
Meta dan asti langsung menghampiri meja kasir karena alana sedang melayani pesanan pengunjung.
''Jangan bertanya dulu, kamu asti hubungi kasir sift dua dan suruh masuk sekarang. ''
ucap alana saat asti akan berbicara dan asti langsung mencari kasir sift dua.
''Aku yang gantiin jadi kasirnya, kamu pasti mau menghubungi seseorang kan alana. ''
ucap meta dan alana memberikan alat kasir pada meta dan dia langsung menghubungi willi untuk datang ke cafe secepatnya.
''Kenapa kamu memperkerjakan kasir lelet sih meta, pusing aku melihat kerjanya sangat lamban. ''
ucap alana saat setelah menelphone willi.
''Itu pak willi yang wewenang, aku disini cuma melakukan tugas aku ajah, memberi arahan setiap pekerjaan dan kadang aku suka ikutan di kasir juga, lagian aku kerja disini, kasir sudah ada loh alana, makanya aku ikut ajah alur pekerjaan disini, yang punya wewenang yah pak willi kan alana. ''
jawab meta dan alana langsung menepuk jidatnya.
''Mulai sekarang masalah kerjaan, masalah posisi yang kerja, itu urusan kamu sama asti, mas willi hanya menggantikan aku sementara, dia gak ada hak nya dan itu hak kamu dan asti loh meta. ''
''Yah maaf alana, aku kan baru tiga hari kerja disini, aku kira aku bawahannya pak willi. ''
''Gak, sekarang kamu dan asti orang terpenting di cafe setelah aku, kamu punya wewenang membenarkan kinerja yang kerja di cafe ini, kamu berhak memerintah atau menukar pekerja di cafe ini, aku sudah bebaskan kerjaan itu mulai sekarang, kamu bisa mengerti kan meta dan aku akan mengawasi kasir itu. ''
ucap alana saat kasir sift meta datang dan meta memberikan kembali pada kasirnya.
Asti datang menghampiri alana dan meta dengan mengajak kasir sift kedua.
''Kamu lebih baik bantu pelayan ajah yah, sudah ada kasir sift dua yang gantikan kamu. ''
ucap meta dan kasir itu langsung menuju ke arah meja pelanggan.
Alana, meta dan asti berkumpul di meja kerja meta, alana terus memperhatikan kinerja kerja kasir sift asti.
''Cara kerja dia bagus dan cekatan, beda dengan kasirnya meta deh. ''
ucap alana dan kedua sahabatnya diam gak menjawab.
''Aku gak berani kan memindahkan dia alana, takut sama pak willi. ''
jawab meta dan alana menghembuskan nafasnya kesal.
''Ada gosip yah, kalau kasir sift meta itu dekat dengan pak willi, asalnya dia di bagian dapur cuci piring, terus pindah ke pelayan, terus pindah ke ruang vvip dan gak lama jadi kasir deh, sepertinya ada hubungan dengan pak willi makanya dengan mudah berpindah pindah. ''
ucap asti dan alana kaget mendengarnya.
''Kamu kata siapa asti?? ''
tanya alana karena dia baru mendengarnya.
''Banyak yang bilang dan kamu bisa menanyakan pada semua pegawai cafe ini, Semua sift aku gak ada yang suka ke kasir itu, namanya melan, dia penjilat katanya dan kerjanya lelet super, makanya kasir kalau dia yang jaga pasti mengantri panjang dan lihat kalau kasir yang sift aku, gak ada antrian terus dia ramah kepada siapapun, kalau si melan ke cowok ganteng baru ramah, dia pilihan pak willi. ''
ucap asti dan lagi lagi membuat alana kaget dan kesal.
''Aku gak mau ada yang membeda bedakan posisi, semua sama dan kayanya kita harus mengganti posisi dan harus mewajibkan semua pekerja merasakan di bagian semua kerjaannya, jadi muter kerjanya gak itu itu ajah, dulu saat aku kerja di cafe juga begitu soalnya, di bagi team dan semua harus merasakan kerjaannya dan semua wajib menguasai mesin kasir. ''
ucap alana dan kedua temannya mengangguk setuju.
__ADS_1
''Harus nambah karyawan gak kalau pakai team?? ''
tanya asti dan alana mengangguk.
''Nanti ada empat team jadinya, satu team ada tiga orang yang kerja, team satu di kasir dan ucapan selamat datang lalu memberikan menu makanan, team dua bagian pramusaji yang membawa makanan pesana ke meja lalu membersihkan kembali kalau tamu sudah selesai, team tiga bagian ruangan vvip dan khusus di vvip, memberikan menu, mencatat, memberikan pesanan dan membersihkan kembali bekasnya, kalau dapur jangan masuk team dan team empat membantu di area cafe ajah dan dua team ada di tengah cafe. ''
ucap alana menjelaskan semuanya dan kedua temannya setuju.
''Besok kita kumpulkan pagi pagi semua karyawan di area depan, kalau dapur jangan di panggil dan kita harus membuka lowongan pekerjaan tapi khusus cowok jangan cewek, disini banyak cewek yang kerja dan cowok cuma di dapur ajah. ''
ucap alana dengan menuliskan team nya.
''Gimana kalau kita buka lowongan pekerjaan dulu alana, kalau sudah ada cowok yang kerja, baru deh kita kumpulkan dan kita baru buat team nya, kalau kita kumpulkan mereka sekarang, team nya kurang loh. ''
ucap asti dan alana terdiam lalu berfikir.
''Oke lah, nunggu pelamar kerja dulu baru kita kumpulkan semua team, mesin kasir aku tambah satu yah?? ''
ucap alana dan kedua temannya setuju.
''Berarti mas willi sangat tidak adil pada karyawan yah, aku adukan ke galuh ajah, biar di pecat sekalian. ''
ucap kesal alana dan langsung menatap ke arah pintu masuk karena willi sudah datang.
Alana langsung pamit pada kedua temannya dan membawa willi ke dalam ruangannya.
''Kamu tau mas willi apa kesalahan kamu dan kenapa aku manggil mas willi kemari?? ''
tanya alana saat willi masuk ke ruangan mengikuti alana.
''Saya kurang tahu nona, silahkan jelaskan apa kesalahan saya disini, biar saya mengerti. ''
jawab willi dan masih menundukan wajahnya.
''Mas willi banyak melakukan kesalahan loh, mas willi ada hubungan apa sama melan, apa yang melan kasih ke kamu mas willi, jawab jujur atau gak aku adukan ke galuh kalau mas willi gak adil ke karyawan cafe aku selama aku gak ada. ''
ucap alana dan willi langsung diam karena alana mengetahuinya.
''Maafkan saya nona, saya memang salah dan saya mohon jangan adukan pada tuan muda, bahkan nyonya besar, saya mengaku kalau saya salah nona. ''
''Apa kesalahan kamu memangnya?? ''
Willi menarik nafas sebelum menceritakan semuanya, alana terus menatap tajam pada asisten adiknya ini.
''Saya kena rayuan wanita itu nona, laki laki ana yang gak tahan kalau di goda terus terusan dan saya luluh nona, dia meminta apapun saya kabulkan nona termasuk memindahkan nya dari dapur ke kasir, memang tidak langsung karena saya takut karyawan lain mengetabuinya nona, makanya saya tiga kali memindahkannya dan sekarang dia menetap di meja kasir. ''
''Kamu tahu gak mas willi, karena kebodohan kamu yah, antrian kasir jadi panjang loh di jaga sama si melan, sekarang di jaga sama yang lain gak antri dan biasa ajah, wajar sih paling ada dua atau tiga, mas willi tahu gak?? tadi sampai sepuluh orang yang antri di kasir, saya gak suka itu semua dan kalau kamu tertarik ke melan, nikahin dia jadikan istri kamu dan suruh diam di rumah layamin kamu ajah, jangan kerja dan bikin semua kacaw. ''
ucap alana kesal dan willi pangsung kaget.
''Gak mau nona, dia itu janda tapi perawan. ''
jawab willi cepat dan alana langsung kaget mendengarnya.
''Apa maksud kamu janda tapi perawan?? ''
''Maksudnya di status kan perawan tapi aslinya dia janda terus ada anak lagi satu. ''
__ADS_1
jawab willi sambil tertunduk dan gak berani menatap alana.
''Mas willi kamu yah, pekerja keluarga prayoga gak bisa di sogok dengan tubuh, sekarang mas wili membuktikan nya kalau mas willi kena sogokan, ini hanya usaha kecil loh, gimana kalau di perusahaan galuh atau ibu saya, jangan jangan mas willi kena rayu yah?? ''
ucap alana penuh selidik dan menatap tajam ke arah willi.
''Sumpah demi tuhan nona, hanya di cafe dan di perusahaan saya gak berani, saya mohon jangan adukan pada nyonya bedar dan tuam muda. ''
''Kalau saya gak mau gimana?? ''
''Yasudah saya pasrah nona, terserah anda ajah kalau begitu, tapi saya bersumpah ini terahir kalinya. ''
''Mas willi, saya mengampuni kamu sekarang dan ingat yah, sana cari istri biar gak ke goda dengan tubuh wanita manapun, jijik aku dengarnya juga, satu lagi yah tugas kamu mas willi, kirimkan hari ini mesin kasir yang lebih mudah dari yang di depan, bawa dua ajah kesini. ''
ucap alana dan willi langsung mengangguk patuh dan segera pamit untuk mencari mesin kasir.
Alana terdiam dan manatap total pemasukan dan penghasilan penjualan menu hari ini dan alana tersenyum senang, menu baru nya di sukai dan dominan di pesan hari ini.
''Oh iya live musik yah, aku buatkan besok paling karena hari ini kan mas willi nyari mesin kasir dulu. ''
ucap alana sambil berdiri dan keluar dari ruangannya.
Alana berjalan menghampiri meja asti dan meta sudah pulang terlebih dahulu, hanya ada asti dan sift dua lainnya saat ini.
Cafe tetap ramai walau hari sudah mulai petang, malah maju ke malam akan semakin ramai dan alana hanya memperhatikan pegawainya yang bekerja.
''Alana, aku sudah membuka loker khusus cowok yah dan palingan besok akan ada pelamar yang mengirim lamarannya. ''
ucap asti saat alana hanya menatap sekeliling cafe.
''Bagus, kerja kamu cepat juga ibu menejer. ''
jawab alana dan asti memanyunkan bibirnya.
''Jahat banget sih kamu alana, kenapa gak cerita ke aku sih dan aku dapat cerita dari meta. ''
''Itu kan sama ajah asti, mau dari meta mau dari aku, yang terpenting kan sama. ''
''Ada dari perusahaan yang booking besok makan siang ruang vvip, dominannya minta makanan dan cemilan manis loh. ''
ucap asti dan alana mengangguk, karena alana sudah mengetahui kalau perusahaan galuh yang booking nya..
.
.
.
.
.
.
..............
__ADS_1