
Pagi hari menjelang.......
Ibu rani, alana dan galuh memutuskan untuk kembali ke kediaman rumah kakek prayoga dan alana tetap ikut pulang, padahal omah sudah merayunya untuk tinggal tapi alana tetap menolak, sepanjang perjalanan alana hanya diam dan fokus dengan jalanan di sampingnya.
Ibu rani membiarkan alana untuk berdiam karena itu akan membuat alana nyaman.
Setelah sampai di kediaman prayoga alana masuk terlebih dahulu dan langsung menuju kamarnya, ibu rani hanya tersenyum dan galuh geleng geleng kepala melihatnya.
''Ibu ke kantor gak hari ini?? ''
tanya galuh saat ibunya duduk di sofa dan memainkan ipednya.
''Agak siangan kayanya, ibu mau bertemu dengan WO buat ngurusin semua pernikahan kakak kamu, biar ibu terima beres. ''
jawab ibu rani dan galuh mengangguk.
''Opah ngebet banget nikahin kak alana dengan kak raihan, galuh jadi pengen ketawa jadinya. ''
''Itu karena opah kamu senang galuh, ini pernikahan pertama keluarga diningrat, pasti akan mewah dan sangat meriah. ''
''Pasti lah, opah minta WO terbaik kan untuk mengurusnya, prewedding kakak juga lusa kan di lakukannya dan opah meminta di rumah pemotretannya, sangat menarik, kak alana cemberut terus bu, dia ingin kebebasan tapi kalau menolak takut opah sedih kayanya, makanya kakak setuju tapi hasilnya kakak terus diam dan cemberut. ''
''Udah biarkan, kamu jangan ganggu kakak kamu dulu yah, takutnya dia jadi rewel nantinya, biarkan semaunya ajah kakak kamu. ''
''Baik bu, yasudah galuh mau mengganti pakaian dulu, hari ini ada meeting pagi soalnya. ''
ucap galuh sambil menuju kamarnya setelah ibu rani mengiyakanannya.
Alana mengganti pakaiannya dan membawa tas lalu bersiap menuju cafe.
''Ibu gak ke kantor?? ''
tanya alana saat menghampiri ibunya.
''Siang ibu ngantornya, hari ini ada WO yang akan datang untuk mengurus pernikahan kamu, ingat lusa ada pemotreran prewedding kamu dengan raihan di rumah opah, kamu jangan lupa yah.
''ucap ibu rani dan alana menghela nafasnya.
''Alana menolak juga percuma kan, jadi yah alana ikutin ajah semuanya. ''
jawab alana dan ibu rani langsung memegang tangan alana.
''Dengarkan ibu yah, semua yang opah lakukan untuk kebaikan kamu, teguh sangat keras kepala sekali dan raihan adalah laki laki tepat untuk kamu alana, terima semuanya yah, ibu yakin raihan akan menjadi suami yang sangat mencintai kamu dan menjaga kamu juga. ''
''Iya ibu, alana akan menerima semua dengan hati lapang dan lana udah minta mas willi mempercepat renovasi dan minggu depan sudah open house. ''
''Kasihan willi loh sayang, kamu siksa begitu dengan titah dan perintah kamu. ''
''Salah kan opah ajah, aku maunya udah cafe launching tapi opah ngotot untuk secepatnya, yasudah Lana memaksa mas willi dan minggu depan bisa launching deh. ''
Ibu rani hanya geleng geleng kepala mendengarkan ucapan alana, alana pamit menuju cafe dan mengendarai mobilnya sendiri.
Selama di perjalanan alana terus fokus dengan setirnya dan tidak melihat ke arah lainnya, dua puluh menit kemudian alans sampai di cafe dan memparkirkan mobilnya, cafe terlihat belum ramai karena masih jam sembilan.
Alana tersenyum saat melihat raihan sedang menatapnya dan duduk di atas motornya.
''Pagi calon istriku. ''
ucap raihan saat menghampiri alana sambil tersenyum.
__ADS_1
''Pagi juga calon suamiku. ''
jawab alana dan menggandeng lengan raihan untuk di bawa masuk menuju cafe.
Alana masuk dan menghampiri meta yang sedang sibuk merapihkan peralatan makan dan minum di meja cafe dan meminta raihan masuk duluan ke ruangannya..
''Meta ini ada lima resep baru, kasih koki, masukan ke mesin kasir harganya dan cetak di buku menu, satu lagi buatkan jeruk hangat dua dan bawa ke ruangan aku yah meta. ''
ucap alana sambil memberikan catatan resep.
''Siap bos cantik. ''
jawab meta dan membuat alana memukul lengan meta.
Alana langsung menuju ruangannya menyusul raihan yang sudah duluan menuju ruangannya.
''Kak raihan udah sarapan belum?? ''
tanya alana saat masuk dan menyimpan tas nya di mejs keranya.
''Udah sayang tadi sebelum kesini. ''
''Syukur lah kalau sudah, ini cemilan baru yang akan di sajikan di cafe mulai hari ini, cobain kak. ''
Ucap alana sambil mengeluarkan toples berisi makanan yang di buatnya semalam, raihan langsung memakannya dan tersenyum.
''Enak banget makanannya, kamu emang hebat yah sayang membuat makanan gini. ''
''Kan emang sudah terbiasa kak. ''
''Lusa pemotretan jadi di rumah opah kamu sayang?? ''
''Jadi lah kak, besok lusa kakak jemput aku yah ke rumah ibu. ''
''Iya sayang, nanti kakak jemput kamu. ''
Pintu ruangan alana di ketuk dan ternyata meta yang masuk membawa minuman pesanan alana dan menyajikannya.
''Ini sekalian bawa buat nyemil kamu di meja kerja sambil membuat menu. ''
ucap alana sambil memberikan toples berisi cemilan untuk meta.
''Pas banget, makasih yah dan aku lanjut kerja. ''
jawab meta dan alana mengangguk.
''Kakak antar Lana ke cafe arla yah sekarang, mau survei soalnya, tadi pagi Lana minta ke mas willi, kalau cafe harus selesai sebelum dua minggu dan mas willi bilang minggu depan cafe sudah bisa launching. ''
ucap alana dan raihan mengangguk.
''Semangat sekali yang mau mengenang masa lalu sampai bahagia banget. ''
ucap raihan dan alana menatap kesal pada raihan.
''Oke kalau kakak gak mau, masih ada meta yang akan antar Lana ke cafe. ''
''Siapa yang bilang gak mau. ''
''Itu barusan kakak malah ledekin Lana, Lana gak mau di sangkutin masa lalu sama kakak, ingat kak bisnis cafe adalah bisnis kesukaan Lana. ''
__ADS_1
ucap alana sambil keluar dari ruangannya dan raihan langsung menarik tangannya dan membawa alana kedalam ruangannya kembali.
''Jangan marah lagi yah, maafkan kakak dan kakak janji gak akan menyinggung masa lalu kamu. ''
ucap raihan yang membawa alana duduk di sofa dan raihan menatap alana.
''Sayang ayo kita ke cafe sekarang, kakak antarkan kamu yah. ''
ucap raihan kembali karena alana hanya diam.
''Gak jadi, sana pulang kakak nya kan kerja siang nanti kesiangan. ''
jawab alana sambil beranjak dari sofa dan menuju meja kerjanya.
''Sayang pliisss maafkan kakak yah, kakak janji gak akan mengungkit lagi masa lalu, jangan marah dong kakak mohon. ''
ucap raihan yang menghampiri alana dan alana menghiraukan raihan dan tetap fokus pada layar komputernya.
''Yasudah kakak pulang yah, kamu hati hati nanti kalau ke cafe nya, jangan lupa makan siang. ''
ucap raihan sambil mencium kepala alana dan keluar dari ruangan kerja alana.
''Bukan aku egois tapi aku gak mau di curigai terus, aku sudah berdamai dan melupakan masa lalu, tapi kamu selalu mengingatkan aku kak. ''
ucap alana sambil meneteskan air matanya.
Alana langsung meng off kan komputernya dan merapihkan meja kerjanya, alana membawa tas dan kekuar ruangan kerjanya lalu menghampiri meta.
''Udah selesai kerjaannya?? ''
tanya alana saat menghampiri meta yang sedang memasang menu makanan baru di buku daftar menu.
''Udah semua dan ini pemasangan terahir di buku daftar menu, ada apa?? ''
ucap meta sambil menyimpan buku menu di meja nya.
''Aku mau pergi menenangkan diri dulu, kamu jagain cafe yah, kalau ada yang nanyain aku bilang ajah aku pergi dan gak tau kemana, kamu bisa di percaya kan meta dan gak akan bocor?? ''
''Iya aku gak akan memberitahukannya pada orang lain kalau ada yang bertanya tentang kamu, tapi kamu hati hati yah alana. ''
''Makasih meta dan aku akan hati hati, aku pamit yah dan titip cafe jangan kasih tahu asti. ''
ucap alana sambil berjalan keluar cafe dan meta menatapnya.
''Ada apa lagi sama anak itu, tadi masuk mesra gandengan tangan, keluar dari ruangan yang satu melamun dan yang satu cemberut, sungguh membingungkan melihat pasangan ini. ''
gumam meta dan melanjutkan kerjaannya kembali.
.
.
.
.
.........
__ADS_1