
Hari di mana terjadinya Bara terluka saat menjalankan misi di jepang.
Sudah lima belas hari Bara dan anggotanya melakukan pengintaian pada Makoto. Sebelumnya Bara dan anggota timnya mengikuti Makoto sampai ke markas besar mafia tersebut. Namun, tidak mudah bagi Bara dan anggotanya untuk menjalankan misinya, karena dari pengamatan Bara selama lima belas hari terakhir ini menunjukkan jika jumlah anggota mafia tersebut sangat besar. Sedangkan jumlah anggota pasukan khusus yang di pimpin oleh Bara hanya berjumlah 9 orang prajurit, termasuk dirinya.
Setelah menyusun rencana, Bara dan timnya memutuskan untuk menyusup ke markas besar perkumpulan mafia tersebut. Misi yang di berikan negara kepada Bara dan anggota pasukannya adalah menangkap pimpinan dari anggota mafia tersebut. Kenapa tidak karena pemimpin dari mafia tersebut adalah orang Indonesia. Makanya tentara Indonesia bekerja sama dengan tentara jepang untuk menangkap semua anggota mafia yang paling berbahaya di jepang ini.
Seperti rencana, Bara dan anggota timnya, sudah berada di sekitar markas besar mafia tersebut. Sebelum menjalankan misi, Bara meminta kepada semua anggota timnya untuk tetap pada posisi mereka masing-masing. Sebelum ada perintah darinya, tidak ada yang boleh bergerak sedikit pun.
Bara mengaktifkan mata elangnya, untuk memantau keadaan di sekitar markas mafia tersebut. Bara sangat berwaspada dan teliti sekali saat ini, tidak sedikit pun dia melewatkan hal sekecil apa pun yang bisa membahayakan nyawa pasukannya.
“Kapten ada seseorang yang datang membawa beberapa wanita, sepertinya wanita-wanita tersebut baru saja di culik. Over.” Ucap Tony di dalam alat komunikasi mereka.
Tanpa menjawab Bara mencoba untuk memastikan apa yang di katakan Tony tersebut. Saat melihatnya memang benar informasi yang di berikan Tony barusan. Terlihat ada 2 wanita yang di paksa untuk masuk ke dalam markas tersebut. Namun, malah di aniaya di luar markas karena menolak masuk.
“Kapten, sepertinya kedua wanita tersebut akan di bunuh, apa yang harus kita lakukan sekarang? Over.” Ucap Tony dengan tergesa-gesa.
“Tony tenangkan dirimu, kita tidak bisa bergerak sekarang. Apakah kamu tidak lihat, anggota mereka semakin bertambah. Jika kau bergerak sekarang akan berbahaya. Over.” Bara meminta Tony untuk menunggu.
Terlihat kedua wanita tersebut terduduk di tanah dengan kedua tangan terikat dan kepala mereka ditutup dengan kain hitam. Dari kejauhan Bara bisa menyaksikan jika Makoto mulai mengarahkan senjata ke arah kedua wanita tersebut, sepertinya Makoto sedang bermain-main dengan kedua wanita itu.
Tony tidak terima melihat Makoto mempermainkan kedua wanita tersebut. Semenjak di Mansion waktu itu, Tony sudah sangat ingin sekali membunuh Makoto dengan kedua tangannya.
“Kapten, kita harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan kedua wanita itu. Over.” Terdengar suara Tony yang tidak bisa menahan emosinya lagi.
__ADS_1
“Apa yang di katakan Letnan benar kapten, kita harus bergerak sekarang. Over.” Ucap anggota lainnya menyetujui perkataan Tony.
“Tidak sekarang, kalian jangan gegabah, tunggu komando dari saya. Over.” Ucap Bara yang masih tenang.
Terdengar suara Makoto yang tertawa lepas setelah menakuti kedua wanita tersebut. Kemudian salah satu dari anak buah Makoto membuka penutup kepala kedua wanita tersebut, tanpa basa basi Makoto kembali mengarahkan senjatanya ke kepala salah satu wanita tersebut.
Tony dan anggota lain, mulai tidak tenang dan terpancing dengan perbuatan Makoto tersebut.
“Kapten kami tidak bisa menunggu lagi, aku akan menyelamatkan kedua wanita itu.” Ucap Tony yang tidak bisa menahan emosinya lagi.
“Kapten, kami akan membantu letnan.” Timpal anggota lainnya.
“Tidak, kalian tidak boleh bergerak_” ucapan Bara terhentikan, karena anggotanya memutuskan komunikasi dengannya.
Sial! Mereka benar-benar tidak mendengarkan ucapanku.
Bara langsung melepas alat komunikasinya yang terpasang di telinganya.
Duarr! Duarr! Duarr! Suara tembakan yang bertubi-tubi. Bara melihat jika Tony dan ke lima anggotanya mulai menyerang markas tersebut. Kini hanya tersisa tiga anggota lagi termasuk dirinya yang belum keluar dari persembunyiannya.
Bara tidak bisa diam saja, saat melihat anggotanya mulai menyerang. Saat dia hendak menghentikan Tony dan anggota Lain, tiba-tiba ada sebuah ledakan yang menghentikan langkah Bara. Sehingga Bara memutuskan untuk kembali bersembunyi.
Duarr! Salah satu anggota Bara tertembak di lengannya. Duarr! Satu lagi anggota Bara juga terkena tembakan di lengannya. Kini masih sisa empat anggota termasuk Tony yang belum terluka saat menyerang.
__ADS_1
Bara terus tetap tenang, dan melarang kedua anggota yang berada di dekatnya itu untuk keluar. Bara mengepalkan salah satu tangannya memberi kode untuk tetap di posisi mereka. Kedua anggotanya pun menuruti komando Bara tersebut.
Setelah Tony dan ketiga anggotanya berhasil mengamankan kedua wanita tersebut, tiba-tiba Makoto memanggil keluar semua anggotanya untuk mengepung Tony dan tiga anggota lainnya.
Sudah aku duga, semua ini akan terjadi. Seperti perkiraanku, ternyata di dalam markas tersebut ada banyak anggota yang tidak terlihat.
Ternyata sebelumnya Bara sudah menduganya, jika semua ini akan terjadi jika langsung menyerang. Karena Tony dan tiga anggota lainnya sudah terkepung, Bara tidak mempunyai pilihan lain selain keluar dari persembunyiannya. Sebelum itu, Bara terlebih dahulu memberi komando kepada dua anggotanya yang masih tersisa.
“Kalian berdua dengarkan saya, ini adalah rencana untuk menyelamatkan Tony dan yang lainnya dari sana.” Ucap Bara berbisik kepada kedua anggotanya itu.
“Kalian berdua pancing mereka ke arah barat, buat mereka menjauh dari markasnya, satu lagi apa pun yang terjadi kalian berdua harus bisa menghubungi markas tentara jepang untuk meminta pertolongan. Dan ingat jangan sampai kalian terluka.” Titah Bara kepada kedua anggotanya itu.
“Baik kapten.”
Kemudian kedua anggota tersebut menarik pelatuk senjata mereka untuk memancing sebagian anggota mafia tersebut untuk mengikuti mereka ke arah barat. Seperti yang di rencanakan sebagian anggota mafia tersebut mengejar kedua prajurit tersebut yang berlari ke arah barat.
Setelah rencana awal Bara berjalan dengan lancar, Kemudian Bara melempar bom ke arah segerombolan mafia tersebut. Dalam sekejap sebagian anggota mafia yang tersisa masih sisa sedikit. Setelah memastikan anggota mafia tersebut tersisa sedikit dari sebelumnya, lalu Bara keluar dari persembunyiannya dan menembak satu persatu anggota mafia tersebut.
Melihat Bara menembak anggotanya satu persatu Makoto berlari masuk ke dalam markasnya meninggalkan anggota mafia yang tersisa serta Tony dan anggota pasukan lainya, termasuk kedua wanita yang baru saja di culik.
Bara berhasil membunuh semua anggota mafia yang tersisa di luar markas. Dengan cepat Bara meminta Tony dan anggota lainnya berlari meninggal markas tersebut. Sebelum menjalankan rencananya, Bara sudah mengira jika anggota mafia yang lainnya akan kembali lagi ke markas mereka itu. Makanya Bara meminta Tony dan yang lainnya cepat-cepat pergi meninggalkan markas tersebut.
Saat mereka hendak melangkah menjauhi markas tersebut, Makoto keluar dari markas tersebut dengan menembakkan senjatanya ke arah kaki tiga anggota Bara. Dalam sekejap ketiga anggota Bara tumbang tidak bisa berlari lagi. Tony yang Berada di dekat ketiga anggotanya itu langsung berbalik melihat ke arah Makoto, tetapi saat Tony hendak Berbalik, ternyata Makoto sudah siap ingin menarik pelatuk senjatanya ke arah Tony. Namun, di saat bersamaan Bara langsung menarik Tony ke dalam dekapannya untuk melindunginya dengan menggunakan tubuh sebagai gantinya. Duarr!! Peluruh Makoto menembus belakang Bara hingga ke perutnya, tanpa merasakan sakit Bara langsung berbalik dan menembak Makoto berkali-kali hingga tewas.
__ADS_1
.