Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 54


__ADS_3

Willi datang dengan membawa dua mesin kasir dan alana meminta membawa ke belakang, karena alana akan mengajarkan ke semua karyawannya.


''Mas willi, siapkan band yah buat live musik, terserah mau siapa, yang penting suaranya bagus ajah. ''


ucap alana saat willi selesai dengan mesin kasirnya dan kaget dengan permintaan alana.


''Baik nona saya akan siapkan dan paling besok saya akan memulainya. ''


jawab willi dan alana mengangguk.


''Besok ajah gak apa apa kok, sekarang kan sudah mau malam juga, makasih mas willi selamat beristirahat. ''


ucap alana dan willi langsung menuju pulang dan mencari alat musik dan grup band buat isi live musik nya.


Asti menghampiri alana dan dia melihat alana sedang mengoprasikan mesin kasir.


''Kamu mengerti dengan mesin begini?? ''


tanya asti dan alana mengangguk.


''Ini mesinnya simple, ga repot dengan keluar masuk uangnya, uang tetap di laci di bawah, tapi aku harus menginstal dulu daftar menu dan harganya. ''


jawab alana dan asti langsung menatap mesin nya dan membaca kertas berisikan cara pengoprasiannya.


''Besok lagi deh, aku mau pulang ajah, hari ini lelah sekali deh. ''


ucap alana dan asti membantu merapihkan mesinnya.


''Kamu pulang, ada aku disini juga yang ngawasin semuanya, istirahat yah. ''


jawab asti dan alana menganggukan kepalanya.


Alana masuk kedalam ruangannya dan menonaktifkan komputernya, lalu membawa tasnya dan pamit pulang ke asti, alana langsung menuju rumahnya karena tubuhnya begitu lengket.


Saat alana di perjalanan dia dapat telphone dan itu dari ibunya yang meminta alana ke rumah omah ajeng, alana langsung menuju rumah omah ajeng.


''Ada apa dengan omah, dia kan tadi baik baik ajah saat datang ke cafe. ''


gumam alana dalam hatinya dan dua puluh menit kemudian alana sampai di kediaman rumah omah ajeng.


Alana langsung masuk kedalam rumah dan alana kaget saat semua sedang duduk di ruang tamu dan alana langsung mencium tangan ibunya, omah ajeng, opah noto dan di depan galuh dia yang menyodorkan tangan.


''Ihh, aku bukan anak kak alana yang harus mencium tangan kakak. ''


protes galuh dan alana memanyunkan bibirnya.


''Sini duduk sama opah dan omah. ''


ucap opah noto dan alana langsung menuju sofa dan duduk di tengah tengah omah dan opahnya.


''Manjanya kumat yah kakak, opah sama omah jangan memanjakan kakak deh. ''


ucap galuh sambil tersenyum dan ibunya memukul lengan galuh.


''Biarkan alana di manjakan sama opah dan omah, cukup dia bekerja keras saat kalian di desa dan biarkan omah dan opah menebus kesalahan itu dengan memanjakan alana sekarang. ''


ucap omah ajeng dan galuh hanya geleng geleng kepala saat alana memeluk omah ajeng.


''Galuh, opah mau kamu masuk ke perusahaan diningrat, triyan gak bisa di andalkan, opah mau kamu yang melanjutkannya. ''


ucap opah noto dan galuh langsung terdiam dan ibu rani langsung menepuk bahu galuh.


''Bukan galuh menolak opah, perusahaan kakek prayoga sangat besar, ini juga di bagi dua dengan ibu, kalau galuh ke perusahaan opah, takut semua hancur nantinya. ''


jawab galuh dan opah langsung geleng geleng kepala dan tersenyum.


''Ayah tahu kalau kamu memiliki sebuah unek unek kan rani, ayo bicarakan. ''


ucap opah noto karena melihat ibu rani menepuk nepuk bahu galuh dan ibu rani langsung terdiam dan kaget.


''Emang kak triyan gak bisa ke perusahaan?? ''

__ADS_1


tanya alana dan triyan langsung cemberut.


''Kakak gak mau ke perusahaan, kakak cukup di rumah sakit dan mengelolanya, gak mau ke perusahaan karena bikin setres. ''


jawab triyan sambil menggelengkan kepalanya tanda menolak.


''Ahh.....kak triyan payah. ''


ucap alana mengejek triyan.


''Kakak ajah yang mengelola perusahaan opah kalau begitu. ''


ucap galuh dan alana melototkan matanya kesal.


''Ngaco kamu, kakak sudah punya cafe dan gak mau berbisnis, kakak takut kalau bisnis. ''


''Takut kenapa sayang?? ''


tanya omah ajeng yang merasa aneh dengan alana.


''Takut ketemi sama ceo ceo ganteng, nanti alana gak fokus dan malah kesemsem. ''


jawab alana dan membuat galuh melempar nya dengan bantal.


''Galuh jangan gitu, nanti kakak kamu murka dan kamu di hukum loh. ''


ucap ibu rani dan galuh langsung mengambil bantal di alana.


''Dasar adik durhaka kamu. ''


''Mana ada adik durhaka, yang ada anak itu yang durhaka, kakak alana. ''


''Sudah sudah stop jangan debat, rani ayo sebutkan ide kamu apa?? ''


ucap opah noto menengahi keributan kedua cucunya.


''Gabungkan sajah ayah perusahaannya, itu akan membuat kita kuat dan rani juga kan ikut andil jadi ayah jangan khawatir, nanti perusahaan kita bisa menjadi teratas. ''


jawab ibu rani dan opah noto langsung menyetujuinya.


ucap triyan dan alana mengacungkan jempolnya saat triyan menjawab dan melihat galuh langsung lesu.


''Kamu kaya ngerti ajah sayang?? ''


ucap ibu rani karena melihat alana terlihat senang.


''Ngerti dong ibu, galuh nambah bebannya karena perusahaan opah masuk ke perusahaan kakek dan galuh kan emang sudah hebat dengan perusahaan juga bisnis loh ibu, alana sangat mendukung juga, kalau galuh gak sanggup nanti alana akan bantu. ''


jawab alana sambil tersenyum dan galuh langsung memanyunkan bibirnya.


''Udah udah, galuh besok siap yah kita akan umumkan semuanya besok, opah harap kamu siap. ''


ucap opah noto dan galuh mau tidak mau harus menyetujuinya dan ibu rani sudah siap membantu.


''Kamu jangan takut galuh, ibu kamu jago dalam berbisnis dan hebat dalam dunia hacker, omah yakin kamu juga menuruni kehebatan ibu kamu. ''


ucap omah ajeng dan galuh menganggukan kepalanya.


Bibi memberitahukan makan malam sudah siap dan semua menuju meja makan.


Semua langsung makan dalam keheningan dan alana begitu lahap makannya dan membuat omah ajeng mengelus kepalanya alana.


Ibu rani senang dengan semuanya, walaupun semua terlambat karena suaminya sudah meninggalkan nya untuk selamanya tapi ibu rani bertekad untuk menjaga kedua anaknya.


Selesai makan malam nya, ibu rani dan galuh pamit pulang, namun tidak dengan alana karena dia di tahan untuk menginap di rumah omah ajeng dan ibu rani mengijinkannya.


''Kamu jangan sampai telat bangunnya besok pagi yah, jangan memalukan ibu. ''


ucap ibu rani saat alana mengantarkannya ke depan mobil.


''Siap bu, alana gak akan memalukan ibu kok, ibu hati hati dan kalau bisa besok ibu ke cafe atau ibu tanya ke mas willi dia berbuat apa di cafe nya aku. ''

__ADS_1


ucap alana dan ibu rani mengerutkan dahinya.


Ibu rani langsung masuk kedalam mobil karena galuh memanggilnya dan alana menutup pintunya.


Saat alana akan masuk dia melihat triyan sudah rapih dan akan keluar dari rumah.


''Kakak mau kemana?? ''


tanya alana dan triyan langsung menghampiri alana.


''Mau ke rumah sakit, ambil salinan resep punya omah, kamu mau ikut?? ''


ucap triyan dana lana langsung mengangguk setuju, alana langsung masuk dan meminta ijin ke omah ajeng dan omah mengijinkannya karena alana pergi dengan triyan.


Alana sudah di dalam mobil dengan triyan saat ini menuju rumah sakit, dua puluh menit kemudian alana sampai di rumah sakit, triyan langsung membawa alana masuk dan alana mengikutinya.


''Kamu tunggu yah, kakak mau ambil salinan resep nya di dalam ruangan. ''


ucap triyan dan alana mengangguk.


Alana sedang duduk dan mendengar sesuatu yang aneh di ruangan sebelah dia duduk, alana penasaran dan langsung mencari asal suara, alana langsung melihat dan ternyata ada seorang laki laki yang sedang bermesraan dengan wanita.


''Kalian mesum di rumah sakit ini, gak tau malu banget sih, aku adukan ke kakak triyan yah. ''


ucap alana saat membuka pintu dan melihat semuanya.


''Kamu siapa sih berani sekali masuk ke ruangan ini?? ''


ucap wanita itu dan si pria hanya diam seperti hilang kesadaran.


''Tunggu tunggu, kamu dokter disini dan kamu kan yang tadi siang ke cafe. ''


ucap alana saat melihat laki laki di hadapannya dan menghampirinya, namun si wanita menjegal tangan alana dan mendorong alana.


Triyan langsung menangkap tubuh alana saat di dorong wanita itu dan membuat triyan langsung marah.


''Pak triyan maaf saya gak sengaja. ''


ucap wanita itu dan alana langsung kesal.


''Kak kayanya kakak pecat wanita ini, dia mesum di ruangan ini dan laki laki itu seperti di alam bawah sadar deh kak. ''


ucap alana dan triyan langsung menghampirinya dan benar laki lakinya di bawah pengaruh biusan.


''Kamu saya pecat dan besok saya gak mau kamu ada di rumah sakit ini, ingat posisi kamu dan ini ketiga kalinya kamu berbuat jahat. ''


ucap triyan dan wanita itu langsung pergi dan triyan menolong laki laki yang sedang dalam biusan.


''Kak dia laki laki yang tadi di cafe aku, aku yang menumpahkan makanan yang dia beli. ''


ucap alana saat triyan membantu laki laki itu untuk berbaring.


''Dia ini pindahan dari semarang, dokter spesialis bedah dan kandungan, dia baru enam bulan kerja disini. ''


ucap triyan dan alana menganggukan kepalanya.


Triyan pamit dan meminta alana menjaga laki laki itu karena triyan sedang memanggil suster dan membawa obat penetralisirnya.


Alana duduk dan menatap pria di hadapannya yang sedang dalam keadaan tidak sadar, tak lama triyan datang dengan suster dan langsung membantu memulihkan laki laki itu.


.


.


.


.



.

__ADS_1


.


...........................


__ADS_2