
Aku keluar dari toko dan pergi berjajan menuju kamar untuk istirahat tapi aku tak sengaja mendengar percakapan candis, zahu, dan amoo.
lalu aku menguping pembicaraan mereka.
"Tuan, apa sekarang saatnya membongkar samaran kita kepada nona" ucap amoo.
"Kelihatanya ini waktu yang tepat sekali, ramuan sudah selesai tinggal tunggu nona saja lagi" ucap zahu.
"Lalu bagaimana kita bilangnya.." ucap amoo.
"Aku seperti mengenali suara ini, tapi siapa?" ucapku.
"hanya melihatmu baik baik saja ksasturi, itu sudah cukup" canda amoo.
"nggak nyambung sama sekali amoo" geram zahu.
"dan bukan seperti itu juga," ucap zahu.
"kasturi, amoo...
kasturu itu kan namaku, dan amoo itu nama anak buahnya candis,
apa jangan jangan mereka ini adalah , candis, zahu, dan amoo
gawat bagaimana ini, selama ini candis berada disekitarku dengan menyamar" gumaku dalam hati.
"Diam lah kaian... Yang penting ramuan ini sudah ada ditangan ku, jadi tinggal berikan ini kepada kasturi" ucap candis.
"ramuan apa, dan kenapa harus diberikan kepadaku" gumaku dalam hati.
Candis berdiri dan berjalan menuju pintu.
"Tuan... Anda belum... menyamar" cegah zahu.
sayang sekali candis tidak mendengarkan perkataan zahu.
Brak... Candis membuka pintu.
"Aduh... Gawat..." ucap amoo.
Hah... Aku terkejut melihat candis, dan candis pun terkejut melihatku.
"Aduh... Baru saja dibicarakan sekarang sudah ketemu" ucap zahu.
"Jodoh..." ucap amok.
Aku terkejut melihat siapa yang berdiri didepanku, ternyata benar dia... dia..
__ADS_1
"Caa... Candis..." ucapku terbata bata.
"Kasturi kenapa dia berada disini, dan bagaimana mungkin kasturi tau penyamaranku" guma candis dalam hati.
"Candis...Siapa cadis" candis mgeles, memalingkan muka.
Amoo dan zahu malah memalingakan muka juga.
"Kenapa kalian tidak beritahu aku" geram candis.
"Suadah beritahu cuman tuan saja yang tidak
Dengar" ucap amoo.
"Gawat ternyata benar benar candis.
Apa dia selama ini mengikuti ku, samapi kesini,
apa dia mencariku?,
lebih baik aku lari saja, aku belum siap menjumpainya" gumaku dalam hati.
Aku pun melangah mundur, bersiap siap untuk lari, saat aku mau lari, candis menarik tanganku dan langsung memeluku.
"Kasturi jangan lari lagi, kumohon" ucap candis.
aku bukan kasturi, " ucapku ngeles.
"jangan bohong lagi kasruri,
aku sudah tahu kejadian malam itu,
dan aku tahu kau berubah menjadi laki laki, kau lari karena takut kalau aku tidak mengenalmu, dan salah tanggap tentang dirimu, aku mencarimu terus sampai sampai aku menyamar untuk mendekatimu,
jangan lari lagi...
jangan lari lagi..." jelas candis.
"Seharusnya kau tidak lari dariku," ucap candis.
mendengar itu, air mataku kembali menetes lagi, aku merasa bersalah.
"Apa kau kesini mencariku? hiks..." tanyaku kepada candis.
"Harus... berapa kali aku bilang aku kesini untuk mencarimu dan membawamu pulang bersamaku,
pulang lah bersamaku..." ucap candis.
"Aku pikir kau tidak akan mencariku lagi, hiks..." ucapku.
__ADS_1
"Aku manamungkin tidak..." perkataan candia dipotong amoo.
"mana mungkin tuan tidak mencarimu, kan tuan sanagat mencintai anda nona
tuan berani melewati apa saja,
dan sampai sejauh inituan meninggalkan istana, untuk mencari nona" sambung amoo.
candis hanya menatap amoo dengab tajam.
"Tetnyata candis masih mengingatku, dan mencatiku samapai kesini, aku pikir selama ini kau tidak mempedulikan aku lagi...
ternyata aku salah" gumaku dalam hati
"Sudah lah jangan menangis lagi,
kembalilah keistana bersamaku!" pujuk candis.
"Bagaimana mungkin aku kembali keistana dengan keadaan yang seperti ini" ucapku.
"tenang saja tabib mo sudah bikinkan ramuan obat untuk mu,
ini minumlah, dan kembali bersamaku ke istana" ucap candis.
"Ini ramuan apa?" tanyaku.
"ini ...." perkataan candis dipotong lagi oleh amoo.
"itu ramuan pematah mantra sihir yang berada ditubuhmu nona!" ucap amoo.
candis memandangi amoo dengan mata tajam.
"hup... maag tuan aku akan menutup mulutku" ucap amoo sambil menutup mulutnya.
"biar aku bantu kau menutup mulutmu,
dari tadi memeotong pembicaraan saja" geram zahu.
"benar yang dikatakan amoo tadi" candis membenarkan perkataan amoo.
"minum lah, " pinta candis.
"apa aku bisa kembali seperti semula?" tanyaku.
"em... itu" ucap candis ragu ragu.
"aku ingin menjadi wanita lagi, aku tidak mau menyakiti hati banyak wanita lagi" gumaku dalam hati, sambil meminum ramuan itu.
__ADS_1