Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 59


__ADS_3

Raihan kembali duduk dan mengajak Alana untuk segera makan karena Raihan sudah meminta ijin pada menejer dan mengijinkannya.


Alana langsung makan dan menikmati makanannya, Triyan terus memperhatikan Alana dan Raihan, dia langsung geleng geleng kepala melihatnya.


''Ada apa kak, kenapa melihat ke arah Alana terus dari tadi?? ''


tanya Gladis saat Triyan sibuk memperhatikan meja yang di tempati Alana.


''Lihat Alana dan Raihan, mereka seperti pasangan yang masih sangat awam soal pacaran, Raihan kaku dan Alana gak mengerti arti dari tindakan Raihan. ''


jawab Triyan dan Gladis hanya senyum dan melanjutkan memakan makanannya.


''Sudah kak, jangan urusin mereka terus. ''


ucap Gladis dan Triyan melanjutkan makannya.


Di meja Alana saat ini.....


Raihan tersenyum melihat makannya Alana yang gak sok jaim sedikitpun, Alana wanita apa ada nya dan jauh dari kata pura pura.


''Pulang jam berapa kerja nya nanti?? ''


tanya Raihan di sela makannya.


''Semaunya ajah kalau pulang, kenapa?? ''


''Kenapa semaunya, memang bos kamu ketat yah, pulang sampai gak kenal waktu untuk karyawannya, kamu betah emang?? ''


''Bos aku baik banget malahan pak dokter, makanya aku betah deh kerja disini. ''


''Bisa gak, manggil saya jangan pak dokter, malu loh saya Alana. ''


ucap protes Raihan dengan panggilannya dan Alana langsung tersenyum.


''Terus harus manggil nya apa?? ''


''Terserah kamu, asal jangan pak dokter ajah. ''


Alana terdiam dan memikirkan panggilan untuk laki laki di hadapannya.


''Panggil abang ajah atau mas, jangan kakak karena saya bukan kakak kamu. ''


ucap Raihan dan alana langsung mengerutkan dahinya.


''Abang kaya panggilan ke supir angkot, kalau mas kaya panggilan ke pedagang bakso, kakak ajah yah paling gampang dan gak susah. ''


Ucap Alana dan Raihan terpaksa menyetujuinya.


Makan selesai dan Raihan langsung pamit pada Alana karena hari ini dia kerja masuk sore, alana mengantar sampai depan cafe dan Raihan menaiki motornya lalu keluar dari area cafe.


Alana masuk dan menghampiri Asti, mereka berdua langsung tertawa karena Raihan melakukan hal di luar perkiraannya.


''Kayanya laki laki itu gak mengetahu i kalau kamu pemilik cafe nya deh. ''


ucap Asti sambil tertawa dan Alana juga ikut tertawa.


''Dia kayanya suka kamu deh Alana, terlihat jelas sekali loh, tapi aku pernah lihat wajahnya dimana gitu. ''


ucap Asti sambil melamun dan memikirkannya.


''Sudah sudah jangan di fikirkan, mau dimana pun kamu melihatnya, yang penting dia gak membuat kita dongkol lagi ajah yah. ''


jawab alana dan membuat Asti tertawa tawa.


''Aku pulang duluan yah Asti, mau ketempat Galuh dulu soalnya. ''


ucap Alana dan Asti langsung mengangguk setuju.


Saat alana keluar cafe ternyata triyan juga sedang menunggunya dan tersenyum, triyan mengajak alana bersama sama menuju hotel peresmian dan alana mengangguk setuju.


''Mana kak glagis nya?? ''


tanya alana saat gladis tidak terlihat.


''Gladis udah kakak antarkan tadi, oh iya bisa ceritakan ada kejadian apa tadi di cafe?? ''


''Kejadian dokter raihan tadi bukan?? ''


tanya alana dan triyan menganggukan kepalanya.


Alana menceritakan semuanya dan membuat triyan tertawa tawa karena raihan begitu polos.


''Kak kalau dokter raihan di rumah sakit, dia polos atau gimana karakternya?? ''

__ADS_1


ucap alana dan triyan langsung berhenti tertawa.


''Dia dokter bedah terbaik di rumah sakit, walaupun dia baru di rumah sakit, tapi dia sangat di andalkan kalau ada operasi. ''


jawab triyan dan alana menganggukan kepalanya.


Tak lama mobil sampai di hotel tempat acara di laksanakan, triyan langsung menggenggam tangan alana dan membawanya masuk.


Alana tersenyum melihat galuh begitu gagahnya di perkenalkan sebagai pewaris keluarga prayoga dan diningrat, kedua perusahaan resmi di gabungkan dan para investor senang dengan semuanya, karena kedua perusahaan sama sama kuat dan lebih kuat.


''Kenapa kamu gak mau di kenalkan ke publik?? ''


tanya triyan di sela sela alana menatap ke arah depan acara.


''Aku mau bebas kak tanpa ada orang yang akan mencelakai atau orang yang akan bermuka dua nantinya di hadapan aku, yang penting aku di sayangi di keluarga prayoga dan diningrat. ''


jawab alana dengan senyum nya dan triyan tersenyum lalu mengacak rambut alana.


''Kamu memang wanita idaman kakak, memikirkan masa depan kita itu akan lebih baik dan walau tanpa perkenalan ke publik juga itu lebih baik. ''


''Betul itu kak, aku gak mau kebebasan aku terrenggut karena harta dan tahta. ''


Di depan acara saat ini opah noto tersenyum dan mengangguk pada alana setelah alana mengacungkan jempolnya, omah ajeng ingin menghampiri cucu kesayangannya namun di cegah oleh ibu rani dan opah noto, takut media mengenali alana dan untuk kebaikan alana.


''Cucuku, aku mau menghampirinya mas. ''


ucap omah ajeng dan akana melangkahkan kakiny Menuju alana dan triyan.


''Jangan ibu, nanti publik mengetahui cucu perempuan ibu dan nanti identitas alana akan ketahuan dan dia gak akan bebas, demi alana yah. ''


ucap ibu rani dan omah ajeng mengangguk.


''Betul rani, nantinya banyak orang yang gak tulus ke cucu perempuan kita, galuh cucu laki laki dia kuat loh, kalau alana dia perempuan, mas takut banyak yang memanfaatkan alana nantinya, lagian alana sedang dengan triyan dan dia akan aman juga. ''


ucap opah noto menjelaskan kembali pada omah ajeng.


Semua keluarga dan rekan bisnis hadir, wibowo dan keluarga pun hadir, termasuk teguh dan istrinya.


Keluarga omah ratih pun hadir lengkap.


Alana saat ini sedang dengan triyan menikmati hidangan yang di sediakan, teguh terus menatap alana dengan tatapan teduhnya.


Triyan iseng memfoto alana yang sedang tersenyum dan membuat alana cemberut.



ucap triyan sambil memperlihatkan hasil foto alana dan menunjuk teguh yang terus menatap alana.


''Kakak iseng banget foto foto aku sih. ''


jawab alana cemberut dan triyan tertawa tawa.


''Lihat alana sebentar lagi akan ada laki laki yang menghampiri kesini, siap. ''


ucap triyan dan membuat alana melototkan matanya dan tak lama riyan menghampiri dan meminta gabung.


''Hay alana, aku ikut gabung yah. ''


ucap riyan dengan senyum cerianya.


''Kan udah duduk tanpa di persilahkan, yasudah duduk ajah jangan basa basi. ''


jawab alana jutek dan membuat triyan tertawa.


''Diam kamu dokter cabul, ganggu ajah tuh dengan suara tertawa kamu. ''


ucap riyan kesal karena sahabatnya malah mengejeknya.


''Sembarangan dokter cabul, aku dokter tampan dan di gilai banyak wanita, kamu tuh cabul. ''


protes triyan yang kesal dengan sahabat di depannya.


''Kalau kalian masih protes, aku pergi ajah dan gak mau ada disini. ''


ancam alana dan membuat riyan juga triyan langsung diam.


''Alana, kenapa nomer aku di blokir?? ''


tanya riyan dan membuat alana menatapnya tajam.


''Jawab alana bukan melotot gitu matanya. ''


ucap riyan kembali karena alana terlihat menatap tajam kepadanya dan bukan menjawab alasannya.

__ADS_1


''Aku gak pernah blokir nomer orang yah, ngarang banget kamu itu tuan riyan. ''


ucap alana kesal dan gak terima riyan menuduhnya.


''Bukan di blokir riyan, kamu gak punya nomer barunya alana. ''


ucap triyan dan alana reflek menginjak kakinya triyan dan membuat triyan kesakitan.


''Kamu jahat banget injak kaki kakak. ''


ucap triyan sambil menjauhkan kakinya dari alana karena takut di injak kembali.


''Makanya kakak jangan ember deh mulutnya. ''


ucap alana karena gak mau riyan meminta nomer alana yang baru.


Saat riyan akan berbicara kembali, handphone alana berdering dan ternyata raihan yang menelphone, membuat alana tersenyum dan mengangkatnya.


Di dalam panggilan telphone alana dan raihan.


''Hallo kak, ada apa telphone?? ''


''Kamu lagi dimana alana, berisik sekali?? ''


''Aku lagi di hotel square kak, menghadiri acara. ''


''Seriusan di hotel square?? ''


''Iya kak, memangnya kenapa gitu?? ''


''Dekat dengan rumah sakit soalnya alana, mau saya jemput gak pulangnya?? ''


''Emang kak raihan pulang jam berapa gitu?? ''


''Jam sembilan dan sekitar tiga puluh menit lagi saya pulangnya, gimana mau gak?? ''


Alana terdiam dan menatap triyan sedang mengobrol dengan riyan dan alana mengiyakannya.


''Boleh kak, nanti kakak masuk ke ballroom nya yah, disini ada kak triyan juga soalnya, aku kesini di ajak kak triyan kak. ''


''Siap, yasudah saya melanjutkan kerjaan saya sedikit lagi dan nanti kalau selesai langsung menyusul kamu ke ballroom hotelnya, dah alana....''


panggilan berahir dan alana kembali menghampiri triyan.


''Siapa yang menghubungi kamu?? ''


ucap triyan saat alana duduk kembali di sampingnya.


''Kak raihan dan dia mau kesini buat jemput aku loh kak, karena rumah sakit dekat dengan hotel ini. ''


jawab alana dan triyan mengangguk tersenyum.


''Siapa kak raihan?? ''


tanya riyan saat alana berbicara dengan triyan.


''Kepo deh kamu itu tuan. ''


jawab alana dan membuat riyan sedikit kecewa.


''Alana aku suka dan jatuh hati ke kamu, tapi kenapa kamu begitu dingin sih, harus gimana aku menaklukan kamu?? ''


gumam riyan dalam hatinya dan mentap alana dengan sendu, triyan melihat riyan terdiam dan ikut sedih dengan sahabatnya, triyan ingin membantu namun gak mungkin karena akan melawan keluarganya sendiri dan itu gak baik.


Triyan mengelus lengan riyan dan memberikannya semangat, alana diam dan memperhatikan keluarganya sedang berbincang dengan yang lain.


Tante fatma menghampiri meja alana dan membuat ibu rani menatapnya dan opah noto langsung meminta pengawal menghampiri alana.


''Kamu alana kan?? ''


.


.


.



.


.


.

__ADS_1


...................


__ADS_2