
Alana selesai makan dan kembali melanjutkan pekerjaannya, dua cafe alana sangat ramai dan selalu penuh, alana selalu bersyukur setiap harinya, pendapatan cafe setiap bulan meningkat, alana mempercayakan meta dan asti di cafe utama, lalu mempercayakan rangga dan rido di cabang cafe nya, cafe berjalan dengan baik dan laporan bulanan juga masuk secara otomatis pada alana.
''Aku harus siapkan bonus untuk semua karyawan cafe, dari pada di kasih liburan, mending di kasih uangnya kan bisa di gunakan. ''
gumam alana sambil menyiapkan uangnya untuk di berikan pada semua karyawannya.
Pintu ruangan alana di ketuk dan asti lah yang masuk, alana tersenyum saat asti menghampirinya dan duduk di hadapannya.
''Ada apa?? ''
ucap alana sambil tersenyum dan asti langsung membalas senyuman alana.
''Begini bu bos, aku mau ijin besok gak akan kerja, aku juga udah bicarakan pada meta dan dia setuju, sekarang tinggal bilang bu bos ajah, di ijinkan gak?? ''
ucap asti dan alana langsung menghentikan ketikan di keyboard nya.
''Kalau meta udah ijinkan dan sanggup gantikan kamu, yasudah kamu juga saya ijinkan, selamat bersenang senang dan jangan kebablasan oke. ''
''Siap, makasih yah udah ijinin dan soal masalah bablas mah aku bisa jaga jarak. ''
''Kamu mau kemana emang dengan mas willi?? ''
''Mau ke rumah mas willi, dia kan merantau kesini dan dia baru dapat ijin dari ibu kamu lana, dua hari besok dan lusa, perjalanan lumayan jauh soalnya, makanya aku tempelin sama libur kerja ajah jadi gak doble ijinnya. ''
''Yasudah, kamu hati hati yah perjalanannya, selamat sampai tujuan dan kembali juga selamat, jangan lupa aku mau oleh oleh strawberry dua box. ''
''Itu ma bukan minta oleh oleh tapi nyuruh aku beli, ya kalau musim strawberry nya, kalau gak gimana?? ''
''Aku gak mau tau, pokonya strawberry ajah dua box, bilang sama mas willi, dia akan membuat semua menjadi mudah. ''
ucap alana dan asti hanya pasrah dengan permintaan alana.
Asti pamit keluar ruangan alana dan alana kembali menyelesaikan kerjaannya, alana merasakan perutnya terasa berbeda, seperti mual tapi ilang lagi dan itu sering terjadi sudah tiga hari.
''Apa aku bilang ke kak raihan, mual aku udah tiga hari tapi makan normal biasa, udah lah jangan ajah, kecuali gak bisa masuk makanan baru deh kasih tahu kak raihan, takut panik nantinya. ''
gumam alana sambil merapihkan meja kerjanya karena kerjaan alana telah selesai dan akan keluar cafe untuk menghampiri meta dan asti.
Saat alana keluar ruangannya dia tersenyum saat melihat raihan berjalan masuk kedalam cafe dan menghampirinya, raihan tanpa malu langsung mencium kening alana.
''Sayang, kamu udah makan kan?? ''
__ADS_1
itulah ucapan pertama yang keluar dari mulut raihan dan alana mengangguk.
Raihan membawa alana duduk di meja yang kosong, raihan juga memesan makanan untuk dirinya dan juga untuk alana, raihan juga seperti biasa membayar tagihannya walaupun cafe milik alana tapi alana memberikan peraturan kalau tetap harus bayar walaupun yang makan keluarga alana atau alana sekalipun.
''Kak surat cintanya manis banget sih, aku jadi senyum senyum sendiri. ''
ucap alana saat raihan menghampirinya kembali.
''Kakak takut kamu marah saat membuka mata dan kakak gak ada, nanti malah marah lagi. ''
ucap raihan sambil memegang tangan alana dan tersenyum.
''Oh iya, katanya tulisan dokter itu jelek banget dan gak ke baca, tapi tulisan kakak rapih banget, malah lebih rapih dari tulisan aku loh. ''
''Tulisan dokter bukan jelek banget tapi itu sandi kalau menulis resep biar gak ke baca sama orang yang berniat jahat, lagian itu kan ada pelajarannya dan aslinya tulisan suami kamu ini bagus, lihat tulisan dokter kalau di resep semua sama dan hanya dokter dan apoteker yang akan mengerti. ''
''Kak kamu bawa mobil atau di antar sama supir?? ''
''Tadi pulang dulu ke rumah dan omah bilag kamu belum pulang, jadinya kakak kesini di antar supir karena mobil kamu gak ada di garasi. ''
''Aku baru selesai kerjaannya kak, makanya belum pulang dan hari ini aku mau nya bawa mobil sendiri tanpa supir, makanya mobil kesayangan keluar deh. ''
Makanan yang di pesan raihan datang dan pegawai alana langsung menata di meja dan raihan langsung berterimakasih setelah pegawai alana menatanya.
ucap alana saat setelah makanan selesai di tata.
''Lebih baik cash ajah sayang, kalau di transfer takutnya malah uang gak akan tertarik semua, namanya tengah bulan pasti gak semua memiliki saldo kan. ''
jawab raihan dan alana mengangguk.
''Yasudah besok aku akan siapkan semua uangnya deh, mau kasih cash. ''
''Bagus dong kalau begitu, ayo makan dulu makanannya yah, mumpung masih hangat. ''
ucap raihan dan alana langsung memakan makanannya.
Raihan terus memperhatikan wajah alana yang terlihat berbeda saat ini, wajah alana full make up tapi wajahnya terlihat sedikit pucat dan alana gak terlihat ceria full namun sedikit ceria.
Raihan langsung memegang pergelangan tangan alana dan membuat alana menghentikan suapan makanannya.
Raihan langsung menatap alana dan alana hanya mengerutkan dahinya melihat raut wajah aneh pada raihan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
''Sayang, kamu terlihat ceria tapi lesu sekali, wajah kamu full make up tapi tetap pucat, denyut nadi kamu detaknya sedikit cepat, kamu menahan mual di tubuh kamu kan sayang?? ''
ucap raihan dan membuat alana tersentak kaget karena suaminya berbicara benar.
''Sudah berapa lama kamu mual?? ''
tanya kembali raihan karena alana hanya diam saat raihan berbicara.
''Udah tiga hari kebelakang kak, tapi mualnya ilang da ilang ada dan gak selalu ada. ''
jawab alana dan raihan menghembuskan nafasnya.
''Habiskan makanannya dan kita pulang yah sayang, kakak akan memeriksa kamu di rumah, kalau disini gak leluasa. ''
ucap raihan sambil tersenyum dan alana mengangguk lalu melanjutkan makanannya.
''Semoga diagnosaku ini semua benar dan gak meleset, alana kamu adalah kehidupanku dan kalau semua diagnosaku benar, akan ada tangisan bahagia sayang dan kakak akan menjaga kamu sayang. ''
gumam raihan sambil menatap alana yang sedang makan namun sedikit kesulitan menelan.
''Udah jangan lanjutkan makannya, nanti malah keluar semua makanannya, ambil barang barang kamu dulu, kita pulang sekarang yah dan kakak nunggu kamu disini, udah jangan menatap gitu, sana ambil barangnya dulu sayang. ''
ucap raihan karena alana hanya menatapnya dan bukan segera beranjak mengambil barangnya.
Alana menurut dan langsung menuju ruangannya untuk mengambil barangnya, raihan tidak melanjutkan makannya dia saat ini sedang dalam fikiran yang berkecambuk antara senang dan sedih.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
................................