
Rangga menghampiri alana setelah selesai menyajikan makanan di meja pengunjung.
''Eh....bu bos baru datang dan nambah cantik ajah. ''
ucap rangga dan alana hanya tersenyum.
''Lanjutkan kerjanya jangan ledekin aku terus kak, nanti gak akan di kasih bonus. ''
jawab alana sambil tertawa dan asti memukul lengan alana.
''Kamu ketawanya sampai ngalahin penyanyi nya tau, anak gadis gak baik ketawanya seperti itu. ''
ucap asti dan alana langsung diam dan rangga kembali ke dapur mengantarkan menu pesanan.
''Tumben gak bawa mobil, di antar galuh?? ''
ucap asti yang tadi melihat alana turun dari mobil di luar parkir.
''Galuh berangkat pagi jam tujuh, aku bangun jam sembilan, tadi di anterin sama ibu sekalian ibu ke kantor juga. ''
jawab alana dan asti hanya mengangguk.
''Terus kenapa gak bawa mobil, males nyetir atau ada yang mau jemput?? ''
''Ada yang jemput nanti sore, makanya gak bawa mobil deh. ''
''Emang bisa naik motor pake baju seperti ini, yang ada ntar paha kamu kemana kemana alana, kamu gak mikir punya abang cinta pakai motor, lahh kamu pakai pakaian seperti ini. ''
ucap asti yang menunjukan pakaian alana yang memakai dress kemeja di atas paha dan alana langsung tepuk jidatnya karena lupa.
''Aku kenapa bisa gak ngeuh yah, kak raihan kan pakai motor, masa aku harus pulang dulu ke rumah untuk ganti pakaian, kan gak seru. ''
''Kamu itu pelupa atau terlalu semangat biar terlihat cantik sama abang cinta sih alana?? ''
''Lupa sekaligus pengen pakai pakaian yang bikin aku seksi dan cantik. ''
jawab alana sambil memutar tubuhnya dan asti menepuk lengannya.
''Kamu itu dua kali tepok lengan aku, sirik ajah yah kamu tuh asti. ''
ucap alana cemberut.
''Ya maaaf, habisnya kamu gemesin tau, tadi ketawa kaya mbah jambrong nah sekarang berpose cantik sambil memutarkan badan, kamu kira cafe ini karpet merah buat model lenggak lenggok. ''
''Udah jangan bahas, bagaimana dong pakaian aku ini, masa naik motor pakai pakaian begini, ntar kak raihan marah lagi ke aku, kasih solusi dong asti. ''
''Kamu ke rumah ajah pinjam baju aku atau punya meta yang cocok di tubuh kamu, sana cepetan dan maaf aku gak bisa antar yah, mau ngerjain laporan harian sama mendaftarkan menu baru. ''
''Yaudah aku ke rumah kamu sekarang, daah asti aku pergi dan jangan kangen. ''
ucap alana sambil berdadah ria keluar cafe dan asti hanya geleng geleng melihatnya.
__ADS_1
''Alana alana, kamu memang gak berubah tetap jadi kamu yang dulu. ''
ucap asti sambil mengerjakan kembali kerjaannya yang tadi terlewat karena kedatangan alana.
Alana langsung mengetuk pintu dan ternyata meta sedang makan dan alana langsung ikut memakan makanannya.
''Kebiasaan deh kamu, sana tuh di wajan masih ada sisanya banyak, kenapa makan makanan yang di piring aku sih alana. ''
ucap meta yang protes karena tingkah alana.
''Udah kita makan berdua satu piring, akan lebih enak soalnya. ''
ucap alana dan meta langsung menuang sisa makanannya di piring.
Alana dan meta langsung memakan makanannya satu piring berdua dan berbeda sendok.
''Kamu tau gak kalau cafe yang dulu tempat kerja kamu katanya udah tutup karena owner nya udah jarang datang dan pegawainya semua di off kan semua. ''
ucap meta dan alana langsung tersedak mendengarnya dan meta langsung memberikan air untuk di minum alana.
''Kamu kata siapa sok tahu banget deh. ''
ucap alana sambil menyimpan gelas bekas minumnya.
''Tuh di sebelah kan kosan cewek dan cowok, nah ada dua orang pegawai cafe arla dan dia menanyakan loker di cafe smile, aku tanya tanya dan dia bilang cafe arla udah tutup dan pegawai semuanya di off kan sama ownernya langsung loh alana. ''
Alana terdiam dan berfikir untuk membeli cafe milik teguh dan alana langsung menghubungi willi untuk mengurus kepemilikannya.
ucap alana dan handphone nya berdering dan willi yang menelphone.
''Ada apa mas willi malah nelphone ke nomer aku?? ''
tanya alana saat willi menghubunginya lewat telphone.
''Maaf nona, saya sudah menghubungi tuan teguh dan dia bilang akan memberikannya kepada anda tapi anda yang harus menghubunginya dan dia gak mau di wakilkan saya. ''
ucap willi dan alana terdiam sebentar.
''Mas willi bisa temani saya bertemu dengan mas teguh dan buatkan janji yah siang ini dan jemput aku ke cafe yah, aku gak bawa mobil soalnya. ''
ucap alana dan willi mengiyakannya, alana langsung menutup panggilan telphone nya.
''Kamu mau membeli cafenya mantan kamu, emang di ijinin sama ibu kamu dan galuh?? ''
ucap meta dan alana terdiam sebentar dan memikirkan galuh dan ibunya.
''Mereka kayanya gak akan ijinkan deh, tapi kan mas teguh udah mengiyakannya dan aku juga bertemu mas teguh di temani sama mas willi dan akan aman juga meta, kamu tenang ajah. ''
ucap alana dan meta mengangguk setuju.
''Ngapain ibu telphone segala, apa mas willi memberitahukan pada ibu yah. ''
__ADS_1
gumam alana saat melihat telphone nya berdering dan ibunya yang menelphone.
''Hallo bu ada apa....''
''Kamu yang ada apa, buat apa kamu menemui teguh dan mau membeli cafe nya teguh, kamu tahu tidak kalau teguh masih menaruh hati ke kamu alana, bagaimana kalau dia macam macam ke kamu??. ''
''Ibu jangan khawatir kan mas willi akan menemani lana juga dan alana tahu kalau selama ini alana di buntuti sama pengawal kan dan itu sampai dua mobil. ''
''Itu demi kebaikan kamu alana, kamu itu macam macam ajah yah alana, willi udah menentukan tempatnya, di sebuah restoran dekat perusahaan nya teguh, nanti kamu di jemput willi dan akan di awasi sama pengawalnya galuh, ingat kamu jangan macam macam alana. ''
''Iya bu alana gak akan macam macam kok dan alana juga nanti akan mengajak meta juga. ''
''Yasudah kamu hati hati dan willi satu jam lagi akan menjemput kamu. ''
ucap ibu rani dan alana langsung menutup panggilan di telphone nya.
''Mandi sana dan ikut aku menemui mas teguh yah meta, ibu khawatir kalau aku sendiri. ''
ucap alana dan meta mengangguk lalu segera ke kamarnya untuk mandi dan bersiap.
Alana membuka blokiran nomer taguh dan alana sangat kaget melihat profil dari nomer teguh.
''Dia ini sinting atau gangguan yah, udah punya bini tapi nomernya masih pakai profil aku gak baik ini maa, kayanya benar kata ibu kalau mas teguh masih menaruh hati. ''
gumam alana saat membuka blokiran nomer teguh.
Alana mengingat raihan dan dia mengirim pesan menanyakan dia sedang apa, namun raihan belum membacanya dan baru terkirim.
Sepuluh menit kemudian meta selesai bersiap dan langsung mengeluarkan motornya dan membuat alana bingung.
''Meta kenapa motornya di keluarin??, kan nanti mas willi jemput kita. ''
ucap alan dan meta langsung mengerutkan dahinya.
''Alana yang cantik dan kelewat pinternya, kita kan di jemput di cafe, masa kita jalan kaki ke cafe dan nanti pulang anterin kamu, aku langsung kerja kan dan nantikan pulang malam, masa mau jalan kaki, ogah ahh aku nya, buat apa punya motor kalau masih jalan kaki. ''
jawab meta dan alana hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya.
.
..
.
.
.
...........
__ADS_1