Ikatan Pernikahan

Ikatan Pernikahan
Ikatan Pernikahan 84


__ADS_3

Ketegangan dan kegelisahan terukir jelas di wajah Bara saat ini. sepertinya dia sedang memimpikan sesuatu yang sangat membuatnya menderita selama ini.


Sian


Sian


Sian


Tak terhitung lagi berapa kali dia menyebutkan nama istrinya dalam mimpinya itu. Entah kapan dia akan terbangun dari mimpi panjangnya itu, tidak ada yang tahu kapan mimpi itu akan berakhir.


Sian!!! Teriak Bara yang langsung terbangun dari tidurnya. Seluruh badannya basah karena keringat. Ketika terbangun Bara langsung mengusap wajahnya yang di penuhi keringatnya itu. Seketika pikirannya di penuhi dengan ingatan sembilan bulan yang lalu, perkataan Melisa pada waktu di penjara bawah tanah itu selalu berputar di benaknya.


“Saya tidak bisa meninggalkan dokter Sian sendirian di dalam sana!”  kata-kata tersebut selalu berputar di kepala Bara setiap waktunya. Tidak sedetik pun dia melupakan kata-kata itu. Penyesalan yang begitu mendalam membuat Bara terus menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada istrinya Sian.


Tak hanya itu saja, Bara juga mengingat kembali perkataan Melisa lainnya pada waktu itu.

__ADS_1


“Karena saya Dokter Sian harus terjebak dan mengalami hal buruk selama berada di dalam penjara itu, karena saya dia di paksa melakukan hal yang tidak ingin dia lakukan. Sebagai dokter dia di paksa mengambil organ tubuh orang secara paksa. Dia di buat menjadi sebagai dokter penghasil uang. Demi menyelamatkan banyak nyawa orang-orang kaya dan berpengaruh di dunia gelap yang hampir tidak terselamatkan walaupun sudah di operasi, keberhasilannya hanya satu persen dari skala seratus. Jika tidak menyelamatkan orang-orang tersebut, dokter Sian akan di pukuli dan di ancam akan membunuh saya jika tidak berhasil menyelamatkan nyawa orang-orang itu.”  kata Melisa sambil menangis saat itu.


“Saya sangat ingat sekali betapa menderitanya dokter Sian saat memaksakan dirinya untuk bisa menyelamatkan orang-orang tersebut walaupun dia tahu jika orang yang sedang dia operasi tidak mungkin bisa selamat selama operasinya berlangsung. Setiap kali operasinya gagal, dokter Sian selalu mendapat pukulan dan bahkan dia juga ikut menghukum dirinya sendiri setiap kali gagal dalam operasi yang dia lakukan. Dia selalu menangis dan menyalahkan dirinya sendiri atas meninggalnya orang-orang di meja operasinya. “ Melisa menyambung perkataannya.


Karena mengingat perkataan Melisa pada waktu itu, Bara langsung menggenggam kedua tangannya dengan sangat kuat. Tak hanya itu saja, Bara juga masih sangat marah sekali pada jenderal atasannya. Bara tidak habis pikir, bisa-bisanya dia mengirim istrinya Sian dalam sebuah misi yang sangat berbahaya tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Yang lebih di sesalkan Bara adalah kenapa pada saat waktu itu dia tidak bisa dihubungi sama sekali, Bara sangat yakin pada saat waktu itu istrinya Sian pasti sudah berusaha menghubunginya, namun hasilnya Sian tidak bisa menghubunginya sama sekali.


Karena masalah ini, Bara membebaskan dirinya dari segala macam tugas dan misi negaranya sendiri. Kini Tim Alpha pun beroperasi tanpa kehadiran kaptennya, sebagian gantinya Tony yang di tugaskan memimpin tim tersebut untuk sementara waktu. Sedangkan Bara menjalankan misinya sendiri untuk menyelamatkan istrinya dari penjarah bahwa tanah tersebut.


Sudah Sembilan bulan kejadian itu, Bara tidak pernah menyerah untuk mencari cara untuk bisa masuk ke dalam penjarah bawah tanah  tersebut. Sebulan  yang lalu, Bara sudah berhasil masuk ke dalam penjara bawah tanah tersebut. Namun, dia tidak bisa menemukan sosok istrinya itu. Dari informasi yang dia terima, jika ada seseorang dokter wanita di bunuh secara brutal karena berani kabur dari penjara tersebut.


 Dari informasi tersebut Bara sempat menyerah  dan terpuruk parah karena dia mengira jika dokter wanita yang di bunuh tersebut adalah istrinya. Namun, tanpa melihatnya dengan kedua mata kepalanya sendiri Bara tidak akan percaya dan menyerah begitu saja untuk mencari sosok istrinya Sian.


“Bos, apakah kau tidak bisa tertidur lagi?” tanya salah satu anak buah Bara di dunia gelap.


“Em…” Angguk Bara pelan.

__ADS_1


Tanpa bertanya lagi, anak buahnya itu sudah tahu jika Bosnya itu sedang gelisah seperti malam-malam sebelumnya karena sosok istrinya yang hilang di penjara bawah tanah tersebut. Di tambah lagi markas yang mereka tempati sekarang sangat tidak layak sekali untuk di tempati. Karena misi yang mereka jalankan mengharuskan tim mereka menempati tempat yang tidak aman karena suatu saat bisa saja mereka ketahuan telah menganggali semua informasi tentang penjara bawah tanah tersebut tanpa berhenti sedikit pun.


Walaupun bos pemilik bawah tanah tersebut sudah mengetahui tentang organisasi yang di dirikan Bara untuk menghancurkan penjara bawah tanah tersebut, Bara tetap mempertahankan anggotanya. Sudah berkali-kali markas mereka di sergap, tetapi Bara dan timnya berhasil meloloskan diri dari sekumpulan tentara bayaran tersebut.


Ini sudah yang ke sekian kalinya markas yang di tempati oleh tim Bara. Walaupun begitu Bara sangat peduli dan melindungi anggota timnya itu walaupun tidak terlalu lama berjuang bersama. Anggota tim yang berhasil Bara kumpulkan ini adalah orang-orang yang Bara selamatkan tanpa sengaja selama menjalankan misinya di Irak. Mereka yang mengikutinya adalah orang-orang yang telah kehilangan keluarga dan orang terpenting di dalam hidupnya. Karena melihat Bara berjuang sendirian untuk mencari sosok istri yang dia cintai, kemudian orang-orang tersebut menawarkan diri untuk membatunya dalam misi pencarian tersebut, hingga terbentuklah tim atau sebuah organisasi saat ini.


“Ibrahim, kau tidurlah besok kita akan melanjutkan misi kita.” Perintah Bara pada anak buahnya itu.


“Baiklah, saya mengerti.” Sahut Ibrahim. Kemudian dia pergi berbaring untuk tidur.


Melihat Ibrahim pergi tidur, Bara mengeluarkan tasnya untuk mengambil sebuah laptop. Karena tidak bisa tertidur Bara memanfaatkan waktunya untuk mencari informasi lebih banyak lagi tentang penjara bawah tanah tersebut. Setelah menyalahkan laptopnya Bara terdiam saat melihat Foto Sian dan Raihan anaknya yang tersenyum di layar monitornya.


Perlahan jari-jari Bara menyentuh wajah sian di layar monitornya itu. Di dalam hatinya dia sangat merindukan sosok istri dan anaknya itu. tak bisa di ungkiri jika perasaan rindu ini selalu menghantui Bara selama ini.


“Raihan, papa janji akan membawah pulang mama.” Ucap bara pelan. “Sian, Mas janji akan menemukanmu di mana pun itu. Mas akan berjuang sampai mati untuk menemukanmu dan membawah kamu pulang. Mas janji akan hal itu.” Sambung Bara. Dan setelah itu dia melanjutkan apa yang akan dia lakukan sebelumnya, untuk mencari informasi tentang penjara tersebut.

__ADS_1


 


Bersambung....


__ADS_2