Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu


__ADS_3

''Alana......''


ucap seorang laki laki dan membuat alana, meta dan juga asti berbalik ke asal suara.


Alana langsung menghembuskan nafasnya kasar, karena laki laki yang memanggilnya bukan yang di harapkan.


''Mau apa sih tuan riyan kesini dan dia tau dari mana cafe ini buka lagi. ''


gumam alana dalam hatinya dengan nada kesal, asti dan meta hanya diam dan tidak ikut berbicara.


''Boleh saya ikut duduk dengan kalian disini?? ''


ucap riyan dan alana menganggukan kepalanya, alana juga memberi kode pada meta dan asti untuk tetap duduk menemaninya.


''Saya sebenarnya gak sengaja lewat loh dan kaget saat melihat cafe arla berubah jadi smile cafe, smile cafe kan punya kamu yah, apa kamu membelinya dari om teguh atau gimana?? ''


ucap riyan dan alana malas sekali menjawabnya, sakit hati dahulu masih terasa saat riyan menjadikannya budak dan riyan membuat istirahat alana dahulu sangat terganggu.


''Mas teguh memberikannya kepada saya tuan riyan dan saya memang mau membelinya, tapi mas teguh menolaknya dan lebih memilih memberikannya kepada saya. ''


jawab alana dengan nada juteknya.


''Bisa gak jangan panggil saya tuan, saya bukan tuan kamu alana. ''


ucap riyan dan alana kembali menghembuskan nafasnya.


''Sekarang anda sudah melihatkan cafe ini, silahkan menikmatinya dan saya permisi. ''


ucap alana dan langsung beranjak, namun saat alana akan meninggalkan meja cafe, riyan kembali memanggil alana


''Alana tunggu, maafkan saya karena membuat kamu marah dan maafkan kesalahan ibu saya yang membuat keluarga kamu sengsara, semua sudah berlalu alana dan maafkan saya juga keluarga saya. ''


ucap riyan dan alana kembali berbalik menghampiri riyan.


''Emang semua itu sudah masa lalu, saya dan keluarga saya sudah memaafkan kalian, tapi maaf kalau saya gak bisa mengakrabkan diri saya ke kamu tuan riyan, permisi karena suami saya sudah menunggu, selamat menikmati hidangan di cafe ini. ''


ucap alana sambil pergi dari hadapan riyan, meta dan asti pun mengikutinya dari belakang.


Alana langsung menuju parkiran dan duduk di sisi parkiran.


''Lana, aku tau masalah dan cerita masa lalu kamu, sabar yah alana, karena semua sudah takdirnya tuhan dan kita hanya bisa menerimanya. ''


ucap meta saat menghampiri alana dan alana hanya menganggukan kepalanya.


''Kalian mau ke cafe pusat atau mau ikut aku ke rumah ibu kost?? ''


tanya alana dan kedua temannya memilih kembali ke cafe.


''Lana kita malu kalau harus ke rumah ibu kost, dia sekarang mamah mertua kamu dan itu membuat kita jadi malu deh, kita memilih kembali ke cafe ajah yah, takut ada karyawan yang mangkir. ''


ucap asti dan meta langsung mengangguk menyetujuinya.


''Yasudah aku mau ke rumah mertuaku dulu yah, tolong ambilkan pesanan aku dong, udah di bayar kok. ''


ucap alana dan meta langsung masuk kedalam cafe dan membawa pesanan alana.

__ADS_1


''Kamu naik apa ke rumah mertua kamu, mau aku antarkan gak ke sana?? ''


ucap asti dan alana menolaknya.


''Aku mau mengenang masa lalu saat aku hidup di kosan, jalan kaki menuju pulang kosan dan pergi ke cafe. ''


ucap alana dan membuat asti tersentak.


''Lana kamu lagi mimpi yah, kamu style rapih pake hills dan kamu mau jalan kaki, nanti kaki kamu sakit loh alana, udahlah aku antar pakai motor yah. ''


ucap asti dan alana mengangguk setuju.


''Gitu dong nurut, maaf gak pakai mobil anterinnya, aku gak bisa menggunakan mobil. ''


ucap asti kembali dan alana langsung memukul lengan asti dan mereka tertawa bersama.


''Ini makanan pesanan kamu, sesuai dengan pesanan kamu di catatan pemesanan yah. ''


ucap meta yang menghampiri dan memberikan pesanan alana.


''Meta kamu tunggu dulu yah, aku mau antarkan ibu bos ke rumah mertuanya. ''


ucap asti dan meta mengangguk.


Alana pamit pada meta dan langsung naik ke motornya asti, asti langsung menjalankan motornya menuju rumah ibu kost.


Lima menit kemudian motor sampai dan alana langsung turun, saat alana mengajak asti untuk mampir, asti menolak karena kasihan pada meta yang sedang menunggunya, ahirnya alana mengijinkan asti untuk pergi.


Alana langsung membuka gerbang dan masuk, pintu rumah terbuka dan artinya mamah mertuanya sedang ada di rumah.


''Mamah apa kabar?? ''


ucap alana sambil mencium tangan mamah mertuanya.


''Mamah baik sayang, kamu bagaimana kabarnya?? ''


jawab mamah mertuanya alana dan alana tersenyum.


''Alana juga baik mamah, kok pintu terbuka memangnya ada tamu yah?? ''


''Kan kamu mau datang, makanya mamah membuka pintunya dan menunggu kamu loh. ''


''Makasih mamah mau menunggu alana dan menyambutnya juga, pasti kak raihan yang memberitahukan ke mamah yah, kalau alana mau datang kesini??. ''


''Iya sayang, rey tadi pagi ngabarin mamah dan meminta mamah diam di rumah karena kamu mau datang kesini, kamu ada acara yah di cafe?? ''


''Oh iya sampai lupa, ini ada makanan kesukaan mamah, lana sengaja bawain buat mamah. ''


ucap alana sambil memberikan bungkusan untuk mamah mertuanya dan mamah mertuanya menerimanya dengan senang.


''Ayo duduk dulu yah, mamah buatkan minuman buat kamu dulu. ''


ucap mamahnya raihan sambil menerima bungkusan makanannya untuk di bawa ke dapur dan alana mengangguk lalu duduk di sofa.


''Kak raihan pulang jam berapa yah kesini?? ''

__ADS_1


gumam alana sambil mengeluarkan handphone nya dan mengirim pesan pada raihan.


''Kamu ada acara apa sayang di cafe?? ''


ucap mamah mertuanya alana saat menata minuman dan cemilan untuk alana di meja.


''Ada launching makanan terbaru dan ice cream roll variant terbaru mamah. ''


''Cafe kamu begitu ramai setiap harinya, anak anak sekolah pada banyak yang kesana, mereka rata rata memesan ice cream roll sama ice cream kotak kotak, mamah pernah di bawakan waktu itu sama anak kost dan rasanya enak sekali dan sekarang kamu bawakan ice cream nya, makasih yah sayang. ''


''Mamah bilang makasih terus, aku juga anak mamah kan dan gak usah bicara begitu. ''


''Sayang, kamu belum ada tanda tanda hamil?? ''


tanya mamahnya raihan dan alana tersentak kaget.


''Belum mamah, lagian lana baru selesai datang bulan kemarin dan belum di sentuh lagi kak raihan. ''


jawab alana dan mamah mertuanya tersenyum.


''Semoga secepatnya kamu hamil yah sayang, mamah pengen punya cucu. ''


''Doa kan yang terbaik ajah mamah, lana dan kak raihan juga sedang berusaha. ''


''Kamu kenapa manggil rey dengan sebutan kakak, di rubah dong biar terbiasa nantinya, masa manggilnya kaya ke kakak ajah. ''


''Udah terbiasa mamah, jadinya susah deh kalau di rubah, ibu sama omah juga suka komplen, tapi lana kan terbiasa manggil kakak. ''


ucap alana dan mamah mertuanya memakluminya.


''Kamu kalau lelah istirahat di kamar sana, kelihatan lelah sekali wajahnya loh sayang. ''


ucap mamah nya raihan sambil membelai kepala alana.


''Yaudah deh mamah, alana istirahat di kamar kak raihan yah, badan alana terasa lemas soalnya. ''


jawab alana dan mamahnya raihan mengangguk.


Alana langsung masuk kedalam kamar raihan dan merebahkan tubuhnya di ranjang milik raihan, tak lama alana pun menutup matanya dan terlelap ke alam mimpinya.


.


.


.



.


.


.


.

__ADS_1


..........................


__ADS_2