
Saat ini alana sedang tegang karena ibu dan adiknya sedang mencicipi masakan menu baru nya.
''Loh kamu kenapa gak makan sayang?? ayo makan dan nanti setelah makan ibu koreksi apa kekurangan dan pokonya semua ibu koreksi. ''
ucap ibunya alana karena alana hanya menatap sajah dan tidak memakan makanannya.
Alana ahirnya ikut makan dan tak lama semua selesai makan, bibi dan yang lainnya langsung merapihkan meja makan, alana duduk sambil memakan cemilan yang tadi di buatnya.
''Ibu akan mulai mengkoreksi makanan kamu, makanan kamu enak alana, tapi aromanya terlalu tajam kamu bisa mengurangi sedikit yah dan untuk minumannya gak ada kekurangan dan kelebihan semua pas, kamu bisa membuatnya di cafe besok. ''
ucap ibunya alana dan alana langsung senang dan bahagia karena menu pertama sudah lulus.
''Kak, bisa gak di adakan menu makanan manis buat teman meeting, nanti kalau kantor galuh mengadakan meeting di luar, galuh akan rekomendasikan cafe kakak, gimana?? ''
ucap galuh dan alana langsung mengiyakannya.
''Alana kamu jangan fokus dengan cafe dan usaha kamu yang lainnya, cari lah pasangan hidup karena usia kamu sudah mau masuk dua puluh lima tahun dan itu usia yang cukup matang bagi seorang wanita untuk berumah tangga. ''
ucap ibunya alana dan alana hanya diam dan tidak berkomentar.
''Kamu mendengarkan ucapan ibu kan alana?? ''
ucap ibu rani karena alana hanya diam dan tidak menjawabnya.
''Dengar ibu, alana sangat mendengarnya. ''
''Bagus, maka lakukan semua keinginan ibu, buka hati kamu alana dan cari pasangan hidup yang menyayangi kamu dan menghormati kamu. ''
Alana hanya menganggukan kepalanya dan mendengarkan semua yang ibunya ucapkan.
''Besok mau galuh antar atau sendiri?? ''
tanya galuh saat kakaknya terus bicara mau ke cafe besok.
''Sendiri ajah, ngapain di anterin kamu. ''
jawab alana jutek dan membuat galuh hanya geleng geleng kepalanya.
''Sudah galuh, biarkan kakak kamu yang melalui hidupnya sendiri dan jangan di ganggu. ''
ucap ibu rani dan galuh menyetujuinya.
Malam semakin larut, semua penghuni rumah kediaman prayoga sudah masuk kedalam kamar masing masing.
Alana masih terduduk sambil memegang alat tulis dan membuat resep makanan dan minuman yang tadi alana buatkan dan dicicipi oleh ibu dan adiknya.
Handphone alana berdering dan ternyata riyan yang menghubunginya, alana malas dan menyimpan handphone nya di dalam laci lemari kecil di samping ranjangnya.
''Ngapain laki laki gila itu hubungi segala, udah tau ini malam hari waktunya tidur. ''
gerutu alana sambil merebahkan tubuhnya dan tak lama alana tertidur pulas.
Pagi hari menjelang.........
Alana membuka matanya tepat pukul enam pagi dan alana langsung menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Ibu rani saat ini sedang santai sambil membaca kabar berita di handphone nya, galuh baru selesai olah raga di ruang olah raga.
''Galuh tumben kamu olah raga sepagi ini?? ''
ucap ibu rani saat melihat galuh keluar dari ruangan olah raga dengan keringat di tubuhnya.
Galuh mendekat dan duduk di lantai sebelah kursi ibunya.
''Galuh udah lama gak olah raga bu, makanya pagi ini langsung olah raga. ''
Alana menuruni tangga dan menghampiri ibu dan adiknya yang sedang mengobrol.
__ADS_1
''Tumben kakak udah cantik pagi pagi gini. ''
ucap galuh dan membuat alana langsung kesal dan memukul lengan galuh.
''Jahat banget sih, kakak emang selama ini gak cantik yah galuh?? ''
''Bukan gak cantik kak, tapi biasanya kakak masih bau iler pagi pagi gini dan sekarang sudah cantik, wangi dan rapih, kakak mau kemana?? ''
''Kamu mau kemana sayang??, ini masih jam tujuh pagi loh dan kamu kan gak biasa bangun pagi dan sudah rapih lagi. ''
ucap ibunya alana dan galuh mengiyakannya.
''Alana mau ke cafe, karyawan masuk jam delapan dan alana mau kesana seperti karyawan, alana mau memperkenalkan menu baru juga kan, biar ke jual hari ini di cafe. ''
jawab alana dan ibunya hanya menganggukan kepalanya.
''Yaudah kita sarapan dulu yah dan kamu baru boleh berangkat ke cafe. ''
ucap ibunya alana dan alana menolaknya.
''Alana mau sarapan di tempatnya meta sama asti ajah yah bu, boleh kan?? ''
ucap alana menolaknya dan ibunya terpaksa menuruti keinginan alana.
Alana langsung pamit dan mencium tangan ibunya, alana senang karena akan sarapan dengan kedua sahabatnya dan mengulang kejadian saat dia dahulu jadi anak kost.
Tiga puluh menit kemudian alana sampai di parkiran cafe nya dan terlihat karyawan nya baru datang sebagian, alana masuk dan semua karyawan yang datang mengangguk hormat pada alana.
Meta sudah datang dan langsung memeluk alana seperti baru menemukan harta karun dan alana hanya bengong dengan apa yang di lakukan oleh meta.
''Alana kamu baik baik ajah kan, kemarin pak wili bilang kamu di rumah sakit pas aku nanya. ''
ucap meta dan alana tersenyum menjawabnya.
''Ayo kita ke ruangan aku dulu, tapi kamu panggilkan koki yang bertugas hari ini yah dan bawa keruangan aku sekalian dengan kamu. ''
jawab alana dan meta langsung ke belakang sedangkan alana masuk kedalm ruangannya dan menghidupkan komputer kerja yang biasa di gunakan oleh willi.
''Maaf saya meminta kalian berdua datang kesini, ini kalian pelajari yah dua menu makanan yang akan saya pajang di daftar menu baru, pelajari dengan teliti dan saya sudah menuliskan resep juga takarannya seperti biasa, jangan lupa kasih tahu koki yang bertugas nanti siang yah. ''
ucap alana sambil memberikan resep pada kedua kokinya.
Biasanya willi yang akan memberikan menu baru tapi sekarang alana langsung yang memberikannya, kedua koki langsung keluar dan mempelajari menu baru nya.
''Jelaskan alana kamu sakit apa?? ''
tanya meta dan menatap penuh selidik.
''Aku gak sakit meta tapi omah aku yang sakit. ''
jawab alana dan membuat meta kaget karena setahunya alana sudah tidak memiliki omah dan hanya memiliki ibu dan adik.
''Bisa jelaskan alana, kamu punya omah dari mana sih kan kamu cuma punya ibu dan adik. ''
''Oh iya lupa deh, aku belum cerita tentang jati diri aku yang sebenarnya. ''
ucap alana dan meta langsung meminta penjelasan, alana langsung menceritakan semuanya dan terpaksa menceritakan perihal putus dengan teguh, meta menjadi kaget dan sangat bingung dengan semuanya, ternyata alana anak sultan tajir tapi alana tidak menyombongkan semuanya.
''Kamu bisa mengerti kan meta dengan semua penjelasan aku barusan?? ''
tanya alana saat dia selesai menceritakannya.
''Iya aku mengerti sekali alana dan senang juga karena punya teman keturunan sultan. ''
jawab meta sambil tertawa dan alana langsung kesal.
''Jangan buka jati diri aku pada siapapun, aku ingin bebas tanpa bayangan keluarga ibu atau ayah. ''
__ADS_1
''Siap bos, yasudah aku mau keluar dan mengontrol semuanya yah dan balik ke meja kerja aku. ''
ucap meta dan alana mengangguk.
Alana keluar dengan membawa menu baru dan meminta pegawainya menyimpan di daftar menu paling depan, alana langsung ke dapur karena perutnya terasa lapar, alana membuat makanan untuknya dan semua koki merasa sungkan karena bos nya sedang di dapur.
''Kalian enjoy lah dengan kerjaan kalian dan jangan hiraukan saya disini yah, saya hanya akan membuat sarapan ajah kok. ''
ucap alana karena melihat pekerja dapur terlihat canggung dan setelah alana berbicara semua kembali ke aktifitasnya.
Alana hanya sepuluh menit membuat makanannya dan saat akan mencuci bekas masakannya petugas cuci piring mengambil alih dan alana langsung mengiyakannya dan segera keluar dapur agar pekerja di dapur nyaman.
Alana memakan makanannya di meja konsumen dan meta hanya geleng geleng kepala melihatnya, cafe ahirnya di buka tepat pukul sepuluh pagi dan cafe langsung ramai karena terletak di tempat strategis, alana acuh dan tetap memakan makanannya sambil memainkan leptop untuk membuat menu baru andalan di cafe nya.
Alana hanya fokus dengan leptop dan dia tidak menyadari kalau ada seseorang duduk dihadapannya.
''Hai alana sayang.....''
''Ya ampun omah, kok omah bisa ada disini, omah baru keluar dari rumah sakit dan omah baru pulih juga kan, omah sama siapa kesini?? ''
ucap alana dengan memborong sebanyak pertanyaan pada omahnya dan omah hanya senyum menjawabnya.
''Kakak yang anterin jadi kamu jangan khawatir lagi yah alana. ''
ucap triyan yang tiba tiba datang dan duduk di samping alana.
''Kalau sama pak dokter ini, alana percaya kalau omah pasti sudah pulih. ''
''Tadinya omah mau sama opah kesini tapi opah ada meeting jadinya omah ajak triyan ajah, tadinya gak ijinin omah keluar rumah tapi omah bilang mau ketemu kamu yasudah di ijinkan. ''
jawab omah dan alana tersenyum senang.
Alana memanggil pelayan dan meminta omahnya dan triyan memesan makanan, omah langsung memesan begitu juga dengan triyan.
''Sibuk banget kamu kayanya, emang gak ada asisten gitu, kan kamu owner cafe ini. ''
ucap triyan dan alana hanya tersenyum tipis menjawabnya.
''Aku itu lagi bikin menu baru untuk cafe kak dan itu kan tanggung jawab aku. ''
''Jangan terlalu di porsir yah sayang, menu baru itu maksimal seminggu dua menu dan jangan lebih, nantinya akan membuat semua pekerja dapur kamu kewalahan loh dan berantakan. ''
ucap omah ajeng dan alana langsung hormat dan berkata siap.
Makanan pesanan omah dan triyan di sajikan di meja dan alana langsung berterima kasih pada pegawainya, omah langsung memakan makanannya.
''Makanan nya enak banget loh ini. ''
ucap omah setelah memakan makanannya.
''Benar omah, pesanan triyan juga enak. ''
''Makasih untuk pujiannya, alana jadi melayang deh mendengar semuanya. ''
jawab alana tersenyum senangnya dan omah juga triyan melanjutkan makannya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
............