Ikatan Pernikahan

Ikatan Pernikahan
Ikatan Pernikahan 47


__ADS_3

Di Ruangan Kapten Jendral.


“Bara, kamu pasti sudah tahu kenapa saya memanggilmu ke sini?” ucap pria paruh baya dengan bintang tiga di bahunya.


Benar sekali pria tersebut adalah Kapten jendral tingkat atas yang memegang komando paling tinggi di lapangan tempur. Dia yang memantau sekaligus memberi perintah kepada Bara dan anggota tim pasukan khususnya di medan tempur.


“Iya Kapten.” Ucap Bara sembari meluruskan postur tubuhnya kemudian dia kembali melipatkan tangannya ke belakang. Posisi istirahat di tempat.


“Kenapa misi kali ini bisa gagal lagi? Saya harap alasan yang kamu berikan tidak mengecewakan saya lagi seperti tiga tahun yang lalu.” Ucap Kapten jendral tersebut.


“Maafkan saya kapten, karena kurang tegas dalam mengatur anggota tim saya.” Tanpa menjelaskan detailnya, Bara langsung meminta maaf dan mengakui kesalahannya di depan Kapten jendral-Nya itu.


Kapten jendral tersebut tidak berkata apa pun saat mendengar Bara langsung meminta maaf kepadanya. Dia hanya diam beberapa saat sembari menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya itu.


“Baiklah saya mengerti, kali ini saya maafkan atas kegagalan misi yang kalian lakukan. Namun, saya minta ke depannya misi ini dapat selesai secepatnya karena masih banyak tugas sulit yang harus kamu selesaikan.” Ucap kapten jendral tersebut.


“Baik Kapten, saya mengerti.” Ucap Bara mengangguk mengerti.


“Satu lagi, saya akan mencabut larangan cutimu sekarang. Mulai dua hari ke depan saya akan memberimu waktu beristirahat selama dua bulan, dan setelah itu kamu kembali bertugas menyelesaikan misi mu di jepang.”


“Siap Kapten.”


“Kamu boleh pergi sekarang.”


“Baik Kapten.” Ucap Bara sembari memberi hormat kepada Kapten jendral yang duduk di depannya itu. Kemudian dia membalik badannya dan pergi keluar dari sana.


Saat Bara keluar, dia di kejutkan dengan kehadiran semua anggota timnya.


“Kenapa kalian semua bisa ada di sini?” tanya Bara kepada anggota timnya yang berbaris sedang menunggunya.


“Apa yang di katakan Jendral pada kapten Devil?”


“Tidak ada, hanya saja mulai dua hari ke depan saya akan di bebas tugaskan selama dua bulan, dan kalian semua harus tetap berlatih selama saya tidak ada.”


Semua anggota tim Bara menunduk merasa buruk apa yang di alami Kaptennya itu.


“Ada apa dengan kalian?” terlihat Bara bingung melihat semua anggota timnya menunduk tak berani menatapnya.


“Kapten maafkan kami telah membuat Kapten di bebas tugaskan.” Ucap salah satu anggotanya yang merasa bersalah.

__ADS_1


Berbeda halnya dengan Tony, dia terlihat biasa saja saat mendengar Bara di bebas tugaskan selama dua bulan.


“Kalian tidak perlu sampai seperti ini, saya tidak apa-apa di bebas tugaskan.” Ucap Bara yang seakan memasang wajah sedihnya di depan semua anggotanya itu.


Tony memutar bola matanya saat melihat kelakuan Kapten dan anggota timnya yang sedikit berlebihan. Yang paling membuat Tony muak adalah saat melihat Bara yang berpura-pura seakan dia sedih di bebas tugaskan, padahal yang sesungguhnya.


Hahaha, akhirnya aku libur juga. Apa yang harus aku lakukan selama dua bulan bersama Sian dan Raihan ya?


Seperti dugaan Tony Bara tidak sedikit pun merasakan sedih, dia malah merasa sangat senang sekali di bebas tugaskan.


“Sudah-sudah, sudah waktunya kalian pergi latihan sekarang. Biarkan Kapten kalian pergi sekarang.” Ucap Tony menengahi sandiwara di depannya itu.


“Dengarkan apa yang di katakan Letnan kalian, pergilah latihan sekarang, saya ingin menyelesaikan laporan dulu sebelum di bebas tugaskan.” Timpal Bara.


Tanpa membantah sedikit pun, semua anggota timnya pergi meninggalkan Bara dan Tony. Begitu juga dengan Bara yang ingin pergi. Saat Bara melangkah terdengar langkah kakinya seperti berirama saking senangnya di bebas tugaskan selama dua bulan.


“Kapten mau pergi ke mana sekarang?” seru Tony menghentikan langkah kaki Bara.


“Pergi ke kamp medis untuk menemui Istriku, memangnya kenapa?” Bara terlihat sangat senang sekali saat ini.


“Malah bertanya lagi, katanya mau menyelesaikan laporan, kenapa malah pergi ke kamp medis.” Ucap Tony mengingatkan.


“Percuma saja Kapten pergi ke kamp medis sekarang,” ucap Tony.


“Maksud kamu apa Tony?”


“Saat ini Dr. Sian lagi tidak ada di sana sekarang.”


“Terus, dia pergi ke mana jika tidak ada di kampnya?”


“Saat ini Dr. Sian pergi bersama Clovis untuk mengambil stok obat di luar Barak militer.”


“Kenapa tidak memberitahu ku jika ingin mengambil stok obat? Kan bisa aku yang pergi bersama dengannya.”


“Berhenti mengeluh, dari pada tidak ada pekerjaan lebih baik Kapten temani aku menyelesaikan laporan sekarang.” Ucap Tony sembari menarik Bara menuju kantor mereka.


Dengan langkah beratnya, Bara terpaksa mengikuti Tony menuju kantor untuk menyelesaikan laporan dari misi yang gagal di jepang.


Sudah berjam-jam Bara dan Tony mengerjakan laporan mereka, dan hari pun sudah mulai gelap. Sekarang sudah hampir jam 7 malam, tidak ada tanda-tanda kepulangan Sian dan Clovis dari mengambil stok obat.

__ADS_1


“Tony.” Panggil Bara yang meletakan dagunya di tumpukan kertas di atas meja.


“Ada apa Kapten?” jawab Tony sembari mengerakkan jari-jarinya menekan tombol Keyboard di depannya itu.


“Coba kau hubungi Clovis sekarang juga,” pinta Bara pada Tony.


“Untuk apa menghubunginya Kapten?” Tony tetap serius mengerjakan laporan.


“Kau tanyakan padanya, kapan mereka akan kembali ke barak.”


“Tidak perlu bertanya Kapten, mereka akan kembali besok pagi.”


“Apa!” teriak Bara kaget yang langsung beranjak berdiri dari kursinya.


“Pelankan sedikit suaramu Kapten, tidak baik berteriak di malam hari begini.” Ucap Tony dengan tersenyum.


Masa bodoh, mau elo gersang-gersang, jungkir balik kek, memang aku peduli. Siapa suruh membuat ku mengejarkan semua laporan ini sendirian, memang enak di tipu.


Sebenarnya Sian dan Clovis tidak pernah pergi mengambil stok obat di luar barak militer. Semua itu hanya tipuan yang di mainkan oleh Tony supaya Bara mau membantunya untuk menyelesaikan laporan misi mereka. Seperti rencananya, Tony berhasil menipu Bara. Kini Bara terjebak bersama dengannya sampai besok pagi untuk menyelesaikan laporan mereka.


Pagi pun telah tiba, Bara dan Tony sudah selesai mengerjakan laporannya. Kini kedua pria itu sedang tertidur dengan posisi duduk di kursi kerja mereka masing-masing, serta tumpukan kertas yang berserakan di atas meja maupun di lantai.


Clovis pun datang untuk membangunkan Bara dan Tony. Bara yang lebih dahulu terbangun, dia langsung bertanya pada Clovis.


“Clovis kapan kau dan Sian kembali?” tanya Bara dengan Suara serak khas bangun tidurnya.


“Maksud Kapten apa? Aku tidak mengerti sama sekali dengan pertanyaan dari Kapten.” Kata Clovis yang bingung.


“Kata Tony, kemarin kau dan Sian pergi keluar mengambil stok obat.” Kata Bara menjelaskan.


“Kemarin aku tidak sama sekali keluar dari barak militer, apa lagi bersama Dr. Sian untuk mengambil stok obat.” Kata Clovis berkata jujur.


“Apa! Kemarin kau sama sekali tidak keluar bersama Sian untuk mengambil stok obat?”


“Em, seharusnya hari ini jadwal untuk mengambil stok obat, dan itu pun ada orang yang mengantarkan semua obat tersebut ke barak militer ini.” Jelas Clovis.


Seketika kepala Bara memanas, kedua tangannya terkepal Kuat dan rahangnya mulai mengeras karena saking marahnya. Tanpa sadar Bara berjalan ke arah Tony yang sedang tertidur, kemudian Plak! Tangan Bara memukul kepala Tony hingga terbangun. Kalian bisa bayangkan bagaimana dengan keadaan Tony saat kebohongannya terbongkar.


.

__ADS_1


__ADS_2