
Alana dan galuh saat ini sedang duduk dengan omah ajeng dan opah noto.
''Alana kamu bersedia gak kalau opah buatkan sebuah toko makanan atau cafe??, biar kamu gak usah kerja dengan teguh, kamu punya usaha sendiri. ''
ucap opah noto dengan nada yang halus dan berharap alana menerima tawarannya.
''Terimakasih sebelum nya opah, alana senang karena opah perhatian ke alana, tapi maaf alana gak bisa opah dan alana menikmati kerjaannya sekarang. ''
tolak alana secara halus dan opah noto menganggukan kepalanya, opah noto mengerti dengan penolakan alana.
''Kenapa kamu menolaknya sayang, semuanya kan bisa membantu meringankan kamu untuk membiayai sekolah adiknya kamu. ''
ucap Omah ajeng membantu berbicara untuk meyakinkan alana.
''Opah, omah, alana senang karena kalian memperhatikan alana, tapi alana gak bisa menerima semuan tawaran kalian, alana percaya dan sangat yakin, kalau rezeki itu sudah ada yang mengatur, alana sangat senang dengan kerjaan sekarang, malahan alana bersyukur mendapatkan kerjaan saat ini, karena di luaran sana banyak orang yang sulit mendapatkan pekerjaan, maafkan alana sudah menolaknya. ''
Tolak alana secara halus dan membuat opah dan omah bangga dengan kekerasan alana.
Opah noto tersenyum dan mengelus kepala alana dengan begitu sayangnya dan bergumam dalam hatinya.
''Kamu adalah keturunan notodiningrat alana, opah bangga ke kamu. ''
Galuh terus menatap interaksi kakaknya dan galuh sadar kalau opah noto dan omah ajeng tulus menyayangi kakak nya.
''Ada apa di balik kasih sayang ini, aku merasakan kasih sayang berbeda. ''
gumam galuh dalam hatinya dan menatap kakaknya, omah ajeng langsung tersenyum pada galuh dan galuh membalas senyumannya.
''Galuh, kamu sudah di terima di universitasnya?? ''
Tanya opah noto pada galuh karena memperhatikan galuh yang terus menatap interaksi nya dengan kakaknya.
''Udah dan awal bulan depan sudah mulai masuk untuk pengenalan. ''
Jawab galuh dengan nada datar dan jauh dari senyum di wajahnya.
''Raut wajah kamu sangat mirip dengan jordi, sinis dan sangat dingin. ''
Gumam opah noto yang bertatapan langsung dengan tatapan galuh dan galuh membalas menatapnya.
Alana, galuh, opah noto dan omah ajeng mengobrol ringan dan alana sangat nyaman dengan obrolannya, karena alana merasakan mempunyai kakek dan nenek yang utuh.
Alana pamit pada opah dan omah karena galuh harus secepatnya pulang ke desa, ibunya di rumah sendiri dan gak ada yang menemani.
''Kamu sering sering yah alana mengunjungi omah, karena omah akan senang dan sangat senang. ''
Ucap omah ajeng saat mengantar alana menuju pintu dan menuju mobil yang sudah siap mengantarkan alana pulang ke kosannya.
''Iya omah, lana akan usahakan yah. ''
jawab alana saat sebelum masuk kedalam mobil dan mencium tangan omah ajeng.
Alana masuk kedalam mobil menyusul kedua temannya dan juga galuh, mobil pun berjalan keluar dari rumah menuju kosan alana, sepanjang perjalanan alana hanya diam dan gak banyak berbicara, meta dan asti sibuk dengan handphone nya, sedangkan galuh sibuk dengan jalanan di sampingnya.
Tiga puluh menit kemudian mobil sampai di depan gerbang kosan alana, setelah semua keluar mobil alana mengucapkan terimakasih pada supir yang mengantarkannya.
''Kak alana, galuh mau siap siap dan langsung pulang yah, kasihan ibu di rumah sendirian. ''
__ADS_1
Ucap galuh saat alana masuk kedalam kamar kost nya dan alana langsung merebahkan tubuhnya di kasur.
''Iya galuh, kasihan juga kan ibu di rumah sendiri, sana kamu siap siap yah. ''
ucap alana dan langsung meminta galuh bersiap.
Alana menyiapkan uang untuk pegangan galuh dan alana juga akan menanyakan uang masuk ke perguruan tinggi galuh.
Galuh selesai dengan bersiap, galuh memakai jaketnya dan menggandong tasnya, alana memberikan uang untuk galuh bekal.
''Ingat galuh, belajar yang benar dan jangan menyusahkan ibu, ini uang untuk bekal kamu dan jangan boros boros yah uangnya. ''
Ucap alana saat galuh pamit dan memakai helm nya, galuh pun menerima uang dari alana dan menyimpannya di dalam tasnya.
Galuh langsung menghidupkan motornya dan galuh langsung pergi untuk segera pulang ke desa.
Alana terus menatap punggung galuh sampai tak terlihat, alana sebenarnya ingin ikut tapi alana takut kesiangan besok berangkat kerja, alana terus melamun dan berfikiran dengan argumennya sendiri hinga tepukan meta membuat alana kaget.
''Lana, kamu malah melamun sih. ''
''Meta kamu kebiasaan deh ngagetin orang, siapa yang melamun, aku lagi lihat galuh yang menuju jalan raya. ''
Elak alana dengan nada kesal karena meta mengagetkannya, meta langsung melihat ke arah jalan raya dan tidak menemukan galuh.
''Kamu ngaco alana mana galuh nya, gak ada juga. ''
''Udah ahh jangan banyak bertanya, ada apa meta kamu mengagetkan aku?? ''
ucap alana sebelum meta nyerocos kembali dan menanyakan galuh yang sudah tidak terlihat.
Meta tersenyum dan membuat alana curiga dengan senyuman meta.
ucap alana menatap meta penuh selidik dan meta memukul bahu alana karena alana mengetahui tujuannya menghampirinya.
''Aku cuma mau meminta nasi ajah, aku lupa belum beli beras loh. ''
''Aku juga gak punya nasi, tadi pagi kan di buat nasi goreng oleh galuh, aku kasih berasnya ajah yah, kamu mau kan meta??
Jawab alana dan meta pun menyetujuinya, meta mengikuti alana masuk kedalam kamarnya.
''Tunggu tunggu.....''
ucap alana yang tiba tiba berhenti dan meta langsung mengerutkan dahinya.
''meta bagaimana kalau Kita makan di luar ajah, sekalian jalan jalan, shoping dan mencuci mata, gimana kamu mau gak?? ''
Ajakan alana secara tiba tiba dan meta yang memang senang jalan jalan pun gak menolaknya dan sangat senang dengan ajakan alana.
''Kamu mana nolak di ajak makan di luar, sana siap siap dan ajak asti sekalian. ''
ucap alana kembali karena meta begitu bersemangat dan gak menolaknya.
''Siapa yang gak akan menolak, dasar alana risyana. ''
Gerutu meta karena alana membuatnya kesal dan meta langsung ke kamar asti untuk mengajaknya jalan.
Alana menyiapkan uang untuk di bawanya jalan, alana membawa uang tiga juta untuk mentraktir asti dan meta.
__ADS_1
''Uang ini kan hadiah dan sudah sepatutnya aku juga membagi bagi sedikit rezeki. ''
ucap alana yang menghitung uangnya dan memasukannya kedalam tas selempang kecil yang di bawanya.
Saat alana memakai sepatunya alana di kagetkan saat teguh ada di hadapannya dan tersenyum padanya.
''Mau kemana sayang??
Ucap teguh penuh selidik karena melihat alana rapih dengan pakaiannya, tas dan sedang memakai sepatu.
''Mas teguh, katanya acara kerjaannya sampai malam, tapi kenapa mas teguh ada disini dan sekarang baru menunjukan pukul dua siang. ''
jawab alana yang langsung berdiri dan berhadapan dengan teguh, teguh tersenyum dan mengacak rambutnya alana.
''Sengaja mas kesini secepatnya, kamu belum menjawab pertanyaan mas loh, kamu mau kemana?? ''
ucap teguh dan alana langsung tersenyum dan bingung harus menjawab apa, tiba tiba asti menghampiri dan gak memperhatikan kalau alana sedang mengobrol dengan teguh.
''Lana ayo kita berangkat sekarang. ''
Ucap asti dan sebelum melanjutkan ucapannya, asti langsung menutup mulutnya dan malu karena sudah berteriak mengajak alana, teguh hanya tersenyum menatap tingkah sahabat kekasihnya.
Alana meminta waktu pada teguh untuk berbicara dengan sahabatnya dan teguh mengijinkannya.
''Sebentar yah mas teguh, lana mau bicara empat mata dengan asti. ''
ucap alana meminta ijin dan teguh mengangguk, alana langsung membawa asti ke kamar nya meta.
''Lana kamu kok narik narik tangan aku sih. ''
protes asti karena alana malah menariknya masuk kedalam kamar asti.
''kayanya aku gak akan ikut deh, itu ada mas teguh datang loh, kalian ajah yang pergi dan ini aku kasih buat jajan yah. ''
ucap alana pada meta dan asti sambil memberikan uang dan membuat kedua temannya menghembuskan nafasnya karena gagal jalan jalan.
''Gak mau, bawa lagi uangnya, mendingan makan di rumah ajah, gak seru cuma berdua jalannya. ''
tolak meta dan asti pun menyetujui ucapan meta, alana langsung sedih dan bingung harus memilih siapa, meta yang merasa kasihan dengan alana pun berbicara dan meyakinkan alaana.
''Udah kamu sana sama mas teguh ajah, kan gak tiap hari jalan jalan sama dia, kalau dengan kita besok juga bisa kan alana, kita gak apa apa kok lana, asal jangan bawa kunci kamar kamu yah, kita mau masak ajah dengan bahan yang ada di kamar kamu, boleh kan??. ''
ucap meta meyakinkan alana dan asti pun menganggukan kepalanya agar alana gak pusing memilih antara sahabat dan pacarnya.
''Udah sana pergi, sini kunci kamarnya. ''
ucap asti sambil mendorong alana keluar untuk menghampiri teguh, alana langsung tersenyum dan meta mengacungkan jempolnya, alana langsung menghampiri teguh dan teguh langsung membawa alana menuju mobilnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
. ..................