I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 66


__ADS_3

"Candis kau tidak lupakan?" tanyaku.


"Ternyata kau masih ingat,


baiklah tapi ada syaratnya!" tawar candis.


"Syarat...


Apa syaratnya?" tanyaku.


"Yakin kau sanggup memenuhi syatat" ucap candis.


"Emangnya, apa syaratnya..." tanyaku lagj.


Candis terkejut tersenyum.


"Kok perasaanku tidak enak ya?" gumaku dalam hati.


"Syaraynya...


Aku tidak akan mengulang perkataanku, dan yang palong terpenting, jangan potong perkataanku, jika kau memotong perkataanku aku akan menghentikan ceritanya" ucap candis.


"Ternyata hanya itu, syaratnya" gumaku dalam hati.


Aku pun pindah posisi duduk dari yang semula jauh, dan mendekat kesisi candis agar mendengar dengan jelas.


Candis pun mulai cerita, aku pun mendengarkan cerita tersebut dengan seksama,


bagian per bagian candis menceritakannya, dari mulai dia kecil sampai dia yang sekarang ini,


saat ceritanya selesai,


"bagimana, apa kau suka dengan ceritanya?" tanya candis.


"em...." jawabku.


"kau sudah ngantuk ya, istirahat lah" perintah candis.


mendengar itu aku langsung terbaring ditempat tidur, dan tidak memperdulikan sekitarku.


"kas... kas... eh... sudah tidur, cepat sekali,


hebat sekali kau bisa menahan pertanyaanmu saat aku cerita, aku kira kau tidak akan sanggup untuk menahannya?" ucap candis.


candis keluar meninggalkan aku sendiri dikamar.


"ayo... cepat... dia sudah keluar," ucap salah satu dari mereka yang mengintai keluar.


"ayo... angkat dia," ucap salah satu dari mereka yang mengangkatku.


setelah berhasil menangkapku, mereka pun membawa pergi ku yang masih tertidur, dan meningalkan surat.

__ADS_1


tak lama mereka pergi candis pun datang, candis terkejut melihat ku yang tidak ada ditempat tidur.


"kasturi, kau dimana?" pangil candis.


candis mencari ku keseluruh ruangan,


tapi tidak ketemu juga,


saat itu, pas candis melihat sebuah kertas duatas tempat tidur, dan candis langsung membacannya saat candis,


expresi candis berubah setelah membacannya,


isi suratnnya.


*kekasihmu aku tahan


jika kau masih ingin bertemu dengan dia


temui aku besok siang di xxxxxx.


pertanda kawi*


"dasar, berani berabinya dia menahan kasturi,


bosan hidup rupanya dia" ucap candis.


candis pun menunggu.


sebelum kasturi duculik,


kawi dan anak buahnya merencanakan penculikan tersebut.


"hah... aku tidak terima dengan perlakuan dia,


dia sudah menginjak injak martabatku,


masa aku dipukuli dia sampai patah tulang,


hanya karena memegang bahu cewe itu,


aku tidak terima....


aku tidak terima...." ucap kawi marah marah.


"boss... bagaimana kalau kita beri perhitungan dengan dia" ucap wiko salah satu anak buahnya.


"perhitungan apa?" tanya kawi.


"ya.... kita hajar aja dia!" ucap wiko.


"kita saja kemarin, dengan sejentik jari saja sudah kalah, apa lagi menghajarnya" ucap kawi enosi

__ADS_1


"begini boss,


kita tangkap kekasih yang dekat dengan dia itu, saat dia lengah, dan kita tinggalkan surat ancaman kepada dia, dan saat dia datang mencari dan ingin menghajar boss, maka kita keluarkan kekasihnya agar dia tidak berani melawan boss,


dan boss bisa menyerang kembali dia, atau kami semua ikut menghajari dia, kalau bisa sampai dia mati" ucap wiko.


"haha... rencanamu bagus juga" puji kawi.


"terimakasih boss" ucap wiko, tersanjung sanjung.


"apa yang kalian tunggu lagi, cepat laksanakan" peruntah kawi.


"baik boss" ucap anak buahnya kawi, dan mereka pergi menjalankan rencana penculikanku.


pertama mereka mencari penginapan yang kami tempati, dan menempati disebelah kamar kami, lalu setelah candis lengah mereka menculiku yang sedang tertidur.


dan membawaku ketempat xxxxx.


keesokan paginya candis pergi ke tempat xxxx.


saat candis sampai disana pas sekali hari sudah siang,


dan disana sudah ada kawi yang menunggu dan anak buahnya.


"dimana kasturi?" tanya candis, sambil mengengam tangannya


"tenang lah dia baik baik saja,


kau tidak perlu cemas" ucap kawi.


candis yang sudah geram dengan kawi langsung menyerang kawi dengan sigapnya.


kawi berhasil menghindar, candis melah tertumbuk batu besar yang ada dibelakang kawi, seketika batu itu langsung hancur berkeping keping,


melihat itu kawi merasa takut.


candis pun berbalik dan menyerang lagi,


kawi yang terkejut itu, langsung menarik ku yang berada sebelahnya dan menjadikanku sebagai pelindungnya, saat itu aku dalam keadaan tidak sadar. candis yang melihat itu langsung merhenti menyerang.


"aaa... kau masih mau menyerang, serang lah...


sekarang....


pukul disini...


disini...." suruh kawi untuk memukulinya.


"kau tidak mau menyerang, baiklah kalau begitu!,


aku kan menyerang mu" ucap kawi, menyerhkan ku kepada wiko,

__ADS_1


dan mengelilingi candis, candis hanya diam melihat kawi mengelilinginya, kalau candis bertidak pedang yang ada didepan tengorokanku akan menyat leherku


__ADS_2