
Saat ini Bara berlutut dengan posisi tangan di kepala di hadapan bos mafia yang tak lain adalah Kenzo.
Mata keduanya saling menatap tajam satu sama lain, seakan mereka berbicara di dalam diam.
“Di mana kau menyembunyikan Sian?” tanya Bara dengan tatapan membunuh.
“Apa maksudmu? Bukannya dia ada bersama mu.” Jawab Kenzo.
“Jangan berbohong pada saya, katakan di mana dia sekarang?!” bentak Bara.
“Hahaha,” dengan cepat Kenzo berjongkok di hadapan Bara yang sedang berlutut. Terlihat jelas jika saat ini dia sangat marah dan khawatir saat mendengar pertanyaan dari Bara.
“Jangan bilang kau kehilangan dia saat ini?” seru Kenzo sembari menatap mata Bara dengan sangat serius dan tajam.
Bara yang juga menatap mata Kenzo, mulai menyadari jika pria yang ada di hadapannya ini tidak berbohong.
“Saya tanya sekali lagi, di mana Sian sekarang?” tanya Bara kembali kepada Kenzo.
“Jawab pertanyaan saya, apakah kau kehilangan dia saat ini?!” Kenzo kembali melontarkan pertanyaannya kembali, tanpa menjawab pertanyaan dari Bara.
Seketika Bara sadar, jika Kenzo tidak tahu apa-apa tentang menghilangnya istrinya Sian.
“Sial!” umpatan yang lolos dari bibir Bara saat ini.
Kenzo bingung karena melihat tingkah Bara yang bingung, seakan pria itu sedang berpikir keras. Apa yang sedang di pikirkan oleh pria berseragam di hadapannya ini.
“Katakan pada saya, kau datang kemari untuk menangkap saya kan? Bukan karena kamu berpikir Sian ada bersama saya?” tanya Kenzo berulang kali. Namun, tidak ada jawaban dari Bara. Sehingga semakin membuat Kenzo khawatir.
Melihat Bara membungkam mulutnya itu, Kenzo menebak jika apa yang dia pikirkan benar. Dia sangat yakin jika wanita yang sangat dia cintai itu menghilang.
“Seharusnya saya tidak percaya pada mu, seharusnya sudah sejak dari dulu saya mengambilnya dari mu. Jika saja saya mengambilnya lebih cepat dari mu, dia tidak akan menghilang seperti ini.” Ucap Kenzo.
Lit seketika mata Bara menatap Kenzo dengan tajam.
__ADS_1
“Sekarang,” titah Bara dengan anggota timnya.
Saat Kenzo sedang lengah, anggota tim Alpha mulai bergerak dengan melemparkan gas air mata ke semua Villa. Sedangkan Bara mengambil kesempatan melumpuhkan semua anak buah Kenzo dalam waktu satu menit. Sementara itu anggota tim Alpha mulai bergerak mengepung Kenzo sendirian.
Beberapa menit kemudian, kabut gas air mata mulai menghilang, Kenzo melihat jika dirinya sudah terkepung di seluruh arah.
“Jangan bergerak.” Ucap Tony pada Kenzo.
Kenzo yang tidak bisa melakukan apa-apa lagi, dengan sendirinya mengangkat tangannya ke atas kepala. Di waktu yang sama, Tony langsung menendang lutut Kenzo hingga berlutut di hadapan mereka, dan dalam waktu singkat salah satu Anggota tim Alpha juga langsung memborgol tangan Kenzo ke belakang.
“Periksa semua Villa, pastikan tidak ada satu pun yang terlewatkan.” Titah Bara kepada sebagian anggota timnya termasuk Tony.
“Siap Kapten.” Jawab serempak anggota tim Alpha.
Setelah beberapa menit memeriksa seluruh isi Villa Tony kembali menghadap Bara dan berbisik di telinga Kaptennya itu.
“Dr. Sian tidak ada di sini.” Bisik Tony.
“Kamu yakin?”
“Baiklah, kau boleh lanjutkan tugas mu sekarang.” Ucap Bara sembari berjalan ke arah Kenzo. Kemudian dia berjongkok di depan Pria itu dengan berbisik di telinganya.
“Biar saya katakan sesuatu pada mu sekarang, tadi kau bertanya saya datang kemari untuk menangkap mu atau hanya karena saya mengira Sian bersamamu? Apakah kau tahu, saya datang ke sini, tentu saja untuk menangkapmu. Sudah tiga tahun lamanya saya dan anggota tim saya mencarimu. Selama tiga tahun saya dan tim saya di perintahkan untuk menangkap dan membawa pulang seorang anak dari menteri yang mencoba menjadi musuh negara dan ayah nya sendiri.” Bisik Bara dengan penuh emosi. Seketika Kenzo menatap Bara dengan tatapan terkejut saat mendengar bisikan Bara tersebut.
Kenzo bergeming, dia tidak mengira jika Bara mengetahui identitasnya yang sebenarnya. Kenzo tidak akan menyaka jika pria berseragam ini di beritahukan alasan di balik misi yang dia jalani.
“Ada satu hal lagi yang ingin saya katakan padamu. Sian adalah istri sah saya, jadi jangan pernah kau berkata seakan kau ingin mengambilnya dari saya, karena saya tidak akan pernah membiarkan mu mengambilnya dari saya walaupun untuk sesaat mengerti?!” Bisik Bara kembali.
Seketika emosi Kenzo memuncak saat mendengarkan bisikan Bara barusan.
“Dasar brengsek! Sian milik saya dan akan tetap menjadi milik saya selamanya.” Kata Kenzo dengan marah pada Bara.
Sebaliknya Bara juga ikut emosi saat mendengar apa yang di katakan oleh Kenzo kepadanya.
__ADS_1
“Saya tekankan kembali pada mu, jangan berani-berani mengatakan perkataan itu lagi di depan saya! Jika bukan karena kau anak seorang menteri dari negaraku, sudah aku bunuh kau tiga tahun yang lalu. Karena kau Sian kehilangan ayahnya! Tidakkah kau sadar, selama ini kau telah merengut banyak nyawa yang tidak bersalah hanya karena dirimu yang tidak berguna.” Sejenak Bara menjeda perkataannya.
“Biar saya katakan pada mu, lebih baik kau mengubah dirimu sekarang. Bertobatlah, karena banyak dosa yang sudah menumpuk pada dirimu. Dengan begitu mungkin Sianku akan memaafkan mu atas kematian ayahnya.” Sambung Bara berbisik.
Kenzo terbungkam dengan perkataan Bara barusan. Selama ini dia tidak terpikirkan apa yang di pikirkan Sian tentangnya setelah mengingat kematian sang ayah karena dirinya. Seketika wajah Kenzo melemah, dia kehilangan emosinya saat ini.
“Kalian semua, ayo cepat bawah dia sekarang.” Titah Bara pada anggota timnya.
“Baik Kapten.”
Kenzo pun di bawah oleh anggota tim Alpha ke tempat yang paling ketat penjagaannya, di mana lagi kalau bukan markas kemiliteran Indonesia.
Setelah menyelesaikan misinya, Bara langsung kembali ke Villa-nya untuk memastikan kembali keberadaan istrinya Sian di sana.
Setiba di sana Bara langsung berlari menuju kamarnya. Saat membuka pintu kamarnya, ternyata Sian tertidur lelap di atas ranjang dengan wajah polosnya.
Setelah melihat istrinya sedang tertidur di atas ranjang, akhirnya Bara bisa bernafas dengan lega. Dia menghembuskan nafas leganya saat melihat Sian baik-baik saja saat ini.
Karena tidak bisa menahan dirinya lagi, Bara langsung berbaring di samping istrinya yang sedang tertidur dan kemudian dia memeluknya dengan sangat erat tanpa melepaskan seragam dan senjata yang melekat pada tubuhnya itu.
“Emm...” dengan sangat nyaman Bara memeluk istrinya itu di dalam pelukannya. Sian pun terbangun saat di peluk sangat erat oleh suaminya itu.
“Mas Bara baru pulang?” tanya Sian dengan suara serak khas bangun tidur.
Bara pun tidak menjawab, pria ini malah semakin mengeratkan pelukannya sembari mengucup bibir manis istrinya itu.
.
Bersambung...
Hallo semua Reader Ikatan Pernikahan.👐
Maaf Author baru up sekarang, karena selama bulan puasa ini author beristirahat menulis. sekali lagi saya ucapkan mohan maaf sebesarnya dan terima kasih karena masih setia menunggu.🙏🙏
__ADS_1
Untuk semua reader Ikatan Pernikahan saya ucapkan minal Aidin walfaidzin mohon maaf lahir batin.🙏🙏🙏❤