Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 79


__ADS_3

Pagi hari menjelang......


Raihan sudah terbangun dan saat ini sedang duduk melihat galuh yang sedang berolah raga ringan di ruang olah raga.


''Kamu gak cape galuh, olah raga ekstrim begitu, ngeri lihatnya juga. ''


ucap raihan sambil melihat galuh dan galuh hanya menggelengkan kepalanya dan kembali melakukan olah raganya.


''Ayo sini ikut olah raga dan jangan diam ajah kak, biar berotot dan kuat. ''


ucap galuh namun raihan menggelengkan kepalanya.


''kakak olah raga satu minggu satu kali, gak ekstrim begini juga. ''


''Kak sebentar lagi kakak menikah dan harus punya otot kuat biar bisa kuat saat malam pertama. ''


''Itu bukan otot yang kuat tapi keahlian dalam gaya, kamu salah ajah. ''


''Pengalaman sekali yah, mentang mentang dokter kandungan. ''


Raihan pamit untuk membangunkan alana karena waktu sudah menunjukan pukul delapan pagi dan galuh mengiyakannya.


Raihan sampai di depan pintu kamar dan ternyata tidak di kunci, setelah membuka pintunya tatapan raihan tertuju pada seorang yang sedang tertidur pulas dengan hanya terlihat ujung kepalanya.


''Pantas ajah tidurnya nyenyak dan bangun selalu siang, kamarnya nyaman, wangi aromatherapy dan dingin sekali, AC kamar ini sangat dingin. ''


ucap raihan sambil mencari remot AC dan mematikannya, raihan membuka tirai dan jendela kamar alana dan terlihat pemandangan kolam renang yang luas.


''Ibu tolong tutup tirai nya lagi, silau sekali sinarnya ke mata alana bu, ''


ucap alana sambil menutup kepalanya dengan selimbut.


Raihan tersenyum dan menghampiri alana ke tempat tidurnya, saat raihan membuka selimbutnya bunga, satu hal yang raihan sesali adalah, alana memakai pakaian tidur seksi saat ini terpampang kulit mulus tubuh alana, raihan langsung berdiri dan menghadap ke jendela


''Ini anak kenapa ceroboh sih, kamar ga di kunci dan pakaian tidurnya seksi sekali. ''


gumam raihan dalam hatinya.


Alana membuka matanya dan tersenyum saat melihat raihan membelakanginya dan muncul lah ide untuk mengganggu raihan.


Alana turun dari ranjangnya dan memeluk raihan dari belakang.


''Sayang lebih baik kamu masuk ke kamar mandi dan segera mandi, kakak gak mau melihat kamu saat ini, pakaian kamu akan sangat bahaya sekali dan menodai mata kakak, cepat mandi kenapa malah meluk kakak dari belakang, kamu jangan mancing mancing yah. ''


ucap raihan saat alana memeluknya dari belakang.


''Ayo lihat kebelakang kak dan berbalik lah, emang gak tergoda dengan lana saat ini. ''


ucap manja alana sambil mengelus bagian dada raihan dan raihan hanya bisa mematung dan diam dengan perlakuan alana.


''Kamu nakal yah alana, awas kakak mau keluar kamar dan ingat cepat mandi dan kakak tunggu di meja makan satu jam lagi. ''


ucap raihan sambil berjalan keluar kamar namun alana menarik raihan dan mendorong tubuh raihan sampai raihan tertidur di kasurnya.


Raihan terdiam melihat aksi alana saat ini, raihan menahannya agar tidak kebablasan pada alana, alana terus menggerayangi tubuh raihan dan mencium rahang raihan.


Raihan tetap bertahan dan gak ingin kepancing oleh kelakuan alana yang sedikit liar saat ini menggodanya.


''Kak raihan payah, lana udah siap semuanya tapi kakak hanya diam sajah. ''


ucap alana kesal yang masih menindih tubuh raihan dan segera masuk kedalam kamar mandi.


Raihan duduk dan menetralkan detak jantungnya yang sempat berdetak tidak karuan karena kelakuan nakal alana menggodanya.


''Alana ceroboh sekali dia dasar anak nakal. ''


ucap raihan sambil berdiri dan segera keluar kamar alana sebelum alana berbuat aneh aneh lagi.


''Loh kak alana nya mana, kenapa kak raihan turun sendirian?? ''


ucap galuh saat raihan menghampirinya sendiri tanpa alana.


''Alana lagi mandi dulu galuh. ''


jawab raihan sambil meminum air putih di hadapannya dan galuh mengerutkan keningnya.

__ADS_1


''Galuh kalau bangunin kak alana yang tidur itu gampang, buka tirai dan matikan AC nya, dia akan bangun karena kepanasan. ''


ucap galuh dan raihan mengangguk.


''Kak raihan kenapa sih, kaya kesambet setan ajah datang datang minum dan malah diam. ''


ucap galuh saat raihan tidak menjawab dan hanya diam.


''Setannya cantik banget galuh dan dia menggoda sekali barusan, makanya kakak kaget. ''


jawab raihan dengan polosnya dan membuat galuh tersenyum.


''Masa kalah sama cewek. ''


''Bukan kalah galuh, kakak menjaga kesucian kakak kamu lah, kita belum sah dan berdosa kalau melakukannya sebelum menikah. ''


Galuh tersenyum dan bangga pada raihan yang menjaga kesucian kakak perempuannya.


''Terimakasih kakak sudah menjaga kesucian kak alana, dia itu selalu berbuat aneh, galuh dukung kakak yah, padahal saat kak alana mengganggu kak raihan, kak raihan lawan ajah dan kalau kak alana meminta lebih, tinggalin deh, biar kak alana kena PHP kakak. ''


ucap galuh sambil tersenyum dan raihan hanya diam dan enggan menjawab ucapan galuh.


Alana menuruni tangga dan menghampiri galuh dan raihan, style alana saat ini begitu rapih dan sederhana.


''Ayo sarapan jangan suka ngomongin orang di belakang, dosa loh. ''


ucap alana sambil menuangkan makanannya ke piring dan meminum minuman di hadapannya.


Raihan dan galuh langsung mengikutinya untuk memakan sarapannya, sepanjang sarapan mereka bertiga fokus dengan makanan dan tidak ada obrolan sedikitpun.


Setelah sarapan galuh pamit duluan ke kantor, sedangkan alana langsung di bonceng raihan menggunakan motornya.


''Jadi semalam kakak kesini pakai motor?? ''


ucap alana saat raihan memakaikan helm pada kepala alana.


''Iya sayang, kan biar cepat sampainya juga, kakak pengen cepat bertemu kamu soalnya. ''


jawab raihan setelah selesai memakaikan helm di kepala alana.


''Udah jangan bahas terus motor, ibu sama omah udah menunggu di rumah, fotografer juga udah tiba satu jam lalu menunggu kita. ''


ucap raiahan dan alana langsung naik di jok belakang dan memeluk erat tubuh raihan.


Raihan langsung menjalankan motornya menuju kediaman opah noto dan sepanjang perjalanan alana memeluk erat tubuh raihan dan raihan hanya tersenyum dan sesekali mengelus tangan alana yang melingkar di pinggangnya.


Dua puluh menit kemudian motor sampai di kediaman opah noto, ibu rani dan omah ajeng sedang menunggu dan menatap alana yang baru sampai.


Raihan membuka kaitan helm nya di kepala alana dan alana langsung menghampiri ibunya dan omah lalu mencium tangannya, raihan pun mengikutinya.


''Jangan ngomel dulu, sekarang alana akan ganti kostum biar cepat foto fotonya, kak raihan bagian piket siang nanti gak keburu. ''


ucap alana sambil menggandeng tangan omah ajeng dan ibunya.


Ibu rani dan omah ajeng hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan alana dan raihan tersenyum sambil mengikutinya dari belakang.


Alana dan raihan langsung mengganti pakaiannya dengan pakaiaj yang di sediakan oleh tim fotografer, alana di rias sedikit wajahnya agar terlihat pas dengan pakaian alana saat ini.




Alana terlihat begitu cantik dengan pakaian nya saat ini dan raihan terus menatap dan tersenyum, raihan mengikuti semua arahan fotografernya.


Tiga jam kemudian semua pemotretan selesai dan alana kembali mengganti pakaiannya karena dia merasa malu di tatap terus oleh raihan, sedangkan raihan tetap memakai pakaiannya karena ibu rani bilang pakaiannya sudah di beli dan di bawa pulang ajah oleh raihan.


''Omah, ibu, maafkan alana yang datang terlambat. ''


ucap alana menghampiri sambil duduk di samping omahnya.


''Kamu membuat kita menunggu dua jam, dari jam delapan dan kamu datang jam sepuluh, lihat ini baru selesai hampir jam dua, kamu membuat kita mati berdiri menunggu kamu loh alana. ''


jawab ibu rani dan alana cemberut.


''Ibu kan pemotretannya cepat, kalau alana sama kak raihan gak konsisten, pasti akan lima jam baru selesai sesi fotonya. ''

__ADS_1


ucap alana membela dirinya dan ibu rani hanya geleng geleng melihatnya, omah ajeng tersenyum dan mengelus kepala alana dengan penuh kasih sayang.


''Ibu, omah, raihan pamit pulang yah, raihan praktek jam tiga sekarang di rumah sakit. ''


ucap raihan pamit dan membuat ibu rani dan omah ajeng mengiyakannya.


''Aku ikut yah, sekalian antar ke cafe. ''


ucap alana dan raihan mengangguk.


''Raihan kamu jangan bawa motor kalau membawa alana, omah takut alana terjatuh. ''


ucap omah ajeng mengkhawatirkan alana.


''Tenang omah, kak raihan sangat hati hati membonceng alana dan naik motor itu sangat romantis bisa meluk, kalau naik mobil gak seru. ''


ucap alana dan omah ajeng hanya tersenyum dan mengijinkan raihan membawa alana menggunakan motornya.


''Kita ke rumah kakak dulu yah ambil peralatan kerja, baru antar kamu ke cafe. ''


ucap raihan saat memakaikan helm untuk alana dan alana mengangguk.


Sepuluh menit kemudian motor sampai di depan rumah raihan, alana tersenyum melihat daerah yang dulu pernah alana singgahi dan berdiam.


''Ayo masuk sayang, kenapa malah berdiri ajah. ''


ucap raihan saat alana sudah turun dan malah diam.


Alana tersenyum dan dia di pegang tangannya oleh raihan dan di bawa masuk kedalam rumah.


Mamahnya raihan tersenyum saat alana mencium tangannya dan alana duduk menunggu raihan bersiap.


''Mamah ada pengajian, gak apa apa mamah tinggal sendirian. ''


ucap mamahnya raihan.


''Gak apa apa mamah, lagian kan kak raihan hanya mengambil peralatan kerja ajah, alan gak apa apa kok sendiri. ''


jawab alana dan mamahnya raihan mengangguk langsung pamit pada alana.


Tak lama mamahnya raihan pergi, raihan telah selesai mengganti pakaiannya dengan style kerjanya yang sangat pas di tubuhnya.


''Ayo sayang kita berangkat sekarang yah. ''


ucap raihan menghampiri alana dan alana mengangguk.


Raihan membuka gerbang rumahnya dan mengeluarkan mobilnya, alana hanya melihat dan gak membantu raihan.


''Ayo sayang naik ke mobil kenapa malah bengong ajah disitu. ''


ucap raihan dan alana tersenyum lalu menaiki mobilnya.


Raihan masuk kedalam mobil setelah menutup gerbangnya dan raihan menghidukan mesin mobilnya.


''Sayang dengarkan semua ucapan kakak yah, kamu jangan memancing kakak seperti tadi pagi, kamu sudah mengganggu kesehatan jantung kakak dan kamu harus tahu yah itu sangat gak baik. ''


ucap raihan dan alana hanya diam gak menjawabnya.


Lima belas menit kemudian mobil sampai di depan cafe dan alana pamit pada raihan, raihan mencium kening alana, alana langsung keluar mobil dan masuk menuju cafe.


.


.


.



.


.


.


.........................

__ADS_1


__ADS_2