
Setelah berjam jam mengudara akhirnya pesawat mendarat dengan selamat di negara ISTANBUL TURKI, tepatnya di ISTANBUL GRAND AIRPORT.
Alana sepanjang perjalana hanya tidur di kamar di dalam jet pribadi, sedangkan raihan, galuh dan triyan tertidur di tengah pesawat.
''Kak kenapa gak menemani aku tidur di dalam kamar, malah tidur barengan kak triyan dan galuh. ''
ucap alana saat raihan menggandeng bunga menuju keluar bandara.
''Kamu ajah terlalu nyenyak tidurnya, kakak tidur sama kamu dan tidur di luar saat tiga jam mau mendarat. ''
jawab raihan dan alana hanya tersenyum.
Dua mobil yang di siapkan opah noto untuk menjemput sudah siap, satu mobil membawa alana dan raihan menuju vila dan satu mobil membawa galuh dan triyan menuju hotel tempat acara meeting berlangsung lusa.
Alana langsung pamit pada triyan dan galuh lalu raihan menyusulnya masuk kedalam mobil setelah pamit juga pada galuh dan triyan.
Saat ini waktu di istanbul masuk sore hari dan hanya dua puluh menit perjalanan, mobil sudah sampai di sebuah villa yang indah dan luas.
''Villa nya bagus sekali yah dan pas banget deh sampai kesini sudah sore dan bisa merebahkan tubuh aku yang kaku kak. ''
ucap alana saat keluar dari mobil dan menghampiri raihan yang sedang mengeluarkan koper dari dalam bagasi.
''Kamu tuh selama perjalanan hanya tidur di kasur empuk, masa kaku sih. ''
jawab raihan sambil tersenyum.
''Beda kak mpuk di kasur di dalam kamar sama di dalam pesawat, tetap ajah gak sepulas di kamar. ''
''Udah jangan protes lagi, kita masuk yah sayang. ''
ucap raihan dan alana mengangguk lalu mengikuti raihan masuk kedalam villa.
Supir telah pergi kembali setelah raihan dan alana masuk kedalam villa.
''Berarti yang akan masak dan menyiapkan makanan kita itu adalah aku, lihat villa segede ini hanya ada kita berdua kak. ''
ucap alana memasuki villa dan raihan mengacak rambut alana karena alana menggemaskan baginya.
''Nanti kakak bantu yah sayang. ''
jawab raihan dan alana langsung tersenyum.
''Lebih baik sekarang kita membersihkan tubuh dan memasak makanan untuk makan malam yah. ''
ucap raihan kembali dan alana mengangguk dan mengikuti raihan menuju kamar.
''Kamarnya luas sekali dan mewah, selera opah kamu memang tinggi sekali. ''
ucap raihan saat membuka pintu kamar utama dan masuk di ikuti oleh alana.
''Karena opah tahu kalau aku dan kakak tidurnya berdua jadi di siapkan kamar yang besar dan mewah. ''
ucap alana dan raihan tersenyum.
''Yaudah lana mau mandi yah dan mau menyiapkan makan malam untuk kita berdua. ''
ucap alana kembali dan raihan mengangguk.
Alana langsung masuk kedalam kamar mandi dan raihan merapihkan pakaiannya ke lemari karena mereka akan tinggal satu minggu di negara ini.
Tiga puluh menit kemudian alana selesai mandi dan sudah memakai pakaian santainya, raihan langsung giliran mandi dan alana langsung menuju dapur untuk memasak.
Alana membuat masakan dengan bahan yang sudah tersedia dan bahan tersedia begitu kumplit dan banyak sekali.
''Opah memang hebat, menyiapkan semua untuk satu minggu biar aku di kurung di villa ini dengan kak raihan. ''
__ADS_1
ucap alana saat mengeluarkan bahan masakannya.
Di kamar saat ini raihan selesai mandi dan memakai pakaiannya, raihan mengabari keluarga di tanah air dengan mengirim pesan karena pasti saat ini keluarga sedang istirahat tidur, perbedaan waktu lima jam lebih cepat dari istanbul.
''Wangi banget masakannya alana. ''
ucap raihan saat mencium wangi masakan.
Raihan langsung menghampiri alana ke dapur dan memeluk tubuh alana.
''Kak jangan gini dong geli tau. ''
ucap alana saat raihan memeluknya dari belakang dan mencium punggung alana.
''Biarin ajah kan jadinya romantis, kakak menemani kamu masak kan. ''
''Bukan menemani tapi kakak mengganggu aku masak, udah sana duduk ajah. ''
''Oke baiklah, suami kamu ini mau duduk ajah. ''
ucap raihan sambil mencium pipi alana dan alana hanya tersenyum dengan tingkah suaminya itu.
Alana menata makanan yang sudah selesai di pasaknya, alana juga membuat jus untuk minumnya dan menyiapkan air minumnya.
Alana dan raihan langsung makan dan raihan begitu lahap dengan makannya karena makanan yang di buat alana begitu enak dan terasa pas di lidahnya.
Setelah selesai makannya raihan langsung mencuci semua piring yang kotor dan alana sedang membuat cemilan untuk di makan berdua dengan raihan.
''Senang banget kita menikah dan hidup berdua, kenapa gak dari dulu kita bertemu dan menikah. ''
ucap raihan dan alana hanya tersenyum.
''Karena semua belum takdirnya kak, ayo cepat cucinya kak kita makan cemilan manis yang lana buat spesial dengan cinta. ''
ucap alana sambil memeluk raihan yang sedang cuci piring dan raihan menikmatinya dan engga menolak perlakuan alana yang romantis menurut raihan.
Setelah selesai raihan langsung membawa alana menuju kamar karena raihan beralasan pinggangnya panas dan masih merasakan pusing di kepalanya, alana menurut dan mengikuti raihan ke kamar.
''Jangan menghubungi orang rumah yah, mereka pasti sedang istirahat. ''
ucap raihan dan alana mengangguk.
Raihan merasa alana sibuk dengan handphone nya dan raihan merebut handphone alana lalu menyimpannya di dalam lemari.
''Kamu itu mengabaikan suami kamu loh dan lebih memilih memainkan handphone nya. ''
''Kakak ko cemburu sama handphone, lucu sekali. ''
ucap alana sambil tertawa dan raihan langsung mencium alana dan alana kaget karena raihan tiba tiba menciumnya.
Raihan melepas ciumannya dan alana memukul lengan raihan karena kesal dengan serangan dadakan raihan.
''Kakak jahat sekali sih tiba tiba cium aku, kaget. ''
ucap alana dan raihan tersenyum.
''Yasudah kakak ijin yah sayang. ''
ucap raihan dan alana tersenyum lalu mengangguk.
Raihan mencium kembali bibir alana dan alana mendorong tubuh raihan agar melepaskan ciumannya, tapi raihan tetap menekan agar alana tidak melepaskannya.
raihan melepaskan ciumannya dan dia menatap alana, membelai wajah alana dan jarinya menyentuh bibir merah mudanya alana yang menggoda itu.
Setelah melihat alana tenang, raihan kembali menautkan kedua bibir mereka bersama, alana begitu menikmati sentuhan raihan, tidak puas dengan bibirnya alana, raihan perlahan lahan mulai berpindah mencium ke leher jenjang alana dan itu semakin membuat alana mendesah jelas, raihan juga mulai menyentuh gundukan padat milik alana.
Alana begitu menikmati setiap sentuhan raihan kepadanya, kini tangan raihan mulai membuka kancing piyama tidur alana, kini gundukan itu terpampang jelas dan raihan mulai menyentuhnya kembali dan memainkanya, betapa lembut dan halusnya kulit alana, kini alana juga tidak bisa diam dan ia meminta lebih dan membuat raihan senang.
Raihan melepas ciumannya dan menatap alana.
__ADS_1
''Sayang, kakak ingin membuatmu menjadi milik kakak seutuhnya. ''
ucap raihan sambil menatap alana.
''Lana juga menginginkannya kak. ''
''Jadi apa kamu mengijinkannya sayang?? ''
''Ya kak lana mengijinkannya. ''
ucap alana dan tanpa berkata lagi raihan kembali menyerang alana dengan sedikit agresif.
''Tunggu kak, apa itu akan muat yah?? ''
ucap alana saat raihan akan memulai penyatuannya karena milik raihan begitu membuat alana kaget.
''Kakak akan pelan melakukannya sayang, kamu tahan tahan yah, sakitnya hanya sesaat. ''
ucap raihan dan alana mengangguk.
Raihan memulai penyatuannya secara perlahan.
''Kakakk......''
ringis alana dan air matanya mulai keluar saat merasakan sakit untuk pertama kalinya.
Raihan mengecup kedua mata alana yang sedang meneteskan air matanya, setelah alana terlihat tenang, raihan kembali memainkannya, rasa sakit alana perlahan berubah menjadi rasa yang tidak bisa di ungkapkan, desahan demi desahan menggema di kamar itu dan mereka baru merasakan pertama kalinya, raihan terus memainkannya dengan cepat dan alana menikmatinya, punggung raihan penuh dengan luka cakaran kuku alana yang menahan sakit dengan mencakar punggung raihan, satu jam kemudian alana dan raihan mencapai puncaknya.
''Makasih sayang, kamu menjaganya dengan sangat baik dan semua sudah menjadi milik kakak. ''
ucap raihan sambil mencium kening alana dan alana menganggukan kepalanya.
Raihan langsung ambruk di samping tubuh alana, nafas mereka masih belum stabil dari sisa pertempuran percintaan mereka.
''Kakak sangat ahli sekali, jangan jangan kakak pernah melakukannya yah dengan wanita lain. ''
ucap alana sambil menghadap ke raihan dan raihan langsung mengecup bibirnya alana.
''Kamu itu ngaco, setiap laki laki pasti bisa melakukannya dan kakak gak perlu susah mempelajarinya, jaman sekarang banyak pelajarannya. ''
jawab raihan dan alana mengangguk.
''Pertemuan kedua dengan kakak waktu itu begitu menggelikan loh, suster itu naik di atas pangkuan kakak dan dia memberikan gunung kembarnya untuk kakak mainkan, lana masih ingat kakak menghisapnya dan lana langsung membuka pintunya karena itu rumah sakit bukan kamar hotel, lana kira kakak sedang mesum dan ternyata kakak di kasih obat penenang dan kakak gak sadar, lana makanya tertawa melihatnya. ''
''Kamu itu yah, kakak beneran gak merasakan apa apa saat itu dan kakak jatuh hati ke kamu melihat kamu tertawa dan tersenyum dalam satu hari, kakak merasa melihat kamu itu berbeda dari wanita lainnya. ''
''Ahh....kakak gombal deh. ''
''Fakta dan bukan gombal, lagian gombal ke istri sendiri itu gak dosa sayang. ''
jawab raihan sambil kembali memintanya pada alana dan alana hanya bisa pasrah dengan semua kelakuan raihan.
Mereka melakukannya terus dan terus hingga pagi hari dan membuat mereka berdua langsung tertidur pulas setelahnya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
..................