
Masih di hari yang sama.
Saat Sian keluar dari gudang obat, dia bertemu dengan prajurit Rival. Awalnya Sian tidak ingin memanggilnya, tatapi karena penasaran dengan apa yang terjadi hari ini, Sian memutuskan untuk bertanya kepada Rival.
“Rival, kemarilah.” Panggil Sian.
Rival pun mendekat dengan kepala botak yang menyilaukan mata.
“Ya Dr. Sian, ada apa?” tanya Rival.
“Tidak apa-apa, hanya saja saya ingin bertanya padamu. Apakah kamu tahu kenapa tiba-tiba semua prajurit bersikap aneh pada saya seharian ini?”
“Em...” Rival terlihat menimang-nimang untuk berkata jujur atau tidak
“Apakah kamu tahu kenapa?” tanya Sian kembali kepada Rival.
Terlihat Rival mendesah pelan dan kemudian dia berkata jujur pada Sian.
“Begini Dr. Sian, sebenarnya semalam Kapten Devil sengaja mengumpulkan semua prajurit untuk memberitahukan pernikahannya dengan Dr. Sian.”
Flashback.
Setelah Sian pergi dari kamar mandi khusus prajurit pada malam itu. Di sana masih tertinggal Bara dan Rival.
“Siapa nama mu tadi?” tanya Bara pada Rival.
“Nama saya Rival Kapten.”
“Kamu dari divisi berapa?”
“Saya dari divisi 8 Kapten.”
“Divisi 8, baiklah Rival, saya akan memberimu sebuah tugas penting kepadamu sekarang.” Ucap Bara serius.
“Malam ini, kamu harus mengumpulkan semua prajurit dari semua divisi di lapangan jam 12 malam ini.” Sambung Bara.
“Saya harus bilang apa kepada mereka Kapten?”
“Bilang saja jika saya ingin memberi sebuah pengumuman penting kepada semua divisi.”
“Baik Kapten saya mengerti.” Ucap Rival dengan penuh semangat.
“Kamu mulailah mengumpulkan semua prajurit sekarang, karena sebentar lagi akan masuk jam 12 malam.”
__ADS_1
“Siap Kapten.” Ucap Rival sembari memberi hormat. Kemudian dia pergi untuk mengumpulkan prajurit dari semua divisi yang berbeda sebelum waktu jam 12 malam.
15 menit kemudian. Semua prajurit dari divisi yang berbeda sudah berkumpul di lapangan tepat jam 12 malam seperti yang di perintahkan Bara pada Rival.
Bara yang sudah sejak dari tadi berdiri tegak di tengah-tengah lapangan menunggu semua prajurit terkumpulkan.
“Lapor Kapten, prajurit dari semua divisi sudah terkumpul semua. Termasuk Letnan Tony dan Letnan Clovis.” Lapor Rival.
“Laporan di terima, kamu boleh kembali ke barisan mu sekarang.” Titah Bara.
“Baik Kapten.” Ucap Rival sembari memberi hormat dan kemudian pergi ke barisannya.
Bara menatap semua prajurit yang berdiri tegak di depannya. Dari ujung kanan ke ujung kiri untuk mengabsen setiap kepala. Kemudian dia akan memberitahukan apa yang ingin dia beritahukan.
“Apakah semuanya sudah hadir?” seru Bara dengan suara lantang dan tegas.
“Sudah Kapten.” Sahut semua prajurit serentak.
“Baiklah, saya mengumpulkan kalian semua di sini sekarang untuk mengumumkan sesuatu penting kepada kalian semua.” Ucap Bara dengan suara lantangnya.
“Sebenarnya saya ingin memberitahukan jika saya sudah menikah tiga bulan yang lalu, dan wanita yang sudah saya nikahi berada di barak militer ini.” Sambung Bara.
“Siapa wanita itu Kapten?” teriak salah satu dari Prajurit.
“Mengerti Kapten.” Sahut semua prajurit dengan serentak.
“Baiklah, saya akan mengatakan siapa wanita yang telah menjadi istri saya. Dia adalah Dr. Sian Queensha.” Ucap Bara.
Seketika semuanya senyap, hanya suara Bara yang bergema. Semua prajurit, sangat terkejut mendengar nama Sian yang keluar dari bibir Kapten yang mereka bangga-banggakan itu.
“Kenapa kalian semua hanya diam saja?” tanya Bara. Semua prajurit masih tetap diam, tidak ada yang menjawab.
“Saya tahu, jika kalian semua tidak menyukai Dr. Sian. Namun, Dr. Sian adalah istri saya, jadi saya harap kalian semua bisa menghormati dan bersikap baik kepadanya.” Sambung Bara.
Semuanya masih tetap diam, tidak ada satu prajurit pun yang bersuara. Hanya ada satu prajurit yang memberikan respons kepada Bara, yaitu Rival.
“Baik Kapten, saya akan melakukan semua yang Kapten minta.” Ucap Rival dengan suara lantang.
Semua prajurit menatap ke arah Rival. Melihat semua tatapan yang mengarah kepadanya, Rival langsung menutup rapat mulutnya detik itu juga.
Saat melihat respons semua prajurit, membuat Bara sedikit khawatir. Karena takut akan membuat istrinya Sian menjadi kesulitan selama bertugas di barak militer ini. Lalu Bara mengatakan sesuatu untuk membuat semua prajuritnya untuk menerima kehadiran istrinya itu di barak militer ini.
“Dr. Sian tidak seburuk yang kalian kira, dia memang terlihat sangat angkuh dan menyebalkan di luar, tetapi di dalam dia sangat lembut dan baik. Dia adalah satu-satunya wanita yang mau menerima saya apa adanya. Walaupun dia tidak mengenal saya, dia tetap mau di nikahkan dengan saya tanpa melihat saya terlebih dahulu.” Ucap Bara.
__ADS_1
“Dr. Sian adalah wanita yang paling saya cintai dan sangat saya sayangi. Jadi saya mohon kepada kalian semua untuk bersikap baik dan menghormatinya sebagai istri Kapten kalian.” Lanjut Bara.
Semua prajurit masih tetap diam saja, tidak merespons perkataan dari Bara tersebut.
“Kalau Kapten sedang berbicara dengan kalian itu harus di jawab!” teriak Clovis kepada semua prajuritnya dengan suara tegasnya. Aura Clovis mulai menakutkan.
“Kalian semua tidak punya hak untuk menghakimi Kapten Devil untuk menikah dengan siapa! Kalian semua pikir Kapten berkata jujur seperti ini kepada kalian semua untuk meminta izin persetujuan kalian. Semua itu tidak benar! Kapten Devil hanya ingin Dr. Sian bisa merasa nyaman bertugas di sini selama Kapten tidak ada. Kalian semua mengerti?!”
Clovis terlihat sangat tegas sekali saat ini. Berbeda halnya dengan Bara yang bersikap lunak. Bersikap lunak bukan berarti Bara tidak bisa tegas kepada semua prajuritnya itu. Namun, Bara bersikap lunak karena dia tidak ingin semua prajurit merasa terintimidasi karena sikap hierarkinya, dan akan berbalik membuat semua prajurit tersebut memusuhi istrinya Sian. Makanya Clovis yang bersikap lebih tegas untuk membantu Bara.
“Apakah kalian semua mengerti?!” tanya Clovis kembali dengan suara lantangnya.
“Siap, mengerti.” Jawab semua prajurit secara bersamaan.
“Baiklah kalian semua boleh bubar sekarang.” Titah Clovis.
Flashback off.
Rival menceritakan semua yang terjadi pada malam itu. Ternyata yang membuat sikap semua prajurit berubah adalah perbuatan Bara.
“Dr. Sian sangat beruntung sekali mendapatkan suami seperti Kapten Devil.” Ucap Rival kepada Sian.
“Hahaha, Kamu benar sekali.” Ucap Sian yang merasa canggung.
“Dr. Sian, boleh saya bertanya?”
“Kamu ingin bertanya apa Rival?”
“Apa yang Dr. Sian lakukan kepada Kapten Devil sebenarnya, sehingga membuat sikap Kapten sangat berbeda sekali dari sebelumnya?” tanya Rival yang sangat penasaran.
“Memang sikap Bara seperti apa sebelumnya?” tanya Sian yang juga sangat penasaran.
“Saat pertama sekali saya bergabung di pasukah khusus, sikap Kapten Devil sangat menakutkan sekali. Kapten tidak pernah melakukan sesuatu yang seperti dia lakukan semalam, saat berbicara pun Kapten tidak pernah tersenyum sedikit pun, apa lagi berbicara dengan nada lembut seperti yang dia lakukan semalam. Kapten Devil yang saya kenal dulu, seperti bongkahan batu yang sangat keras sekali dengan sikap Hierarkinya yang mendominasi semua prajurit untuk mematuhi semua apa yang dia katakan.” Rival menghentikan sebentar kata-katanya.
“Dan sekarang, Kapten terlihat seperti orang lain. Entah mengapa, semenjak Kapten menikahi Dr. Sian sikap Kapten berubah 360 derajat menjadi lunak dan bawaannya hanya ingin menempeli Dr. Sian terus seperti semalam dan barusan di dalam gudang obat.” Sambung Rival mengejutkan Sian.
“Bagaimana bisa kamu tahu kalau saya dan Bara habis dari gudang obat?” tanya Sian dengan wajah yang terkejut.
“Semua prajurit di sini mengetahuinya Dr. Sian, sejak dari awal Kapten mengirim pesan kepada Dr. Sian untuk bertemu di gudang obat, kami semua berada di sana.” Jawab Rival yang semakin membuat Sian terkejut, dan kali ini Sian merasa malu saat mendengarkan perkataan Rival barusan.
Tanpa berkata apa pun lagi, Sian langsung pergi meninggal Rival sendirian di depan gudang obat untuk kembali bertugas di kamp medis.
.
__ADS_1
.