
Alana sampai di tempat kost nya dan langsung di borong banyak pertanyaan oleh meta dan asti.
''Stoooop.....satu satu kalau nanya, aku pusing jadinya menjawab nya. '' ucap alana dan kedua sahabatnya langsung tertawa.
''Aku tadi di seret sama mba rani ke cafe, ga boleh protes dan gak boleh ganti baju, lihat hasilnya aku pakai baju daster dan doble baju chef, malu tau sepanjang jalan jadi perhatian orang, aku kaya ODGJ. '' ucap alana.
''ODGJ apaan lana?? '' tanya meta.
''Orang dalam gangguan jiwa, alias orang gila baru. jawab alana dan membuat meta dan asti tertawa tawa.
''Trus di cafe ngapain ajah kamu?? '' tanya asti.
''Aku di suruh masak dan tadi ada owner cafe nya loh, aku baru melihat dan ketemu loh. '' jawab alana.
''Ownernya ganteng ga?? '' tanya meta dan berhasil membuat asti memukul lengan meta.
''Ingat pacar di atas noh, mau kedengeran dan kamu di pecat jadi pacar dan jadi mantan. '' ucap asti.
''Kan nanyain ajah bukan nitip salam. '' ucap meta.
''Stop stop jangan berisik, orang nya seperti udah berumur dan beristri, tapi ganteng lah lumayan, seperti model model om om gitu. '' ucap alana.
''Tipe aku banget sih lana, titip salam yah ke ownernya dari asti ananda. '' ucap asti.
''Ogah, aku gak berani asti, dia owner dan aku hanya rakyat jelata, malu mau bicaranya juga. '' jawab alana.
''Yaudah gak apa apa deh, ayo kita masak buat makan malam, laper loh perut aku. '' ucap meta.
''Jangan masak, kalian mandi dan siap siap yah dandan yang cantik, aku mau bawa kalian makan di luar, sekalian aku mau beli peralatan kamar mandi udah abis soalnya, sana bubar aku mau siap siap. '' ucap alana sambil masuk kedalam kamar kost nya dan kedua sahabatnya langsung menuju kamar mereka dan bersiap.
''Uang dari owner kan lumayan banyak nieh ada satu juta tiga ratus ribu, buat traktir meta sama asti dan ngasih buat jajan mereka berdua, sisanya buat bayar sewa kost dan jajan deh, syukur lah kerja empat bulan gajih utuh dan belum pernah aku tarik. '' ucap alana dan langsung segera mandi.
Sepuluh menit kemudian alana selesai mandi dan memakai pakaiannya, asti dan meta langsung masuk dan ikut merias diri di kamar alana.
''Lana aku pengen curly dong, tolongin yah. '' ucap meta dan alana mengangguk.
Alana langsung curly rambutnya meta sedangkan asti meluruskan rambutnya sendiri menggunakan catokan rambut milik alana.
''Kalian ini aneh, yang satu di keriting yang satu di lurusin, kalau aku mending apa adanya ajah, orang cuma belanja ke swalayan sama makan ajah. '' ucap alana.
''Stop jangan protes alana, kita pengen terlihat cantik dan sempurna. '' ucap meta dan alana menyelesaikan kerjaannya lalu merapihkan bekasnya.
''Lana aku perhatikan kamu gak pernah ambil uang barengan kita ke ATM, bukannya gaji kamu masuk lewat rekening bank yah, kamu emang punya uang?? '' tanya asti.
''Aku ada uang cash dan selama gaji aku masuk ke rekening, aku ga pernah ambil dan mau aku kasih ke ibu semuanya, hutang bekas berobat bapa masih banyak loh dan aku mau ibu terbebas dari itu, uang selalu aku dapatkan kalau dapat tips dari konsumen cafe, makanya aku utuh uang gaji nya. '' ucap alana dan kedua sahabatnta langsung memeluk alana.
''Aku bangga sama kamu lana. '' ucap meta.
__ADS_1
''Aku juga lana, sangat bangga ke kamu, kamu baik banget, cerdas, pintar dan bisa menata uang penghasilan, andai aku bisa seperti kamu lana. '' ucap asti.
''Stop stop....kita berangkat sekarang sebelum kemalaman sampai di kosan lagi, kita ke swalayan dulu yah mau belanja sabun sabun dan alat alat di kamar mandi lainnya dan ini buat jajan kalian terima yah. '' ucap alana dan membuat kedua sahabatnya kaget.
''Lana gede banget kamu kasihnya, emang kamu cukup uangnya?? '' tanya meta.
''Cukup meta, udah jangan protes lagi yah, kita bisa pergi sekarang kan?? '' jawab alana dan kedua temannya mengangguk.
Alana langsung mengunci pintu kamarnya dan segera menyusul meta dan asti yang lebih dulu menuju jalan raya, sepanjang perjalanan mereka bertiga begitu heboh dan terus tertawa karena tingkah meta dan di protes asti, alana hanya jadi penengah dan gak terlalu ikut campur.
Tiga puluh menit kemudian ketiga sahabat itu sampai di swalayan, alana mendorong trolli belanjaan nya dan memilih milih kebutuhannya, meta dan asti pun ikut memilih belanjaannya.
Alana melihat ayah dan daging yang segar dan alana langsung kefikiran untuk memasak ayah atau daging, namun alana baru sadar kalau dia gak memiliki kulkas, alana hanya memilih telor dan mie.
''Maaf nenek, ini dompet nya terjatuh barusan. '' ucap alana sambil memberikan dompet pada seorang nenek.
''Makasih yah, ini beneran dompet nenek dan terjatuh, sekali lagi makasih. '' ucap nenek saat menerima dompetnya dan alana langsung tersenyum mengangguK.
Alana mencari kedua sahabatnya dan kaget saat melihat meta sedang denga laki laki dan asti jadi obat nyamuk.
''Asti, sini barengan aku ajah biarkan meta sama pacarnya. '' ucap alana saat menghampiri asti.
''Kamu kemana ajah alana, aku nyari nyari dan terpaksa jadi obat nyamuk. '' ucap asti.
''Maaf tadi aku melihat lihat daging dan ayam, segar segar loh, jadi pengen masak. '' ucap alana.
''Ayo kita pilih daging dan bumbunya juga asti kalau gitu, tadinya takutnya kamu gak mau kan aku bilang mau traktir makan di luar. '' ucap alana.
''Udah jangan, kita masak ajah biar kenyang lana, kalau makan di luar ntar di rumah masak mie instan jadinya, kan gak kenyang. '' ucap asti.
Alana dan asti langsung memilih dagingnya dan alana langsung mengetahui daging yang bagus untuk di buat bistik, alana juga mencari bumbu nya untuk pelengkap.
''Kita masak bistik sama mash potato, jadi gak makan nasi yah. '' ucap alana.
''Terserah yang penting aku maunya bistik yang waktu itu kamu buatkan buat kita. '' jawab asti.
Alana dan asti membiarkan meta dengan pacarnya dan alana langsung memutuskan untuk pulang dan mengabari meta lewat pesan.
Saat sampai di kamar kostnya alana langsung mengolah dagingnya dan asti membantu mengulek bumbunya.
Satu jam kemudian makanan selesai di masak, alana memasak banyak sekali olahan daging dan membagikannya ke tetangga kost nya dan ke ibu kost sambil membayar tagihan kosannya bulan depan.
''Lanaa.....'' teriak rido dan membuat lana senang.
''Kak rido dan ka rangga kesini, pas banget kita mau makan bistik nih, mba rani mana?? '' tanya alana.
''Aku disini alana. '' ucap mba rani sambil menenteng lima jus di tangannya.
__ADS_1
''Itu jus darimana mba?? banyak amat. '' ucap alana.
''Bikin di cafe, sengaja buat kamu, meta dan asti. '' jawab mba rani.
Mereka semua kumpul di kamar kost alana dan memakan bistiknya dan mash potato.
''Masakan kamu enak banget lana, buka restoran ajah deh kamu lana, pasti laku. '' ucap rangga.
''Gak ada modalnya, nanti mau gaet om om ganteng dulu buat minta modal. '' jawab alana dan mendapat pukulan dari asti.
''Amit amit kamu lana, masa mau nyari om om sih, mendingan sugar daddy. '' ucap asti.
''Sama ajah astiiii.....'' kompak mereka semua yang ada di dalam kamat kost alana dan langsung tertawa tawa.
''Meta kemana?? '' tanya mba rani.
''Tadi di swalayan ketemu pacarnya, terus kita gak tau mereka kemana. '' jawab asti dan mba rani hanya mengangguk.
Setelah makan nya selesai alana merapihkan piringnya dan ikut gabung mengobrol dengan yang lainnya, asti sedang pedekate dengan rido dan di dukung oleh semuanya.
''Lana, kamar kost kamu rapih terus peralatannya lengkap banget sih, bersih lagi. '' ucap rangga.
''Kamar kost alana paling bagus, aku kost bertahun tabun gak punya apa apa, alana baru mau lima bulan, peralatan lengkap banget dan rapih. '' jawab mba rani.
''Prinsip aku sih, kalau kamar tempat kita berteduh nyaman, pasti bakalan betah dan bawa hoki, makanya sebisa mungkin aku rapihkan, kalau barang barang emang sengaja di lengkapi, jadi kan gak akan susah dan kita masak untuk makan setiap hari gak usah beli. '' ucap alana dan semua mengangguk.
''Besok kerja siang terahir yah dan minggu masuk pagi kan mba rani?? '' tanya alana.
''Iya alana dan kamu tahu, kalau minggu pasti sangat penuh cafe nya. '' jawab mba rani.
''Resiko hari libur mba. '' ucap alana.
Alana, mba rani dan rangga mengobrol di dalam kamar kost alana, sedangkan asti dan rido mengobrol di luar kamar kost.
.
.
.
.
.
..............
__ADS_1