
Hiya... Kawi menyerang candis, sampai sampai membuat candis terjatuh, candis hanya diam saja saat kawi menyerangnya, kawi terus menyerang candis samapi candis puas, lalu kawi menyerahkan candis kepada anak buahnya, anak buahnya kawi langsung menghajar candis habis habisan, candis tidak melawan dia hanya diam saja, membiarkan anak buah kawi menyerangnya.
Saat itu aku sudah mulai sadar,
Pandangan ku kabur kabur melihat candis diserang, candis melihatku sadar ia tersenyum, tak terasa air mataku tertetes dan mulutku tergerak mengeluarkan suara yang lemah " hentikan... Kumohon hentikan"
"Kau lihat siapa yang disana,
Oh... Kekasihku..." olok olok kawi didekatku.
Pandanganku mulai membaik aku memandang kawi dengan tatapan tajam.
Saat semua Yang berada disitu tertawa terbahak bahak,
Tiba tiba...
Bom... Aaaa... Ada yang menyerang anak buah kawi samapai babak belur semuanya, sontak aku, kawi, dan candis terkejut, kabut asap mengelilingi tempat ini.
Di balik asap tebal itu terdengar suara yang
"Kawiii... Berani nya ku menyakiti temanku"
"Suara ini seperti suara..." gumaku.
"Minotaur..." kawi terkejut melihat minotaur dihadapannya.
***
Sekilas info
Minotaur adalah makhluk mitoligi, manusia berkepala banteng dengan kekuatan 10× lebih kuat dari pada manusia
**
"Dia lagi...," guma candis.
__ADS_1
"Temanku...," ucapku dengan suara yang lemah.
Bagaimana aku dan minotaur jadi teman?,
Kapan aku dan minotaur jadi teman?
Itu pasti jadi pertanyaanya, jadi waktu itu.
Sebelum kejadian ini...
Kemarin candis membawaku jalan jalan
Saat jalan jalan tak sengaja aku melihat minotaur yang sedang mencicipi makanan, aku pun menghampirinya dan menepuk bahunya. Minotaur yang merasa ada yang menepuk bahunya langsung membalikan badannya dan memasang muka
Yang datar, betapa senangnya hatiku saat itu ketemu dengan dia, sampai sampai aku memeluknya, dan berkata "aku fens mu!," melihat itu candis langsung menariku dan minotaur terkejut mendengar perkataanku .
"Fens?," minitaur kebingungan.
"Iya... Setiap kali aku main gemes mobel legend aku selalu memilihmu, jika tidak ada kau permaina tidak seru" nyerocosku.
"Gemes mobail legend, apanya tu?" tanya minitaur bingung.
"Ah... Iya... Aku baru ingat kalau mereka tidak tahu tentang itu!," gumaku baru menyadari.
"Ah... Itu...," aku ingin mengalihkan pembicaraan.
"Lupakan saja... Intinya dia mengagumimu" candis mengalih kan pembicaraan.
Minotaur menatapku dengan tatapan yang sinis, aku menyangka dia tidak menyukaiku.
Ternyata ...
"Em... Aku terharu baru kali ini ada yang mengagumiku, selama ini aku sangka tidak ada makhluk lain yang menyukaiku, ternyata aku salah," ucap minotaur mengusap air matanya.
Aku terkejut melihat ia terharu, tak sangka tubuh minotaur Besar itu dan berotot itu bisa terharu.
__ADS_1
"Selama ini banyak yang takut denganku, setiap kali melihatku mereka pasti berlari ketakutan..." minotaur tiba tiba saja curhat,
Aku dan candis mendengarkan curhatannya itu, samapai sampai aku terharu, candis menghapus air mataku.
Saat dia selesai curhat aku pun mengelus elus tanganya untuk menenagkannya, dan berkata.
"Aku memahami perasaanmu..."
"Apa kau mau jadi temanku?" tanya minotaur.
Aku manganguk anguk dengan tersenyum.
Sejak saat itu aku jadi temannya minotaur.
Sekarang dia ada disini untuk menyelamatkanku.
Minotaur yang melihat ku dengan keadaan yang lemah dan candis dipukuli habis habisan membuat minotaur tidak bisa terima membuatnya mengeluarkan napas asap dari hidungnya, dan bersiap siap untuk menyerang.
"Eeet... Kalau kau berani menyerang tuanku maka wanita ini jadi taruhannya," ancam wiko.
Minotaur yang mendengar ancaman mengengam tangannya dengan erat
sampai berbunyi bunyi kretak... Keretak...
Candis berdiri mendekati minotaur
Haha... Tuan, sekarang saatnya kita kabur," bisik wiko.
"Hah... Kalian mau kabur, jangan harap,"
Gumaku.
Aku langsung memegang tangan wiko lalu membanting dia dengan keras.
Dan menerjang kawi yang ada dibelakangku.
__ADS_1
"Wah... Tak kusangka kau bisa ilmu bela diri hebat ...," puji minotaur.
Aku hanya tersenyum mendengar pujian itu