
Alana saat ini sedang bersiap menuju cafe, alana menarik nafasnya dan bersiap menuju cafe.
Sepanjang perjalanan alana fokus dengan jalanan di hadapannya, sepuluh menit kemudian alana sampai di cafe dan mengisi absen nya.
Alana langsung masuk ke dapur dan melihat dapur berantakan tanpa dia satu hari, semua yang ada di dapur langsung senang dan memulai masaknya, karena alana sudah hadir dan membuat bumbu serta bahannya.
''Apalagi kalau kamu libur satu minggu alana, kamu libur satu hari ajah semua hancur loh. ''
ucap koki dan alana hanya tersenyum dan melanjutkan kembali masakannya, menu pesanan mulai masuk di list dan semua koki langsung menyiapkan masakannya.
Alana selesai dengan kerjaannya dan seperti biasa, dia membantu di area depan cafe, alana menghampiri team rangga dan rido.
''Alana kamu di tanyain sama tamu di ruang vvip. ''
ucap rangga dan alana langusung mengerutkan dahinya karena bingung.
''Kamu samperin ajah ke ruang vvip alana biar gak penasaran, kita juga gak kenal mereka siapa.
''ucap rangga kembali karena alana malah diam seperti kebingungan.
''Nanti ajah kak, kalau mereka butuh juga pasti balik ke aku lagi nanyain. ''
ucap alana dan kedua temannya hanya mengangguk dan kembali melanjutkan kerjaannya yang di bantu alana.
Dari arah depan ada seorang pria yang datang dan langsung duduk, alana tidak memperhatikannya namun pria itu sedang menatap alana, rido yang melihat langsung menghampiri dan memberikan menunya.
''Bisa panggilkan nona alana kemari mas, saya ada perlu dengan dia soalnya. ''
ucap pria itu setelah memesan menu makanannya dan rido langsung mengangguk.
''Alana itu ada yang minta kamu datang. ''
ucap rido dan alana langsung kaget dan tidak mengerti, rido langsung mendorong alana untuk menghampirinya dan alana langsung terpaksa menghampirinya.
Laki laki itu langsung berdiri dan menunduk hormat pada alana dan alana hanya kaget melihat tingkah laki laki di hadapannya.
''Perkenalkan nama saya willi nona, saya adalah asisten nyonya rani dan saya kemari karena mau menanyakan beberapa hal mengenai cafe yang akan saya siapkan untuk anda, saya hubungi nomer anda tapi tidak ada jawaban. ''
ucap willi dan membuat alana kaget dan bingung dengan semua nya.
''Lebih baik nona duduk dulu, biar lebih santai mengobrolnya, atau nona mau kita bicara di luar cafe ini, biar nona nyaman. ''
ucap willi karena melihat alana hanya diam dan seperti kebingungan.
''udah gak apa apa ms willi, disini ajah yah, saya juga masih jam kerja saat ini. ''
jawab alana dan willi pun menyetujuinya, rangga dan rido menghampiri dan menata minuman dan makanannya di meja willi dan alana.
Alana langsung melihat konsep cafe nya dan alana tertarik dengan gay anak muda dan sepertinya lebih hits, willi sibuk dengan leptopnya dan mencatat semua keingina alana.
Teguh yang baru tiba di cafe tidak menyangka kalau alana akan bekerja dan teguh kaget saat alana sedang berdua dengan laki laki dan teguh begitu cemburu melihatnya.
''Siapa laki laki itu dan kenapa alana bekerja, dia kan sudah mengetahui jati dirinya. ''
ucap teguh dalam hatinya sambil berjalan menuju ruangan pribadinya.
''Kenapa aku harus marah, alana saudariku dan bukan kekasihku lagi. ''
ucap teguh sambil terdiam dan duduk di kursinya, teguh datang ke cafe untuk mengenang masa masa dengan alana dan teguh mengira alana sudah tidak bekerja, ternyata alana masih bekerja seperti biasa.
__ADS_1
Dimeja alana saat ini, alana selesai dengan semua yang di inginkannya, willi pamit dan meninggalkan cafe nya, alana merapihkan bekas minuman dan makanannya, lalu membawanya ke area belakang.
Alana melihat ada teguh di ruangannya karena ruangan transparan tanpa tirai tebal dan alana dengan jelas melihat teguh.
''Mas teguh ternyata datang yah. ''
ucap alana dalam hatinya sambil berjalan menuju dapur dan menyimpan piring dan gelas kotornya.
Alana di panggil oleh tamu vvip dan terpaksa alana menghampiri ruangan vvip nya.
Alana kaget karena ada omah ratih dan ibu fatma yang berbuat jahat pada ibunya.
''Hai alana ayo duduk sayang. ''
ucap omah ratih dan alana langsung duduk di hadapan ibu fatma.
''Omah sengaja mampir karena omah rindu masakan kamu, dulu omah sering makan masakan ini saat omah masih suka berkumpul dengan ajeng. ''
ucap omah ratih dan alana hanya tersenyum sedikit karena alana saat ini begitu sakit melihat wanita yang memfitnah ibunya dahulu.
''Silahkan di nikmati omah, maaf alana sedang banyak kerjaan jadi gak bisa menemani disini, permisi omah dan alana minta maaf yah. ''
ucap alana dan membuat omah ratih juga fatma kaget karena alana tidak seperti biasanya dan alana lebih tegas nada suaranya.
omah ratih mempersilahkan alana kembali ke kerjaannya dan omah ratih kaget dengan semua yang di lihatnya, tak lama alana keluar riyan datang dan langsung memakan makanannya, riyan kaget melihat omahnya terdiam dan ibunya memberi isyarat untuk tidak bertanya.
''Apa makanannya gak enak omah, mau riyan pesankan menu lain?? ''
ucap riyan dan omah menggelengkan kepalanya, riyan kaget dengan semuanya.
''Omah kenapa, makanannya gak enak atau mau riyan ganti mnu makanannya??
jawab omah ratih dan riyan kaget dengan semuanya, omah ratih langsung pergi meninggalkan ruangan vvip di susul oleh ibu fatma.
Riyan duduk kembali dan menghubungi triyan untuk datang ke cafe tapi triyan tidak bisa karena ada jadwal operasi saat ini.
Riyan langsung keluar ruangan vvip dan menghampiri ruangan teguh dan tersenyum saat melihat teguh sedang duduk dan melamun.
''Om kaya anak muda sedang patah hati loh. ''
ucap riyan mengejek teguh dan teguh hanya cuek dengan semuanya dan melanjutkan melamunnya.
''saya sudah tahu alana itu siapa riyan dan alana adalah anak dari kakak sepupu saya sendiri, mas jordi. ''
ucap teguh dan riyan langsung kaget dengan semuanya dan tak lama riyan tertawa karena teguh patah hati.
''Tunggu tunggu om, kamu suka sama alana??
Teguh tidak menjawab dan kembali melanjutkan kerjaannya, riyan hanya geleng geleng kepala melihat semuanya.
''Wanita bukan hanya alana om, banyak sekali wanita di dunia ini bukan hanya satu. ''
''memang wanita banyak tapi tidak ada wanita seperti alana di dunia ini hanya ada satu. ''
jawab teguh dan membuat riyan kaget dan terdiam dengan ucapan teguh, riyan juga merasa aneh dengan teguh yang hanya mencintai alana, riyan langsung pamit karena di cafe merasa tidak nyaman dengan teguh dan tadi omah nya juga tidak terlihat semangat.
Alana bersipb pulang karena sudah jam delapan malam, alana pamit dan segera mengisi absensi pulang lalu segera keluar dari cafe, saat alana berjalan dengan santai, alana di kagetkan oleh teguh yang tiba tiba menghadangnya.
Alana terdiam sesaat dan melihat teguh lalu tak lama alana menangis, teguh kaget melihat alana menangis dan teguh langsung membawa alana kedalam pelukannya.
__ADS_1
'Kenapa mas teguh itu saudaranya alana, sakit mas pas tahu mas teguh saudaranya ayah. ''
''Sssstttt....jangan bilang gitu alana. ''
teguh melepaskan pelukannya dan menatap alana, teguh menghapus air mata alana.
''Ini takdir sayang, mas juga sebenarnya gak rela tapi harus bagaimana lagi, kita gak bisa bersama alana, kita bisa melanjutkan hubungan ini tapi kita tidak bisa menikah, hubungan darah keluarga sangat melekat di tubuh kita dan itu yang membuat kita tidak bisa bersama, mas yakin kamu akan segera menerima semuanya, mas juga sedang berusaha, alana kamu harus ingat kalau cinta itu gak harus selalu bersama kan, cinta juga gak perlu memiliki, ubah lah cinta itu menjadi kasih sayang keluarga, biar kita bisa berdamai dengan hati. ''
ucap teguh dan alana langsung memeluk erat tubuh teguh dan menenggelamkan kepalanya pada dada teguh, tguh pun membalas pelukannya dan mencium kepala alana, gadis kecil yang sudah membuatnya jatuh hati.
''Udah jangan menangis yah, nanti mengira kalau mas yang membuat kamu menangis. ''
''Emang mas teguh yang buat aku menangis. ''
Teguh mengerutkan dahinya dan tersenyum lalu kembali menghapus air mata alana, teguh membawa alana masuk kedalam mobil dan mengantarkan alana ke kosannya.
''Kamu masih kerja dan masih tinggal di rumah kost, emang kamu belum mengetahui jati diri kamu?? ''
''Alana masih syok dengan kenyataan ini mas, ibu sama galuh juga ijinkan alana buat tinggal di rumah kost sampai alana bisa menerima semuanya dan kerjaan paling alana hanya seminggu kerja di cafe mas teguh, ibu melarang alana berlama lama. ''
teguh langsung diam dan sedih dengan jawaban alana, teguh ingin alana tinggal dan tetap di cafe mnggantikannya, namun mba rani orang yang tegas dan akan melindungi alana agar tidak jauh mencintai teguh.
''Ibu kamu benar alana, kamu harus terbiasa dan jangan kerja di cafe yang ada mas nya, itu akan membuat kamu susah melupakan hubungan kita, mungkin mas akan kembali seperti semula, kesibukan di perusahaan, agar mas bisa melupakan semuanya. ''
ucap teguh dengan nada yang sedih dan alana hanya diam.
''Mas apa kamu masih mencintai aku, emangnya gak bisa kalau kita menikah dan bersama, atau kita kabiur ajah yah dan menikah. ''
ucap alana dan membuat teguh tersenyum dan mengelus kepala alana.
''Mas sangat mencintai kamu, kalau kita paksakan menikah, mas gak sanggup melihat keturunan kita kelak, mas gak mau terjadi sesuatu nantinya. ''
ucap teguh dan alana hanya dia tidak menjawab ucapan teguh.
''oh iya, siapa laki laki yang tadi mengobol dengan kamu di cafe?? ''
''Dia mas willi, asistennya ibu. ''
teguh hanya mengangguk dan tersenyum dengan jawaban alana.
''Besok menu di cafe akan mas rubah lagi, kasihan koki kalau harus menuruti menu kamu, kamu juga kan mau keluar dari cafe. ''
''Besok alana udah gak akan kerja di cafe lagi, alana gak sanggup kalau harus melihat mas teguh lagi. ''
ucap alana dan teguh hanya diam dan menerima semua keputusan alana, alana keluar dari mobilnya teguh dan pamit untuk masuk kedalam kosannya, teguh hanya terdiam menatap punggung alana dan tak lama teguh pun langsung pergi dan melajukan mobilnya.
.
.
.
.
.
................................
__ADS_1