
Sesampainya kami dipasar mataku tak henti hentinya melotot melwanda hat pasar yang begitu ramai sekali dihuni oleh makhluk makhluk yang aneh dan pasarnya lumayan indah.
"OMG... Besar sekali pasar ini, Em... Ramai sekali dan aku merasa tidak sejenis dengan mereka, mereka berekor sedangkan aku..." gumaku melirik ke dragon.
Dragon melihat kearah ku.
"Kenapa?...apa kau merasa tidak enak badan?, apa kau mau pulang?" pertanyaan dragon yang berlipat ganda.
"Eh.. Tidak kok, aku cuman..." jawabku dengan ragu.
"Cuman apa?" tanya dragin sekali lagi.
"Aku agak sedikit malu" jawabku dengan suara yang kecil.
"Malu kenapa?" dragon bertanya lagi.
"Kalau aku jalan bersama mu, kamu kan pangeran, aku merasa tidak pantas" jawabku.
"Oh... Jadi kamu merasa, kamu tidak pantas, kalau begitu aku rubah penampilanku bagaimana?" ucap dragon mengangkat tangannya.
"Hah... Emangnya, kamu mau..." kata kataku yang belum selesai.
Ssseessss.... Tiba tiba dragon berubah berpakaian dan dia berjalan sama seperti ku. Lalu kami melanjutkan perjalanan.
"Ah... Ramai sekali" gumaku dalam hati.
"Em... Sepertinya, semakin lama semakin ramai
Kalau begitu..." guma dragon merencanakan sesuatu.
"Eh..." aku terkejut
Dragon tiba tiba memegang tangan ku mengengamnya dengan erat.
"Kurang ajar beraninya beraninya dia Memegang tangan ku" ngomel ngomel ku dalam hati.
"Ah... Jangan lepas dari tangan ku, nanti kau bisa tersesat"
"Alah ... Omong kosong, mencari kesempatan dalam kesempitan" guma ku dalam hati.
Aku merasa bahagia dia mengajak aku kesana kemari dan banyak yang aku lihat, dari tempat ini ada rumah makan, tempat bermain, ada lumba lumba, ada kincir air, dan ini yang aneh sekali, masa ada mall disini...
Suasana dalam air yang sangat berbeda dengan didaratan.
Tapi, perasaan ku berubah menjadi tidak enak, pandangan ku perputar putar dan aku seperti tak bisa bernafas, dan akhirnya aku pun pingsan, aku tak tau setelah itu, apa yang terjadi.
Saat aku membuka mataku aku sudah ada dikamar.
"Em... Aku dimana, apa yang terjadi?" ucapku memegang kepala ku yang masih denyut denyut.
__ADS_1
"Kau ada di tempat penginapan, bersamaku" jawab dragon.
"Eh... Suara ini?" gumaku terkejut mendengar suara itu.
"Tadi kau pingsan karena, aku lupa kalau kau tidak bisa bernapas di air" ucap dragon.
"Lalu kenapa aku bisa
Bernapas di air sekarang?," tanyaku.
"Itu karena semalam aku..." sebelum perkataan dragon selesai aku langsung menyerang dragon, sampai sampai dia dan aku terjatuh.
Brak... Debuk... Menyerang tiba tiba.
"Apa yang kau lakukan saat aku tidak sadar?," tanyaku dengan mata melotot sambil mengengam kerah bajunya.
Deg... Deg... Geg... Jantug saling berdebar.
"Dia semakin dekat semakin cantik" guma dragon dalam hati.
"Em... Akan aku jelaskan tapi kau harus menjauh terlubih dahulu, kau menindih perut ku membuatku sulit bernapas" ucap dragon dengan napas yang tidak beraturan.
"Ah... Baru sadar" aku baru sadar langsing menjauh dengan cepat.
"Ha... Ha... Hampir copot jantungku dibuatnya" guma dragon dalam hati.
Keadaan tiba tiba cangung
"Ehm... Ehm... Sekarang apa kau bisa menjelaskan apa yang kau lakukan semalam kepadaku" tanyaku.
"Em... Baiklah akan aku jelaskan, Semalam aku memasangkan kalung yang khusus dibuat itu,kepadamu" jawab dragon.
"Kalung yang khusus dibuat, apa yang ini" ucapku menunjukkan kalungnya.
Dragon Hanya mengangguk angguk.
"Kalung apa ini?" tanyaku penasaran.
"kalung yang ada di luhermu itu, merupakan kalung yang dibuat oleh dewa air untuk makhluk makhluk,
Dewa yang yang tak bisa bernapas didalam air" ucap dragon menjelaskan
"Dewa, aku bukan dewa tapi aku manusia" guma ku dalam hati.
"Jadi bagaimana kau bisa mendapatkannya?," tanyaku.
"Itu karena aku salah satu dari mereka" dragon berdiri melangkah mendekatiku.
"Em... Wah... Hari sudah malam, dan pemandanganya cantik." ucapku mengalihkan pembicaraan melihat keluar jendela.
__ADS_1
"Tapi, kok aneh kenapa bisa ada cahaya didalam air, dan membuat cahaya yang kekap kelip dan begitu indah" ucapku keheranan melihat benda apa itu.
"Itu karena ada hewan air yang bisa bercahaya dan menyebabkab terang benderang sekarang"
"Hah hewan apa?" dragon menjelaskan
"Hah... Cacing cahaya" ucapku tidak percaya.
"Em... Dan cahaya yang bersinar seperti cahaya matahari itu apa," tanyaku lagi.
"Ya!... Itu sih, cahaya matahari benaran" jawab deagon.
Mendengar perkataan itu aku langsung terkejut
"What...." ucapku terkejut
"Kau tak tau ya, kau ini dewa atau bukan sih, masa itu tidak tau," tanay dragon curiga
"Em... Bukan itu tapi aku hanya heran kenapa cahaya ada didalam air" aku mencoba mengeles
"Huh... Itu cahaya yang ditangkap oleh peri cahaya, dan diberikan kepada kami,
hah... Biasanya kami diterangi dengan cahaya bulan, tapi... Karena cahaya bulan kami telah ditelan oleh
Scylla..." jelas dragon.
"Hem... Scylla..." ucapku tambah tidak paham.
****
Sekilas info
Scylla adalah makhluk mitologi dari yunani
Yang memiliki 6 kepala 12 kaki biasanya digambarkan sebagai naga dan dia adalah penyihir air
****
"Em... Scylla dulu adalah penyihir dikerajaan ini, tapi ia ketahuan meracuni adik ku dan dihukum mati, dia sempat melarikan diri, dan pada malam itu juga dia menelan cahaya bulan" jelas dragon.
"Apa kalian tidak bisa menaklukkannya?," tanya ku.
"Tidak dia terlalu kuat" jawwb dragon.
"Apa ada cara lain, atau ada yang bisa mengalahkannya?" tanyaku lagi.
"Em... Ada, 2 mahkluk ini, yang bisa mengalahkannya" jawab candis
"Siapa mereka?," tanyaku penasaran.
__ADS_1