
Setelah selesai memakan bakso kuahnya, saat ini keluarga sedang mengobrol ringan dan semua larut dalam obrolan.
''Rey sampai lupa tujuan kesini bukan hanya untuk berkunjung ajah mamah. ''
ucap raihan dan membuat mamahnya mengerutkan dahinya.
''Kamu mau memberitahukan sesuatu atau ada yang lainnya?? ''
ucap mamahnya raihan dan raihan langsung tersenyum.
''Raihan mau memberitahukan, kalau alana saat ini sedang hamil dan usia kandungannya enam minggu, mamah akan mempunyai cucu. ''
ucap raihan dan membuat mamahnya raihan tersenyum senang dan memeluk alana denga erat.
''Makasih sayang, ahirnya mamah akan punya cucu juga dan akan jadi nenek. ''
ucap mamahnya raihan sambil melepaskan pelukan dari alana.
''Sama sama mamah, alana juga senang karena saat ini alana akan menjadi seorang ibu. ''
jawab alana sambil tersenyum senang.
Semua keluarga alana senang karena alana begitu di sayangi oleh mamah mertuanya.
Alana dan keluarganya ahirnya pamit pulang dan mamahnya raihan mengijinkannya, karena setiap jumat sore, raihan dan alana akan menginap di rumah mamahnya raihan.
''Sayang ingat yah, jagain cucunya mamah dan kamu juga harus jaga kondisi juga. ''
ucap mamahnya raihan saat alana pamit padanya.
''Pasti lah mamah, kak raihan itu sangat menjaga sekali semuanya, apalagi omah dan opah sangan sangat banyak peraturan. ''
''Syukurlah kalau memang begitu, pokonya kamu jangan melanggar semua yang di bilang oleh keluarga kamu yah, semua itu demi kebaikan kamu dan bayi yang ada di dalam kandungan kamu. ''
ucap mamahnya raihan dan alana mengangguk.
Alana masuk kedalam mobil setelah raihan menghampiri, alana masuk mobil dan mamahnya raihan menutup mobilnya.
Raihan melajukan mobilnya menuju pulang, menyusul keluarga lain yang sudah lebih dulu darinya.
''Ingat yah sayang, kamu harus nurut dengan semua yang di perintahkan atau di ucapkan oleh, kakak, omah, opah, ibu dan galuh, biar kamu dan calon anak kita itu sama sama terlindungi. ''
ucap raihan dan alana mengangguk.
''Kak, kata artikel yang aku baca, kandungan trisemester awal itu sangat membuat si ibu, mual mual, muntah, gak enak makan dan banyak yang lainnya di alami oleh ibu hamil, kok aku gak merasakan itu yah kak, paling mual sedikit kaau pagi pagi ajah dan udah siang semua normal, bahkan semua makanan aku suka dan gak ada penolakan loh, kenapa yah kak??
ucap alana dan raihan tersenyum.
''Gini sayang, kondisi ibu hamil itu gak semua sama, ada yang suka mual mual, ada yang gak juga, dan banyak pokonya, berarti anaknya kakak itu pengertian pada bundanya, kalau membuat bundanya mual muntah kan kasihan, jadi kamu syukuri ajah dan menikmati kehamilan kamu sekarang, kamu jangan takut karena suami kamu ini yang akan memantau semuanya. ''
__ADS_1
ucap raihan dan alana tersenyum senang.
Dua puluh menit kemudian mobil yang dikemudikan raihan sampai di kediaman diningrat, alana masuk terlebih dulu tanpa menunggu raihan.
''Alana sayang, sini duduk dekat omah, ada yang mau omah bicarakan. ''
ucap omah ajeng saat alana memasuki rumah.
Alana langsung berjalan dan duduk di samping omah ajeng.
''Mau bicarakan apa omah?? ''
''Gini sayang, maaf karena omah gak menunggu jawaban kamu dulu yah, omah dan opah uda ijin ke raihan dan dia mengijinkannya, kamar kalian pindah ke lantai satu, mulai hari ini, omah dan opah gak mau ambil resiko, demi kamu dan cicit omah juga. ''
ucap omah ajeng dan alana mengangguk setuju.
Raihan masuk dan duduk di samping opah noto yang sedang menonton acara televisi.
''Satu lagi, kamu di larang mengemudikan mobil sendiri, harus di antarkan supir, opah udah siapkan mobil yang nyaman untuk kamu pakai dan supirnya sudah opah siapkan juga, semua akan siap besok pagi, kurangi jam kerja kamu di cafe. ''
ucap opah noto dan alana pun susah untuk protes karena raihan menatapnya dan mengisyaratkan, agar alana tidak menolaknya.
''Baik opah dan omah, alana hanya bis amneurut dan kalau protes juga nanti bahaya. ''
jawab alana dan membuat omah ajeng mengelus kepala alana dengan penuh kasih sayang.
''Istirahat sana kalian, ingat makan malam yah kalian jangan sampai gak makan. ''
Raihan pamit dan langsung menggandeng alana menuju kamar di lantai satu, alana brgitu senang karena kamarnya saat ini lebih besar dari kamar sebelumnya dan kamarnya lebih nyaman.
Kasurnya empuk bangrt dan ruangannya lebih luas yah, opah dan omah emang hebat, semua di siapkan untuk menyambut cicitnya. ''
ucap alana sambil duduk di atas kasurnya ynag empuk dan tersenyum.
''Yasudah, kakak mandi duluan yah sayang, kamu nikmatin ajah kamar barunya. ''
ucap raihan dan alana mengangguk.
Raihan masuk kedalam kamar mandi dan alana sibuk dengan kamar barunya yang terlihat rapih dan luas.
Alana mendengar gemercik air dan dia langsung melepaskan semua pakaiannya, alana langsung masuk kedalam kamar mandi dan memeluk raihan yang sedang berada di bawah guyuran air shower.
Raihan tersentak kaget karena alana masuk dan memeluknya, alana saat ini begitu agresif dan membuuat raihan hanya bisa melongo dengan apa yang di lakukan oleh alana.
''Gak sayang jangan yah, hamil kamu masih sangat muda dan gak baik kalau melakukannya. ''
ucap raihan saat alana memegang miliknya dan akan mengarahkannya pada bagian inti miliknya.
Alana langsung melepaskan pegangannya dan alana mundur ke tembiok, tak berselang lama, alana langsung menangis sesegukan dan membuat raihan hanya bisa menghela nafasnya.
__ADS_1
''Sssstttt....jangan nangis yah sayang, maafkan kakak yah sayang. ''
ucap raihan sambil mematikan air showernya dan menghampiri alana yang menangis sambil berjongkok di lantai kamar mandi.
''Kakak jahat, kakak punya wanita lain yah, sampai gak mau di ajak main sama lana. ''
ucap alana sambil menangis tersedu sedu dan membuat raihan langsung membawa tubuh alana untuk berdiri dan raihan langsung mengangkat tubuh alana dan membawanya keluar dari kamar.
''Jangan bicara seperti itu yah, gak ada wanita lain di hati kakak, hanya kamu yang paling kakak sayangi sampai kapan pun, kakak gak mau menyentuh kamu itu karena saat ini kondisi kamu sedang hamil dan gak baik kalau kita berhubungan, kamu tau kan kakak selalu kasar kalau bermain dengan kamu, kakak gak mau membahayakan bayi yang ada di dalam kandungan kamu, usia kehamilan kamu masih sangat muda dan gak baik kalau berhubungan sebelum enam belas minggu. ''
ucap raihan sambil mengeringkan tubuh alana yang basah dan alana masih terus menangis dan membuat raihan prustasi.
''Oke sayang, janagn nangis lagi yah dan berhenti yah, kalau opah dan omah dengar, nanti mereka mengira kakak yang buat kamu menangis. ''
''Emang kakak yang buat aku nangis kok. ''
ucap alana sambil sesegukan dan raihan langsung melongo dengan jawaban alana.
''Udah jangan menangis yah, cuma sekali ajah yah mainnya dan jangan meminta lebih. ''
ucap raihan dan alana langsung tersenyum senang dan langsung mencium bibir raihan.
Raihan langsung membalas ciuman alana yang begitu agresif, raihan juga merasa aneh dengan kehamilan alana saat ini, alana begitu bernafsu dan meminta di sentuh terus dan terus.
Hingga dua jam kemudian permainan selesai, alana langsung tertidur pulas karena kelelahan.
''Sayangku, kamu begitu bernafsu sekali, mau menolak kamu nangis, mau melayani malah jadinya gini, kamu kelelahan dan tertidur pulas. ''
ucap raihan sambil menyelimuti tubuh polos alana dan membenarkan bantal di kepala alana, agar alana nyaman.
Raihan mencium kening alana dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket sisa percintaan panasnya dengan alana, raihan hanya tersenyu senyum di sela sela membersihkan tubuhnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
..............