Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 81


__ADS_3

Saat ini alana sedang bersiap karena raihan sudah di perjalanan untuk menjemputnya.


''Tumben kak alana udah rapih sepagi ini. ''


ucap galuh saat sarapan dan melihat alana menghampiri ke meja makan.


''Emang kakak pemalas banget yah, ini jam tujuh dan kakak udah rapih di bilang tumben. ''


ucap alana dengan nada sendu.


''Di biasakan bangun pagi yah, kamu akan menikah dan menjadi seorang istri, kamu harus mengurus semua keperluan suami kamu sebelum dia membuka matanya, walaupun bukan makanannya, setidaknya pakaian untuk dia bekerja kamu harus siapkan, pokonya semua kebutuhan suami kamu. ''


ucap ibu rani dan alana mengangguk, galuh hanya tersenyum melihat kakaknya.


Omah dan opah sedang jalan jalan pagi di taman dan mereka gak ikut sarapan, triyan menghampiri ke meja makan dan langsung ikut sarapan bersama.


''Mau kemana kamu centil?? jam segini udah rapih, wangi dan cantik. ''


ucap triyan dan alana semakin cemberut, galuh menyenggol lengan triyan dan triyan langsung terdiam karena alana saat ini terlihat cemberut dan sedih.


''Aku emang pemalas yah, semua bilang aku tumben udah rapih sepagi ini, jangan jangan nanti omah dan opah datang kesini bilang hal yang sama, seperti yang di ucapkan kak triyan dan galuh. ''


ucap alana dan ibu rani langsung mengelus lengan alana.


''Sudah jangan di bahas, ayo sarapan dulu nanti keburu raihan jemput gimana. ''


ucap ibu rani dan alana melanjutkan sarapannya.


Setelah selesai sarapan alana langsung pamit dan menunggu raihan di halaman depan rumah, ibu rani hanya menghela nafasnya melihat tingkah alana.


''Ingat yah, kalian jangan komen begitu lagi ke alana, dia jadi sedih tuh kan nanti kasihan ke raihan di suguhi wajah cemberut alana. ''


ucap ibu rani dan galuh juga triyan mengangguk.


Alana duduk di teras dan tak berselang lama sebuah mobil berhenti tepat di depan alana.


''Sayang, kamu sakit?? ''


ucap raihan saat menghampiri alana.


''Kak raihan, gak kak aku gak sakit, ayo kita langsung pergi ajah, gak usah pamit. ''


jawab alana dan raihan langsung mengangguk.


Alana hanya diam di dalam mobil dan membuat raihan hanya menghela nafasnya karena bingung dengan sikap alana saat ini.


''Kamu kenapa diam terus sayang, apa kakak ada salah sama kamu?? ''


tanya raihan sambil memegang tangan alana.


''Gak kak, kakak gak ada salah apapun ke lana, oh iya kak lana sebenarnya tukang tidur dan pemalas kalau bangun pagi, apa kakak tetap akan menikahi lana karena lana masih pemalas dan lana seperti anak kecil. ''


ucap alana dan raihan mengerutkan dahinya, raihan menepikan mobilnya agar bisa bicara serius dengan alana.


''Kamu sebenarnya kenapa sayang?? kamu tahu kan kakak suka dengan sifat manja kamu, sifat pemalas kamu, buat kakak kamu adalah pelengkapnya sayang dan kakak akan sangat senang bisa menikahi kamu dan memiliki kamu, kenapa kamu bertanya seperti itu, apa ada masalah?? ''

__ADS_1


ucap raihan sambil menatap wajah alana.


''Kak triyan sama galuh kompakan, katanya lana tumben sepagi ini udah rapih, wangi dan cantik, biasanya lana masih tidur dan bangun jam sembilan, kan lana jadi minder kak, lana sebentar lagi menikah, tapi lana belim bisa bangun pagi, takutnya lana gak bisa mengurus kakak kalau kita udah menikah nanti. ''


''Dengarkan kakak, yang namanya pasangan suami istri itu harus saling melengkapi, kakak gak akan menuntut apapun sama kamu, kakak cuma minta kamu setia pada kakak, jujur sama kakak dan selalu di samping kakak dalam suka maupun duka, masalah kamu pemalas, manja dan gak bisa bangun pagi, semua itu hanya kebiasaan ajah, kakak yakin kalau nanti kita sudah menikah, kamu akan menjadi lebih baik, jadilah diri sendiri dan jangan di paksakan jadi orang lain, kakak sayang kamu apa adanya dan tanpa syarat apapun. ''


ucap raihan dan alana langsung memeluk tubuh raihan, raihan melepas sabuk pengaman alana karena alana ketekan dadanya.


''Makasih kak, kakak emang jodoh terbaik aku, selama ini aku hanya bisa berhayal, kalau impian aku hanya sebatas rindu dan gak terwujud nyata. ''


ucap alana dan raihan melepas pelukannya, raihan mencium keninga alana dan memasang kembali sabuk pengaman nya.


''Sekarang kita lanjutkan perjalanannya sebelum siang yah, jalanan akan macet kalau siang sedikit, kamu duduk tenang yah sayang, itu di belakang ada makanan dan minuman tadi kakak beli, ambil gih. ''


ucap raihan dan alana langsung mengambilnya.


Raihan melanjutkan kembali perjalanannya dan alana saat ini membuka bungkusan berisi makanan dan minuman.


''Banyak banget kak, ini untuk bekal di tujuan apa unguk teman perjalanan?? ''


''Itu buat teman perjalanan, kalau nanti di tujuan bisa beli makanan disana, semu lengkap soalnya. ''


Alana megangguk dan menyimpan makanan kembali, alana hanya mengeluarkan minuman, karena alana masih kenyang.


Selama di perjalanan alana terus mengoceh dan bertanya ini itu pada raihan, raihan dengan sabar menjawab semua pertanyaan nya alana.


Dua jam kemudian mobil sampai di sebuah wisata alam yang sejuk, alana langsung senyum sumringah melihat pemandangan indah di hadapannya.


Raihan mengajak alana keluar mobil dan alana langsung keluar dari mobil dan menggandeng lengan raihan.


''Ayo kita foto berdua kak buat di simpan di galeri. ''


ucap alama dan raihan mengangguk.


Alana dan raihan berfose berbagai macam gaya dan raihan juga memfoto alana menggunakan kamera handphone nya.


Setelah puas berkeliling, alana merasakan perutnya lapar dan raihan membawa ke cafe yang ada di area wisata alam saat ini.


''Itu cafe nya sayang kayanya, ayo kita kesana yah dan lihat cafe nya ramai sekali. ''


ucap raihan dan alana mengangguk mengiyakannya.


Raihan langsung memesan kursi untuk pasangan dan saat ini alana tersenyum menatap sekitar cafe dan rata ratanya pasangan kekasih.


Raihan memfoto alana dan meminta alana tersenyum, raihan langsung menghasilkan satu jepretan foto yang bagus.



''Lihat ini, kamu cantik banget sayang, makin sayang deh kakak ke kamu. ''


ucap raihan sambil memperlihatkan hasil fotinya alana dan alana langsung tersenyum.


''Ngagumin itu orangnya bukan fotonya kak. ''


ucap alana dan raihan hanya tertawa.

__ADS_1


''Kan orangnya lima hari lagi akan jadi milik kakak dan gak akan kakak lepaskan. ''


''Ihh ngeri banget sih ucapannya. ''


Makanan dan minuman di antar oleh pelayan dan di rapihkan di meja nya, alana langsung mencoba makanannya.


''Lumayan lah untuk cafe seperti ini rasa dari makanannya, tapi tetap enak makanan cafe smile. ''


''Itu jangan di kata, kan calon istrinya raihan yang membuat resepnya, makanya rasanya sangat enak sekali makanannya. ''


''Jangan memuji begitu, hidung alana langsung terbang loh kak. ''


''Gak apa apa nanti kakak tangkap ajah. ''


ucap raihan dan alana langsung tertawa.


Alana dan raihan memakan makanannya, tapi raihan tidak menghabiskannya karena kurang pas di lidahnya.


''Kenapa gak di habiskan?? ini di beli pakai uang kak dan sayang kan kalau gak di habiskan. ''


''Gak pas dengan lidah kakak, biarin gak habis juga sayang, itung itung beramal. ''


ucap raihan dan alana langsung tersenyum sambil meminum jus lemon di hadapannya.


''Stop stop sayang, jangan bergerak yah. ''


ucap raihan saat alana tersenyum sambil meminum minumannya dan raihan memfoto alana.



''Kan hasilnya bagus, lihat sayang hasil jepretan tangan kakak memfoto kamu. ''


ucap raihan sambil memperlihatkan foto alana.


''Ini karena alana cantik jadi hasilnya bagus dan bukan keahlian kakak. ''


ucap alana dan raihan mengacak rambut alana lalu tersenyum.


''Kamu adalah wanita terbaik untuk kakak yang di berikan tuhan, semoga kita berjodoh sampai menua nanti. ''


gumam raihan sambil menatap alana yang sedang tertawa.


.


.


.


.



.


.

__ADS_1


............................


__ADS_2