Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 41


__ADS_3

alana langsung menghubungi ibunya dan memberitahukan kalau dia ingin pulang dan meminta di jemput, ibunya alana begitu senang dengan keputusan alana, tak butuh waktu lama ibunya alana dan galuh datang dengan membawa mobil yang lebih besar untuk barang barang alana.


''Kamu mau bawa semua ini gak sayang?? ''


tanya ibu nya alana saat alana sedang mempacking baju bajunya.


''Kayanya gak deh, aku mau minta meta atau asti yang pindah ke kamat ini dan barang barang aku kasih mereka ajah, aku mau bawa pakaian ajah semuanya. ''


jawab alana dan ibunya mengangguk dan mengikuti kemauan alana.


''Lebih baik ibu pulang duluan yan, aku pulangnya besok ajah, gak apa apa kan?? ''


ucap alana saat pakaian semua sudah di rapihkan.


Ibunya alana terdiam dan berfikir terlebih dahulu, alana butuh waktu untuk berpamitan pada teman temannya dan ahirnya mengijinkan alana untuk menginap satu malam di kosannya.


''Makasih ibu, besok pagi jemput alana kesini yah. ''


''Baiklah, ibu besok suruh supir jemput kesini, yaudah ibu sama galuh pulang yah sayang. ''


''Iya ibu, hati hati yah dan besok jam sembilan jemputnya yah kesini. ''


Ibu rani dan galuh pulang dengan membawa pakaian alana dan barang barang alana, sedangkan alana tinggal semalam untuk berpamitan pada teman temannya.


Alana menunggu asti, meta dan mba rani datang, hingga pukul sebelas malam mereka bertiga tiba dan alana langsung keluar kamarnya.


''Kita makan makan yab di kamar aku, aku udah belikan makan malam dn sekalian mau pamitan juga. ''


ucap alana dan membuat ketiga temannya kaget dan langsung menghampiri.


''Kamu kok pamit, emangnya kamu mau kemana alana?? '' ucap meta.


''Iya benar, emang kamu dapat kerjaan baru?? '' ucap mba rani.


''Stop pertanyaannya, pokonya besok pagi aku mau pamit yah, aku janji gak akan melupakan kalian kok. ''


jawab alana dan ketiga temannya langsung memeluk alana dengan erat.


Mereka berempat langsung masuk dan melihat makanan sudan tersaji dan langsung memakannya.


''Terimakasih untuk beberapa bulan ini, aku di jaga, di sayangi, di lindungi sama kalian bertiga, aku janji kalau sukses pasti gak akan lupa dengan kalian semua dan ini barang barang silahkan untuk kalian, bebas mau ambil yang mana. ''


ucap alana dan semuanya hanya diam karena mereka akan kesepian tanpa alana di kosan, karena alana lah semua jadi kompak dan kosan menjadi hangat.


''Kita maunya kamu jangan pergi alana dan tetap disini yah alana, cari kerja susah loh sekarang. ''


ucap meta dan alana hanya tersenyum.


''Aku mau sekolah lagi kayanya, biar ilmu memasak aku tuh lebih hebat. ''


ucap alana dan temannya hanya bisa mengangguk dan menyetujui keputusan alana.


''Besok pagi aku akan pergi, kalian bertiga menginap disini yah, tidur berempat. ''


ucap alana dengan nada memohon, ketiga temannya saling pandang dan tak lama memganggukan kepalanya tanda setuju.


Alana berdiri dan mengeluarkan amplop dari dalam lemari pakaiannya, isinya uang sisa sisa alana di kosan, alana memberikan pada ketiga temannya sebagai hadiah, karena saat ini alana mungkin sudah lebih dari cukup uang yang dimilikinya.

__ADS_1


''Bukannya aku meremehkan kalian bertiga, bukan juga menghina penghasilan kalian, ini hadiah terahir dari aku untuk kalian, ini adalah uang tabungan aku selama di kosan dan uang ini aku kasih ke kalian bertiga, bagi rata yah dan harus di terima, maaf gak bisa kasih barang untuk hadiahnya, ini dadakan keputusannya. ''


ucap alana dan ketiga temannya langsung memeluk kembali alana dan alana membalas pelukannya.


''Makasih alana, kami malahan jadi gak enak, karena kamu memberikan uang tabungan kamu untuk kita bertiga, semoga kamu bahagia dengan kehidupan baru kamu yah dan jangan lupakan kami terus tetap kontek yah lewat handphone. ''


ucap meta dan alana hanya menganggukan kepalanya.


Setelah selesai melow melownya, alana merapihkan piringnya dan mencucinya juga, alana gabung dan ikut merebahkan tubuhnya dengan ketiga temannya.


Pagi hari menjelang.....


tepat pukul delapan pagi semua bangun dan alana langsung ke kamar mandi untuk menggosok giginya dan mencuci muka, alana lupa tidak menyisakan pakaiannya dan alana pun memakai pakaiannya kembali.


''Lana di luar ada sopir nanyain kamu, katanya mau jemput kamu untuk pulang. ''


ucap asti saat alana keluar kamar mandi dan alana melihat ke jendela, ternyata sopir ibunya sudah menjemputnya.


''Aku pamit dulu ke ibu kost dan kamar ini mau di isi siapa?? ''


ucap alana.


''Aku yang akan pindah alana kesini. ''


ucap meta dan alana mengangguk senang.


''Semua barang barang buat kamu meta, pakai yah dan jaga baik baik. ''


ucap alana dan meta mengangguk, tanpa mereka tahu ibu kost menghampiri dan kaget melihat alana sedang berpelukan.


''Kalian kenapa berpelukan, seperti mau berpisah. ''


''Untung ibu kesini, jadinya alana gak usah ke rumah ibu deh. ''


ucap alana dan membuat ibu kost mengerutkan dahinya.


''Maksunya apa alana, ibu gak ngerti loh. ''


''alana mau pamit dan gak kost disini lagi bu, terimakasih untuk semua kebaikan yang pernah ibu kasih ke alana dan alana gak akan melupakan ibu. ''


''Kok mendadak sekali alana, memangnya kamu mau kemana?? ''


''alana mau meneruskan sekolah memasak ibu dan alana akan pulang ke rumah orang tua alana. ''


''Sayang sekali deh, kosan sepi lagi kalau gak ada kamu disini, ibu hanya memberikan doa terbaik untuk kamu, semoga sukses dengan cita cita kamu dan jangan melupakan ibu yah, sering sering main kesini. ''


''Iya ibu terimakasih untuk doanya, alana pamit ibu dan kalian semua nya alana pamit yah. ''


ucap alana sambil melangkahkan kakinya menuju mobil yang sudah di buka oleh supirnya, semua yang di kosan melambaikan tangannya sampai mobil tak terlihat.


Di dalam mobil saat ini alana hanya diam dan terus menangis.


''Selamat tinggak semuanya, terimakasih karena selama beberapa bulan ini menerima baik aku di kota daerah ini, aku gak akan melupakan kalian semua. ''


gumam alana sambil menatap jalanan di belakangka dan dua puluh menit kemudian mobil yang di tumpangi alana sampai di kediaman prayoga, dengan segala kemewahannya.


Alana tersenyum saat ibunya sedang menunggu di teras depan rumahnya, alana langsung lari dan memeluk ibunya dengan erat.

__ADS_1


''Ayo masuk sayang, kita makan bersama yah, kasihan galuh nungguin di dalam. ''


ucap ibu nya alana saat alana memeluknya.


Alana masuk di gandeng oleh ibunya dan duduk di hadapan galuh, sarapan pagi pun di mulai dan mereka bertiga fokus dengan makanannya tanpa ada obrolan.


Sepuluh menit kemudian sarapan selesai dan alana langsung mengutarakan keinginannya.


''Ibu kalau alana meminta lanjut sekolah memasak boleh gak?? ''


ucap alana dan ibu rani langsung senang mendengarnya.


''Boleh sayang, ibu bahkan senang sekali karena ahirnya kamu mau melanjutkan sekolah kamu. ''


''Emang kakak mau sekolah memasak dimana?? ''


ucap galuh bertanya karena keputusan kakaknya begitu mendadak.


''Mau sekolah di luar negeri ajah, biar fokus dengan sekolahnya. ''


jawab alana dan membuat ibunya kaget dan menatap alana.


''Kakak mau melupakan masalah di negara ini yah dan melupakan nya dengan sekolah jauh dari sini, benar kan kak?? ''


''Benar galuh. ''


ibu rani menatap alana dan ibu rani pun mengijinkan alana untuk kuliah di luar negeri.


''Ibu akan menyiapkan semua aksesnya, kamu akan secepatnya melanjutkan study kamu sayang, ibu hanya meminta kamu pulang dengan prestasi kamu dan jangan buat keluarga prayoga malu, di luar sana kamu akan di kenalkan sebagai nona muda prayoga. ''


''Kalau gak bawa nama prayoga, boleh gak??


''Gak bisa sayang, di luaraan sana sangat bahaya tanpa nama prayoga, kamu akan jauh dari ibu dan galuh, kecuali kalau kamu mau sekolah disini, baru gelar nona muda prayoga nya di hapus. ''


Alana terdiam sejenak dan alana pun ahirnya menyetujui kemauan ibunya dan ibu nya langsung meminta asistennya untuk mengurus seluruh dokumennya.


Alana akan bersekolah memasaknya di negara kanguru australia.


Dengan kemampuan nama keluarga prayoga, semua akses terbuka lebar untuk alana, alana juga siswi yang cerdas dan nilainya juga sangat memuaskan, sehingga semua nya berjalan lancar.


Tiba hari keberangkatan alana......


''Semua pasilitas sudah di siapkan disana dan kamu gak usah bawa pakaian yah, willi akan ikut dengan kamu ke australia, karena willi yang akan mengurus semuanya, kalau sudah aman baru kamu di lepas sendiri dan disana sudah ada asisten rumah tangga yang akan mendampingi kamu, maaf karena ibu gak bisa antarkan kamu yah, tapi ibu janji akan sesering mungkin mengunjungi kamu. ''


ucap ibu rani saat mengantarkan ke bandara dan galuh menatap terus kakaknya.


Galuh langsung memeluk erat tubuh kakaknya, biasanya mereka tak akan terpisahkan, galuh harus merelakan kakaknya melanjutkan cita citanya demi masa depan kakaknya.


''Jangan cengeng kamu, ingat jagain ibu yah dan begitu kakak pulang, kakak ingin kamu sudah berubah dan menjadi seorang pebisnis sukses seperti mendiang ayah jordi dan kakek parayoga. ''


ucap alana dan galuh mengangguk.


Alana langsung berjalan di ikuti willi menuju jet pribadi keluarga prayoga.


.


__ADS_1


.


. ................


__ADS_2