Ikatan Pernikahan

Ikatan Pernikahan
Ikatan Pernikahan 75


__ADS_3

“Apakah kalian semuanya sudah siap?” ucap Bara kepada semua anggota tim Alpha.


“Siap Kapten.”


“Segera ke posisi kalian masing-masing, kita jalankan rencananya sekarang.” Titah Bara kepada anggota timnya.


“Siap Kapten.” Sahut anggota tim Alpha secara bersamaan.


Tidak perlu menunggu lama, Bara memberi perintah kepada Rival untuk menyusup ke dalam Villa untuk memastikan situasi di dalam sana.


“Lapor Kapten, seperti dugaan, Villa ini di jaga dengan sangat ketat. Penjagaan ada di mana-mana, pintu utama ada delapan orang yang menjaga, dan pintu belakang ada enam orang.” Kata Rival memberi informasi keadaan Villa.


“Baiklah, kau tetap di posisimu sekarang, jangan lakukan apa pun sebelum saya perintahkan.” Ucap Bara pada Rival.


“Baik Kapten.”


“Tony, apakah kau mendengarkan ku sekarang?” kata Bara di Earpiece.


“Ya Kapten, saya mendengarkannya.” Sahut Tony.


“Tony, kali ini saya tidak ingin kamu bersikap gegabah, kali ini saya ingin kamu bergerak sesuai perintah dari saya mengerti?”


“Baik Kapten, saya mengerti.” Jawab Tony.


“Baiklah kita jalankan rencananya sekarang.”


“Siap Kapten.” Jawab serempak anggota tim Alpha.


Bara mulai memberi perintah kepada Tony untuk menepati posisinya. Sedangkan dirinya menyusul Rival yang berada di Villa tersebut.


Dalam hitungan menit Bara sudah berada di sisi Rival.


“Apakah kamu melihat sesuatu yang mencurigakan?” tanya Bara kepada anggota timnya itu.


“Sejak kapan Kapten berada di sini?” tanya Rival terkejut saat melihat Kaptennya sudah berada di sampingnya. Dia bahkan tidak mendengarkan apa pun saat Kaptennya mendekatinya.


Bara tidak menjawab pertanyaan dari Rival. Dia malah menatap serius ke arah pintu Villa. Sedangkan Rival hanya bisa menatap Kaptennya itu dengan canggung.


“Semuanya fokus pada posisi kalian masing-masing, jangan ada yang bergerak sendiri tanpa perintah dari saya, mengerti?”


Semua anggota tim Alpha mendengarkan perintah Bara melalui alat komunikasi Earpiece.

__ADS_1


“Mengerti Kapten.” Jawab serempak Tim Alpha.


Bara dan Rival mulai bergerak, saat ini Bara berada di depan sedangkan Rival berada di belakang. Mereka berdua mulai mendekati pintu utama sembari mengamati penjagaan di sana. Sesaat Bara menghentikan langkahnya, sejenak dia terlihat sedang berpikir.


“Rival dengarkan saya, kamu tetap berada di sini, saya akan melangkah maju. Namun, kamu harus melindungi saya dengan senjata mu.” Perintah Bara.


“Baik Kapten.”


Tanpa ragu-ragu, Bara melangkah maju ke arah pintu depan. Namun secara diam-diam, tidak secara terang-terangan. Setelah berada sangat dekat di pintu utama Villa, Bara melemparkan gas air mata di pintu utama tersebut.


Dalam sekejap pintu utama penuh dengan kabut gas air mata. Bara mulai bergerak menyusup ke dalam kabut tersebut dengan menggunakan masker anti gas air mata. Dalam hitungan detik Bara melumpuhkan delapan penjaga di pintu utama tersebut.


Setelah pintu utama di amankan, Rival menyusul Bara masuk ke dalam Villa. Saat masuk, Villa tersebut terlihat sangat kosong. Dari luar penjagaannya sangat ketak sekali, tetapi di dalamnya tidak ada satu pun orang.


“Sepertinya ada yang aneh Kapten, kenapa Villa ini kosong, sedangkan penjagaan di luarnya sangat ketat sekali.” ucap Rival di samping Bara.


Sedangkan Bara terlihat sedang berpikir keras, dia memutar otaknya untuk menemukan jawaban atas keanehan ini. Mata Bara menatap teliti di sekitarnya, tanpa menunggu lama, Bara menemukan sebuah bom yang terpasang di bawah meja di depannya.


“Sial! Ini adalah jebakan.”


Dengan cepat Bara berbalik dan menarik Rival berlari keluar Villa secepat mungkin. Dalam hitungan detik dan langkah kaki Bara dan Rival memiliki ritme yang saya.


Tit...tittititttt....


Bom tersebut meledak saat Bara dan Rival sudah berada di depan pintu keluar. Mereka berdua terpental sangat kaut karena getaran ledakan bom tersebut.


Tony dan anggota Tim Alpha lainnya sangat terkejut saat melihat ada ledakan di Villa tersebut.


“Kapten Devil Rival apakah kalian baik-baik saja?” seru Tony di Earpiece.


Tidak ada jawaban dari keduanya.


“Kapten Devil apakah kamu mendengarkan suaraku?” tanya Tony kembali.


“Kami baik-baik saja,” terdengar suara Bara setelah beberapa detik menghilang.


Tony menghelakan nafas leganya saat mendengar suara Bara.


“Tony jalankan rencana B, target sudah meninggal lokasi. Kejar target sekarang, mungkin mereka belum pergi terlalu jauh.” Perintah Bara.


Setelah memberi perintah, Bara memeriksa keadaan Rival. Sejauh ini keberuntungan masih bersama mereka, karena Rival baik-baik saja. Pria itu hanya lecet di bagian wajahnya. Tanpa membuang waktu Bara bergerak cepat menaiki mobilnya mengejar target yang melarikan diri.

__ADS_1


Beberapa menit mengejar, Bara berhasil menemukan mobil target. Tanpa menunggu anggota timnya Bara berusaha bergerak sendirian dengan kemampuan dan kecepatannya. Namun, Bara merasa ada yang aneh saat melihat mobil yang dia kejar sekarang malah melambat. Seakan mobil itu hanya pengalih saja, tanpa berpikir panjang Bara memutar balik mobilnya menuju ke Villa kembali.


“Tony, apakah kamu mendengarkan suara ku?” ucap Bara di Earpiece.


“Ya Kapten, saya mendengarkan mu.” Jawab Tony.


“Tony dengarkan saya, perintahkan kepada semua tim Alpha untuk tetap pada posisinya.”


“Tapi Kapten_”


“Tony dengar, target masih di dalam Villa, jangan biarkan dia keluar dari sana.” Titah Bara.


“Siap Kapten.” Sahut Tony.


“Satu lagi, kemungkinan besar Sian berada di Villa itu juga. Jadi saya perintahkan, kamu harus berhati-hati dalam bertindak. Mengerti?”


“Siap Kapten, saya mengerti.” Ucap Tony yang langsung menutup alat komunikasinya.


Sedangkan dengan sangat cepat Bara kembali menuju Villa. Butuh waktu lima menit baginya untuk sampai di Villa. Saat dia turun dari mobilnya suara Tony menghentikannya.


“Lapor Kapten, Target mulai bergerak keluar dari Villa.” Ucap Tony di Earpiece.


“Baiklah, kita jalankan rencana B. Tim Alpha, apakah kalian semua dengar apa yang baru saja saya ucapkan?”


“Siap Kapten, kami mendengarkannya.” Jawab serempak anggota tim Alpha.


“Baiklah, kita bergerak sekarang.”


“Siap Kapten.” Sahut anggota tim Alpha serempak.


Bara mulai menyusup kembali ke dalam Villa tersebut, tapi kali ini dia sendirian yang bergerak masuk ke dalam Villa tersebut.


Seperti yang sudah Bara duga, target masih berada di Villa tersebut. Namun, kali ini pertahanan Villa tersebut tidak lagi kuat seperti sebelumnya. Kali ini penjagaan di sana sangat lemah sekali, hanya ada lima orang yang melindungi target. Sedangkan yang lainnya sudah pergi dari sana.


“Jangan bergerak,”


Sebuah pistol mengarah tepat di kepala Bara dari belakang. Ternyata satu orang yang terlewatkan oleh Bara.


“Letakan senjata mu jika tidak ingin saya menembak kepala mu.”


Tanpa mengulur waktu Bara langsung meletakan senjatanya di atas lantai, dan kemudian dia mengangkat kedua tangannya ke atas kepala.

__ADS_1


“Cepat berdiri sekarang,” perintah Pria bertubuh besar tersebut kepada Bara. Kemudian pria itu mengiring Bara berjalan menghadap Bosnya.


__ADS_2