I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 38


__ADS_3

Tiba tiba ... Terdengar suara berisik berisik diluar.



"Sepertinya ramai sekali diluar" gumaku dalam hati.



Aku pun penasaran dan keluar dari gubuk itu, bersembunyi di semak semak, mengintai apa yang terjadi.



"Hah... Mau apa mereka?" gumaku dalam hati.


Ternyata... Mereka adalah para warga desa yang datang menuju gubuk Qiqi, dengan membawa obor. Mereka mengelilingi gubuk Qiqi,



"Kelihatanya mereka akan membakar gubuk Qiqi, ah... Tapi... Qiqi masih tinggal didalam gubuk" terkejut.



Aku bergegas kembali kedalam dengan gerakan cepat, secepat cahaya.


Saat aku sudah ada didalam.


Dan mereka melempar obor itu,


Syuuut.... Brakkk.... Obor itu jatuh kegubuk Qiqi dan api mulai menyebar dengan cepat.



"Em... Kok panas sekali" membuka mata.



"Apa... Api... Api... Kebakaran... Tolong tolong" teriak Qiqi.



"Ah... Napasku kenapa sesak"



"Qiqi..."



"Suara ini" melemas Saat aku Samapai ditempat tidur aku melihat, Qiqi... Pingsan.



Aku mengambil kain jubahku dan menutup mulut Qiqi agar dia tidak menghirup asap terlalu banyak. Lalu, Aku mengendong Qiqi.



"Ah... Gubuk ini akan roboh"



Aku bergegas membawa Qiqi keluar dari gubuk tersebut.



Brakkk... Aku keluar dari gubuk itu secepat cahaya, dan lari kedalam hutan. Membawa Qiqi menjauh dari desa tersebut.



"Hosh... Hosh... Kelihatanya sudah cukup jauh"


Aku menurunkan Qiqi dan menyandarkannya dibawah pohon dan meriksa apakah dia masih bernapas.



Ternyata... Dia masih bernapas.


Dia janya pingsan.



Aku pun menyelimutinya dengan jubahku,


Karena udara dingin sekali.



"Ah... Aku teringat dengan candis, apa kemarin ia juga melakukan hal yang sama seperti ini kepadaku"

__ADS_1



Mengingat saat aku tertidur saat mabuk.


Mengingat itu. Aku ngantuk sekali...


Aku memejamkan mataku, dan tak lama kemudian aku pun tertidur.



Cip... Cip... Suara burung berkicau.



"Em... Sudah pagi, ah... Eh... Ternyata dia belum bangun" melirik.



"Em..." Membuka mata.



"Em... Dimana aku"



"Ah... Rumah aku" teringat.



"Itu ... Rumah mu terbakar"



"Hiks... Hiks... Apa benar rumahku, kebakaran"



"Iya..."



"Hiks... Hiks... Siapa yang membakarnya"




"Hiks... Kejam sekali mereka, apa salah ku kepada mereka, itu adalah harta ku satu satunya, yang aku miliki" sedih.



"Haduh... Bagaimana cara mendiamkanya" bicara dalam hati.



"Em... Sudahlah, jangan sedih lagi"



"Apa kau bilang jangan bersedih lagi, kau tidak tau bagaimana perasaanku... Kau tidak mengerti perasaanku"



"Aku mengerti perasaanmu, kehilangan rumah atau harta paling beharga itu seperti apa, aku juga tau rasanya belakangan ini, aku juga ada masalah"



"Eh..." terkejut.



"Ah... Maaf aku melampiaskannya kepada mu" memalingkan muka.



"Ternyata nasib kita sama, setelah ini kita mau kemana?"



Ah... Setelah beberapa menit kemudian kami memutuskan untuk pergi kekota sahzi tempat para tabib sakti, yang melegendaris dan serta makhluk mitologi yang tinggal bersama.


Saat aku melangkah.


Masuk kota tersebut, aku merasa kalau hatiku tiba tiba terasa senang dan lega setelah kejadian yang ku alami.


__ADS_1


"Ah... Iya namamu siapa?, aku sampai lupa menanyakan namamu"



"Ah... Namaku..."



"Kasturi... Haih... Sekarang kau ini laki laki jadi aku harus ganti nama, ah... Apa ya, namaku..." gema dalam hati.



"Ah... Rio, namaku rio"



"Oh... Rio... Omong omong kita kemana sekarang?"



"Ah... Iya kita kemana sakarang, bahkan uang tidak ada"



"Ah... Kelihatanya, ini bekas terjadi kebakaran semalam, ah... Ini...



Tuan... Apa anda mendengar saya"



"Iya... Ada apa amoo"



"Tuan aku menemukan petunjuk, tentng nona"


"Diman kau sekarang"



"Aku berada disebelah selatan"



Mereka berkomunikasi dengan batin.



Candis segera menghilang.



Tiba tiba muncul disamping amoo.



"Ah... Tuan, lihat lah ini, ini bukanya gelang yang tuan berikan kepada nona"



"Benar, iya ini gelang yang aku berikan kepada kasturi, dimana kau menemukannya"



"Ah... Itu aku menemukanya, di sini, bekas kebakaran, apa jangan... Jangan... Nona..."



"Tidak mungkin, aku mencium bau nona menuju


Kearah hutan, bau yang masih baru, berarti malam tadi dia lari kearah hutan, tapi...


Baunya tercampur aduk, dia bersama dengan makhluk lain" jelas zahu yang tiba tiba datang.



"Berarati, mungkin nona pergi kesebuah kota" ucap amoo.



"Kota yang dekat dengan hutan, hanya satu yaitu, kota..." ucap candis.



"Sahzi" mereka seprempak menyebutnya.

__ADS_1


__ADS_2