Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 83


__ADS_3

Alana saat ini telah selesai dengan riasannya, alana begitu cantik dengan riasana sederhananya, triyan dan kekasihnya langsung masuk ke kamar alana untuk membawa alana segera ke pelaminan, karena saat ini pengantin laki laki dengan keluarganya sudah sampai dan sedang menunggu alana.


Raihan begitu gagah dengan jas putih di tubuhnya, alana sudah sampai di samping raihan dan langsung duduk,


Galuh bersiap dengan menjabat tangan raihan sebagai wali nikah alana, alana hanya diam dan di hatinya berdoa agar raihan dan galuh lancar dalam melafalkan akadnya.


Dengan satu kali tarikan nafas raihan telah selesai melafalkan akad dan saksi berucap kata SAH, alana langsung bernafas lega dan raihan tersenyum untuk semuanya, setelah selesai menandatangani surat suratnya, alana dan raihan langsung ke acara sungkeman kepada orang tua nya.


Alana tak henti hentinya menangis dan membuat raihan sedikit khawatir, setelah serangkaian adat di selesaikan alana dan raihan langsung menuju kamar ganti, untuk mengganti pakaiannya menuju resepsi.


''Kamu baik baik ajah kan sayang?? ''


tanya raihan saat menghampiri alana yang sedang duduk dan membuka mahkota di kepalanya.


''Emang lana terlihat gak baik gitu. ''


jawab alana dan raihan langsung duduk bersimpuh menghadap ke alana.


''Kamu nangis terus di acara tadi, kakak fikir kamu sedang ada masalah. ''


''Lana hanya sedih ajah kak, di hari penting buat hidup lana, ayah gak ada dan tadi pas galuh menjadi wali, lana melihat ayah di wajah galuh. ''


''Sayang, ayah kita pasti bahagia jauh disana, doakan sajah biar ayah kita tenang di sisinya, kakak juga sama sedih, karena papah tidak bisa menghadiri acara penting kakak, tapi untuk apa kita sedih karena papah dan ayah kamu pasti bahagia dengan kebahagiaan kita, mereka akan sedih kalau melihat kita menangis. ''


ucap raihan dan alana langsung memeluk raihan dan raihan mengusap kepala alana dengan penuh kasih sayang.


''Udah jangan nangis yah, sebentar lagi akan ada perias yang akan merias wajah kamu untuk acara intinya, kalau menangis nanti wajah kamu jadi jelek. ''


ucap raihan sambil melepas pelukan alana dan mencium kening alana.


Dua perias masuk dengan membawa gaun pesta untuk alana dan alat alat untuk merias wajah alana, raihan langsung mengganti pakaiannya dan alana langsung di rias.



Alana riasannya begitu sederhana tapi tetap cantik, alana memang meminta perias untuk tidak merias terlalu over.


Satu jam kemudian raihan menggandeng alana menuju pelaminan untuk menerima ucapan bahagia dari undangan yang hadir.


Raihan dan alana terus tersenyum sepanjang menerima ucapan selamat, alana tersentak saat melihat teguh datang dengan istrinya dan dia juga menghampiri alana dan raihan.


''Selamat untuk pernikahannya alana, semoga kalian bahagia selalu dan menua bersama. ''

__ADS_1


ucap teguh dan di aminkan oleh raihan dan alana.


Tepat pukul empat sore acara resepsi selesai, raihan dan alana langsung menuju kamar bersiap untuk berangkat berbulan madu, galuh dan triyan sudah siap dan akan segera menuju bandara.


''Kak, kita mau bulan madu kan, tapi kenapa kak triyan sama galuh malah ikut. ''


ucap alana cemberut saat mengganti pakaiannya dan raihan tersenyum.


''Mereka akan bekerja selama disana sayang, udah cepetan ganti pakaiannya dan gak usah packing yah, karena pakaian kita sudah di pesawat. ''


ucap raihan dan alana pun mengangguk.


Setelah selesai mengganti pakaian nya, alana dan raihan segera menuju lobi hotel karena semua keluarga sudah menunggu dan akan mengantarkan mereka menuju bandara.


Selama di perjalanan menuju bandara alana terus menggandeng lengan raihan, mereka hanya berdua dan supir yang mengemudikan mobilnya.


''Kamu bahagia gak sayang??, saat ini kita sudah SAH di mata hukum dan agama, kakak sekarang memiliki kamu seutuhnya dan kamu hanya milik kakak. ''


ucap raihan sambil mengusap kepala alana karena alana bersandar di bahunya.


''Lana juga senang karena sudah SAH menikah dengan kakak, makasih kak. ''


''Makasih, kenapa bilang makasih kan emang kita harusnya menikah, itu tandanya kita berjodoh walaupun dengan persiapan yang sangat singkat, tapi semua berjalan dengan lancar. ''


''Kak, opah dan omah meminta kita untuk tinggal di rumah utama loh, gimana kakak mau gak?? ''


''Mamah juga menyuruh kita tinggal di rumah mamah, kakak jadi bingung harus bagaimana. ''


''Gimana kalau kita tinggal di rumah sendiri sajah kak, kita beli rumah ajah yang gak jauh dari rumah mamah dan rumah opah, gimana?? ''


''Boleh deh, nanti kakak akan mencari rumah nya yah untuk kita tempati, kalau ibu bagaimana, apa ibu meminta kita tinggal di rumahnya?? ''


''Ibu gak banyak permintaan kak, ibu cuma mau kalau aku sama kakak tinggal di rumah utama, karena kak triyan akan pindah ke rumah kedua milik opah, sekalian kita bisa menjaga opah dan omah juga dan rumah utama jadi milik kita nantinya, opah dan omah memberikannya untuk kita berdua tempati. ''


Ucap alana dan raihan terdiam dan memikirkan sesuatu.


''Gimana kalau kita tinggal di rumah opah dan omah sajah, kakak yakin kalau kita beli rumah nantinya gak akan terpakai, opah kan keras dengan semua titahnya dan mau tidak mau kita harus menurutinya, kalau ke rumah mamah paling kita sesekali menginap, lagian cafe kamu dekat dengan rumah mamah kan, jadi kalau kamu ke cafe bisa sekalian bertemu mamah. ''


ucap raihan dan alana mengangguk.


Mobil yang di tumpangi raihan dan alana ahirnya sampai di bandara, alana begitu keluar dari mobil langsung menggandeng lengan raihan dan berjalan beriringan menghampiri keluarga yang sudah menunggu.

__ADS_1


''Ingat alana, kamu jangan membuat suami kamu kesusahan dengan tingkah manja kamu yah, nurut semua ucapan suami kamu di sana, galuh dan triyan gak akan mengganggu kalian, mereka nantinya pisah di bandara dengan kalian. ''


ucap opah noto dan alana mengangguk.


Setelah berpamitan dengan semua keluarga, alana, raihan, galuh dan triyan langsung menuju jet pribadi yang sudah di siapkan oleh opah noto.


Alana langsung masuk kedalam kamar pribadi di dalam jet pribadi dan merebahkan tubuhnya yang begitu lelah, sedangkan raihan masih mengobrol dengan triyan dan juga galuh.


''Rey, kamu jangan macam macam di pesawat selama kita mengudara, nanti pesawanya oleh kalau kamu bertingkah. ''


ucap triyan dan raihan langsung tersenyum.


''Aneh banget ucapannya, saya juga gak akan berbuat macam macam di pesawat, nanti ajah setelah sampai di tujuan, lagian kasihan alana pasti lelah seharian berdiri di pelaminan. ''


jawab raihan sambil meminum jus yang di sediakan.


''Opah itu aneh sekali kak triyan, udah tahu alana dan kak raihan itu bulan madu kan, kenapa kita di berikan tugas meeting dan sekalian menjaga alana, galuh kan pengen istirahat bukan malah kerja. ''


ucap galuh dan triyan juga raihan tersenyum.


''Kamu tahu galuh nanti kita hanya satu hari meetingnya dan selebihnya kita jalan jalan ajah, semua fasilitas sudah opah berikan ke kita, kamu jangan mengeluh yah kita nikmatin ajah. ''


ucap triyan dan galuh mengangguk.


.


.


.



.


.


.


.


............................

__ADS_1


__ADS_2