Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 60


__ADS_3

''Kamu alana kan.....''


ucap tante fatma saat menghampiri alana..


Saat alana akan menjawab raihan datang dan menyapa alana..


''Alana maaf yah saya telat datangnya. ''


ucap raihan tiba tiba dan membiuat alana tersenyum.


''Gak ko kak, ayo kita cari makan dulu yah, kakak pasti belum makan kan. ''


jawab alana sambil menarik tangan raihan menuju stand makanan.


''Triyan siapa laki laki yang di bawa alana barusan?? ''


tanya tante fatma saat alana pergi dan belum menjawab pertanyaannya


''Mungkin pacarnya tante, triyan gak kenal soalnya, yaudah triyan ke opah noto dulu. ''


jawab triyan dan segera menghampiri opah noto karena dari jauh opah noto memanggilnya.


''Riyan, sudahlah jangan mengejar alana lagi, nanti kamu yang terluka, karena sampai kapan pun alana gak akan menerima kamu, karena masa lalu ibu yang begitu jahat pada kedua orang tuanya. ''


ucap tante fatma saat duduk di kursi berhadapan dengan riyan.


'Tuhan ajah memaafkan hambanya yang berdosa ibu, masa alana dan keluarganya gak memaafkan kesalahan ibu di masa lalu, riyan akan berjuang untuk mendapatkan alana bu dan riyan hany butuh doa dan dukungan ajah dari ibu. ''


ucap riyan dengan penuh keyakinan dan ibunya hanya bisa mengelus lengan riyan untuk memberikan dukungan.


Triyan menghampiri keluarganya tanpa alana, kaena alana saat ini sedang dengan raihan dan di jaga pengawal di sekelilingnya.


''Siapa laki laki yang alana tarik ke stand makanan itu, apa kamu kenal triyan?? ''


tanya opah noto saat triyan menghampirinya.


''Iya triyan siapa laki laki itu??


ucap omah ajeng yang ikut bertanya.


''Dia itu dokter di rumah sakit dan triyan mengenalnya, jangan khawatir yah, dia laki laki baik opah. ''


jawab triyan dan opah noot mengangguk.


''Apa mereka ada hubungan?? ''


tanya opah noto kembali karena alana terlihat akrab dengan raihan.


''Triyan sih gak tau opah, antara mereka ada hubungan atau gak nya, yang triyan bisa simpulkan sih, raihan menaruh hati pada alana dan alana gak menyadari itu, mereka berdua yah seperti yang opah lihat, tapi triyan yakin kalau raihan laki laki baik dan dia sangat menghormati wanita. ''


jawab triyan dan opah noto merasa lega.


''Omah takut si teguh menghampiri alana soalnya, tapi ada raihan jadi dia gak mungkin menghampiri alana langsung, kamu samperin alana dan bawa pulang yah, omah khawatir soalnya, lihat wajah galuh udah terlihat kesal melihat kakak nya dekat dengan laki laki. ''


ucap omah ajeng dan triyan langsung tersenyum melihat wajah galuh yang terlihat kesal.


''Galuh itu sangat posesif sekali. ''


ucap triyan sambil tersenyum dan omah ajeng langsung memukul lengan triyan.


''Udah sana samperin alana temani mereka jangan berdua begitu nanti ada yang ketiganya bahaya. ''


ucap omah ajeng dan triyan langsung pamit untuk menghampiri alana.


Alana saat ini sedang mengobrol dengan raihan sambil duduk di meja dekat stand makanan, alana terus menatap raihan dan membuat raihan tersenyum.


''Kenapa lihatnya sampe melotot gitu?? ''


ucap raihan sambil menyuapi makanan ke mulutnya.


''Kakak lahap sekali makannya, makanya aku menatapnya juga jadi senang. ''

__ADS_1


jawab alana dengan senyumnya.


''Saya juga senang kalau melihat kamu sedang makan, apa adanya dan gak jaim. ''


''Masa sih kak, aku lahap banget yah pas makan tadi siang di cafe?? ''


ucap alana dan raihan mengangguk tersenyum.


''Tapi saya suka kok dan kamu jangan jaim yah, jadi diri kamu sendiri jangan karena ada saya jadi gak leluasa makannya, kan gak kenyang nanti makannya. ''


''Ayo habiskan makanan kakaknya, anterin aku pulang yah, ngantuk banget soalnya. ''


ucap alana dan raihan mengangguk.


''Siap tuan putri, tapi saya anterinnya pakai motor yah, gak apa apa kan?? ''


ucap raihan dan menatap alana.


''Gak apa apa lah kak, asal jangan naik unta ajah kakak anterin akunya.''


jawab alana sambil tersenyum.


''Kenapa dengan unta?? ''


''Unta adanya di arab kak dan jauh kalau kakak harus bawa unta nya, udah habiskan makannya dan kakak biar bisa anterin aku pulang. ''


Raihan langsung menghabiskan makannya dan alana hanya bisa menatap laki laki di hadapannya, ada rasa senang melihatnya dan kadang ingin tertawa kalau mengingat saat dulu raihan di jebak wanita.


''Alana ayo kita pulang, opah dan omah udah meminta kakak mengantarkan kamu pulang soalnya. ''


ucap triyan yang menghampiri alana dan raihan, raut wajah raihan langsung murung dan membuat alana tak tega karena raihan datang kesini untuk menjemputnya.


''Aku pulang sama kak raihan yah, gak apa apa kan kakak, sana bilang omah dan opah yah. ''


ucap alana dan triyan mengangguk lalu mengacak rambut alana saat alana tersenyum kepadanya.


''Raihan kamu antarkan alana pulang yah dan jagain dia dan harus sampai rumah dengan selamat, saya percayakan alana ke kamu, kalau dia kenapa kenapa nanti kamu kena masalah dengan orang yang menyayangi alana. termasuk saya. ''


ucap triyan sambil menepuk bahunya raihan dan raihan mengangguk tersenyum.


ucap alana protes dan raihan mengangguk.


Raihan selesai dengan makanannya dan mengajak alana untuk pulang, alana langsung memegang lengan raihan karena melihat teguh terus menatapnya, triyan ikut mengantarkan alana dan raihan sampai depan.


''Tunggu yah, saya ambil motornya dulu. ''


ucap raihan dan alana mengangguk.


''Yakin malam malam naik motor dan kamu gak pakai jaket loh alana, nanti kamu kedinginan bagaimana, udah pakai mobil kakak ajah biar raihan yang bawa dan besok raihan bisa membawanya. ''


ucap triyan dan alana menolaknya.


''Romantis kak malam malam pakai motor berdua, alana kangen masa masa itu saat galuh jemput alana dari cafe dan pulang ke kosan, udah jangan protes yah kasihan raihan nya kak, alana gak mau buat dia kecewa. ''


ucap alana dan triyan mengangguk.


''Tapi kok raihan pakai motor yah, dia punya mobil alana, karena pernah kakak melihatnya. ''


''Udah gak masalah kak, udah yah raihan tuh udah mau kesini. ''


ucap alana dan triyan tersenyum.


Raihan turun dari motor dan memberikan jaketnya untuk alana dan alana langsung memakainya, raihan juga memakaikan helm untuk alana dan membuat alana terdiam dan mengingat galuh yang selalu protes karena alana gak mau memakai helm sendiri.


''Ayo naik kita pulang alana. ''


ucap raihan dan alana langsung mengangguk, alana pamit pada triyan dan raihan langsung melambaikan tangannya saat alana sudah naik dan raihan menjalankan motornya.


Pengawal langsung mengikuti dari belakang dan triyan merasa lega melihat nya, triyan langsung masuk kembali kedalam ballrroom hotel.


''Loh kamu kok masuk lagi kak, kak alana siapa yang antar pulang?? ''

__ADS_1


ucap galuh saat triyan masuk dan bergabung dengan keluarganya.


''Alana diantarkan pulang sama pacarnya, udah jangan khawatir galuh, pengawal mengikuti dari belakang dan alana akan aman. '' jawab triyan dan membuat semua langsung geleng geleng kepala karena galuh begitu posesif pada kakaknya.


''Galuh, berhenti mengekang kakak kamu, dia baik baik ajah dan akan aman juga, kasihan kakak kamu kalau kamu begitu posesif. ''


ucap ibu rani dan galuh hanya diam dan gak menjawab ucapan ibunya.


''Udah udah, sekarang kita siap siap untuk foto terahir dan kita segera pulang. ''


ucap opah noto dan semua mengangguk dan menuju kedepan podium.


Alana saat ini sedang di bonceng oleh raihan di motornya, triyan terus tersenyum karena senang bisa berdua dengan alana.


''Kakak emang gak kedinginan yah, jaketnya malah di kasih ke aku. ''


''Gak laah alana, saya takut kamu sakit kalau gak pakai jaket. ''


''Kakak jangan lebay kaya kak triyan yah, aku bukan anak kecil loh. ''


''Iya alana, maafin saya yah. ''


ucap raihan sambil tersenyum dan menatap spion motornya dan tak sengaja alana juga menatapnya dan memalingkan wajahnya karena alana malu melihat raihan sedang senyum kepadanya.


''Kak, emang kakak hafal rumah aku dimana?? ''


tanya alana saat di perempatan karena raihan belum menanyakan alamat rumah alana.


''oh iya yah, saya lupa dan saya malah mau bawa kamu pulang ke rumah saya loh. ''


jawab raihan sambil tersenyum dan alana memukul pundak raihan.


''Maunya kakak itu ma aku di bawa ke rumah kakak dan nanti ibu aku marah loh. ''


jawab alana dan alana juga menyebutkan alamat rumahnya dan raihan langsung menuju rumah alana.


Sepuluh menit kemudian motor raihan sampai di depan gerbang rumah alana, gerbang yang menjulang tinggi dan hanya terlihat atap rumah nya.


''Mau mampir dulu gak kak?? ''


tanya alana saat turun dari motor dan berdiri di hadapan raihan dan meminta membukakan helm nya.


''Saya langsung pulang ajah yah, gak enak sama keluarga kamu kalau malam malam bertamu, ini rumah kamu alana ?? ''


ucap raihan sambil menyimpan helmnya di dalam bagasi motornya.


''Ini rumah ibu aku, kalau aku belum punya rumah. ''


jawab alana sambil tersenyum dan raihan mengacak rambut alana karena merasa gemas dengan alana.


''Sana masuk, saya akan pergi kalau kamu sudah masuk kedalam. ''


''Kakak hati hati yah dan kabarin alana kalau udah sampai di rumah, ini jaketnya pakai dulu biar kakak gak kedinginan. ''


ucap alana sambil memberikan jaket nya dan raihan langsung memakainya.


Alana masuk kedalam setelah pagar di buka oleh security dan raihan langsung memutar untuk menuju pulang.


Sepanjang perjalanan pulang, raihan terus tersenym dan mengelus jaketnya yang bekas dikenakan oleh alana, raihan baru pertama kali merasakan bahagia dengan wanita.


.


.


.



.


.

__ADS_1


.


.........................


__ADS_2