Ikatan Pernikahan

Ikatan Pernikahan
Ikatan Pernikahan 39


__ADS_3

Flashback.


Hari pertama sebelum Bara terluka dalam menjalankan misi di jepang.


Jepang, di bandara Tokyo.


Pesawat yang di naiki Bara mendarat di bandara Tokyo, Jepang.


Bara keluar dari pesawat dengan ponsel di telinganya. Dia sedang berbicara dengan bawahannya seorang prajurit pasukan khusus. Dari nanda bicara Bara pun terdengar berbeda dari biasanya, tegas dan berwibawa.


Di dalam telepon Bara di beritahukan jika mereka menemukan anggota mafia yang mereka cari-cari di jepang. Tidak ingin kehilangan jejak dan kesempatan ini, Bara kemudian bergegas menghubungi bawahannya yang lain atau lebih tepatnya anggota pasukan khusus yang bertugas menjalankan misi rahasia ini bersama Bara. Dia memperintahkan kepada anggotanya itu untuk menyiapkan semua anggotanya untuk bergerak cepat untuk menjalankan misi. Setelah itu Bara menutup teleponnya dan masuk ke dalam mobil yang sejak dari tadi menunggunya.


“Bagaimana liburannya kapten, apakah menyenangkan?” tanya seorang pria yang sedang duduk di kursi pengemudi.


“Liburan kepalamu, aku hanya bertemu istriku sebentar.” Jawab Bara.


“Sama saja kapten, bertemu istri berarti liburan hanimun, hahaha.” Tawa pria tersebut.


“Cukup, hentikan Tony.” Ucap Bara malu karena di goda oleh bawahannya itu.


Tony adalah seorang pasukan khusus dengan pangkat Letnan tingkat satu. Tony merupakan tangan kanan pertama Bara setelah Clovis. Berbeda dengan Clovis, Tony turun langsung di lapangan tempur, sedangkan Clovis mendapat tugas di Barak Militer. Clovis bertanggung jawab atas pelatihan prajurit pasukan khusus di Barak Militer.


“Kenapa? Apakah kapten merasa malu sekarang?” goda Tony kembali.


Saat hendak menjawab perkataan Tony tersebut, tiba-tiba ponsel Bara berbunyi, yang meneleponnya adalah istrinya Sian.

__ADS_1


“Ush...diam sebentar.” Titah Bara pada Tony.


Seperti yang di perintahkan Tony menutup mulutnya saat itu juga. Namun, Tony malah tertawa pelan mendengarkan pembicaraan Bara dan Sian di dalam telepon. Bara yang menyadari Tony menguping, dia langsung memelankan suaranya agar tidak di dengar oleh Tony lagi pembicaraan mereka.


Tidak sesuai harapan, ternyata Tony masih bisa mendengarkannya. Sekilas Bara menajamkan matanya kepada Tony untuk tidak menguping, tetapi malah tidak di hiraukan oleh Tony. Terpaksa Bara membiarkan bawahannya itu mendengarkan apa yang hendak dia ucapkan sekarang.


“Mas juga sangat merindukan mu,” ucap Bara dengan memelankan suaranya agar tidak didengarkan oleh Tony yang sedang duduk di kursi pengemudi.


“Maaf tuan, kita sudah sampai di tempat tujuan.” Ucap Tony dengan kuat. Sepertinya dia sengaja melakukannya agar Sian yang berada di tempat lain mendengarkan suaranya itu.


“Maaf sayang mas tutup dulu teleponnya, nanti mas telepon kamu kembali jika pekerjaan mas sudah selesai. Bye sayang, Muah...” Bara mengakhiri teleponnya dengan sebuah kecupan dari jarak jauh, dan setelah itu Bara langsung memukul ringan bahu Tony yang berada di depannya itu.


“Resek banget elo Tony, tidak bisa banget lihat kaptennya senang dikit dan tidak bikin rusuh di waktu seperti ini.” Ucap Bara sedikit kesal.


Bara mendesah pelan, dia merasa sangat malu sekali di hadapan Tony saat ini. Maklum selama ini Bara terkenal sekali dengan sifat hierarkinya di kemiliteran pasukan khusus. Kali ini, Bara harus menanggung rasa malu karena kebucinan-nya terhadap istrinya Sian.


Tak perlu waktu lama, Bara dan Tony pun keluar dari mobil. Mereka berdua berjalan memasuki sebuah gedung kosong yang sudah tidak terpakai lagi di sebuah desa yang hampir mati di jepang. Karena desa tersebut sepi penduduk maka menjadi pilihan utama bagi Bara dan pasukan khususnya menjadikan tempat itu markas mereka selama menjalankan misi di jepang.


Saat memasuki markas, semua anggota pasukan khusus tersebut langsung memberi hormat kepada Bara dan Tony yang baru saja datang. Tanpa mengulur waktu lebih lama lagi Bara langsung mendekati salah satu anggota yang bertugas sebagai pusat informasi yang mereka dapatkan.


“Bagaimana, apakah kamu mendapatkan jejaknya?” tanya Bara pada anggotanya itu.


“Sudah kapten, pria ini di utus langsung oleh tangan kanan pemimpin mafianya sendiri, mereka tahu jika bisnis kapten sangat terkenal sekali di pasar gelap, sehingga mengundang perhatian pimpinan mereka tertarik untuk meraup keuntungan dari bekerja sama dengan bisnis kapten.” Jelas anggota pasukan tersebut.


“Baiklah, kamu pantau terus gerak gerik orang tersebut, jangan biarkan dia lolos.” Titah Bara tegas.

__ADS_1


“Siap kapten.” Dengan sigap anggota pasukan tersebut menerima perintah dari kaptennya itu.


Bara sendiri pergi menuju sofa yang satu-satunya ada di markas mereka itu. Di sana Bara duduk dengan tenang sembari mengamati anggotanya yang sedang sibuk memantau target dari misi mereka.


Karena tidak ingin kehilangan kesempatan lagi, Bara sendiri yang turun tangan memantau kinerja anggota pasukannya itu. Sebelumnya misi mereka pernah gagal 3 tahun yang lalu akibat kelalaiannya dalam memantau anggotanya itu.


Sebenarnya sudah 3 tahun lamanya Bara menyamar sebagai pengusaha di jepang. Hingga kini dia benar-benar mendalami dan benar-benar menjadi seorang pengusaha kaya raya yang sukses di jepang selama waktu 3 tahun. Karena misinya gagal 3 tahun lalu, sekarang Bara memiliki profesi baru selain menjadi seorang Kapten jendral di pasukan khusus Elit dengan identitas yang berbeda.


Bara sendiri memakai nama samaran menjadi seorang pengusaha kaya raya di jepang, sedangkan identitasnya di pasukan khusus di rahasiakan oleh negara, karena bersifat rahasia.


“Apa yang sedang kapten pikirkan saat ini?” tanya Tony menghampiri Bara yang sedang melamun di sofa.


Bara tersadarkan dan langsung menoleh ke arah suara Tony.


“Tidak, aku hanya memikirkan bagaimana cara supaya misi kali ini berhasil dan tidak gagal lagi seperti 3 tahun yang lalu.” Ucap Bara dengan tatapan seriusnya.


Tony langsung duduk di depan Bara menggunakan kursi kayu. Tony bisa melihat tatapan Bara yang begitu dalam, dia tahu jika di dalam diri Bara saat ini menyimpan banyak tanggung jawab dan beban berat menjalankan misi ini. Semenjak kegagalan 3 tahun lalu, Bara di larang untuk beristirahat atau lebih tepatnya mendapatkan libur sebelum misi ini terselesaikan.


“Aku yakin, kali ini kita pasti bisa menyelesaikan misinya.” Ucap Tony serius pada Bara. Tatapan matanya seakan sangat yakin dengan apa yang dia ucapkan sekarang.


Aku harap apa yang kamu katakan benar Tony, aku berharap semuanya akan berjalan dengan lancar seperti yang sudah di rencanakan.


Terlihat Bara yang sedikit khawatir dengan anggota timnya itu. Bara takut misi ini akan gagal lagi dan membahayakan semua anggota pasukannya. Di sini Bara bertekat akan melindungi semua anggotanya itu, apa pun yang terjadi saat menjalankan misi mereka kali ini. Yang paling membuat Bara khawatir adalah istrinya Sian, bagaimana jika misi ini gagal, apa yang akan terjadi pada Sian saat dirinya kembali dengan keadaan tak bernyawa.


.

__ADS_1


__ADS_2