Ikatan Pernikahan

Ikatan Pernikahan
Ikatan Perbikahan 70


__ADS_3

Setelah ingatannya muncul kembali, Sian berubah sangat pendiam sekali. Dia merenung di koridor rumah sakit tempat dia di rawat. Entah sudah sampai di mana pikiran Sian saat ini. Semenjak Bara dan Rival pergi untuk menyelesaikan tugas mereka, Sian hanya duduk diam di koridor selama dua jam sembari menatap layar ponselnya.


Saat ini Sian sedang memandangi foto yang sempat dia terima dari orang misterius tersebut. Sejujurnya Sian tidak mengingat dengan jelas wajah kekasih masa lalunya itu, dengan memandangi foto tersebut Sian bisa mengingat semua kenangan yang telah dia lupakan itu.


Ting!


No tidak di kenal:


Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang?


Seketika Sian mengangkat kepalanya dan melihat di sekelilingnya untuk mencari sosok orang yang mengirim pesan tersebut kepadanya. Namun, sayangnya Sian tidak menemukan Siapa pun yang mencurigakan di sekitarnya itu.


Sian:


Katakan padaku, apakah kau berada di sekitar ku saat ini?


No tidak di kenal:


Kenapa? Apakah kau sangat merindukan aku sehingga bertanya seperti itu?


Sian:


Tidak usah banyak tanya, kau hanya perlu menjawab pertanyaan ku.


No tidak di kenal:


Iya, aku ada di sekitar mu saat ini. Tepatnya di hadapan mu.


Sebuah kaki terlihat berhenti di depan Sian saat ini, seketika Sian mengangkat kepalanya kembali menatap ke arah pemilik dari kaki tersebut.


Sian terkejut bukan main, mata hitamnya membesar saat melihat sosok pria yang tidak asing sedang berdiri di depannya itu.


“Tuan Nicholas Saputra,” ujar Sian terkejut melihat Nicholas yang berdiri di depannya itu.

__ADS_1


“Apakah kau masih belum mengingat aku?” tanya Nicholas pada Sian.


Sian menatap Nicholas dengan Bingung.


“Maksud Anda apa ya?” tanya Sian yang tidak mengerti sama sekali.


“Apakah kau masih tidak mengenaliku setelah memandangi foto kita berjam-jam seperti ini?”


Seketika Sian menatap kembali foto yang sedang dia pandangi sejak dari tadi. Dan ternyata benar, wajah pria yang ada di dalam foto tersebut sama dengan wajah Nicholas sekarang. Bolak balik Sian menatap Nicholas dan foto yang ada di ponselnya itu, kedua wajah tersebut sangat mirip sekali. Bisa di bilang tidak ada sedikit pun perbedaan antara Foto dan Nicholas.


“Bagaimana, apakah kau sudah mengingatku sekarang?” tanya Nicholas kembali, dengan nada suara yang sangat tidak asing bagi Sian.


Suara Nicholas tersebut berhasil membuat kepala Sian terasa sangat Sakit sekali, dengan kuat Sian mencengkeram kepalanya. Potongan-potongan kecil ingatan Sian mulai terlihat jelas, terutama suara Nicholas tersebut sangat mirip dengan suara pria yang selalu muncul di kepala Sian akhir-akhir ini, walaupun wajah pria tersebut masih tidak terlihat dengan jelas di dalam ingatannya.


“Sayang apakah kau baik-baik saja?” tanya Nicholas yang khawatir melihat Sian yang merintih kesakitan.


Saat Sian mendengar Nicholas berbicara dan menyebutnya dengan kata Sayang, dia semakin mengingat dengan jelas wajah pria di masa lalunya itu. Sian berjuang menahan sakit di kepalanya agar bisa mengingat dengan jelas, hingga akhirnya dia benar-benar mengingat wajah pria yang sangat dia cintai di masa lalunya itu.


“Kenzo.” Perlahan Sian mengucapkan Nama itu di bibirnya.


Tak percaya dengan apa yang Sian lihat dan yang dia ingat sekarang, membuatnya sangat kebingungan dan sekaligus meneteskan air matanya.


Ternyata yang membuat hatiku seperti kehilangan selama ini adalah melupakan kehadiran Kenzo di dalam hidupku.


Setelah mengingat dengan jelas wajah pria yang dia cintai di masa lalu, kini Sian bisa mengingat dengan jelas wajah Kenzo. Kini pria itu berdiri di depannya dengan menggunakan nama yang berbeda.


Ternyata saat kembali ke Indonesia, Kenzo menggunakan nama Nicholas untuk bisa menyelinap kembali ke negaranya sendiri. Dia bahkan mengadopsi seorang anak perempuan untuk di jadikan sebagai keluarga samarannya, dan anak perempuan itu adalah anak yang pernah Sian dan Bara selamatkan beberapa hari lalu dari tiga Pria yang ingin menculiknya.


“Sayang, sekarang kau sudah mengingat aku kembali. Ikutlah denganku sekarang, kita pergi dari sini dan kita memulai kehidupan baru.” Ucap Kenzo yang berjongkok di depan Sian saat ini. Dia berniat mengajak Sian untuk pergi bersama dengannya.


Namun, Sian hanya diam saja. Dia tidak merespons perkataan Kenzo tersebut. Hanya air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.


“Sian sayang, kamu kenapa menangis seperti ini?” tanya Kenzo sembari menghapus air mata yang mengalir di pipi mulus Sian.

__ADS_1


Tetap sama, Sian tidak juga merespons pertanyaan dari Kenzo. Dia malah terus-terusan menatap Kenzo dengan sangat lekat dan lembut. Entah apa yang di pikirkan Sian saat ini, Kenzo tidak mengetahuinya sama sekali.


“Sayang, tolong jangan diam seperti ini. Aku mohon, katakan sesuatu padaku sekarang. Aku butuh jawaban mu?” Kenzo terlihat gelisah dan tidak tega melihat Sian yang hanya diam saja dan terus-terusan menangis.


Apa yang harus aku lakukan sekarang? Hatiku sungguh sangat terluka saat melihat Kenzo di hadapanku saat ini. Tuhan tolong bantu aku.


“Sian sayang, tolong katakan sesuatu.” Pinta Kenzo pada Sian. Dia mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Sian.


“Maaf Kenzo, aku tidak bisa ikut dengan mu.” Ucap Sian. Akhirnya dia mengatakan sesuatu pada Kenzo.


“Kenapa tidak bisa?” tanya Kenzo yang semakin menggenggam erat tangan Sian.


“Karena aku sudah mempunyai keluarga, aku sudah memiliki kehidupan sendiri. Aku tidak bisa kembali lagi kepada mu.” Jawab Sian yang terus meneteskan air matanya.


“Sayang, aku sudah menunggu mu terlalu lama, dan sekarang kau menolakku begitu saja?” seru Kenzo yang masih tidak menyerah.


“Aku akan tetap menunggu, sampai kau sadar akan perasaanmu kepada ku. Aku akan menunggu sampai kau ingin kembali lagi kepada ku.” Sambung Kenzo yang memilih tetap bertahan.


“Lebih baik kau pergi dari sini sekarang, sebentar lagi suamiku akan kembali.” Ucap Sian datar.


“Aku tidak akan pergi sebelum kau mau memilih dan pergi bersamaku.” Ucap Kenzo menolak untuk pergi.


Tanpa mengatakan apa pun lagi kepada Kenzo, Sian langsung menarik tangannya dari genggaman Kenzo dan beranjak pergi begitu saja.


Namun, Kenzo tidak membiarkan Sian pergi begitu saja. Dia menahan Sian dengan memeluk erat kekasihnya yang sudah sangat lama dia rindukan itu.


“Jangan pergi, aku mohon tetaplah bersama denganku. Aku tidak bisa hidup tanpa mu, jadi aku mohon padamu jangan tinggalkan aku lagi. Please please please...” ucap Kenzo memohon dengan memeluk erat tubuh Sian.


“Maaf Kenzo, aku harus pergi sekarang juga. Aku mohon lepaskan aku sekarang.” Pinta Sian dengan sangat kepada Kenzo.


“Tidak, aku tidak akan melepaskan mu.” Kenzo menolak untuk melepaskan Sian dari pelukannya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2