kekota senjata, dimana kota ini tempatnya membuat berbagai macam senjata,


Sesampainya kami disana, semua mata tertuju kepadaku, dan saat candis memandang mereka dengan tajam mereka seperti ketakutan,



"Kenapa mereka ketakutan sekali saat candis menatapi mereka, apa mereka tahu kalau candis penguasa kegelapan" gumaku dalam hati.



candis mengajaku ke penginapan karena hari sudah mulai mal, saat kami sampai di tempat penginapan.



"Candis... Apa kenapa mereka seperti



Ketakutan melihat mu?" tanyaku.


"Siapa?" candis bertanya balik.



"Mereka semua, yang kita lewati itu?" jelasku.



"Apa mereka mengetahui kalau kau penguasa kegelapan?" tanyaku prnasaran.

__ADS_1



"Em... Entah lah, aku rasa mereka tidak mengetahui itu," jawab candis.



"Lalu apa...?" tanyaku bingung.


Entah kenapa saat itu perutku berbunyi.


Krukkk...


Mendengar itu candis ketawa.



"Sudahlah jangan pikirkan lagi, ayo kita pergi cari makan.


Tiba tiba saja candis menganti bajunya.


Ssss... Baju candis berubah, menjadi baju biasa biasa saja.



"Eh... Kenapa tiba tiba ganti baju" tanyaku pada diriku sendiri.



Kami pun pergi mencari makanan,



"Em... Penduduk laki laki dikota ini bertubuh kekar semua, dan besar besar, apa karena mereka membuat sejata sampai sampai bertubuh kekar seperti itu" gumaku dalam hati.



Akhirnya kami menemukan tempatmakan yang cocok, dan kami makan disana.



Setelah mereka berpamitan dengan tabib mo dan nyonya mereka


Pun pergi pulang ke istana kegelapan.


Amoo berubah menjadi, makhluk yang mengerikan bersayap, begitu juga zahu, melihat itu, kulici terkejut melihat mereka berubah.



"Aaa... Kalian... Kalian... Monster" ucap kulici terbata bata karena ketakutan.



"Cepatlah naik... Kami masih punya banyak urusan" ucap amoo.



Kulici masih ketakutan.



"Kuhitung sampai tiga jika kau tidak naik juga... Terpaksa aku gunakan cara ini," ucap amoo.



"Aaa... Monster..." teriak kulici.



Amoo sudah geram mendengar kukici teriak, lalu amoo langsung menangkapnya dan langsung terbang tinggi, melesat dengan cepat, dan zahu menyusul dari belakang.


__ADS_1


"Aaa... Turunkan aku,


Tolong monster... Monster..." teriak kulici.



Amok tidak memperdulikan teriakan kulici, dan terus melanjutkan perjalanan.


Sedangkan tabib mo dan nyonya yang merasa kesepian, karena semua muridnya pergi sudah.



"Hah... Terasa sekali, sepinya...


Kemarin banyak sekali yang berada disini, sekarang sudah tidak ada lagi" ucap nyonya.



"Benar sekali, terasa sekali


Sepinya" ucap tabib mo.


Sedangkan ditempat lain.



"Hy!, nona yang cantik jelita, mau main bareng kami?" ucap kawi, pemuda yang sangat disegani dikota ini.



"Tidak... Aku tidak mau main..." tolaku dengan lemah lembut.



Tangan kawi menyentuh bahuku, candis yang melihat itu, langsung memukul muka kawi, sontak kawi langsung terjatuh.



"Hy!, kau siapa kau berani beraninya kau menyerang ku, emangnya kamu berani dengan ku, apa kau tahu aku siapa hah,


Aku ini..." perkataan kawi belum selesai


Candis langsung memukul kawi.



"Candis berhenti... Aku baik baik saja" ucap ku menahan candis.



"Ayo kita pergi saja dari sini!" ajaku.



Aku menarik tangan candis dan menuju keluar.



"Cih... Kalian lihat apa?,


Serang dia sekarang" ucap kawi marah marah.


Anak buahnya kawi pun menyerang candis.



Kawi melempar kursi kearahku, tapi candis melindungiku kursi itu mengenai punggung candia.



Bukk... Suara kursi yang terkena punggung candis.

__ADS_1



__ADS_2