
Setelah menyelesaikan makannya, alana membayar semua tagihannya, walaupun alana pemilik cafe, namun dia tetap membayar semua tagihannya, willi sudah di kenalkan kepada meta dan asti, alana alangsung pamit menuju rumah yang sudah di siapkan untuk di huni meta dan asti dan sudah lengkap dengan peralatannya.
''Ini mau kemana alana?? ''
ucap meta karena alana berjalan mengikuti willi ke gang di samping cafe.
''Udah ikuti sajah yah dan jangan banyak bertanya. ''
jawab alana dan kedua temannya mengikuti alana.
''Ini nona rumahnya dan tepat berada di belakang cafe nya. ''
ucap willi saaat berhenti di sebuah rumah yang tidak besar namun terlihat mewah dan alana langsung menerima kuncinya, willi dengan setia menunggu di luar pintu rumah.
''Kalian kenapa malah diam di luar sih, ayo masuk dan kamu juga mas willi ayo masuk. ''
ucap alana dengan herannya melihat kedua temannya dan juga willi yang berdiri di luar pintu.
''Ini rumah untuk kalian tempati, biar gak ngekost lagi dan jaraknya dekat dengan cafe kan, biar aku juga kalau lelah kerja bisa numpang istirahat. ''
ucap alana dan kembali membuat kedua temannya tersentak kaget dengan kejutan kembali yang alana berikan.
Meta dan asti langsung memeluk alana dengan erat dan berterimakasih sambil menangis.
''Ssssttttt.....gak ada air mata yah, nanti aku jadi sedih loh, udah yah. ''
ucap alana dan kedua temannya melepaskan pelukannya dan mengangguk.
''Aku gak tau harus bilang apa ke kamu alana, keluarga kamu baik banget, mamah aku di desa sekarang melanjutkan warung ibu kamu dan rumah nya juga di tempati mamah dan ketiga adik aku, makasih alana makasih banyak. ''
ucap meta dan alana hanya tersenyum.
''Kalian berdua adalah sahabat terbaik aku, kalian berdua yang membawa aku ke kota dan membantu keuangan aku dengan memberikan kerjaan ke aku, sampai kapan pun gak akan terlupakan, terimakasih yah. ''
jawab alana langsung menangis dan ketiganya berpelukan dan menangis kembali.
Willi hanya geleng geleng kepala melihat semua drama dihadapannya, nona mudanya yang begitu baik sama seperti mendiang tuan prayoga yang baik hati dan seperti dewa bagi semua yang bekerja padanya.
''Ini kuncinya pegang yah, kalian jangan bawa barang di kosan, disini semua lengkap yah, bawa pakaian ajah dan barang yang penting, besok pagi aku tunggu kalian di cafe yah, kalau jemput takutnya aku kesiangan juga, nanti ada mas willi yang akan mengenalkan kalian ke semua karyawan cafe nya, ingat pakai pakaian yang rapiih dan sopan yah, kalian akan di kenalkan sebagai manajer cafe, sekarang kalian di antarkan pulang sama mas willi yah, badan aku cape banget soalnya, besok jam delapan yah dan aku akan usahakan datang dan tunggu sampai aku datang ke cafe. ''
ucap alana dan kedua temannya menganggukan kepalanya.
Willi langsung mengantarkan meta dan asti sedangkan alana segera pulang karena kepalanya mendadak pusing dan badannya terasa lelah.
Alana duduk di mobilnya dan dia memejamkan matanya bersandar di sandaran jok mobilnya.
Alana kaget saat mobilnya dari belakang ada yang menubruk dan alana langsung keluar dan melihatnya.
, alana memegang pelipisnya yang berdenyut dan melihat seorang pria sedang berjongkok melihat keadaan mobil alana.
''Maafkan saya yah, saya janji akan mengganti kerusakannya. ''
ucap laki laki itu karena merasakan seseorang menghampirinya, alana begitu tidak asing dengan suara itu, saat laki laki itu berdiri dan menghadap ke alana, dia langsung kaget.
''Alana, kamu alana kan yang dulu kerja di cafe nya om teguh?? ''
ucap riyan dan alana mengangguk dan kesal karena riyan mengingatkannya pada teguh kembali.
''Yasudah saya permisi tuan riyan. ''
ucap alana sambil berjalan kembali menuju mobilnya dan membuat riyan kaget lalu mengejar alana dan memegang lengan alana.
__ADS_1
''Tunggu alana, saya membuat mobil kamu rusak, saya akan ganti rugi. ''
ucap riyan saat berhasil memegang lengan alan.
''Lepasin tangan saya, saya gak minta buat kamu ganti rugi tuan, permisi. ''
ucap kesal alana dan langsung masuk tanpa menghiraukan riyan yang memanggilnya.
''Alana kenapa berubah yah, dia semakin cantik dan terlihat berbeda sekali. ''
ucap riyan saat mobil alana sudah menjauh darinya.
Dimobil saat ini alana begitu kesal pada riyan, laki laki yang dulu selalu menyusahkannya dan membuat istirahatnya menjadi terganggu.
Dua puluh menit kemudian alana sampai di rumahnya dan membuat galuh menatapnya tajam.
''Kakak gak mendengarkan ucapan galuh, galuh minta kakak istirahat dan jangan kemana kemana. ''
ucap galuh saat alana masuk kedalam rumahnya dan mendekat pada galuh.
Saat alana akan menjawabnya, tiba tiba alana pingsan an membuat galuh panik dan langsung mengangkat alana menuju kamarnya, ibu rani kaget saat mendengar teriakan galuh dan di beritahukan mba mus kalau alana pingsan.
''Ada apa dengan kakak kamu galuh, kenapa bisa pingsan?? ''
ucap ibu rani panik saat alana tak sadarkan diri dan galuh enggan menjawabnya karena dia sedang menelphone dokter pribadi keluarganya untuk datang.
''Alana sayang, kamu kenapa pucat sekali, bangun sayang. ''
ucap ibu rani sambil mengoles kening alana dengan minyak aromatherapi dan mengoles tipis pada hidung alana.
Sepuluh menit kemudian dokter datang dan memeriksa keadaan alana, hanya butuh lima menit dokter selesai dengan pemeriksaannya.
''Nona alana hanya kecapean dan tensi darahnya rendah, apa nona alana beraktifitas penuh sebelum pingsan?? ''
''Iya dokter, kakak saya baru tiba dan langsng jalan jalan keluar rumah. ''
jawab galu dan dokter tersenyum.
''Biarkan nona alana istirahat, besok dia akan pulih kembali, saat sadar tolong berilkan vitamin dan ini obat penambah darahnya. ''
ucap dokter sambil memberikan obat pada galuh dan dokter pamit, galuh mengantarkan sampai ke depan rumah.
Ibu rani menangis meliht alana tak sadarkan diri dan hatinya terasa hancur melihat nya.
''Sudah bu, kak alana baik baik ajah dan sebentar lagi pasti sadar, jangan nangis yah. ''
ucap galuh yang menghampiri ibunya dan duduk di samping alana tertidur.
''Kamu jaga kakak kamu yah, ibu mau buatkan makanan untuk kakak kamu dulu dan buat kita juga, biar bisa makan disini saat alana sadar. ''
ucap ibu rani dan galuh mengiyakannya, karena galuh ingin ibunya lebih tenang dan mengikuti keinginnnya.
Galuh dengan setia menunggu kakaknya sadar dengan menggenggam tangan alana yang terlihat lebih keil, karena tubuh alana saat ini lebih langsing.
Satu jam kemudian alana membuka matanya dan melihat sekitarnya, teguh tersenyum saat melihat alana sadar dan bersamaan dengan ibunya yang membawa makanan dengan troli makanan di bantu mba mus.
''Kakak minum dulu yah. ''
ucap galuh sambil membantu kakaknya duduk dan bersandar lalu memberikannya minum.
''Makan dulu yah sayang, ibu masakin makanan spesial buat kita bertiga dan bukan koki yang memasaknya, mau yah sayang?? ''
__ADS_1
''Mau banget ibu, alana laper banget soalnya. ''
''Giliran di bilang makanan langsung semangat. ''
ucap galuh sambil mengacak rambut kakaknya dan membuat alana cemberut.
Alana di bantu galuh menuju sofa di kamarnya alana, karena ibu dan mba mus menata makanan di meja.
''Kenapa makan disini ibu?? ''
ucap alana yang heran karena ibunya menata di meja di dalam kamar alana dan bukan di meja makan.
''Sengaja sayang, ibu mau nostalgia saat dulu makan di kursi dan bukan di kursi meja makan. ''
''Udah kita makan sekarang, perut galuh udah laper banget soalnya. ''
ucap galuh menengahi agar ibunya tidak melanjutkan ceritanya.
Semua langsung makan dan alana tersenyum karena makanannya yang di sajikan adalah makanan kesukaan alana saat di desa dulu.
''Galuh mau memberitahukan kalau kemarin ada orang suruhan orang tua ayah jordi ke kantor dan meminta kita ke rumah sakit karena omah ajeng saat ini sedang di rawat dan ingin bertemu dengan kita bertiga, terutama alana, dia memanggil manggil nama alana, gimana ibu, apa ibu bersedia dan mengijinkan?? ''
ucap galuh dan membuat ibu rani menghembuskan nafasnya dan bingung harus bagaimana.
''Walau bagaimana pun, mereka adalah orang tua dari mendiang ayah kalian berdua, gak akan bisa di hapu dan darah mereka sangat kental dengan kalian berdua, biarlah semua masa lalu menjadi debu untuk kita, yang terpenting saat ini kita sudah hidup lebih baik, datanglah kalian ke rumah sakit, temui omah kalian yah, nanti ibu antarkan kalian. ''
ucap ibu rani dan kedua anaknya setuju.
''Besok alana mau ke cafe, kasihan meta sama asti bu, mereka pasti menunggu loh. ''
''Galuh juga besok ada meeting juga, jadi bagusnya bagaimana?? ''
Ibu rani berfikir sejenak dan harus bagaimana.
''Yasudah kita ke rumah sakit sore ajah sekitar jam empat, kita berangkat bersama dari rumah yah, galuh kamu selesaikan kerjaan kamu yah dan kamu juga alana, selesaikan urusan dengan meta dan asti, ibu akan menunggu di rumah sampai kalian datang. ''
ucap ibu rani dan kedua anaknya setuju.
''Tunggu sebentar, kakak emang udah pulih gitu dan emang galuh ijinkan kakak menemui teman kakak. ''
ucap galuh dan alana langsung cemberut.
''Kakak udah pulih loh, lagian kakak gak sakit parah, masa harus istirahat, kemarin kakak belum makan ketambah di australia kakak gak bisa tidur, makanya pusing kepala dan gak tau gimana lagi kejadiannya. ''
''Udah galuh, ijinkan kakak kamu pergi, kasihan meta sama asti juga kan pasti menunggunya besok. ''
ucap ibu rani dan dengan terpaksa galuh ijinkan dan galuh juga sedikit lega karena kemanapun alana pergi ada pengawal yang menjaganya tanpa sepengetahuan kakaknya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
................................