
Hari ini kami pergi mengambil senjataku, dengan wajah gembira aku pergi menuju tempat tota, tapi berbeda dengan mereka berdua muka mereka berdua seperti masam sekali, aku tidak memperdulikan itu yang penting aku ingin melihat senjataku sudah beberapa hari aku mendamba dambakan senjata itu seperti apa senjatanya, apa berbentuk pedang atau berbentuk tongkat, tombak, panah,
Hah... Hatiku penasaran sekali, tapi ada saja yang membuatku merasa tidak enak, selama jalan makhluk makhluk itu itu terus melirik kami, dan berbisik bla... Bla... Bla...,
Tatapan yang tidak enak.
"mereka kenapa melihat kami sepertu itu, seperti lihat artis saja,
Oh iyaya... Mereka kan tidak tau artis kalau melihat artis akan seperti apa mereka," gumaku.
"Idih... Lihat tuh, gadis yang berada ditengah tengah dua peria itu, belaga betul," bisik salah satu makhluk wanita yang aneh begitu.
"Iya, belaga betul," sahut temannya.
Kebetulan sekali aku mendengar bisikan mereka, hatiku terasa membara bara mendengar itu,
"Kalau Iri bilang,
Dasar sirik," gumaku mengejek mereka.
Sepanjang jalan mata mereka melirik kami, sesampainya kami ditempat tota,kami disambut langsung oleh tota dengan semangat aku menunggu senjataku, hatiku sudah terlalu penasaran dengan senjataku, saat kotak besar yang dibawa tota dikasihkan kepadaku hatiku tambah penasaran, saat aku buka
__ADS_1
Aaaa.... Sungguh mengejutkan, senjata yang aku kira kira bagus seperti dipiranku ternyata mengecewakan, ekspresi wajahku yang tadinya senang menjadi masam, kusut dan suram aku hanya memandang tajam tota sampai ia bertanya "apa ada masalah dengan senjatanya,?"
Aku haya diam saja dan menaruh kembali kemeja dengan muka yang cemberut, candis mengambil senjata itu, dengan membolak balikan senjatanya.
"Apa kau tidak suka dengan senjatanya?, bukankah ini senja yang kau inginkan?," tanya candis.
Aku hanya diam saja dengan cemberut.
"Nona apa kau tidak suka dengan senjatanya, bukan kah itu senjata yang kau inginkan multi fungsi," tanya tota.
"Kenapa bentuknya Bentuknya seperti tusuk konde,
Multi fungsi apa," keluhku.
"Jangan nilai dari penampilannya nona,
Tapi lihat kebolehan senjatanya,
Tuan candis coba anda gunakan senjata itu," ucap tota.
Candis mengerutkan dahinya mendengar perkataan itu, lalu mencoba mengunakan senjata itu dengan sekuat tenaga candis kerahkan tapi tidak terjadi apa apa, bahkan senjatanya pun tidak berubah, aku melirik kearah senjata itu dengan heran
__ADS_1
"bagaimana bisa candis tidak bisa mrngunakan senjata itu," gumaku, dan dragon malah menahan tawa melihat candis yang tidak bisa mengunakan senjata itu, candis hanya bisa menahan kesalnya.
"Nah... Kalu begitu, tuan yang tidak dikenal coba anda gunakan senjata ini," tota mengambil senjata itu dari tangan candis dan memberikanya kepada dragon,
Dragon pun mencoba mengunakan senjata itu, tapi tetap saja hasilnya sama, mereka sama sama tidak bisa mengunakan senjata itu, aku bangkit dari tempat duduku mendekati senjata itu.
"lemah...," guma candis.
"hah... bahkan dragon pun juga tidak bisa,
waw amazing," gumaku kagum.
"Cobalah kau pegang, dan gunakan senjata itu," suruh tota
Aku pun perlahan lahan Memegang senjata itu, saat aku pengang senjata itu tiba tiab aku merasakan ada sesuatu yang aneh dengan senjata itu, dengan perlahan lahan aku mengerakan senjata itu, tapi tidak ada hasilnya.
"Nona cobalah anda fokus," ucap tots. Aku menarik napas panjang panjang, lalu aku mencoba fokus dengam gerakan sekali putar tanganku, tiab tiab senjata itu berubah bentuknya,
Scing... Senjata iti berubah menjadi tombak.
"Hah... Bagaimana bisa?," tanyaku kebingungan.
__ADS_1
"Multi fungsiiii," jawab tota dengan tersenyum.