Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 70


__ADS_3

Ibu kost hanya mengangguk mengiyakan ucapan putranya dan langsung ke kosan untuk ikut makan dengan yang lainnya.


Alana saat ini sedang duduk dengan minuman yang di belinya pada warung sebelah kosan.


''Alana nanti ke rumah ibu dulu yah mampir, mau kan alana?? ''


ucap alana dan alana melihat ke temannya dan mengangguk.


''Aku sama rido harus pulang ke cafe, kan jam dua masuk kerja. ''


ucap rangga dan alana mengangguk.


''Kita ikut yah rangga, boleh kan. ''


ucap meta dan rangga mengangguk.


''Terus aku gimana dong, masa di tinggal sendirian sih di sini. ''


ucap alana dan keempat temannya mengangkat bahunya.


''Kamu ada mas willi lah gampang, tinggal minta jemput pasti bakal datang loh. ''


ucap meta dan alana mengangguk.


''Siapa mas willi?? ''


ucap ibu kost sambil memakan mie ayamnya.


''Asistennya ibu aku bu, dia juga lagi bantu renovasi cabang cafe nya aku loh. ''


jawab alana dan ibu kost mengangguk.


''Jangan takut, ada anak ibu di rumah dan nanti ibu akan minta buat antar kamu ke cafe. ''


ucap ibu kost dan alana mengangguk


Rangga dan rido pamit dan membuat meta juga asti ikut pamit, alana langsung di bawa ke rumah ibu kost untuk di kenalkan pada anaknya, karena anaknya meminta alana di bawa ke rumah.


Sepanjang jalan alana terus mengobrol dan tak lama sampai di rumah ibu kost dan alana langsung di ajak masuk, pertama kali alana menapakan kakinya adalah melihat motor seperti dia kenal, alana langsung diam dan dia melihat mobil berjejerpun membuat dia kaget dan seperti mengenali salah satunya.


''Seperti milik kak raihan, tapi di dunia ini kan banyak yang memiliki mobil dan motor begitu, bukan hanya milik kak raihan. ''


gumam alana dan berhenti dari jalannya.


''Alana ayo masuk, kenapa malah diam ajah disitu. ''


ucap ibu kost dan alana langsung mengangguk dan mengikuti ibu kost masuk kedalam rumah ibu kost.


Ibu kost membuka pintu rumahnya dan alana langsung membuka sepatunya.


''Rey ini mie ayamnya buat kamu dan alana ada di depan tuh lagi buka sepatu. ''


ucap ibu kost dan anaknya mengangguk.


Rey berjalan ke depan rumah dan berdiri di dekat sofa menunggu alana masuk.


Alana selesai melepas sepatu dan saat alana masuk dia kaget melihat laki laki di hadapannya sedang tersenyum padanya dan membuat alana malah tersentak kaget, alana melihat foto di ruang tamu dan sangat jelas kalau dia adalah laki laki yang sedang dekat dengannya.


''Kak raihan.. ..''


ucap alana saat melihat anaknya ibu kost yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Alana langsung maju dan memukul lengan raihan dan membuat raihan terpaksa memegang tangan alana agar berhenti memukulnya.


''Sakit sayang, maen pukul pukul deh kaya petinju. ''


ucap raihan sambil tersenyum dan alana cemberut.


''Kakak jahat banget ke aku, kenapa gak bilang kalau kakak anaknya ibu kost. ''


''Dengar sayang, kakak baru tahu kalau kamu itu wanita yang selalu mamah ceritakan ke kakak dan kakak baru tahu sekarang pas mamah nawarin mie ayam dan ada alana yang traktir, makanya kakak meminta mamah membawa alana kesini dan ternyata alana kekasih nya kakak yang tadi pagi cium pipi kakak terus kabur deh ke dalam cafe. ''


ucap raihan sambil mengacak rambut alana dan membuat alana semakin cemberut.


''Kakak juga jahat gak hubungi aku lagi sok, aku kira kakak marah karena aku cium pipinya tadi. ''


''Sayang, kakak bukannya marah tapi kakak malu buat hubungi kamu, kakak seperti laki laki yang bariu mengenal cinta, di cium pipi langsung mematung dan wajah langsung merah. ''


ucap raihan dan alana cemberut.


''Udah jangan cemberut gitu, kamu udah kenal dengan mamahnya kakak, jadi lampu sudah hijau tinggal menikah ajah semua jadi sah. ''


ucap raihan dan alana tetap cemberut karena dia masih belum percaya kalau raihan anak dari ibu kost.


''Pantesan ajah meta sama asti sering bilang pernah lihat wajah kakak tapi lupa, eh ternyata anak ibu kost, tapi aku kenapa ga ngeuh yah kak padahal setiap kesini pasti melihat foto di pajang, tapi saat ketemu kakak aku gak kenal dan bleng. ''


ucap alana dan raihan tersenyum dan meminta alana untuk duduk.


''Loh kalian berdua udah saling kenal yah?? ''


ucap ibu kost sambil menyajikan minuman dan cemilan untuk alana.


Alana langsung menunduk malu dan raihan langsung tertawa saat melihat alana seperti ketakutan.


''Rey kamu kenapa tertawa sih, ada yang aneh emnagnya?? ''


''Mamah harus tahu sekarang, rey sering menceritakan wanita yang saat ini dekat dengan rey, wanita yang rey sayangi dan akan rey nikahi secepatnya, tapi wanita itu meminta waktu sampai cafe cabangnya open house dan wanita itu adallah alana. ''


ucap rey dan membuat ibu kost kaget dan alana hanya pasrah dengan semuanya.


''Jadi calon menantu mamah itu alana, waah mamah senang dan emang mamah mau jodohkan kamu rey sama alana waktu, itu tapi kamu bilang udah punya wanita yang kamu pilih dan ternyata alana wanita yang sama pilihannya dengan mamah. ''


ucap ibu kost dan raihan tersenyum.


''Alana dengarkan mamah baik baik yah sayang, usia rey sudah tiga puluh dua tahun dan bukan saat nya untuk berpacaran, pacaran itu akan membuat kita bertambah dosa, mau yah kamu menikah secepatnya dengan rey, mamah dukung dan restuin kalian. ''


ucap ibu kost dan alana hanya diam dan rey tersenyum senang.


''Tadinya rey mau bawa alana menemui mamah itu besok, tapi alana sendiri yang datang kesini. ''


ucap raihan sambil tersenyum.


''Alana sayang, ayo jawab semua pertanyaan mamah dan mulai sekarang panggil mamah dan jangan panggil ibu lagi yah, kamu kan calon menantu mamah sekarang, kamu mau kan alana secepatnya menikah?? ''


''Alana bukan gak mau menikah langsung dengan kak raihan, tapi alana pengen selesaikan cafe dulu ibu, paling hanya menunggu satu bulan. ''


jawab alana dan ibu kost langsung menatap alana.


''Mamah, panggil nya mamah alana dan bukan ibu. ''


protes mamahnya rey dan alana mengangguk.


''Lebih baik besok mamah ke rumah orang tua kamu yah, mau melamar dan menentukan tanggal pernikahan kalian, biar cepat sambil menunggu cafe selesai kan gak akan terasa. ''

__ADS_1


ucap ibu kost dan alana mengangguk.


''Kalian mengobrol dulu yah, mamah mau ke belakang dulu, angkat jemuran. ''


ucap ibu kost dan alana mengangguk.


Raihan duduk menghadap ke alana yang hanya diam dan tidak seceria biasanya.


''Ada apa sama kamu sayang, kamu sakit atau ada apa sebenarnya??, kamu diam ajah dari tadi. ''


ucap raihan dan alana langsung menatap raihan.


Alana bersandar di dada raihan dan hanya diam tanpa berbiara, raihan mulai gusar dengan tingkah alana, raihan menjauhkan alana dan alana langsung cemberut dan memalingkan wajahnya.


''Sayang pliis jangan membuat kakak jadi sulit, yah sayang dan kakak janji setelah kita menikah, semua akan bebas gak akan kakak tolak. ''


ucap raihan dan alana hanya diam.


''Galuh, pantas kamu ijinkan kakak sama kak raihan, ternyata kamu sudah tahu siapa kak raihan dan asal usul ka raihan, lihat ajah kamu yah. ''


gumam alana dalam hatinya sambil terdiam dan membiarkan raihan mengoceh dengan ucapannya.


''Ini lagi kak raihan, dia gak normal atau gimana sih, aku cuma mau di manja malah marah. ''


gumam alana dan raihan terus menatap alana yang menatap ke arah depan.


Raihan memegang tangan alana dan tangan raihan satunya memegang wajah alana untuk menatapnya, raihan mengecup kedua pipi alana, kening dan mencium bibir alana, alana langsung terdiam mematung dengan apa yang di lakukan oleh raihan.


Raihan melepaskan ciumannya dan mengelap bibir alana yang basah oleh nya.


''Ini yang kakak gak mau, kakak menginginkan semua ini saat kita sudah menikah, kakak gak mau sampai kebablasan menuntut meminta lebih, kakak sayang sekali sama kamu dan kakak gak mau menodai kamu, kakak mau kamu suci saat kita menikah nanti, nafsu seorang laki laki akan sangat bahaya kalau gak ke ******, kamu mengerti kan sayang. ''


ucap raihan dan alana mengangguk.


Raihan membawa alana kedalam pelukannya dan alana membalas pelukannya.


''Mau yah secepatnya menikah dengan kakak, ijinkan kakak untuk datang ke keluarga kamu secara resmi, untuk melamar kamu. ''


ucap raihan dan alana mengangguk mengiyakannya, raihan langsung senang dan mencium kepala alana.


''Makasih sayang, kakak senang sekali, nanti saat kakak antarkan kamu pulang, kakak akan bicara pada ibu dan galu kalau besok kakak dan mamah akan datang untuk melamar kamu. ''


ucap raihan sambil melepaskan pelukannya dari alana.


''Iya kak, ibu sama galuh ada di rumahnya omah dan opah saat ini. ''


ucap alana dan raihan mengangguk.


.


.


.



..


.


.

__ADS_1


......................


__ADS_2