Impian Dalam Rindu

Impian Dalam Rindu
Impian Dalam Rindu 23


__ADS_3

Alana langsung ke kamarnya dan segera istirahat karena tubuhnya begitu lelah.


''Besok ada kejutan apalagi yah, sehari ajah langsung cape banget. '' ucap alana setelah bersih bersih dan merebahkan tubuhnya di kasur.


Di kediman opah noto.....


''Gimana mas, alana gadis baik kan?? '' tanya omah ajeng saat opah noto duduk di sofa menghampirinya.


''benar sekali, alana gadis tangguh dan dia berwajah rani, sepertinya kita harus segera menghampiri jordi dan rani, aku mau bertemu cucu laki laki ku. '' jawab opah noto.


''Kita sabar dulu, sebelum menghampiri rani dan jordi, kita gali informasi dulu, aku sudah memerintahkan seseorang menyelidiki latar belakang mereka di desa dan akan secepatnya dapat hasilnya, setelah itu baru kita menghampiri mereka dan membuka jati diri alana ke publik. '' ucap omah ajeng dan opah noto mengangguk.


Pagi hari menjelang........


Dikediaman keluarga teguh saat ini.


''Papah perhatikan kamu kok jadi fokus di cafe, ada apa teguh dengan kamu?? '' ucap papahnya teguh saat teguh duduk di kursi untuk sarapan.


''Teguh lagi ingin di cafe dan jenuh di perusahaan, teguh juga lagi pendekatan dengan seseorang. '' jawab teguh.


Papahnya langsung mengerutkan dahinya dan tersenyum senang, karena teguh bisa bangkit setelah arla tiada.


''Mamah dukung kamu, asalkan kamu bisa dengan hati hati menambatkan hati kamu. '' ucap mamahnya teguh.


''Makasih mamah, teguh senang karena mamah dukung dan papah juga harus dukung. '' ucap teguh.


''Harus lah, usia kamu itu sudah tua loh tapi blum menikah, itu kan sangat tidak baik, cepat kenalkan wanita itu ke papah dan mamah. '' ucap papahnya teguh.


''Oke, doakan supaya teguh gak di tollak. '' ucap teguh dan kedua orang tuanya senang.


Di kosan alana saat ini.....


Semua teman alana sudah berangkat dan tinggal alana yang tinggal di kosan dan duduk di atas kasurnya sambil mnonton tivi, di luar gerbang teguh baru sampai dan langsung menelphone nomer alana.


Alana kaget saat Tiba tiba handphone alana berdering dari nomer yang gak di kenalinya dan alana langsung mengangkatnya.


''pagi alana.......'' sapa teguh saat alana mengangkat telpone nya.


''ini siapa yah??......'' jawab alan saat mengangkat telphone nya, karena memang dia tidak mengenalinya.


''saya teguh, masa kamu gak mengenali suara merdu saya loh.....'' ucap teguh dengan nada genit karena alana tidak mengenali suaranya.


''Apa apan pak teguh nelphone aku pagi pagi dan dia dapat dari siapa yah nomer ku. '' gumam alana dalam hatinya sebelum menjawab ucapan teguh.


''oh pak teguh, lana kira siapa loh, ada pak hubungi lana pagi pagi??? '' jawab alan dengan segala pertanyaannya.


''saya udah di depan gerbaang kosan kamu, boleh saya mampir?? '' ucap teguh dan membuat alana kaget.


''Gimana ini, meta sama asti udah berangkat kerja, pak teguh malah mau mampir lagi kan aku takut. '' gumam alana dan membuat teguh memanggil kembali pada alana.


''lana.....kamu dengar ucapan saya kan?? '' ucap teguh kembali karena alana malah mendiamkannya.


''dengar kok pak. '' jawab alana dengan nada pelan.

__ADS_1


''kalau gak boleh, saya akan balik lagi ke cafe ajah. '' ucap teguh karena mendengar jawaban dari suara alana yang seperti tidal menerima kedatangan teguh.


''iya pak boleh, tunggu yah saya kedepan sekarang. '' jawab alana dan teguh langsung tersenyum senang.


''gadis pintar, saya tunggu yah. '' ucap teguh dengan nada senang dan alana langsung membuka pintu kosannya lebar lebar dan alana langsung keluar untuk menjemput teguh.


Teguh keluar dari mobil dan tersenyum saat alana berdiri di gerbang kosan.


''Ini makanan buat kamu dan bagikan ke semua teman kosan kamu yah. '' ucap teguh memberikan bungkusan besar untuk alana dan alana menerimanya.


''Ayo pak kita masuk. '' ucap alana dan teguh langsung mengikuti alana.


Teguh terus memperhatikan seluruh kosan alana dan langsung tertuju pada sebuah kamar yang terbuka lebar dan membuat teguh tersenyum.


''Mau minum apa pak, biar saya buatkan?? '' ucap alana.


''terserah kamu, yang ada bahannya disini ajah biar kamu gak usah membelinya. '' ucap teguh dan alana tersenyum.


''Kamarnya wangi, rapih, bersih dan sangat menata sekali, alana memang gadis yang sangat hebat. '' ucap teguh saat mengamati sekeliling kamar kosan alana.


Alana membuat teh tarik hangat untuk di sajikan pada teguh.


''Silahkan pak minumannya, tapi makanan saya gak punya, apa bapak mau makanan yang bapak bawa ajah buat cemilannya?? '' ucap alana.


''Udah minuman ajah lana udah cukup. '' jawab teguh dan alana mengangguk.


''Bapak dapat dari mana nomer saya?? '' tanya alana dengan nada serius.


''Dapat dari rani, tadi saya ke cafe dulu dan saya langsung kesini. '' jawab teguh dan alana hanya mengangguk.


''Kamu memang hebat yah dalam meracik minuman dan makanan. '' ucap teguh saat meminum minuman yang di buatkan alana.


''Biasa ajah pak dan jangan memuji saya. '' ucap alana dan teguh langsung mengacak rambut alana.


''Stop pak, kenapa rambut saya di acak acak. '' ucap alana kesal dan alana merapihkan rambutnya.


''Kamu belum mandi yah alana?? '' tanya teguh dengan penuh selidik dan alana langsung cengengesan.


''Pantas ajah ada bau apa dari tadi tercium oleh hidung saya. '' ucap teguh kembali.


''Jangan salahkan saya pak, salah bapak kenapa pagi pagi sudah datang, saya kan kerja jam sebelas siang dan jarak ke cafe juga dekat, nanti ajah jam sepuluh baru mandi dan sekarang baru jam delapan lebih lima belas menit. '' ucap alana dan teguh hanya tersenyum karena menurutnya uapan alana lucu.


''Jangan senyum gitu, lana kaya orang lagi berpidato loh jadinya. '' ucap alana kesal.


Teguh langsung mendekat pada alana dan menatap wajah alana.


''Kamu mau mandi atau engga, saya tetap suka ke kamu alana. '' ucap teguh dan berhasil membuat alana terdiam dan melototkan matanya.


Alana langsung menjauhkan diri dari teguh dan membuat teguh tersenyum senang.


''Jangan takut alna, saya gak akan macam macam sama kamu. '' ucap teguh dan alana terdiam.


''Bapak itu bicara apa sih, saya gak ngerti deh. '' ucap alana dan membuat teguh tersenyum.

__ADS_1


'Kamu pura pura polos yah alana, saya suka sama kamu dan lebih tepatnya saya jatuh hati sama kamussaat pertama bertemu dengan kamu dan kamu menduduki hati saya paling teratas setelah mamah saya, kamu mengerti kan dengan ucapan saya?? '' uap teguh dan alana reflek menganggukan kepalanya.


''Gadis pintar, saya sangat suka sekali. '' ucap teguh kembali dan mengelus kepala alana dan alana masih syok dan terdiam.


''Jawab alana, kamu menerima saya gak?? '' tanya teguh karena alana hanya bengong menatapnya.


''Aku harus jawab apa yah, aku gak ngerti dengan semuanya. '' gumam alana dalam hatinya.


''Saya gak tahu pak, sungguh saya gak tahu harus jawab apa, ini pertama kalinya untuk saya. '' jawab alana dan membuat teguh kaget.


''Jadi kamu belum pernah memiliki kekasih dan berpacaran?? '' tanya teguh dan alana mengangguk sambil tersenyum.


''Yang saya fikirkan bukan tentang hubungan cinta dengan pria, yang saya fikirkan saat ini bagaimana membantu ibu untuk sekolahkan adik saya dan dia bisa sekolah, itu pak yang saya fikirkan saat ini dan saya gak kefikiran mencari pacar. '' jawab alana.


''Saya akan membantu kamu dan meringankan beban kamu alana, saya mau kamu menerima saya atau saya mau kamu belajar menerima saya dan saya janji akan membuat kamu mencintai saya dan menerima saya, kamu mau kan memberikan saya kesempatan dan saya akan sangat senang sekali. '' ucap teguh dan alana langsung terdiam.


''Jawab alana jangan membuat saya penasaran atau kalau kamu mau kita langsung menikah, pertemukan saya dengan kedua orang tua kamu alana, biar saya bisa melamar kamu. '' ucap teguh kembali karena alana hanya diam dan menatap teguh.


''Saya akan memberikan kesempatan pada bapak, semoga saya bisa membuka hati saya dan belajar mencintai bapak. '' jawab alana dan teguh langsung senyum dan saat teguh akan memeluk alana, alana langsung menjauh dan membuat teguh mengerutkan dahinya.


''Saya gak mau di peluk pak, saya belum mandi dan bau loh ini tubuh saya. '' ucap alana dan teguh langsung menarik tangan alana dan memeluknya erat.


Alana langsung terdiam dan melongo dengan tindakan teguh yang memeluknya saat ini.


''Jangan panggil saya pak atau bapak, karena saya bukan bapak kamu. '' ucap teguh saat melepas pelukan dari alana.


''Terus harus manggil apa?? '' tanya alana.


''Terserah kamu, kalau di cafe dan depan karyawan lainnya kamu boleh panggil saya bapak, agar orang orang gak menganggap aneh aneh ke kamu, mengerti kan dengan yang saya ucapkan?? '' ucap teguh dan alana mengangguk.


''Sana mandi dulu, kita cari makan sebelum ke cafe. '' ucap teguh.


''Gak mau, lana mau masak ajah yah dan gak lama kok, bahan makanan banyak soalnya di kasih ibu saat pulang kemarin. '' ucap alana.


''Boleh asal kamu gak keberatan ajah. '' ucap teguh dan alana langsung senang.


Alana langsung menuju kompor dan mulai memasak makanan yang simple dan menurut alana enak.


.


.


.


.


.



.


.

__ADS_1


.


...............


__ADS_2