Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 10


__ADS_3

Setelah pengumuman dari owner, seluruh karyawan cafe langsung bubar pulang, alana dan mba rani langsung berjalan menuju tempat kost nya, di jalan saat ini sangat sepi dan hanya kendaraan yang lalu lalang, sepuluh menit kemudian alana sampai di kamar kost nya dan langsung bersih bersih dan bersiap untuk tidur, besok jam delapan pagi alana harus sampai di cafe.


Pagi hari menjelang.....


Alana bangun dan langsung menuju kamar mandi untuk mencuci seragam kerjanya, meta masuk dan memberikan bubur untuk sarapan.


''Lana, kamu bukannya mandi malah nyuci, ayo siap siap kerja pagi. '' ucap meta saat menyimpan bubur di atas piring alana.


''Ini juga sekalian nyuci dan mandi, makasih buburnya inces. '' ucap alana dan meta mengacungkan jempolnya.


Meta langsung keluar kamar alana dan segera bersiap.


Tepat pukul tujuh tiga puluh alana selesai dengan semuanya dan menunggu mba rani di teras depan kamar asti.


''Ayo kita berangkat, mencari sebongkah recehan. '' ucap meta.


''Berlian meta, emang kita mau ngamen pake mencari recehan. '' protes alana.


''Sama ajah alana, udah kita berangkat sebelum terlambat dan macet. '' ucap asti dan semua berjalan menuju gapura.


Seperti biasa di pisahkan oleh gapura, alana dan rani berjalan menuju cafe dan meta juga asti menuju sebrang jalan untuk menaiki angkot.


Sepuluh menit kemudian alana dan rani sampai di cafe dan langsung mengisi absennya, alana satu team dengan rangga dan rido.


''Lana ayo kita mulai bekerja. '' ucap rangga dan alana langsung mengikuti rido menuju cafe utama.


Alana, rangga dan rido merapihkan setiap meja dan menyimpan buku menu makanan untuk di pesan.


Tepat pukul sepuluh pagi, cafe di buka dan alana bersiap dengan konsumen pertamanya.


Alana kaget saat pak teguh menghampirinya dan meminta alana ikut ke ruangannya.


''Silahkan duduk alana. '' ucap pak teguh saat alana membuka pintu ruangan dan duduk di hadapannya.


''Ada apa yah bapak memanggil saya?? '' ucap alana.


''Begini alana, saya mau kamu di bagian dapur ajah untuk menciptakan menu baru, jadi koki kita kan pas satu sift tiga orang, kamu bersedia alana?? '' ucap pak teguh.


''Saya bukan jebolan koki pak, saya gak bisa dan nantinya malah bikin cafe rugi lagi. '' jawab alana.


''Saya sudah menanyakan pada team kamu, rangga dan rido juga rani, mereka bilang makanan yang di buat kamu selalu lezat dan aneh aneh, terus kata kedua koki di sift kamu juga, kamu jago memasaknya dan kadang kamu ikut memasak kalau koki gak masuk satu, kamu cukup memasak, menu makanan yang kamu ciptakan ajah alana, nanti kamu bisa koordinasikan resep pada kedua koki untuk melanjutkan, tapi kalau kamu gak sibuk, kamu bisa membuatkan menu makannya. '' ucap pak teguh dan alana terdiam.


''Bisa mulai sekarang dengan menu varian ciptaan kamu alana?? kalau kamu bisa membuay cafe ini maju dan mengundang banyak peminat, saya akan membuat gaji kamu naik lagi dan serata dengan pak heru atau clara di sift satunya. '' ucap pak teguh.


''Tapi pak, boleh kan saya keluar dapur kalau lagi gak ada pesanan dan saya akan membantu team saya, apa boleh pak?? ucap alana.

__ADS_1


''Boleh sekali, silahkan alana dan itu terserah kamu. '' jawab pak teguh dan alana setuju.


''Gak ada pilihan lain, dari pada aku harus keluar dari kerjaan ini, hutang ibu masih banyak sekali. '' gumam alana dalam hatinya.


Alana langsung di bawa menuju dapur dan di perkenalkan sebagai koki baru.


''Ayo alana, saat nya membuat menu baru, saya akan cicipi. '' ucap pak teguh dan alana mengangguk.


''Alana, saya sudah mengetahui semua ini, maaf yah gak ngabarin kamu. '' ucap salah satu koki saat pak teguh meninggalkan dapur.


''Jahat banget sih bapak koki, aku jadi diam di dapur deh sekarang. '' ucap alana dan membuat koki tersenyum.


''Udah semangat untuk menu nya, saya mau memasak pesanan meja. '' ucap salah satu koki dan alana mulai dengan makanannya.


Alana menyiapkan bahan bahan untuk lima resep, alana mencatat nya dengan teliti, takarannya pun alana catat.


Satu jam kemudian alana selesai dengan masakan inovasinya yang berjumlah lima menu, alana membawanya menggunakan trolli makanan menuju tempat dimana owner sedang menunggunya.


''Silahkan di nikmati pak. '' ucap alana saat mengidangkan makanannya di meja.


Teguh begitu takjub dengan menu yang di buat alana dan membuat dia meleles, teguh memfotonya satu persatu, agar alana nantinya dapat membuatkan menu yang sama kalau ada yang memesannya.


''Makanannya cantik sekali, seperti yang membuatnya loh alana. '' ucap teguh.


''Bapak lebih baik cepat mencicipinya, mumpung masih pagi dan pelanggan di depan belum melonjak. '' protes alana dan teguh langsung memakannya.


''Semua makanan ini lolos untuk di simpan di daftar menu baru, mana saya lihat resep nya. '' ucap teguh dan alana memberikannya.


''Oke makanan ini siap jual, saya akan buatkan daftar menu nya sekarang dan kamu siap yah alana untuk membuatnya. '' ucap pak teguh dan alana mengangguk.


Alana menghampiri rani dan mengeluh pada rani.


''Mba aku nyesel deh suka masakin makanan buat kalian di cafe, lihat jadinya aku di pindahin ke dapur dan aku jadi tukang masak. '' ucap alana.


''Bukan tukang masak lana, tapi koki itu namanya, sudah terima ajah yah, karena dapur itu cocok sekali untuk kamu, semangat yah dan ingat yah, kamu harus tetap membuatkan makanan untuk kita makan. '' ucap rani dan alana mengangguk.


''Udah sana ke dapur, mulai dengan doa tulus yah, agar semuanya lancar. '' ucap mba rani saat alana masuk kedalam dapur.


Alana langsung membantu koki untuk menyiapkan menu makanan yang di pesan pelanggan.


''Alana menu kamu sudah ada yang pesan lima porsi, ini catatannya. '' ucap rido saat masuk kedalam dapur.


''Sana mulai memasak, kamu bisa alana saya yakin dan mempercayainya. '' ucap koki dan alana mengacungkan jempolnya dan langsung berkutat dengan menu buatannya.


Dua puluh menit kemudian makanan selesai dan alana menekan bell tanda selesai.

__ADS_1


Dan hari minggu ini, di hari pertama alana kerja di dapur dia langsung dapat pesanan menu full dan membuat alana sangat lelah dan sangat cape.


''Cape banget siih hari ini, baru juga mulai kerja di daour sudah merepotkan sekali. '' keluh alana.


Koki yang menggantikan alana sudah datang dan alana memberikan catatan resep baru salinan dan alana juga menempelkannya di dinding.


''Udah sana istirahat, biar dapur saya yang gantikan. '' ucap koki yang menggantikan alana dan alana langsung keluar dengan membawa satu porsi makan untuknya.


''Kamu baru makan alana?? '' tanya rani.


''Iya mba, tadi kan lana cuma buatkan makanan untuk mba rani, kak rangga dan rido ajah. '' jawab alana sambil memakan makanannya.


''Lana kamu di panggil ke ruang vvip. '' ucap rangga dan alana mengangguk.


Alana menghabiskan makannya dan langsung menuju ruang vvip.


Alana masuk dan memberikan salam pada tamu vvip.


''Loh kamu kan yang waktu itu di swalayan, masih ingat sama saya?? '' tanya omah ratih.


''Lupa nenek, maafkan saya yah. '' jawab alana.


''Sudah tidak apa apa, yang penting imah masih ingat sama kamu, riyan selalu membawa makanan buatan kamu ke rumah, makanya omah datang kesini dan ingin bertemu kamu langsung. '' ucap omah ratih dan alana hanya mengangguk dan tersenyum.


''Lusa omah kan ada acara di rumah dan omah mau kamu datang ke rumah untuk membuatkan makanan yaj, gimana kamu setuju?? '' ucap omah ratih.


''Tapi omah, itu pas dimana hari liburnya alana dan alana mau pulang ke rumah di kampung, gimana kalau hari lain ajah yah pas bukan alana libur. '' jawab alana.


''Udah gak apa apa, kamu liburnya di ganti besoknya ajah yah, omah udah bilang sama teguh dan dia setuju untuk memindahkan libur kerja kamu. '' ucap omah ratna dan alana pun setuju.


.


.



.


.


.


.


.

__ADS_1


....................


__ADS_2