Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 82


__ADS_3

Setelah seharian full jalan jalan, raihan kembali mengantarkan alana pulang ke rumah keluarga diningrat karena semua berkumpul di rumah itu.


Alana masuk kedalam rumah dengan menenteng makanan yang dia beli sebagai oleh oleh untuk keluarganya.


''Kalian ini harusnya di pingit, lima hari lagi akan menikah dan ini malah semakin lengket ajah. ''


ucap opah noto saat alana masuk ke dalam rumah diikuti raihan dari belakang.


''Kan katanya pingitan tiga hari opah, ini masih lima hari kan, jadi yah gak apa apa. ''


jawab alana sambil tersenyum dan opah noto hanya geleng geleng kepala melihatnya.


''Rey, di rumah kamu persiapan sudah sejauh mana sekarang?? ''


tanya opah noto saat raihan duduk setelah mencium tangan opah noto.


''Rey gak ikutan opah, semua di urus mamah dan yang lainnya. ''


jawab raihan dan opah noto hanya mengangguk.


''Opah aku bawa buah stawberry banyak, nanti aku bikinkan makanan enak yah. ''


ucap alana dan opah noto langsung mengerutkan keningnya.


''Kamu mau nyogok opah yah, biar gak di marahin sama omah karena kamu kabur, hari ini luluran tubuh loh dan kamu malah jalan jalan. ''


''Opah kan aku cuma hari ini ajah, besok udah gak boleh kemana kemana, ke cafe ajah gak boleh. ''


''Sudah sudah jangan bahas lagi, ini kalian terahir bertemu dan sabar sampai hari minggu nanti. ''


ucap opah noto dan alana mengangguk.


Raihan pamit pada opah noto, karena seluruh keluarga sedang sibuk di rumah belakang, raihan pamit pada opah noto sajah.


''Besok kakak masih praktek gak di rumah sakit?? ''


tanya alana saat sampai di teras rumah mengantar raihan.


''Besok sampai hari jumat kakak tetap praktek, kan dapat jatah cutinya biar pas sepuluh hari setelah menikah dengan kamu. ''


ucap raihan dan alana mengangguk.


''Yasudah, kakak pulang yah kamu mandi terus istirahat dan jangan kemana kemana. ''


ucap raihan pamit sambil mencium kening alana dan raihan langsung masuk kedalam mobilnya.


Alana masuk kedalam rumah setelah raihan pergi dan sudah tak terlihat mobilnya.


''Kak alana besok jangan kemana kemana, luluran dan perawatan tubuh, biar segar. ''


ucap galuh saat alana masuk kedalam rumah dan duduk di samping galuh.


''Kak tadi kemana ajah jalan jalannya, pulang bawa strawberry banyak sekali?? ''


''Dari tempat indah banget. ''


''Ini bukan, kakak mirip seperti adiknya kak raihan yah, imut banget. ''


ucap galuh sambil memperlihatkan foto di status sosmednya raihan.

__ADS_1


''Kak raihan malah di buat status sosmed lagi, kan malu banget. ''


ucap alana sambil cemberut.


''Kak, kakak ko muda banget yah, padahal galuh lihat dan perhatikan, kakak gak pernah ke salon. ''


''Kan emang kakak itu cantik dari sananya, makanya gak ke salon juga udah cantik. ''


jawab alana dengan nada sombongnya dan galuh mengacak rambut alana.


''Udah ahh kakak mau memanjakan tubuh dengan tidur nyenyak. ''


ucap alana sambil berlalu menuju kamarnya.


Galuh melanjutkan kembali kerjaannya dan menunggu ibu nya yang masih riweuh mengurus pesta pernikahan alana.


Alana sudah merebahkan tububnya dan langsung terlelap karena lelah habis jalan jalan seharian dengan raihan.


...****************...


Satu hari sebelum menikah.....


Alana saat ini sedang mengikuti proses siraman dan sungkeman minta restu pada ibunya, setelah acara sungkeman meminta restu selesai, alana kembali ke kamar dan beristirahat untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Alana sengaja menonaktifkan handphone nya karena raihan terus sajah menghubunginya dan membuat alana pusing.


''Kak, kenapa handphone nya gak aktif, kak raihan terus menghubungi nomer galuh kak. ''


ucap galuh saat menghampiri ke kamar alana dan ikut merebahkan tubuhnya di ranjang.


''Udah biarin ajah galuh, kakak pusing tau sama kak raihan yang setiap menit nelphone terus, makanya handphone kakak di nonaktifkan. ''


Galuh dan alana tidur berdua di ranjang alana, mereka mengobrol dan bercerita tentang masa lalu saat di desa.


''Besok galuh akan jadi walinya kak alana, galuh akan menikahkan kakak dengan kak raihan. ''


ucap galuh dan alana hanya diam dan menatap langit langit kamarnya dan enggan menjawab ucapan galuh.


''Galuh, kakak takut kalau nanti menikah malah susah geraknya, kak raihan sangat over posesif. ''


ucap alana dan galuh tersenyum.


''Galuh rasa kak raihan posesif karena dia gak mau kehilangan kakak dan nanti saat kalian menikah, kak raihan akan normal seperti suami biasanya, dia masih merasakan takut karena kakak belum menjadi miliknya dan masih bisa di rebut laki laki lain, kalau sudah menikah kakak otomatis jadi milik kak raihan seutuhnya. ''


''Iya juga sih, tapi bagaimana kalau ucapakan kamu salah dan kak raihan malah nambah posesif dan cemburuan loh, bagaimana?? ''


''Ucapan adalah doa dan kakak lebih baik berfikir positif dan jangan berfikir aneh aneh, udah kita tidur yah galuh ngantuk banget. ''


''Galuh masa tidur di kamar kakak siih, sana di kamar kamu dong. ''


Ucap alana yang mengguncang bahu galuh yang menutup matanya.


Galuh langsung membuat pembatas dengan dua guoing dan tertidur kembali.


''Udah jangan protes, besok kakak akan menikah dan galuh yakin kita gak bisa sedekat dulu, tidur yah kak jangan banyak protes. ''


ucap galuh dan alana kembali merebahkan tubuhnya dan ikut tertidur lelap.


Galuh dan alana tertidur lelap dan dibatasi guling di tengah tengahnya, galuh tiba tiba ingin dekat dengan kakaknya, ntah apa yang galuh rasakan saat ini yang dia ingin hanya ingin tidur dengan alana sebelum alana menikah.

__ADS_1


Ibu rani masuk kedalam kamar alana tepat pukul lempat pagi, karena alana akan di bawa menuju hotel, karena acara akan di selenggarakan di hotel keluarga diningrat.


''Alana bangun, mandi dan pakai pakaian kamu yang ibu siapkan kemarin, kita harus segera ke hotel sekarang, acara akad di mulai jam delapan pagi dan kamu harus di hias dulu. ''


ucap ibu rani dan tidak seperti biasanya, alana langsung terbangun dan duduk.


IBu rani memberikan air minum pada alana, setelah alana meminumnya sampai habis, alana langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Ibu rani langsung membangunkan galuh dan setelah bangun galuh langsung keluar dari kamar alana dan ibu rani merapihkan kamar alana.


Sepuluh menit kemudian alana keluar dari kamar mandi dengan menggunakan dress kemeja yang sudah disiapkan ibunya.


''Ayo kita turun dan bersiap menuju hotel, omah, opah dan kak triyan sudah duluan menuju hotel, tinggal kita ajah dan galuh yang belum berangkat. ''


ucap ibu rani dan alana langsung menyimpan handphone nya dan ikut turun dengan ibunya.


Galuh sedang duduk di kursi dan memakan cemilan yang ada di meja makan.


''Jorok banget sih kamu, belum mandi udah makan. ''


ucap alana saat menghampiri galuh dengan ibunya.


''Mandinya di hotel ajah, kan galuh udah disiapkan kamar disana. ''


jawab galuh sambil memakan makanannya kembali.


Ibu rani langsung menggandeng lengan alana menuju mobil dan galuh mengikutinya dari belakang, hari ini galuh yang mengemudikan mobil tanpa supir.


''Ibu waktu kemarin lusa setelah ziarah ke makam ayah, ibu bawa kan pesanan alana yang ada di dalam kamar alana?? ''


''Bawa dong dan nanti setelah kamu menikah baru ibu akan memberikan buat kamu, oh iya opah udah menyiapkan tiket liburan untuk kalian bulan madu, nanti ada galuh dan triyan yang akan menemani kalian pergi kesana. ''


''Masa bulan madu harus bawa teman sih, nanti mereka ganggu dong. ''


ucap alana dan galuh langsung tersenyum kecut.


''Kita jangan seperti orang kenal ajah kan gampang juga, lagian galuh sama kak triyan mau menghadiri rapat pemegang saham nantinya, bukan mau ganggu kalian yang mau enjoy. ''


ucap galuh dan alana hanya menganggukan kepalanya.


Jalanan sangat sepi dan hanya sepuluh menit mobil yang di kemudikan galuh sampai di hotel, alana langsung menuju kamar yang sudah di persiapkan untuk di rias wajahnya.


.


.


.


.



.


.


.


..................

__ADS_1


__ADS_2