
Tepat pukul sebelas siang raihan menuju perusahaan untuk menghampiri galuh, raihan tidak mengetahui kalau alana sedang di ruangan galuh dan alana sendiri yang meminta galuh merahasiakannya dari raihan.
Pintu ruangan galuh di ketuk dan saat terbuka, raihanlah yang masuk dan tersentak saat melihat alana yang sedang duduk kursi kerja galuh sambil memainakan leptop kerjanya galuh.
''Sayang, kamu lagi apa disini?? ''
ucap raihan yang menghampiri alana.
Alana langsung tersenyum dan memperlihatkan permainan di monitor saat ini.
''Istri kak rey malah asik tuh main permainan di leptopnya galuh, udah tau banyak data penting tapi tetap ajah ngeyel, pake bilang keinginan dede utun segala lagi dan nanti ngences katanya kalau di larang. ''
ucap galuh mengadu pada kakak iparnya dan membuat raihan tersenyum dan mengacak rambut alana.
''Ayo sayang kita duduk di sofa ajah, main permainannya di handphone kakak ajah yah seperti biasa. ''
ucap raihan dan alana langsung menurut.
''Hadeuhhhh....pawangnya yang minta langsung deh nurut, tadi galuh nawarin permainan di handphone galuh malah gak mau. ''
gerutu galuh dan membuat alana memonyongkan bibirnya pada galuh.
Opah noti hanya tersenyum melihat kedua cucunya berdebat.
''Handphone kamu permainannya itu perang, kalau di handphone nya kak raihan permainannya bagus, pecahkan balon. ''
jawab alana sambil duduk di sofa di samping raihan.
''Kamu itu alana benar benar membuktikan ngerecokin galuh yah ikut datang kesini. ''
ucap opah noto dan membuat galuh kaget.
''Oh jadi si centil ini tuh datang kesini buat ngerecokin kerjaan galuh, kalau bukan kakak galuh dan kakak sedang hamil, udah galuh gantung jadi pajangan di lobi perusahaan. ''
ucap galuh dengan nada kesalnya namun tersenyum pada alana.
''Emang kakak ini boneka harus di ikat terus di pajang, kakak ini berharga tau. ''
ucap alana dan raihan langsung meminta alana untuk menutup mulutnya.
Alana langsung asik memainkan handphone raihan dan membuat galuh hanya geleng geleng melihat kakaknya yang terlihat menggemaskan kalau sudah dengan suaminya.
Galuh, raihan dan opah noto langsung mengobrol serius dan alana asik dengan handphone nya raihan.
''Galuh, Palingan kakak awal bulan depan mulai masuk ke perusahaannya, dokter yang menggantikan kakak itu datangnya ahir bulan ini, kakak juga akan menyerah kan semua kerjaan dulu soalnya. ''
ucap raihan dan galuh mengangguk.
''Pokonya galuh menunggu kakak siap nya kapan, karena kak triyan minggu depan sudah resmi gabung dengan ibu di perusahaan satunya, galuh tinggal menunggu kak raihan ajah saat ini. ''
''Pokonya opah hanya pesan pada kalian semua, harus satu tujuan dan komunikasi juga harus berjalan terus, kalau kalian semua bersatu, perusahaan akan lebih maju tentunya. ''
__ADS_1
ucap opah noto dan membuat galuh juga raihan mengangguk siap.
''Udah ngobrolnya?? kita makan yu sekarang, perut lana laper soalnya. ''
ucap alana mencela obrolan di hadapannya dan ketiganya mengangguk.
Raihan langsung merangkul pinggang alana yang masih betah bermain game sambil berjalan, opah noto dan galuh berjalan terlebih dahulu.
''Nanti mainnya setelah duduk yah sayang, gak baik bermain game sambil berjalan, nantinya kamu malah jatoh loh. ''
ucap raihan sambil mengambil handphone dari alana dan alana menurut.
Galuh hanya geleng geleng kepala melihat kakaknya begitu penurut pada suaminya dan lain kalau dengan galuh pasti berdebat dan akan ribut.
Alana menggandeng lengan galuh dan raihan, alana terus tersenyum senyum sambil berjalan menuju lobi perusahaan.
''Kak jangan senyum terus, kasihan giginya nanti kering loh karena melihat dunia terus. ''
ucap galuh dan alana tidak memperdulikannya.
''Kamu itu mengganggu kesenangan bumil tau. ''
ucap alana dan galuh hanya menghela nafasnya dan gak berdebat dengan kakaknya.
Raihan bersama dengan alana satu mobil, sedangkan galuh dengan opah noto, mereka berempat menuju restoran yang sudah di booking oleh galuh dan disana juga sudah ada ibu rani dan juga triyan yang sudah menunggu.
Sepuluh menit kemudian mobil sampai di restoran, alana keluar mobil setelah raihan membantunya dan raihan langsung menggandeng alana menuju masuk restoran.
Triyan mengacak rambut alana dan tersenyum melihat alana saat ini, raihan mencium tangan ibu rani dan ikut duduk bergabung.
''Kenapa sih semuanya suka banget mengacak rambut lana, kan rambutnya jadi kusut loh. ''
protes alana dan membuat semua tertawa dengan protesnya alana.
''Karena kami semua sayang kamu alana, makanya kami mengacak rambut kamu, karena kamu sangat menggemaskan kalau sudah terlihat unyu unyu manja gitu. ''
ucap triyan dan membuat alana tersenyum senang.
''Kalian so sweet banget deh, lana jadi terharu banget jadinya. ''
ucap alana dengan senyumnya.
Pelayan datang dan langsung menata makanan di meja, alana berbinar melihat makanan di hadapannya yang terlihat begitu menggiurkan.
Raihan menyodorkan air minum pada alana untuk di minumnya terlebih dahulu dan alana langsung meminumnya.
Semua langsung makan dan tidak ada obrolan, alana begitu lahap memakan daging kesukaannya dan raihan tersenyum melihatnya, raihan mengelap sisa makanan yang menempel di dagu alana, namun alana tidak terlihat kesulitan dan tetap memakan makanannya dengan lahap.
Setelah makan selesai, semuanya mengobrol masalah perusahaan kecuali alana, alana sibuk dengan makanan manis yang di pesannya dan membuat raihan lega karena alana sedang hamil namun tidak kesulitan dalam makan.
''Rey, gabungnya lama banget harus nunggu awal bulan depan, aku ajah minggu depan sudah mulai. ''
__ADS_1
ucap triyan dan raihan hanya tersenyum.
''Kamu itu triyan, raihan harus menunggu penggantinya yang akan di berikan wewenang kerjaan, emangnya kamu pemilik nya dan langsung pergi begitu ajah. ''
ucap opah noto dan raihan juga galuh tersenyum.
''Kamu kan tau triyan, dokter yang menggantikan kerjaan aku itu baru masuk minggu depan, aku juga harus serah terima kerjaan dulu dan gak segampang kamu, pasien aku banyak soalnya. ''
ucap raihan dan triyan mengangguk.
Raihan beralih menatap alana yang sedang lahap memakan makanannya.
''Udah jangan di lihatin terus, alana bagus karena hamilnya gak kesulitan makan, jadi bayi di kandungannya akan sehat dan nutrisinya bagus. ''
ucap ibu rani karena melihat raihan terus melirik alana.
''Kalian membicarakan masalah apa sih, lana gak mengerti dengan kalian. ''
ucap alana dan membuat semua menoleh ke alana.
''Kamu fokus sama debay ajah yah, jangan mau ikutan pusing memikirkan perusahaan. ''
ucap opah noto dan alana memanyunkan bibirnya.
''Jangan cemberut gitu, mau kakak cium yah bibirnya. ''
ucap raihan di telinga alana dan alana langsung memukul lengan raihan
''Sakit banget pukulannya. ''
ucap raihan dan membuat alana cemberut, raihan langsung merangkul bahu alana dan mencium pipinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
..................
__ADS_1