Ikatan Pernikahan

Ikatan Pernikahan
Ikatan Pernikahan 68


__ADS_3

“Sayang bertahanlah, sebentar lagi aku akan membawamu pergi dari sini.” Ucap Kenzo panik melihat Sian yang tidak berdaya lagi.


Sian hanya meneteskan air matanya saat melihat Kenzo panik dan khawatir kepadanya. Sejujurnya ini pertama kalinya Sian melihat Kenzo panik dan sekhawatir seperti ini padanya. Sudah satu tahun lamanya Sian tidak bertemu dengan Kenzo, dan sekarang dia bisa bertemu dengannya lagi dengan keadaan seperti ini.


“Kenzo maaf-kan aku, tolong maaf-kan aku telah pergi begitu saja, meninggalkan mu satu tahun lalu. Mungkin kejadian ini adalah hukuman buatku karena telah meninggalkan mu satu tahun yang lalu.” Ucap Sian terbata-bata karena menahan sakit di sekujur tubuhnya.


“Apa yang kau katakan Sian, aku tidak menyalahkan mu sama sekali karena telah pergi meninggalkan aku. Aku mengerti jika kau tidak bisa menghianati papa mu sendiri karena diriku. Aku mengerti jika kau lebih memilih papa mu Damian di bandingkan diriku.” Ucap Kenzo meneteskan air matanya.


Satu tahun lalu Kenzo dan Sian bertemu di jepang saat Bernardus membawa Sian secara paksa di sebuah hotel. Saat Bernardus membawa paksa Sian dari Damian, secara tidak sengaja Kenzo berada di hotel tersebut. Saat melihat Sian memohon pertolongan kepadanya, Kenzo luluh dan tergerak menolongnya dari Bernardus.


Setelah kejadian itu Kenzo dan Sian jatuh hati satu sama lain, walaupun Sian tahu jika Kenzo adalah seorang pimpinan anggota Mafia yang paling di takuti di jepang. Semenjak kejadian hari itu juga, Bernardus menyimpan dendam terhadap Kenzo dan Sian.


Sementara itu Damian papanya Sian sangat tidak menyukai jika Sian jatuh cinta kepada pimpinan anggota mafia tersebut. Damian memiliki alasan tersendiri mengapa dia tidak menyukai putrinya Sian bersama dengan Kenzo. Oleh karena itu Sian pergi meninggalkan Kenzo dan lebih memilih papanya Damian untuk kembali ke Indonesia.


Setelah satu tahun Sian kembali ke Indonesia bersama papanya Damian. Kini Sian berada di jepang karena Bernardus menculiknya di Indonesia dan membawahnya kembali ke jepang untuk membalas dendam kepada Kenzo. Bernardus tahu jika Sian adalah titik kelemahan dari Kenzo. Oleh karena itu semua yang barusan terjadi adalah ulah dari Bernardus.


“Bos, mobilnya sudah Siap.” Ucap salah satu anak buah Kenzo.


Tanpa menunggu lagi, Kenzo langsung memperintahkan anak buahnya membawa Sian ke dalam mobil. Namun, saat Kenzo dan anak buahnya membawa Sian keluar dari tempat tersebut tiba-tiba Damian datang.


“Lepaskan putri saya sekarang juga!” teriak Damian yang baru saja datang dengan mengarahkan senjata ke arah Kenzo.


Seketika Kenzo berhenti dan meminta semua anak buahnya untuk menahan tembakan mereka kepada Damian berserta Bodyguard yang bersama dengan Damian tersebut.


“Tahan, jangan ada yang berani menembaknya.” Titah Kenzo kepada semua anak buahnya.

__ADS_1


Damian yang tidak peduli di tembak atau tidak, yang dia inginkan saat ini adalah putrinya kembali kepadanya.


“Kembalikan putri saya sekarang juga! Jika tidak, saya akan membunuh kau sekarang juga!” Damian terlihat tidak peduli sama sekali dengan nyawanya. Dia malah dengan lantang mengatakan ingin membunuh pimpinan mafia tersebut.


“Paman, tenangkan dirimu sekarang.” Pinta Kenzo kepada Damian.


Damian tidak bisa tenang sebelum dia mendapatkan kembali putrinya Sian. Dari kejauhan Damian melihat putinya Sian terluka, Damian bisa melihat dengan jelas jika sekujur tubuh Sian memar dan banyak goresan. Saat melihat keadaan putrinya itu, Damian mengamuk dan memperintahkan Bodyguard-nya untuk merebut putrinya kembali. Namun, anak buah Kenzo tidak tinggal diam begitu saja. Semua Bodyguard Damian di lumpuhkan dalam sekejap.


“Paman tolong tenang, kita bicarakan semua ini secara baik-baik.” Ucap Kenzo yang bersusah paya menenangkan Damian.


“Bagaimana saya bisa tenang, jika kau menyakiti putriku Sian seperti itu!” bentak Damian.


Sian yang melihat papanya mengamuk, hanya bisa meneteskan air matanya. Saat ini Sian tidak memiliki tenaga lagi untuk berbicara pada papanya itu. Walaupun dia bisa berbicara sekerang, Sian tidak bisa menjamin jika papanya itu akan percaya dan mengerti dengan penjelasannya. Sian sudah tahu persis apa yang di pikirkan oleh papanya itu saat ini.


“Paman, tolong dengarkan saya. Untuk kali ini saja paman mendengarkan penjelasan dari saya_”


Duar! Damian tertembak di bahunya. Anak buah Kenzo melepas pelatuk senjatanya ke arah Damian tanpa perintah dari Kenzo.


“Saya bilang jangan di tembak!” teriak Kenzo kepada anak buahnya itu.


Damian yang terlanjur terluka, kini dia tidak takut lagi untuk mati. Dengan membabi buta Damian menembakkan senjatanya di berbagai arah, dan mengenai beberapa anak buah Kenzo hingga tewas.


Sementara itu, anak buah Kenzo tidak bisa tinggal diam saja saat melihat Damian menebak mereka secara membabi buta seperti itu. Mereka langsung menembak balik Damian.


Duar!

__ADS_1


Duar!


Anak buah Kenzo menembak Damian dua kali dan semua peluruh tersebut berhasil menembus perut dan dada Damian.


Sian yang melihat papanya tertembak, dengan cepat dia berlari ke arah Damian walaupun satu langkah kakinya dia sudah terjatuh tersungkur di aspal.


Sian menangis melihat papanya Damian sudah tergeletak dengan berlumuran darah. Kenzo yang melihat Sian merayap ingin mendekati papanya Damian, lungsung menghentikannya.


“Sian jangan seperti ini.” Ucap Kenzo yang berusaha mengangkat Sian.


Namun, dengan kasar Sian menepis dan mendorong Kenzo sejauh mungkin dari dirinya. Sedangkan Kenzo tidak tinggal diam saja melihat wanitanya seperti itu. Karena terluka Kenzo meminta anak buahnya untuk mengangkut Sian masuk ke dalam mobil.


Saat anak buah Kenzo ingin mengangkat Sian masuk ke dalam mobil tiba-tiba ada peluruh menebus kepala anak buah Kenzo tersebut. Dalam hitungan detik semua anak buah Kenzo tertembak satu persatu dan hanya menyisakan beberapa. Kenzo yang mencari arah penembak jitu tersebut, tidak bisa melihatnya karena dengan sangat cepat peluruh menembus bahunya. Seketika Kenzo ambruk ke bawah karena tertembak oleh penembak jitu yang tidak terlihat sama sekali itu.


Anak buah Kenzo yang tersisa pun langsung menarik Kenzo masuk ke dalam mobil, tapi sebelum mereka pergi, Kenzo memperintahkan salah satu anak buahnya itu membawa Sian masuk ke dalam mobilnya. Saat Sian di angkut oleh anak buah Kenzo, dari kejauhan peluruh datang menebus tepat di kepalanya hingga Sian terpental jatuh di aspal dan kepalanya membentur trotoar.


Di waktu yang sama, anak buah Kenzo langsung menyalakan mobilnya meninggal tempat tersebut tanpa mendengarkan perintah Kenzo lagi.


Tidak berhenti di situ saja, penembak jitu tersebut terus menembakkan peluruhnya ke arah mobil Kenzo yang pergi meninggalkan tempat tersebut. Dengan penuh penyesalan Kenzo harus merelakan Sian dan pergi begitu saja.


Sementara itu, Sian dan Damian di bawah pergi oleh penembak jitu tersebut walaupun Damian tidak bernyawa lagi dan Sian yang tidak sadarkan diri itu karena terluka parah di kepalanya.


.


Bersambung...

__ADS_1


.


__ADS_2