I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 77


__ADS_3

"Dasar ceroboh...," ucap candis, keluar dari air membawaku pergi dari tempat ini.


Dalam ingatanku kejadiannya seperti itu.


"Bagaimana apa kau sudah bisa mengingatnya?," tanya candis mengingatkan aku kejadian malam itu.


Aku mengaruk garuk kepalaku pura pura tidak ingat dengan ekspresi yang kebingungan.


"Kau tidak tingat, apa perlua aku ingatkan," ucap candis dengan ekpresi yang tidak menyenankan itu, sontak aku mengeleng gelengkan kepala.


"Hah... Malam tadi, kau...," perkataan candis yang belum sempat selesai,


Karena aku langsung menutup mulutnya.


Tangan candis memegang tanganku yang menutupi mulutnya, ia menjauhkan tanganku dari mulutnya dengan berkata, "apa kau mengingat sesuatu," candis tersenyum tipis.


Aku langsung manarik tanganku,


"Maksudmu apa?," aku pura pura tidak tahu.


"Maksud ku apa, ya!


Semalam kau .... Bla... Bla... Bla...," candis berbicara, tapi aku tidak mendengarkannya, tanganku meraba raba badanku,


Egh... Ada yang aneh dengan pakaianku, aku langsung melihat pakaian yang aku pakai.


Hah... Betapa terkejutnya aku melihat pakaian yang aku pakai,


"Dimana pakaian ku, ini bukanya pakaian candis,


pakaian ku...,


pakaian candis...


Pakaian ku...

__ADS_1


Pakaian candis...," gumaku memikirkan pakaian yang aku kenakan.


"Dimana pakaianku, kenapa aku memakaian pakaian candis...


Apa jangan jangan...


Candis...," gumaku mulai memikirkan hal yang aneh aneh.


"Egh... Candis," ucapku dengan kesalnya.


"Em...," candis mengangkat alisnya.


"Kau..., apa kau yang menganti pak-aianku," tanyaku terbata bata dengan kesalnya.


"Em... Ya," jawab candis santai.


Emmmmm... Mukaku sangat kesal hatiku sudah tak bisa lagi menahan kekesalan.


"Beraninya kau...


Aku kira kau makhluk yang baik baik ternyata...,


Candis mendekatiku menghapus air mataku yang membasahi pipiku, dengan tanganya yang halus itu,


"Apa yang kau pikirkan ni, aku tidak akan melakukan itu...," perkataan candis yang belum selesai, ku potong langsung.


"Bagaimana mungkin, hiks... Hiks...," ucapku tersedu sedu.


"Dengarkan aku menjelaskan semuanya, aku tau apa yang kau pikirkan, itu pasti mengenai pakaian yang kau kenakan, aku memang mengantinya, tapi dengan mata tertutp," jelas candis, meyskinkan ku.


Aku hanya menatapnya saja.


"Apa kau tidak percaya kepadaku?," tanya candis.


Aku hanya diam saja dengan wajah cemberut menatapnya, candis pun memasang ekpresi wajah yang cemberut yang membuatku tertawa dengan seketika, entah kenapa dia mudah sekali membuat emosiku berubah ubah dalam sekejap.

__ADS_1


Tak terasa hari sudah mau malam lagi.


"Em... Malam tadi aku tidak jadi pergi kedesa itu malam ini aku harus pergi kesana," gumaku melihat matahari tenggelam.


Aku mengingat kembali perkataan tota...


"Kau ingin tahu jawaban yang kau lontarkan tadi, kau harus mencari sasir, dia ada didesa hororo tepat dibalik gunug itu, dia pasti tau semuanya yang kau ingin tahu," ucap tota waktu itu.


Malam hari pun tiba, aku pun pergi meninggalkan pernginapan dengan cepat, tampa ada hambatan sedikitpun, aku pergi menuju desa itu dengan cepat.


5 menit kemudian aku sampai didesa itu,


Sesampainya didesa,


Waw... Didesa ini lagi.


Mengadakan acara persembahan kepada dewa dewa menurut kepercayaan mereka.


Para penduduk desa menari nari dengan senangnya, yang lainnya duduk menonton saja.


Tassszzz... jiwa Sasir terguncang dengan cepat,


firasaatnya seperti mengetahui kalau aku akan datang menemuinya.


"dia sudah datang,


dia sudah datang," teriak sasir dengan kencang sambil mengangkat tangan.


"Apa benar ini desannya kenapa penduduknya primitif sekali, Kemana aku harus mencari sasir didesa ini,


Tota tidak memberi tahu bagaimana ciri cirinya" gumaku berjalan melihat satu persatu wajah penduduk desa.


Tiba tiba aku menabrak makhluk lain.


Brukk...

__ADS_1


"Ah... Maaf aku tidak sengaja," ucapku dengan baik baik, sambil tersenyum lebar.


Gumaku dalam hati " mati aku...,"


__ADS_2