Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 52


__ADS_3

Alana membawa omah ajeng dan triyan ke ruangannya agar lebih leluasa dan nyaman untuk duduknya omah ajeng.


''Alana, kamu kapan mau menginap di rumah omah atau kamu tinggal ajah dengan omah??, kalau galuh sudah pasti dia gak akan mau. ''


tanya omah ajeng dan alana langsung terdiam.


''Alana gak mau tinggal di rumah omah, kalau menginap nanti alana usahakan yah. ''


jawab alana dan omah ajeng pun langsung terdiam, triyan yang mengerti langsung menanyakan alasanannya.


''Kenapa kamu gak mau tinggal di rumah omah dan opah alana, ada sesuatu yang mengganjal di hati kamu atau ada apa?? ''


''Alana gak mau ketemu tante fatma lagi, kalau lihat dia alana suka sakit kak, alana melihat kesakitan ayah dulu pas ayah masih hidup. ''


Jawab alana dan membuat omah ajeng mengerti dan tidak memaksakan keinginannya.


''Omah ngerti sayang, tapi kamu sesekali menginap yah atau berkunjung yah ke rumah omah, omah akan senang sekali kalau kamu ke rumah. ''


''Tiap hari alana akan sempatkan datang deh, omah jangan khawatir, paling sabtu dan minggu alana akan menginap di rumah omahnya, itu juga kalau gak ada tante fatma, kalau ada alana akan pulang lagi. ''


''Omah akan melarang fatma datang pas kamu ada dengan omah kalau gitu, kamu jangan takut sayang. ''


ucap omah sambil memegang tangan alana dan alana tersenyum mengangguk.


''Mana obat omah kak, pasti ada yang harus di makan siang hari kan?? ''


tanya alana dan triyan mengeluarkan obat yang harus di minum omah ajeng.


Alana menyiapkan gelas berisi air dan omah ajeng langsung meminum obatnya.


''Triyan senang deh gak usah ada drama dulu sebelum omah minum obatnya. ''


ucap triyan dan omah ajeng melototman matanya karena triyan memberitahukan semua pada alana.


''Baiklah, gini ajah kak kalau pas omah mau makan dan minum obat, wajih vidio call ke alana, siapa ajah yang ada di rumah, biar omah mau minum obatnya. ''


ucap alana dan omah ajeng tersenyum mengangguk menyetujuinya.


Triyan pamit membawa omah ajeng pulang, karena takut kesehatan nya terganggu, alana mengantarkan sampai ke parkiran dan ke mobil juga, setelah mobil tak terlihat alana tak sengaja bertabrakan dengan seorang laki laki dan membuat alana kaget.


''Maaf mas saya gak sengaja, makanan nya jadi tumpah deh, ayo saya ganti dengan yang baru yah. ''


ucap alana dan si pria itu gak mendengarkannya dan langsung mengendarai motornya dan pergi begitu sajah.


''Makanannya tumpah deh, ini makanan menu pembuka dan hanya beberapa porsi untuk hari ini, gimana ini dan kasihan deh laki laki itu. ''

__ADS_1


gumam alana saat melihat makanan yang tercecer di aspal.


Alana langsung masuk kedalam cafe dan menghampiri asti yang sedang menerima penjelasan pergantian kerjaan sift dengan meta, asti langsung reflek memeluk alana dan alana hanya bisa pasrah di peluk oleh asti.


''Biar meta yang jelaskan, aku gak sakit dan aku baik baik ajah. ''


ucap alana sebelum asti bertanya perihal dirinya seperti tadi pagi meta bertanya.


Asti mengangguk dan melanjutkan kerjaannya dengan meta, alana ikut duduk di kursi dengan kedua temannya, cafe masih terlihat ramai pengunjung dan alana hanya tersenyum melihat semua nya.


''Alana, sudah beberapa hari ini banyak yang meminta ada live musik loh, aku pernah bilang ke pak willi, kata dia berisik dan gak usah ada live musik, kayanya bakal seru deh alana kalau ada live musiknya, dari pada musik dari kaset kan, pengunjung juga bisa meminta lagu yang mereka inginkan, gimana alana kamu setuju gak kalau ada live musik??, tempat disini luas sekali kan. ''


ucap asti dan alana langsung berfikir dan menimbang nimbangnya.


''Setiap orang suka musik alana, gak ada yang gak suka musik loh. ''


ucap asti kembali karena alana hanya diam tidak menjawab.


''Itu bukan laki laki yang tadi makanannya tumpah yah, dia kenapa balik lagi. ''


ucap alana yang langsung berdiri dan menghampiri laki laki yang tadi di parkiran.


Meta dan asti hanya geleng geleng kepala melihatnya dan mereka kembali ke kerjaannya daripada ikut campur dengan alana.


tanya alana saat menghampiri laki laki yang sedang di meja kasir membuka menu makanannya.


''Iya benar sekali dan karena kamu, makanannya di tolak sama mamah saya, itu makanan porsi terahir lagi dan mamah saya hanya mau itu dan mau hari ini. ''


jawab laki laki itu dan alana langsung terdiam.


''Baiklah biar saya buatkan makanan itu lagi dan mas tinggal tunggu ajah yah, spesial dan sebagai ganti karena saya yang membuat makanan itu tumpah. ''


''Emang kamu siapa, pake mau buatkan lagi segala, saya sudah memesan makanan yang lain dan terimakasih untuk tawarannya. ''


''Saya koki disini mas, sudah jangan pesan lagi yah saya langsung yang akan membuatkan makanannya. ''


ucap alana sambil meninggalkan laki laki itu dan berlari kecil menuju dapur, tidak mendengarkan panggilan laki laki itu.


''Mba dia siapa yah, saya langganan di cafe ini dan baru melihatnya, emang dia koki baru kok bisa ada di depan area cafe?? ''


tanya laki laki itu kepada kasir yang menjaga dan membuat kasir itu bingung harus menjawab apa.


''Maaf mas saya gak bisa menjelaskan nona itu siapa dan apa kerjaan disini, kalau beliau mengenalkan sebagai koki berarti dia koki. ''


jawab kasir dan membuat laki laki itu mengerutkan dahinya dan sangat aneh menurutnya.

__ADS_1


''Silahkan mas tunggu sajah di kursi, antrian kasir jadi panjang soalnya. ''


ucap kasir sambil menunjuk ke arah belakang laki laki itu dan laki laki itu langsung duduk di kursi cafe dan menunggu pesanannya selesai.


Sepuluh menit kemudian alana selesai dengan makanannya dan langsung membawanya ke area depan, alana celingukan mencari laki laki itu dan alana berhasil menemukannya dan langsung menghampirinya.


''Permisi mas, ini makanannya dan sekali lagi saya minta maaf yah karena sudah membuat makanannya tumpah tadi, ini saya sudah buatkan yang baru dan mas gak usah membayarnya. ''


ucap alana menghampiri laki laki itu dan memberikan bungkusan makanannya.


''Terimakasih kalau begitu, tapi saya akan membayar tagihannya ke kasir. ''


jawab laki laki itu dan alana langsung kaget dan mencari cara agar laki laki itu gak usah membayarnya.


''Mas lihat antrian di kasir kan panjang, lebih baik mas pulang langsung biar mamahnya mas makan makanannya masih hangat, bayarnya cukup dengan menjadi pelanggan di cafe ini ajah, itu sudah sangat cukup sekali. ''


ucap alana dan laki laki itu terdiam dan berfikir.


''Benar juga, nanti mamah marah lagi kalau makanannya udah dingin. ''


gumam laki laki itu dalam hatinya dan langsung pamit pada alana.


Alana langsung menghembuskan nafasnya lega dan melihat kasir sedang melayani konsumen yang memesan, antrian panjang dan alana menghampiri dan membantu kasir secara manual.


''Silahkan di meja ini, saya akan manual tanpa mesin untuk pemesanannya. ''


ucap alana dan pengunjung langsung bergeser sebagian ke alana.


Alana dengan cekatan menulis pesanan dan mentotalkannya tanpa mesin dan tanpa hitungan mesin kasir.


Semua pengunjung senang dan duduk di meja masing masing yang di pesan sebelumnya.


alana meminta kasir memberikan daftar pesanan ke dapur dan alana yang mengantikan di kasir.


.


.


.



.


...........

__ADS_1


__ADS_2