Ikatan Pernikahan

Ikatan Pernikahan
Ikatan Pernikahan 93 (Epilog)


__ADS_3

“Mas, tolong jaga Raihan sebentar.”


Bara mengangguk menuruti apa yang di katakan istrinya itu.


Sian pergi mencari bantuan untuk menjadi asistennya.


“Permisi, bisa sambungkan telepon ke departemen bedah sekarang. ” seru Sian kepada perawat.


“Baik dokter, tunggu sebentar.” Jawab perawat tersebut sembari menghubungi departemen bedah.


“Dokter sudah tersambung, silakan.” Ucap perawat itu kembali.


“Halo...ini saya, tolong kirim bantuan ke IGD sekarang, dan siapkan ruangan operasi sekarang juga. Sebentar lagi saya mau melakukan operasi usus buntu pada anak yang berusia tujuh tahun.” Perintah Sian di dalam telepon dan kemudian dia langsung menutup teleponnya.


Setelah lima menit, bantuan datang. Ada tiga perawat, dua perawat wanita dan satu perawat pria.


“Bawah pasiennya ke atas sekarang, dan panggil dokter anestesi menghadap saya sekarang juga.” Perintah Sian kepada tiga perawat tersebut.


“Baik dokter.” Jawab serempak ketiga perawat tersebut.


“Mas ayo kita ke atas sekarang.”


Bara pun ikut mengantar Raihan ke departemen bedah. Sembari membantu mendorong hospital bed Raihan, Bara juga memperhatikan istrinya sejak dari tadi. Dia sangat kagum melihat aura karismatik yang di miliki istrinya saat kembali menjadi seorang dokter. Punggung dan tangan yang dia perhatikan sekarang sangat mempesona bagi Bara, bisa di bilang Bara jatuh cinta dengan sisi lain yang belum pernah dia lihat dari istrinya itu. Selama ini Bara tidak pernah memperhatikannya. Sekarang dia sangat ingin melihat sisi karismatik istrinya ini setiap hari.


***


Tiga puluh menit kemudian, Sian sudah selesai membahas kondisi Raihan dengan dokter anestesi serta anggota tim lainya yang akan ikut Sian mengoperasi Raihan. Semua persiapan operasinya pun sudah siap, Raihan pun sudah berada di ruangan operasi sekarang. Kini tinggal Sian yang masih mempersiapkan dirinya untuk kembali ke ruangan operasi setelah sekian lama.


Demi Raihan Sian memaksakan dirinya kembali ke ruangan operasi walaupun dirinya belum sepenuhnya siap.


Baiklah, aku pasti bisa melakukannya. Demi Raihan aku harus bisa menghadapinya.


Dengan memantapkan hatinya, Sian siap memasuki ruangan operasi. Perlahan Sian keluar dari ruangannya setelah mengganti bajunya dengan jubah yang sering dia gunakan untuk bertempur di meja operasi.


Setelah mengalami pasang surut selama mengoperasi Raihan, Sian akhirnya berhasil menyelesaikan operasi usus buntu Raihan. Sian menyerahkan sisa pekerjaannya kepada perawat. Lalu dia keluar dari ruangan operasi dan menghampiri Bara yang sejak tadi menunggu.


“Sayang bagaimana operasinya?” Tanya Bara yang sangat khawatir.


“Operasinya berjalan lancar, mas tidak perlu khawatir.”


Sekilas Sian menyekat keringat di keningnya. Wajahnya terlihat sangat pucat sekali saat Bara melihatnya.


“Sayang apakah kamu baik-baik saj_”


Belum sempat Bara menyelesaikan pertanyaannya tiba-tiba tubuh Sian ambruk, dengan cepat Bara merebut tubuh Sian ke dalam pelukannya. Sekuat tenaga Bara mengangkat tubuh Sian dan membawahnya ke dokter kandungan.


“Mas mau membawa aku ke mana?” suara Sian terdengar lemah dan tak berdaya.


“Sudah kamu jangan banyak bicara, jangan membantah lagi.”


“Setidaknya beritahu aku, mas mau membawa aku ke mana?”


“Mas mau membawah kamu untuk periksa ke dokter kandungan.” Jawab Bara mantap.


“Tunggu sebentar, untuk apa mas membawa aku ke dokter kandungan?”

__ADS_1


Sian hendak turun dari gendongan Bara. Namun, Bara menghentikannya dengan berkata.


“Mas bilang jangan ngebantah, ini perintah.” Bara berkata sangat tegas sehingga mampu membuat Sian menurut.


Sesampai di ruangan dokter kandungan, Sian langsung di USG oleh dokter kandungan tersebut. Perlahan dokter tersebut melihat layar monitor USG nya. Setelah beberapa menit dokter tersebut tersenyum karena dia menemukan setitik janin yang ada di dalam perut Sian.


“Selamat kalian akan menjadi ibu dan ayah, Dokter Sian sedang hamil saat ini.” Ucap dokter tersebut.


Sebelumnya Sian sempat mengeceknya menggunakan test pack, dan hasilnya negatif. Karena belum yakin Sian membantah perkataan dokter tersebut.


“Tidak mungkin saya sedang hamil dokter, sebelumnya saya sempat mengeceknya menggunakan test pack dan hasilnya negatif.”


“Maaf sebelumnya, boleh saya tahu berapa test pack yang dokter Sian gunakan saat itu?"


“Hanya satu test pack.”


“kemungkinan besar test pack  yang dokter Sian gunakan sudah  expired. Satu lagi, seharusnya dokter Sian menggunakan test pack yang berbeda saat bersamaan, karena sebagian besar salah satu test pack tidak akurat. Kasus ini juga sering terjadi pada pasien saya.”


Sian hanya menganggukan kepalanya mengerti. Sejujur nya Sian tidak tahu harus bersikap seperti apa.


“Dokter yakin istri saya hamil?” tanya Bara kembali meyakinkan.


“Iya saya sangat yakin seratus persen, usia janinnya juga baru berjalan dua minggu.” Ucap dokter tersebut.


Mendengarnya membuat Bara sangat senang sekali, saking senangnya Bara langsung memeluk Sian yang masih berbaring. Bara juga menghujani Sian dengan puluhan ciuman yang mendarat di wajah dan di perut rata milik Sian.


“Sayang sebentar lagi kita akan memberikan Raihan adik.”


Bara tak hentinya tersenyum. Dia masih tidak percaya jika istrinya hamil, setelah mengetahui Sian mengalami keguguran Bara sangat sedih sekali. Sekarang hari yang sangat dia tunggu sudah tiba. Kehamilan Sian membuat Bara merasa sedikit lebih baik dari rasa sedihnya karena telah kehilangan anak yang tidak sempat dia ketahui.


“Sayang kamu kenapa menangis?”


“Eng....” Tangis Sian dengan kuat.


Tanpa berpikir panjang Bara langsung memeluk Sian kembali. Dia tahu jika tangisan istrinya itu adalah tangisan bahagia. Selama ini Sian mengalami banyak kesulitan karena kehilangan anak yang masih berada di dalam kandungannya. Rasa bersalah Sian selama ini diringankan karena janin yang baru saja di titipkan tuhan kepadanya.


***


Satu bulan kemudian, di kediaman keluarga besar Hardynata.


Raihan terlihat begitu bahagia karena di manjakan oleh kedua neneknya yaitu Vivian dan Liora. Mereka semua berkumpul di ruangan keluarga kecuali Bara dan Sian. Mereka berdua memisahkan diri dari kumpulan keluarga tersebut, mereka berdua sangat betah berada di dalam kamar milik Bara semasa lajang dulu.


“Mas bisa singkirkan kepalamu dari atas perut ku.” Seru Sian yang merasa risi karna sejak dari tadi Bara meletakan kepalanya di atas perut Sian, dan terus berbicara dengan janin yang ada di dalam perut Sian. Sejujurnya Sian tertawa mendengarkan apa yang Bara katakan pada janinnya itu.


 “Sayang masih ada satu lagi, dulu mama dan papa jarang sekali bertemu. Saat itu papa pertama kalinya menemui mama mu di rumah sakit setelah menikahinya. Kamu tahu saat itu papa sedang mengalami cedera di tangan, dan mama mu saat itu sangat jutek dan galak sekali dengan papa, padahal saat itu papa sedang terluka parah. Tidak kah menurut mu mama terlalu kejam terhadap papa pada waktu itu.”


“Mas apa yang kamu katakan?”


 “Memang benarkan, waktu itu kamu galak sekali terhadap mas.”


Sian terkikih merasa apa yang di ceritakan Bara terlalu berlebihan dan penuh dengan drama.


“Tapi, tidak separah yang mas katakan barusan. Jika aku jutek dan galak kepada mas, aku tidak akan mungkin mau turun datang ke IGD hanya menemu pasien gila seperti mas yang tidak tahu aturan ini membuat keributan pada saat itu.”


Terlihat Bara tersenyum tidak enak. Apa yang di katakan Sian semuanya sangat benar, pada waktu itu Bara dan mama Vian sedikit gila dan tidak tahu aturan sama sekali.

__ADS_1


“Hehehe...itu kan dulu sayang.”


“Terus apa bedanya dengan sekarang?”


“Ada.”


“Bisa katakan apa bedanya dulu dengan sekarang?”


Sian menatap Bara dengan kedua sudut bibir yang sedikit terangkat. Sedangkan Bara langsung tersenyum dan menyembunyikan wajahnya di dalam baju Sian. Pria itu tidak bisa mengatakan perbedaan sikapnya yang dulu dan sekarang karena baik dulu dan sekarang tidak ada perubahan sama sekali dan sekarang malah semakin gila.


Sementara itu, di balik pintu ada kepala kecil yang sedang mengintip Sian dan Bara di kamar.


“Raihan keluarlah, mama tahu kamu sedang mengintip di sana.” Seru Sian.


Raihan langsung mendorong pintu kamar dengan kuat.


“Tada...kejutan.” ucap Raihan sembari melentangkan kedua tangan kecilnya. Sian pun tertawa melihat kelakuan Raihan yang mengemaskan itu.


“Kemarilah sayang.” Pinta Sian kepada Raihan.


Dengan sangat cepat Raihan berlari dan melompat ke atas tempat tidur dengan berteriak.


“Adik kakak datang...”


Seketika posisi Bara di ambil ahli oleh Raihan. Pria bertubuh besar itu tereliminasi karena kehadiran pria kecil yang imut itu.


Bara mengerutkan wajahnya tidak senang. Dia menatap ke arah Sian, seakan berkata jika dia hanya ingin berduaan saja dengan istrinya itu. Namun, Sian hanya mengabaikannya dan malah bermain bersama Raihan dengan menggelitikinya sehingga membuat Raihan tebingkal-bingkal.


“Papa kenapa kamu diam saja, ayo cepat bantu Raihan mengalahkan mama.”  Seru Raihan meminta pertolongan Bara.


Wajah Bara langsung berubah saat Raihan meminta pertolongannya. Bara menatap Sian dengan tatap licik dan genit. Sian yang melihatnya langsung menggelengkan kepalanya geli meminta kepada Bara jangan membatu Raihan. Namun, Bara tidak mendengarkannya dan malah membantu Raihan.


“Baiklah, papa datang membantu mu.” Seru Bara sembari melompat ke arah Sian.


“Tidak jangan....” Teriak Sian sembari menggelengkan kepalanya.


Bara dan Raihan bersatu untuk mengalahkan Sian yang sendirian. canda tawan yang tersirat dalam kebahagiaan keluarga kecil yang selama ini Bara jaga agar tetap utuh. setelah sekian banyak rintangan yang di hadapi keluarga kecil Bara dan Sian, kini terbayarkah dengan kehadiran kebahagiaan tambahan yang bernafas di dalam perut Sian saat ini. kehadirannya menjadi pelengkap bagi keluarga kecil itu. penyesalan yang selama ini menghantui Sian dan Bara kini ter hapuskan berkat kebahagiaan tersebut.


 


Mengingat apa yang terjadi di masa lalu, dan apa yang di rencanakan oleh orang tua Sian dan Bara kini menjadi takdir bagi mereka  berdua. sebuah Ikatan Pernikahan yang menjadi tali  yang semakin mengikat mereka dalam hal apa pun.


 


TAMAT...


 


 


 Terima kasih kepada para reader yang sertia menatikan Ikatan pernikahan sampai selesai.🙏


Dan saya juga sangat berterima kasih atas dukungannya dan semangatnya selama Author mengerjakan novel Ikata Pernikahan ini, author ucapkan Terima kasih banyak dan sampai jumpa pada karya selanjutnya. bye bye...🤗


 

__ADS_1


 


__ADS_2