
Bara tidak bisa menahan dirinya lagi saat melihat perubahan sikap istrinya itu. Dia khawatir jika istrinya Sian akan pergi meninggalkannya dan lebih memilih kekasih di masa lalunya itu.
Perlahan Bara merapatkan dirinya duduk di samping Sian. Dia menatap sangat dalam kedua mata istrinya itu dan kemudian dia berkata.
“Sian, sejujurnya mas sangat benci diri mas saat ini. Mas tidak suka mengatakan ini kepada mu, tetapi walaupun begitu mas harus mengatakannya agar kamu tahu yang di lakukan papa Damian tiga tahun yang lalu demi melindungimu.”
Flashback on
Dengan tergesa-gesa Damian membawa Vivian istrinya itu datang kediaman keluarga Hardynata. Damian dan Vian menemui keluarga sahabat dekatnya itu, memiliki maksud untuk meminta Paridipa dan Liora untuk menikahkan anak-anak mereka.
“Paridipa Liora, maksud kedatangan saya dan Vian di sini, ingin meminta pertolongan pada kalian. Kami ingin menjodohkan Sian dengan putra kalian Bara. Apakah kalian setuju dengan perjodohan ini?” tanya Damian kepada Paridipa dan Liora.
Seketika Liora dan Paridipa saling pandang saat mendengarkan pertanyaan atas keinginan Damian untuk menjodohkan putri mereka Sian Carolus dengan putra mereka Bara Hardynata.
“Saya sebagai kepala keluarga dari Hardynata menyetujui perjodohan ini, tapi_”
“Tidak perlu bertanya lagi, saya sudah pasti akan sangat setuju sekali dengan perjodohan ini. Apalagi yang akan menikahi Bara itu adalah Sian yang cantik dan cerdas.” Ucap Liora memotong perkataan suaminya itu.
Seketika Damian dan Vian tersenyum mendengar jawaban dari Liora tersebut.
Tidak perlu usaha apa pun, dalam hitungan detik Paridipa menyetujui perjodohan tersebut, apalagi Liora yang memang sangat menyukai putri dari sahabatnya itu.
“Kami dari keluarga Carolus sangat berterima kasih sekali atas persetujuan perjodohan ini.” Ucap Damian dengan tersenyum.
“Tunggu sebentar, saya dan istri saya memang menyetujui perjodohan ini. Namun, tidak dengan Bara. Saya dan istri saya tidak bisa memaksa Bara untuk mau menikahi putri kalian. Semua keputusan ada pada putra saya Bara.” Timpal Paridipa.
Perjodohan ini tidak akan terjadi jika Putra dari keluarga Hardynata yaitu Bara Hardynata tidak menyetujuinya karena Bara sendiri adalah seorang abdi negara yang sangat berperan penting di kemiliteran negara.
“Baiklah, jika memang keputusan ada pada Bara, boleh saya berbicara empat mata dengannya?” ucap Damian dengan serius.
“Tentu saja, kami akan panggilkan Baranya.” Jawab Paridipa.
__ADS_1
Tanpa mengulur waktu, Paridipa meminta pelayan untuk memanggilkan Bara. Dan sekarang Bara sudah duduk di antara mereka, atau lebih tepatnya Bara duduk tepat di depan Damian.
“Bara, paman dan yang hadir di sini ingin berbicara hal penting dengan mu sekarang.” Kata Damian terlihat sangat serius sekali. Dian menatap Bara sangat intens.
“Baiklah, paman ingin berbicara hal penting apa?” tanya Bara yang juga sangat serius, dan dia juga menatap semua orang yang ada di sana dengan serius.
“Sejujurnya paman ingin meminta pertolongan padamu,” ucap Damian ragu-ragu, dia takut jika Bara akan menolaknya.
“Meminta pertolongan? Apa maksud paman yang sesungguhnya?” tanya Bara yang sedikit kebingungan.
“Paman ingin kamu menolong paman untuk melindungi putri paman Sian.” Ucap Damian yang masih ragu-ragu untuk mengatakannya.
“Melindungi dari apa paman?” tanya Bara yang masih bingung.
“Paman ingin kamu melindunginya dari orang-orang yang akan membahayakannya, paman tidak ingin melihat putri semata wayang keluarga Carolus terjebak dengan pria yang sangat berbahaya.” Ucap Damian yang menunjukkan kelu kesanya.
“Apa yang harus saya lakukan untuk melindungi putri paman itu dari pria tersebut?” tanya Bara yang sedikit memahami perkataan Damian.
“Apa maksud paman?”
“Maksud paman adalah paman ingin sebuah ikatan pernikahan antara kamu dan putri saya Sian. Dengan begitu kamu bisa membatu paman untuk melindungi Sian dari pria tersebut. Jika kamu mengikat putri paman dengan pernikahan, maka pria itu tidak bisa macam-macam dengan Sian karena kalian sudah menikah, apalagi kamu adalah seorang pasukan khusus yang mampu melindungi Sian dari siapa pun termasuk seorang mafia besar.” Ucap Damian dengan sejelas-jelasnya.
Bara hanya terdiam saat mendengar perkataan Damian tersebut. Tidak beberapa detik kemudian Bara kembali bertanya kepada Damian.
“Paman, apakah putri paman mencintai pria tersebut?”
Mendengar pertanyaan dari Bara tersebut seketika membuat Damian terdiam. Damian tidak bisa berkata-kata lagi, karena putrinya Sian sangat mencintai pria tersebut, dan dia malah ingin memisahkannya.
Bara yang melihat ekspresi Damian, seketika dia sudah tahu jawabannya walaupun Damian tidak menjawabnya.
“Maaf paman, saya tidak bisa mengikat putri paman dengan sebuah pernikahan.” Ucap Bara yang tiba-tiba menolaknya.
__ADS_1
Damian langsung mendongkak kaget, saat mendengar perkataan Bara barusan. Begitu juga dengan Vian Liora dan Paridipa, mereka semua sangat terkejut dengan perkataan yang di lontarkan Bara barusan.
“Bara sayang, kenapa kamu menolak pernikahan ini?” tanya Liora yang kaget.
“Maaf ma, Bara tidak bisa menerima pernikahan ini.” Jawab Bara menolak.
“Bara, bisa jelaskan alasan kenapa kamu menolak pernikahan ini pada paman?” tanya Damian meminta penjelasan atas penolakan Bara.
“Karena saya harus pergi menjalan misi tiga hari lagi, dan saya tidak tahu akan selama atau tidak dalam misi tersebut. Walaupun saya selama, saya tidak tahu kapan akan kembali lagi.” Jelas Bara.
“Bara, papa rasa itu bukan alasan yang tepat untuk menolak pernikahan ini, kamu kan bisa menikah dulu dan setelah itu kamu baru pergi menjalan misi.” Timpal Paridipa.
“Pa, Bara menolak pernikahan ini bukan hanya karena alasan itu saja, tetapi ada alasan lain.” Sahut Bara dengan tegas.
“Alasan lain, katakan apa alasan lain itu?” tanya Damian penasaran.
“Alasan yang sebenarnya saya menolak pernikahan ini adalah, karena sudah jelas-jelas putri paman mencintai pria tersebut. Kenapa paman harus memisahkan mereka?” ucap Bara yang berhasil membuat Damian tidak bisa berbicara lagi.
Setelah mendengarkan penjelasan Bara tersebut, semua yang ada di sana hanya bisa terdiam. Beberapa detik kemudian, Damian kembali membuka suaranya.
“Bara, kamu tidak mengerti dengan apa yang paman rasakan saat ini. Paman hanya ingin melindungi putri paman dari pria berbahaya itu. Jika memang kamu tidak ingin menikahi Sian, paman terima. Namun, ada satu hal yang ingin paman katakan padamu.” Ucap Damian kepada Bara.
“Apa itu paman?”
Sebelum menjawabnya, Damian terlebih dahulu mengeluarkan sebuah foto. Yang mana foto tersebut adalah foto putrinya Sian. Kemudian Damian memberikan foto tersebut kepada Bara dengan berkata.
“Paman ingin kamu melihat foto Sian ini, dan setelah kamu melihatnya, paman ingin kamu pertimbangkan kembali keputusan mu itu. Paman akan tunggu keputusanmu kapan pun itu, tetapi kamu harus pikirkan kembali keputusan mu itu dengan matang, jangan asal memutuskan seperti itu.” Ucap Damian yang seakan memohon kepada Bara.
Bara terlihat termenung sembari menatap foto Sian yang ada di tangannya itu. Hingga Damian dan Vian pergi meninggalkan kediaman Hardynata tersebut Bara masih menatap foto tersebut dengan berpikir keras.
.
__ADS_1