
Ctarrr
Petir menyambar membentuk akar setabut dilangit-langit.
Zahu mulai menceritakan kisah candis kepadaku mukanya sangat serius, aku yang mengahyati ikut termasuk dalam kisahnya "Dulu tuan memang dibilang sangat menakutkan. itu sebelum kakaknya tiada, ia tidak menakutkan cuman hanaya dingin saja setiap kali ia bicara dengan raja raja atau tamu tamu yang berkunjung keistana, ia mengrluatkan ekpresinya itu ekpresi dingin yang tak menyenangkan membuat raja-raja tegang atau amu tamu yang berkunjung keistana. tapi berbeda sekali saat ia berbicara dengan kakak nya dia seakan akan menurut dengan kakaknya bicaranya juga menyenangkan, tuan memiliki kekuatan penghancur yang luar biasa setiap kalai emosinya meledak maka kekuatan itu muncul dengan sendirinya. Jadi suatu hari ayahnya tuan menyegel kekuatan itu, segelan itu bertahan cukup lama berabad abad tahun lamanya segel itu menahan kekuatan tuan, tapi suatu hari bencana besar melanda keluarga tuan dan dunia ini, ayah tuan sedar mendadak
Tewas tuan yang tidak menerimanya kepergian ayahnya membuat segel itu lenyap dari dirinya, kekuatan itu menguasai tubuh tuan, dunia ini diobrak abrik olenya, akhirnya ibu dan kakak tuan turun tangan untuk menghentikan kekuatan itu, mereka berhasil menghentikan dan menyegel kembali kekuatan itu, tuan dikurung diistana ini oleh ibunya sebagai hukuman, karena kejadian itu benar benar dunia ini hancur berantakan, kakak tuan mengorbankan dirinya untuk memperbaiki kerusakan yang dilakukan adiknya, mendengar kabar kakanya telah tiada tuan tambah sedih sifat tuan juga berubah seiring berjalannya waktu, bertahun tahun tuan dikurung samapai kabar datang lagi kalau ibunya juga telah tiada, mungkin perasaan tuan saat itu hancur berkeping keping lagi, setelah sekian lama tuan dikurung kekuatan ibunya yang melindungi istana ini, yang mengurung tuan telah musnah beberapa waktu yang lalu,
Ya... Intinya mungkin mereka menganggap tuan itu memang mengerikan karena kejadian itu."
"Tapi apa candis pernah Menyukai wanita selama ini?" tanyaku yang membuat pucat muka zahu, baru saja mukanya kbali ceria sekarang menjadi pucat sekali.
"Tuan..." Zahu mengeruk garuk kepalanya yang padahal tidak gatal.
Tiba tiba...
Bar... Suara ledakan yang besar sekali.
__ADS_1
"Ah... Ada keributan permisi nona" zahu pergi begitu saja, nampak betul kalau dia menyembunyikan sesuatu.
"Hy!, zahu jangan kabur..." aku mengejar zahu, saat sampai ditempat asal suara itu, kabut asap yang disertai debu mengumpal memenuhi ruangan itu, sekejap saja debu itu menghilang.
Seperti biasa peekelahian amoo dan kulici kali ini gawat sekali kulici menghancurkan dinding istana yang tebalnya berjengkal jengakal, aku tak menyangka kalau kulici bisa menghancurkan dinding yang tebal dan keras itu,
"Haha... Tak tahu... Tak tahu..." Amoo memain mainkan telinjuknya menunjuk kulici menakut nakuti kulici kalau candis akan memarahinya, wajah kulici bercampur aduk, rasa ingin memukul melihat amoo, dan ketakutan ketika bertemu candis.
Kulici Melihatku, dia langsung menghampiriku megengam erat tanganku, dari ekpresinya sudah kelihatan kalau dia ketakutan.
"Tidak nona... Kulici yang melakukannya..." sangka amoo.
"Apa kau menuduhku," kulici mulai emosi lagi.
"Kan memang kau yang melakuknnya," amoo menekak.
Hah... Mereka berdua mulai bertengkar lagi.
__ADS_1
"Aduh bagaimana ini," gumaku melirik kulici.
"Sudahlah kalian berdua hentikan perkelahian semua ini," aku meleraikan kulici dan amoo yang masih mengadu adu mulut.
"Ah... Zahu apa kau bisa mengembalikan ini semua?," tanyaku.
"Itu... Kalau mengembalikan seperti semula, saya tidak bisa nona...
Tapi kalau memperbaiki mungkin bisa," jawab zahu dengan ragu ragu.
"Kalau begitu segera lakukan sebelum candis melihtanya!" perintahku memaksa zahu.
"Tapi nona..." zahu terlihat gugup menunjuk kebelakangku.
Aku membalikan badan melihat siapa yang ada dibelakangku,
Hah... Bencana....
__ADS_1