Ikatan Pernikahan

Ikatan Pernikahan
Ikatan Pernikahan 51


__ADS_3

Sudah dua minggu Bara meninggalkan Barak militer. Kini tugas Sian dan anggota timnya selesai. Hari ini tepat satu bulan mereka bertugas di Barak militer, sudah waktunya Sian dan anggota timnya untuk kembali bekerja di rumah sakit seperti biasanya.


“Selamat jalan Dr. Sian, hati-hati di jalan.” Ucap Rival mengantar kepergian Sian dan anggota tim medis lainnya.


“Rival juga jaga diri baik-baik ya, jika ada waktu sekali-sekali hubungi saya ya.” Ucap Sian yang hendak masuk ke dalam helikopter.


“Pasti saya akan menghubungi Dr. Sian.”


Sian tersenyum kepada Rival, kemudian dia melangkah masuk ke dalam helikopter menyusul anggota timnya yang sudah sejak dari tadi berada di dalam sana. Tidak berapa lama Sian naik ke atas helikopter, tanpa menunggu lama helikopter tersebut mulai terbang membawa Sian dan timnya pergi meninggalkan Barak militer.


***


Sementara itu, di sisi lain Bara baru saja terbangun dari tidurnya dan bersiap-siap untuk mengantar Raihan pergi ke sekolah.


Sebelum berangkat mengantar Raihan ke sekolah, ayah dan anak itu sarapan terlebih dahulu.


“Raihan habiskan sarapannya.” Ucap Bara.


“Baik papa.”


“Bagus, ayo cepat habiskan makannya sekarang, nanti keburu kamu telat ke sekolahnya.”


Raihan langsung menyuap makanan ke dalam mulutnya dengan cepat. Raihan paling tidak suka datang terlambat ke sekolahnya. Beberapa menit kemudian.


“Papa, Raihan sudah selesai sarapannya. Ayo kita berangkat sekarang.” Ajak Raihan yang langsung turun dati kursi makan.


“Memang Raihan sudah menghabiskan sarapannya?” tanya Bara terkejut.


“Raihan sudah menghabiskannya, ayo kita berangkat sekarang, nanti Raihan terlambat.” Ajak Raihan yang tidak sebaran.


Belum sempat Bara menghabiskan makanannya dia langsung berdiri dari kursinya.


“Bik, tolong bersihkan meja makannya sekarang, kami sudah selesai sarapannya.” Ujar Bara kepada bibi pengurus rumah.


“Baik Tuan.” Sahut bibi pengurus rumah.


“Ayo Raihan kita berangkat sekarang.” Ajak Bara sembari mengulurkan tangan besarnya kepada Raihan.


“Ayo...” ujar Raihan yang memegang tangan besar milik Bara.


Mereka pun pergi meninggalkan rumah. Bara dan Raihan langsung menuju ke sekolahan. Setelah menghantar Raihan, Bara langsung mampir ke rumah lamanya sampai Raihan pulang dari sekolah.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian Sian sampai di rumah. Saat dia sampai di rumah ternyata tidak ada seorang pun di sana, kecuali bibi pengurus rumah.


“Nyonya sudah kembali?”


“Iya bik, Bara dan Raihan di mana bik?”


“Kalau Tuan Bara sekarang ada di Rumah nyonya Liora, sedangkan Raihan masih di sekolah saat jam segini.”


“Baiklah bik, saya pergi ke kamar dulu untuk istirahat. Jika Bara dan Raihan kembali bibi tolong urus makan siang mereka, karena saya sangat lelah sekali.”


“Baik nyonya.”


Sian pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan langsung membersihkan dirinya di kamar mandi. Sehabis membersihkan diri, Sian langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Dalam hitungan detik Sian langsung tertidur ketika terbaring di atas kasurnya.


Setelah tiga puluh menit, Sian tertidur. Bara dan Raihan tiba di rumah. Ketika membuka pintu, Bara melihat ada sepasang sepatu istrinya Sian.


Dia sudah pulang.


“Bik...” panggil Bara.


“Ya tuan, Anda memanggil saya?”


“Apakah Sian sudah pulang?”


“Terus di mana dia sekarang?”


“Nyonya ada di dalam kamarnya tuan, katanya nyonya mau beristirahat.”


“Baiklah bik terima kasih, bibi boleh bekerja kembali.” Ucap Bara.


“Raihan ayo ganti baju sekarang, setelah itu kita ke kamar mama.” Kata Bara pada Raihan.


“Mama sudah pulang?”


“Ia mama sudah pulang, ayo cepat Raihan mandi dan ganti baju dulu sekarang jika ingin bertemu mama.” Titah Bara.


“Siap Kapten.” Ujar Raihan sembari memberi hormat kepada Bara. Sebaliknya Bara juga memberi hormat kepada Raihan.


Raihan pun pergi ke kamarnya, atau lebih tepatnya kamar Bara. Sedangkan Bara sendiri langsung pergi ke kamar istrinya Sian. Saat membuka pintu kamar Sian, Bara langsung di suguhkan dengan pemandangan Sian yang sedang tertidur lelap di atas ranjangnya.


Bara pun berjalan mendekat dan duduk di tepian ranjang samping Sian tertidur. Terdengar suara nafas Sian yang ngorok karena kelelahan.

__ADS_1


Dia pasti merasa sangat lelah sekali, sampai-sampai langsung tertidur ketika baru sampai.


Bara menatap lekat wajah istrinya yang sedang tertidur itu. Syurr angin bertembung masuk melalui jendela mengenai Sian yang sedang tertidur. Syurr angin kembali bertembung, kali ini rambut Sian yang terbang sehingga menutupi wajah cantiknya.


Kenapa angin ini tidak henti-hentinya mengganggu tidur Sianku.


Perlahan Bara mengangkat tangan kanannya untuk menyiahkan rambut panjang Sian yang menutupi wajah cantiknya itu.


“Mama...” teriak Raihan yang langsung menerobos masuk ke dalam kamar Sian.


“Ush...pelankan suara mu Raihan, mama sedang tidur sekarang.” Pinta Bara kepada Raihan.


“Pelan-pelan saja.” Sambung Bara kepada Raihan.


“Ups...baiklah Kapten.” Ucap Raihan pelan. Kaki kecilnya itu melangkah mendekati Bara dan sian di tempat tidur.


“Kenap malah mendekat, Raihan keluar saja dari sini biarkan mama beristirahat sekarang.”


Raihan tetap tidak peduli dia malah semakin mendekat.


“Terus, Papa kenapa tidak keluar dari sini? Nanti mama terbangun lagi karena papa.” Ucap Raihan pelan kepada Bara.


“Karena papa akan menunggu di sini sampai mama bangun, dan Raihan kembali saja ke kamar sekarang. Nanti pada saat mama sudah bangun, Raihan baru datang lagi ke sini.”


“Tidak mau,” tolak Raihan. “Jika papa tetap berada di sini, maka Raihan juga akan tetap berada di sini sampai mama terbangun.” Lanjut Raihan.


Bara mendesah pelan. Sepertinya, Raihan tidak bisa dibujuk begitu saja. Akan sulit membuatnya mau pergi dari sini.


“Baiklah, terserah pada Raihan saja. Papa mau ikut mama tidur sekarang.”


Bara langsung berbaring di samping Sian yang sedang tertidur.


“Raihan juga ikut tidur di sini.” Ucap Raihan yang langsung melompat naik ke atas ranjang dan menyempal di tengah-tengah antara Bara Dan Sian berbaring.


Bara yang tidak mau kalah dari Raihan, dia langsung mengangkat tubuh kecil Raihan untuk di pindahkan di belakangnya. Kemudian Bara langsung memeluk Sian yang sedang tertidur.


“Raihan tidak akan kalah dari papa.”


Secepat kilat Raihan langsung berdiri di atas tempat tidur, kemudian dia menyusup di antara lengan kokoh Bara yang sedang memeluk Sian. Hingga akhirnya Tubuh kecil Raihan mampu menyusup dan mengambil ahli tempat Bara saat ini. Raihan berhasil mengalahkan Bara, kini tubuh kecil Raihan berada di tengah-tengah Bara dan Sian. Sampai-sampai keduanya ikut tertidur di samping Sian yang sedang tertidur.


Beberapa jam kemudian. Sian terbangun dari tidurnya, dia sangat terkejut melihat Tubuhnya yang sudah berada di dalam pelukan Raihan dan Bara. Raihan berada di tengah-tengah, sedangkan Bara memeluk Raihan dan Sian sekaligus dengan kedua tangannya yang kokoh.

__ADS_1


.


__ADS_2