Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 66


__ADS_3

Alana saat ini sedang duduk di dalam ruangannya dan alana sedang membuat menu makanan untuk nanti di cafe barunya, alana begitu antusias dengan semuanya.


Di luar ruangan alana.....


Raihan masuk kedalam cafe dan menghampiri meja nya meta.


''Permisi mba, saya mau menanyakan alana, apa dia sudah pulang atau masih di sini yah?? ''


tanya raihan dan membuat meta tersenyum.


''Alana masih ada dan belum pualng, mari saya antarkan ke ruangan kerja nya alana. ''


ucap meta dan raihan mengangguk lalu mengikuti meta menuju ruangan alana.


Pintu ruangan alana di ketuk dan alana mepersilahkannya.


''Ada apa meta?? tumben ngetuk pintu dulu, biasanya masuk tanpa permisi. ''


ucap alana dan meta langsung cemberut.


''Maaf bu bos ada yang mencari. ''


jawab meta dan alana kaget mendengarnya dan saat meta menggeser tubuhnya, raihan tersenyum menatap alana dan alana langsung meminta raihan masuk.


''Kak raihan ayo masuk dan duduk. ''


''Meta tolong pesankan minum yah. ''


ucap alana dan meta menganggukan kepalanya.


''Sibuk sekali kayanya, udah jam empat masih betah di ruangan. ''


ucap raihan menyindir alana.


''Aku kan nunggu kakak menjemput, kalau nunggu di depan malas, banyak orang yang memperhatikan. ''


''Mau gak di perhatikan gimana, pakaian kamu minim sekali loh, gak malu memangnya?? ''


''Gak laah kak, lagian kan aku juga udah terbiasa pakai pakaian begini, lebih nyaman ajah. ''


''Kamu nyaman yah, tapi kakak yang gak nyaman. ''


ucap raihan dan alana langsung tersenyum mendengarnya.


pintu di ketuk dan pegawai alana membawa minuman yang di pesan oleh alana, alana langsung berterima kasih dan pegawainya langsung keluar dari ruangan.


''Tumben bahasa nya gak formal?? ''


ucap alana menyindir ucapan raihan yang gak kaku seperti biasa.


''Saya sekarang kekasih kamu dan masa harus formal bahasanya, kamu keberatan atau mau kakak panggil sayang ajah, panggilan ke kamunya. ''


''Terserah kak raihan ajah, yang penting nyaman. ''


Raihan tersenyum dan meminum minumannya dan menatap alana.


''Ayo siap siap, kakak akan mengajak kamu jalan jalan loh hari ini. ''


''Jalan jalan kemana kak?? emang gak apa apa aku pakai pakaian seperti ini?? ''


''Untuk saat ini kakak ijinkan tapi kedepannya gak akan di ijinkan, sekarang udah tanggung dan masa harus pulang ganti pakaian dulu. ''


ucap raihan dan alana tersenyum lalu menghampiri meja nya dan merapihkan kerjaannya.


''Sayang, sebenarnya jabatan kamu di cafe ini sebagai apa?? enak banget ada ruangan gini dan tadi menejer manggil kamu bu bos loh. ''


''Senyamannya kakak ajah mau sebut jabatan apa juga, karena aku kan menguasai semuanya. ''


''Kamu itu jawabannya aneh, tinggal sebutkan jabatannya apa. ''

__ADS_1


''Oke oke, aku owner nya kak raihan. ''


ucap alana dan raihan langsung kaget mendengarnya.


''Pantesan tadi manggilnya bu bos, aku waktu itu sangat konyol dong minta ijin sama menejer kamu, pantesan dia terlihat bingung dan senyum terpaksa, duuh aku bodoh sekali deh jadinya. ''


''Bukan bodoh, tapi kakak itu polos dan lugu. ''


''Sama ajah sayang, kakak jadi malu sendiri deh. ''


''Udah jangan bilang malu, ayo kita pulang sekarang kan kakak bilang mau ngajak aku jalan jalan. ''


ucap alana sambil beranjak dan berdiri di hadapan raihan.


Raihan mengangguk dan membuka pintunya dan berjalan beriringan dengan alana berjalan di depannya.


''Meta aku pulang dulu yah dan titip cafe. ''


ucap alana pamit pada meta dan raihan keluar terlebih dahulu.


''Awas jangan macam macam kamu, kayanya dia laki laki polos dan aku pernah melihatnya tapi dimana yah. ''


ucap meta dan alana tak menghiraukan ucapan meta, dia langsung keluar menyusul raihan.


''Dasar alana gadis yang begitu semangat sekali. ''


ucap meta sambil geleng geleng kepalanya.


Alana mencari raihan di parkiran motor tapi tidak menemukannya, raihan tersenyum di dalam mobil melihat alana celingukan mencarinya.


''Dia kenapa gak sadar kalau aku menunggu dan pintu mobil di buka juga, dasar gadis cuek. ''


ucap raihan sambil keluar dari mobil dan memanggil alana.


''Alana sayang.....''


Alana langsung berjalan dan menghampiri raihan, raihan tersenyum melihat alana yang masih bingung, raihan langsung menuntun alana menuju pintu mobil dan membiarkan alana masuk dan menutup pintunya.


Alana tidak berbicara dan menanyakan, alana hanya terus menatap pergerakan raihan dan raihan mengelus wajah alana dengan tangannya.


''Kakak jahil sekali sih. ''


protes alana sambil cemberut dan raihan hanya tersenyum melihatnya.


''Mau bertanya apa sayang, silahkan tanyakan dan dengan senang hati kakak akan menjawabnya. ''


ucap raihan yang mengetahui isi di dalam fikiran alana.


''Ini mobil siapa kakak dan mana motor yang biasa kakak pakai?? ''


''Dengarkan ceritanya yah sayang, jangan mencela dulu sebelum selesai. ''


ucap raihan dan alana mengangguk.


''Tadi sekitar jam sebelas, kakak kan niatnya mau makan di cafe dan di temani kamu, tapi saat kakak memutar balikan motornya, kakak melihat kamu pergi dengan menejer yang tadi di cafe sama laki laki tapi gak tau dia siapa dan kakak kaget melihat pakaian kamu super seksi, makanya tadi saat pulang dari rumah sakit pulang dulu ke rumah dan ganti motornya, emangnya kakak ikhlas gitu paha kamu di lihat oleh banyak orang, kakak gak mau dan itu hanya milik kakak. ''


ucap raihan dan alana memukul lengan raihan karena seenaknya ajah kalau berbicara.


''Kamu kenapa malah mukul sih, bukannya di sayang gitu pacarnya. ''


''Habisnya kakak kepedean banget yah, bilang kalau semua ini milik kakkak, kaya kita udah menikah ajah sampai kakak bicara gitu. ''


''Kakak kan mengajak kamu menikah bukan pacaran, tapi kamu menolaknya, tau gak sayang, mamah di rumah pengen ketemu kamu pas kakak menceritakan kamu pada mamah dan mamah bilang kalau kakak harus langsung menikah jangan pacaran. ''


''Kakak aku takut ketemu mamahnya kakak, belum siap deh kayanya. ''


''Mau tidak mau kamu harus mau bertemu mamah, atau kakak akan datang dengan mamah ke rumah kamu dan langsung lamaran. ''


ucap raihan dan membuat alana cemberut.

__ADS_1


''Kenapa kakak ngebet banget ngajakin nikah, aku mau menunggu pembukaan cafe cabang baru dulu, baru mau menikah dengan kakak. ''


''Dengar yah alana sayang, usia kakak udah bukan usia anak abege, kakak mau langsung ke jenjang pernikahan, pacaran hanya akan membuat kita bertambah berdosa alana dan itu gak baik untuk kesehatan kaum laki laki dewasa seperti kakak. ''


ucap raihan dan alana hanya terdiam dan terus memikirkan ucapan raihan.


Raihan mengelus pipi alana yang terdiam dan raihan tersenyum menatap alana, alana juga ikut tersenyum melihatnya.


Alana tersadar karena saat ini raihan membawanya ke rumah alana dan bukan jalan jalan.


''Kak katanya mau jalan jalan, kenapa malah pulang ke rumah aku sih. ''


protes alana dan raihan tidak menghiraukannya, raihan mengklakson pagar dan satpam langsung membuka pagarnya.


''Waah galuh udah pulang lagi, bahaya ini. ''


gumam alana saat melihat mobil galuh dan raihan mengerutkan keningnya saat melihat alana terdiam.


''Ayo kita masuk, kenapa malah melamun sayang, kakak mau kenal dengan keluarga kamu yah. ''


ucap raihan dan alana mengangguk.


Dengan langkah yang gontai alana berjalan dan di ikuti raihan dari belakang, alana meminta raihan duduk di sofa ruang tamu dan alana masuk kedalam rumah.


''Hey cewek centil, kenapa ambil keputusan gak bilang dulu, bagaimana kalau laki laki itu malah membahayakan kamu kak, ayo jawab. ''


ucap galuh saat alana masuk kedalam rumah.


''Ada meta sama mas willi yang nemenin, mas teguh juga gak akan berani macam macam. ''


''Apa maksudnya kakak pelukan sama dia di depan pintu utama restoran. ''


ucap galuh dan alana reflek menutup mulut galuh dengan tangannya karena takut di dengar raihan.


''Lepas kak ngapain nutup mulut aku sih. ''


kesal galuh melepaskan tangan alana.


''Bisa gak kalau bicara jangan menggelegar, di depan ada pacar kakak loh, kalau terdengar kan bahaya. ''


''Tumben bawa cowok ke rumah, takut yah mau di jodohkan sama ibu, minggir sana galuh mau menyapa calon kakak ipar. ''


ucap galuh sambil menubruk tubuh alana dan alana kesal melihatnya.


Alana berjalan ke ruang tengah dan ternyata ibunya sedang menonton tivi.


''Kamu kenapa ribut ajah dengan galuh, gak cape debat terus yah. ''


ucap ibu rani saat alana menghampirinya.


''Ibu di depan ada raihan mau ketemu sama keluarga lana, sekarang ada galuh di depan yang nemenin, lana mau ganti pakaian dulu. ''


ucap alana dan ibunya langsung mengangguk dan menuju ruang tamu.


.


.


.



.


.


.


..........

__ADS_1


__ADS_2